Trimester 3

TRIMESTER 3
1 Februari 2021

Pelajari Arti Warna Air Ketuban serta Tanda Kebocoran, Moms Wajib Tahu!

Bocornya air ketuban saat hamil merupakan tanda gerbang pesalinan telah terbuka
placeholder
placeholder
Artikel ditulis oleh Dresyamaya Fiona
Disunting oleh Andra Nur Oktaviani

Cairan ketuban atau cairan amnion adalah cairan pada selaput ketuban yang jika divisualisasikan seperti cairan dalam balon.

Dilansir dari March of Dimes, cairan ketuban merupakan bantalan cairan hangat yang melindungi dan menopang bayi saat mereka tumbuh di dalam rahim.

Jika selaput ketuban mengalami robekan yang disebabkan trauma atau secara spontan dapat mengakibatkan bocor air ketuban saat hamil melalui vagina Moms.

Warna air ketuban umumnya bening dan kekuningan. Tentunya ada varian warna air ketuban yang memiliki arti berbeda. Misalnya warna air ketuban hijau atau coklat, menandakan bayi telah BAB ketika di dalam kandungan (merkonium).

"Air ketuban berasal dari berbagai sumber, di awal kehamilan berasal dari plasenta dan kulit. Di atas usia 16 minggu, air ketuban dihasilkan dari urin bayi serta cairan paru," jelas dr. Raden Aditya Kusuma, Sp.OG, Spesialis Kebidanan Kandunga, RS Pondok Indah Bintaro Jaya.

Pahami warna air ketuban, ciri-ciri, risiko, dan pencegahan saat terjadi bocor air ketuban saat hamil.

Baca Juga: Air Ketuban Kurang di Akhir Kehamilan, Harus Caesar?

Arti Warna Air Ketuban

warna air ketuban, berikut penjelasannya.jpg

Foto: Orami Photo Stocks

Tentunya, ada arti dari setiap warna air ketuban untuk menandakan apakah janin dalam keadaan normal atau tidak.

Umumnya, warna air ketuban yakni bening kekuningan, namun sebagian ibu mengalami warna air ketuban sedikit gelap atau bahkan seperti darah.

Berikut adalah penjelasan singkat dari arti warna air ketuban yang perlu Moms ketahui, antara lain:

  • Bening dan kekuningan. Warna air ketuban normal umumnya ibu hamil.
  • Kuning jingga. Warna ini menandakan adanya ketidakcocokan darah antara ibu dan bayi.
  • Cokelat. Warna air ketuban ini bercampur darah, kemungkinan ada pendarahan dalam rahim.
  • Hijau tua: Warna ini bisa muncul akibat air ketuban tercampur dengan feses pertama bayi atau disebut mekonium. Kondisi ini bisa menyebabkan komplikasi pernapasan saat mereka dilahirkan.
  • Merah-coklat tua: Warna air ketuban keruh ini dapat menandakan kondisi yang membahayakan salah satunya kematian janin.

Baca Juga: 8 Fungsi Air Ketuban, Bisa Membantu Perkembangan Paru-paru Janin

Warna air ketuban keruh layaknya warna hijau tua ini perlu segera mendapatkan tindakan dokter. Ini disebut pewarnaan mekonium. Jika mekonium berada di dalam cairan ketuban untuk waktu yang lama, kulit dan kuku bayi akan menguning.

University of Rochester Medical Center memaparkan, mekonium dapat terjadi di usia kehamilan 37-41 minggu. Bahkan bisa terjadi setelah usia 42 minggu.

Mekonium mungkin menempel pada kantung udara (alveoli). Ini menyulitkan bayi untuk menghirup oksigen. Ini dapat menyebabkan infeksi seperti pneumonia.

Kebanyakan bayi umumnya membaik dalam beberapa hari. Tetapi kasus aspirasi mekonium yang parah dapat menyebabkan kematian pada sejumlah bayi.

Ciri-Ciri Bocor Air Ketuban

Pelajari Mengenai Bocor Air Ketuban Saat Hamil.jpg

Foto: dreamstime

Saat Moms sedang hamil, biasanya akan sangat biasa mengeluarkan cairan dari vagina dengan lebih beragam. Oleh karena itu, Moms akan sulit membedakan antara urin atau warna air ketuban merembes, serta cairan lainnya.

