Gratis Ongkir minimum Rp 250.000* Lihat detil

DIREKTORI

Belanja Berdasarkan Kategori :
Belanja Berdasarkan Kategori
DIREKTORI BELANJA
  • Promo & Highlights

  • Kebutuhan Bayi

  • Perlengkapan Bayi

  • Perawatan Pribadi

  • Supermarket

  • Rumah & Dekorasi

  • Kosmetik

  • Alat Kecantikan

  • Pakaian & Aksesoris

  • Kesehatan

  • Mainan & Media

  • Gadget & Elektronik

Kesehatan Balita | May 21, 2018

Bolehkah Balita Minum Kopi? Ini Dampak Bila Anak Kebanyakan Kafein

Bagikan


Minum kopi sepertinya telah menjadi tren gaya hidup masa kini. Tak hanya digemari kalangan dewasa, remaja dan anak-anak pun tergiur menikmati kopi. Tapi, apakah anak-anak boleh minum kopi?

Secara umum, belum ada standar yang resmi dari badan kesehatan tertentu yang menginformasikan aturan tentang apakah anak boleh minum kopi.

Akan tetapi, mengingat risiko yang mungkin timbul, sebaiknya anak tak dibiasakan minum kopi. Terkait hal ini, seorang ahli gizi Amerika Serikat, Andy Bellati, mengatakan, anak dan remaja di bawah usia 18 tahun sebaiknya tak minum kopi.

Kafein dalam Kopi

kopi, kandungan kafein dalam kopi, risiko anak minum kopi

Kandungan kafein dalam kopi disinyalir dapat menyebabkan berbagai risiko bagi anak-anak. Kafein merupakan zat stimulan alami yang bisa ditemukan dari berbagai sumber. Misal, kopi, soda, teh, atau minuman energi. Adapun peran dari zat stimulan ini adalah membantu seseorang tetap terjaga dan berenergi.

Nah, kopi ternyata mengandung kafein paling tinggi. Dalam secangkir kopi, diperkirakan terkandung 95 miligram kafein. Para ahli mengatakan, anak tak boleh mengonsumsi kafein lebih dari 45 miligram dalam sehari. Artinya, secangkir kopi saja sudah melebihi kadar kafein yang diperbolehkan dikonsumsi oleh anak dalam sehari.

Baca Juga : Apa Minum Kopi Bisa Mencegah Anak Kejang Saat Demam?

Risiko Anak Minum Kopi

anak minum kopi, risiko anak minum kopi

Lalu, apa saja dampak kafein bagi anak? Konon, kopi dapat memengaruhi pertumbuhan dan kesehatan anak dalam jangka panjang. Nah, berikut ini beberapa risiko bila anak minum kopi:

1. Insomnia

Jam tidur anak balita hingga usia 12 tahun adalah 11 jam sehari. Waktu tidur ini diperlukan agar semua fungsi tubuh bekerja baik dan optimal.

Nah, bila anak minum kopi, kafein akan tersimpan dalam tubuh hingga 8 jam setelahnya. Alhasil, ketika jam tidur tiba, anak masih belum mengantuk. Jam tidurnya pun jadi berantakan.

Karena kurang tidur, ia akan minum kopi untuk menambah stamina dan kewaspadaan. Siklus ini akan terus berulang dan anak jadi susah tidur atau insomnia.

2. Hiperaktif, gelisah dan sulit konsentrasi

Bagi orang dewasa, kopi dapat meningkatkan energi dan membantu dalam menjalankan tugas sehari-hari. Akan tetapi, bagi anak-anak, kopi justru membuat ia gelisah, sulit berkonsentrasi dan hiperaktif. Alhasil, anak mungkin jadi kurang berhati-hati dalam beraktivitas.

Ini terjadi karena anak lebih rentan terhadap kafein ketimbang orang dewasa. Selain itu, anak masih sulit mengendalikan diri. Dampaknya, ia sulit berkonsetrasi duduk di kelas, tidak bisa diam dan malah merasa resah.

3. Mengalami gangguan penyerapan kalsium

Kafein merupakan unsur yang dapat mengganggu penyerapan kalsium dalam tubuh. Ya, kafein dalam kopi bersifat diuretik, artinya memicu produksi urine. Nah, semakin cepat atau sering air kemih ini dikeluarkan ginjal, makin banyak kalsium yang belum sempat diserap tubuh malah ikut terbuang.

Padahal Moms, kalsium sangat penting dan diperlukan anak untuk pembentukan tulang dan gigi yang kuat. Kekurangan kalsium justru menimbulkan gigi berlubang bahkan berisiko bisa menghambat pertumbuhan anak.

4. Nafsu makan turun

Kopi merupakan minuman stimulan yang justru berdampak pada selera makan. Nafsu makan anak jadi turun. Padahal, anak dalam masa pertumbuhan sangat perlu berbagai asupan gizi dari makanan.

Karena itu, Moms perlu perhatikan bila anak sulit makan, namun doyan minum kopi. Bahkan, kafein dapat menimbulkan gangguan pencernaan pada anak dengan tanda-tanda mual atau sakit perut. Ini tentu akan menyebabkan jadi makin tidak berselera makan.

5. Menimbulkan ketergantungan

Bila Si Kecil terlanjur sering minum kopi, kafein dapat memicu ketergantungan. Masalahnya, bila terlalu banyak dan sering minum kopi, anak berisiko mengalami berbagai gangguan dalam jangka panjang. Misalnya, penyakit jantung atau kerusakan saraf.

Nah, risiko ini tentu akan makin tinggi bila kebiasaan atau ketergantungan minum kopi sudah dimulai sejak balita.

Jadi, lebih baik hindari memberikan kafein pada Si Kecil ya, Moms!

(HIL)

Bagikan

Artikel Terkait



Newsletter

Dapatkan diskon dan penawaran spesial setiap hari melalui email kamu dengan berlangganan newsletter.