Gratis Ongkir minimum Rp 200.000* Lihat detil

DIREKTORI

Belanja Berdasarkan Kategori :
Belanja Berdasarkan Kategori
DIREKTORI BELANJA
  • Promo & Highlights

  • Kebutuhan Bayi

  • Perlengkapan Bayi

  • Perawatan Pribadi

  • Supermarket

  • Rumah & Dekorasi

  • Kosmetik

  • Alat Kecantikan

  • Pakaian & Aksesoris

  • Kesehatan

  • Mainan & Media

  • Gadget & Elektronik

  • Harga Terbaik
  • Brand Pilihan
  • Promo ANZ 30% Semua produk




Keamanan Anak | Apr 14, 2018

Bolehkah Anak Punya Akun Media Sosial Sendiri?

Bagikan


 

Suka atau tidak, akan tiba saatnya anak ingin punya akun media sosial sendiri. Entah itu Facebook, Instagram atau Snapchat. Namun Moms sebagai orangtua pasti punya kecemasan sendiri bila anak mulai aktif bermain media sosial. Pasalnya, jika kurang berhati-hati media sosial bisa jadi sumber bullying, tindak kriminal, atau konsumerisme. Sebelum memutuskan apakah anak boleh punya akun media sosial sendiri, Moms lihat dulu beberapa pertimbangan ini.  

Baca juga: 5 Foto Anak yang Tidak Boleh Diupload di Sosial Media

Buat Apa Anak Kecil Punya Akun Media Sosial?

Banyak anak ingin punya akun media sosial sendiri karena teman-temannya sudah punya duluan. Karena ingin diterima dalam pergaulan, anak biasanya akan membuat media sosial. Selain itu, bagi anak, media sosial merupakan bentuk ekspresi dirinya. Anak bisa menunjukkan pada teman-teman media sosialnya soal bakat menari dan menggambar atau hobinya bermain sepak bola. Maka, sebenarnya media sosial tak selalu jadi pengaruh negatif dalam tumbuh kembang anak.

Sayangnya, anak yang main media sosial bisa jadi kecanduan. Si kecil jadi haus akan view, like, dan followers di akun media sosialnya. Belum lagi di usia yang belia, penindasan di dunia maya (cyberbullying) rentan terjadi. Apalagi di media sosial. Siapa saja bisa bersembunyi di balik layar smartphone masing-masing sembari menghina atau menyakiti orang lain.

Bolehkah Anak Punya Akun Media Sosial Sendiri?

Menurut seorang dokter anak dari Harvard School of Public Health, dr. Michael Rich, kebanyakan anak di bawah usia 13 tahun belum cukup dewasa untuk mempertimbangkan konsekuensi perbuatannya. Anak mungkin berpikir bahwa mengunggah lokasi beserta foto dirinya bersama teman-teman saat pergi ke mal itu keren. Padahal, mungkin saja ada orang yang menggunakan informasi lokasi dan foto si kecil untuk berbuat jahat.

Atau si kecil iseng mengunggah foto candid salah satu temannya hanya sebagai lelucon. Namun, foto tersebut bisa saja digunakan oleh teman-teman sekolahnya sebagai bahan ejekan. Si kecil tentu tidak bisa mengendalikan hal-hal tak diinginkan seperti ini.

Maka, dr. Michael Rich menyarankan Moms untuk menimbang-nimbang kedewasaan dan rasa tanggung jawab anak. Pasalnya, tidak ada patokan usia yang bisa jadi standar kesiapan seorang anak. Semua itu tergantung pada sifat anak dan seberapa banyak Moms terlibat dalam penggunaan media sosial anak. Kalau Moms merasa anak sudah cukup bijak dalam menyaring dan menyebarkan informasi, Moms bisa mengizinkan anak membuat akun media sosial.

Aturan Main Kalau Anak Punya Media Sosial

Apabila akhirnya Moms menyetujui anak untuk memiliki media sosial, bukan berarti anak bebas memakai media sesial tersebut sembarangan. Sebagai perlindungan, Moms harus menerapkan aturan-aturan supaya anak bisa main media sosial dengan aman. Misalnya memasang mode private untuk media soialnya, anak tidak boleh mengunggah foto, video, tulisan, atau lokasi bila Moms belum memberikan persetujuan. Moms juga sebaiknya selalu memantau teman-teman di dalam media sosial anak. Perhatikan kalau ada orang yang mencurigakan atau tidak sepantaran anak. Selalu ingatkan anak untuk tidak menyebarkan informasi pribadi seperti nomor handphone, alamat rumah, atau alamat sekolah.

Itu dia pertimbangannya sebelum mengizinkan anak punya akun media sosial sendiri. Bagaimana, apakah buah hati Moms sudah siap punya media sosial?

<IA>

 

Bagikan

Artikel Terkait



Newsletter

Dapatkan diskon dan penawaran spesial setiap hari melalui email kamu dengan berlangganan newsletter.