Moms perlu mengetahui bahwa warna air ketuban memiliki warna bening, namun juga terkadang akan terlihat kekuningan. Cairan ketuban meninggalkan bercak putih dalam pakaian, dan tidak berbau seperti urin.

Kejadian bocor air ketuban saat hamil dapat disertai sedikit darah atau lendir.

Terkadang kantung ketuban pecah atau bocor sebelum persalinan dimulai. Jika kantung ketuban bocor sebelum minggu ke 37 masa kehamilan, dokter menyebutnya sebagai PROM prematur.

Cairan ketuban ini biasanya keluar tanpa diprediksi.Bocor air ketuban saat hamil dapat terjadi dalam berbagai posisi, entah ketika berbaring, duduk, atau bahkan ketika sedang berjalan.

Cairan ini akan merembes terus menerus.

Baca Juga: Air Ketuban Berlebih Saat Trimester Ketiga, Berbahayakah?

Risiko Bocor Air Ketuban

Pelajari Mengenai Bocor Air Ketuban Saat Hamil 2.jpg

Foto: babyabout

Dilansir dari Sutterhealth, pada trimester pertama dan kedua, bocornya air ketuban yang keluar dari vagina Moms dapat memicu komplikasi serius.

Contohnya adalah keguguran, cacat lahir, bayi lahir prematur, hingga yang paling fatal adalah kematian pada bayi.

Sementara jika bocor air ketuban saat usia kehamilan menginjak trimester ketiga berdampak cukup bahaya, karena akan menyulitkan proses persalinan

Dalam kondisi kekurangan air ketuban akan membuat tali pusar dapat terjepit dan melilit leher bayi, sehingga akan mengurangi aliran oksigen kepada bayi.

Kondisi ini pula akan memicu risiko dilakukannya operasi caesar, serta nantinya bayi dapat mengalami keterlambatan tumbuh kembang.

"Cairan air ketuban normal tertelan oleh bayi, dan biasanya 1 liter per hari. Jumlah air ketuban normalnya, akan berkurang seiringnya bertambah usia kehamilan" tambah dr. Raden.

Baca Juga: Trik Menjaga Air Ketuban Trimester Ketiga Tetap Aman Hingga Akhir Kehamilan

Pencegahan Bocor Air Ketuban

Pelajari Mengenai Bocor Air Ketuban Saat Hamil 3.jpg

Foto: ogpnews

Jika Moms tidak ingin mengalami bocor air ketuban saat hamil, Moms perlu mengetahui apa saja yang harus dan tidak boleh dilakukan.

Tidak hanya sebatas mengenal arti warna air ketuban, Moms juga perlu tahu beberapa tips pencegahan, antara lain:

  • Moms perlu membersihkan organ genital dengan tepat dan benar.
  • Usahakan untuk menghindari guncangan, berhenti melakukan hubungan seksual untuk sementara.
  • Moms harus melakukan pemeriksaan kehamilan secara rutin, gaya hidup sehat, dan mengurangi aktivitas atau meluangkan waktu untuk istirahat total di akhir trimester kedua atau awal trimester ketiga.
  • Saat cairan berwarna kehijauan atau kuning kecoklatan, Moms perlu segera menghubungi dokter kandungan.
  • Sebab, hal ini dapat menjadi tanda bayi mengalami komplikasi di dalam kandungan.
  • Tetap berhati-hati memeriksa cairan yang keluar dari vagina saat sedang hamil.
  • Moms perlu memperhatikan tekstur, bau dan warna air ketuban yang keluar.

Baca Juga: 4 Penyebab Polihidramnion, Gangguan Cairan Ketuban yang Berlebihan

Nah, setelah mengetehui warna air ketuban serta ciri-ciri air ketuban bocor, Moms akan lebih matang ya menghadapi persalinan.

Komentar

Yuk, ngobrol dan sharing pendapat dengan moms lainnya.

member-image

Beri Komentar...

Artikel Terkait