Parenting Islami

25 Februari 2021

Bolehkah Berhubungan Intim di Hari Raya Idul Fitri? Ini Dalilnya!

Cari tahu jawabannya di sini yuk Moms!
placeholder
placeholder
Artikel ditulis oleh Fia Afifah R
Disunting oleh Andra Nur Oktaviani

Pernahkah Moms bertanya-tanya bolehkah berhubungan intim di hari raya Idul Fitri? Jika iya, yuk temukan jawaban bolehkah berhubungan intim di hari raya di bawah ini.

Tidak dapat dipungkiri, salah satu faktor kebahagiaan dalam rumah tangga adalah memiliki hubungan intim yang sehat dan juga menyenangkan. Karena selain menciptakan keharmonisan dalam rumah tangga, berhubungan intim juga menjadi pahala yang memberikan keberkahan.

Bahkan, salah satu efek positif dari hubungan intim adalah memilikisistem kekebalan tubuh yang lebih kuat. Dalam sebuah penelitian tentang kekebalan pada orang-orang yang berada dalam hubungan asmara oleh Psychological Report, orang-orang yang sering berhubungan seks satu hingga dua kali seminggu, memiliki lebih banyak imunoglobulin A (IgA) dalam air liurnya.

IgA adalah antibodi yang berperan dalam mencegah penyakit dan merupakan garis pertahanan pertama terhadap human papillomavirus, atau HPV. Studi tersebut juga menunjukkan bahwa kecemasan dan stres mungkin dapat menghilangkan efek positif dari seks.

Berhubungan intim dengan isteri adalah satu ibadah dan mendapat pahala jika melakukannya. Rasulullah SAW bersabda: “…..dan apabila engkau menyetubuhi istrimu, Engkau mendapat pahala.” Para sahabat bertanya, “Wahai Rasulullah, adakah seseorang dari kami mendapat pahala dalam melampiaskan syahwat ?”

Nabi Muhammad SAW menjawab, “Bukankah kalau dia meletakkan (syahwatnya) di tempat yang haram dia akan berdosa? Demikian pula kalau dia meletakkan (syahwatnya) pada jalan yang halal maka dia mendapat pahala.” (HR Muslim).

Meski begitu, ada juga waktu dan cara yang tidak dibolehkan oleh agama berkaitan dengan hubungan intim. Ada juga beberapa pertanyaan mengenai waktu yang dibolehkan atau dilarang melakukannya. Misalnya, bolehkan berhubungan intim di hari raya Idul Fitri?

Ada beberapa penjelasan yang bisa Moms dan Dads simak terkait hal tersebut, berikut waktu-waktu yang dilarang melakukan hubungan intim.

Baca Juga: 3 Cara Menjaga Keintiman Hubungan Setelah Jadi Orangtua Baru

Bolehkah Berhubungan Intim di Hari Raya Idul Fitri?

Bolehkah Berhubungan Intim di Hari Daya Idul Fitri -1

Foto: Orami Photo Stock

Pertanyaan bolehkah berhubungan intim di hari raya idul fitri ini biasanya terlontar karena saat Lebaran yang merupakan hari bagi kaum muslimin untuk bersuka ria dan berbagi kebahagiaan. Dan kebahagiaan itu bisa diekspresikan dengan mengenakan pakaian yang terbaik, berbagi kepada sesama, dan sebagainya.

Seperti tertera dalam sebuah hadis dari Anas bahwa Nabi SAW tiba di Madinah, sedangkan penduduknya mempunyai dua hari raya yang mereka gunakan untuk mengadakan permainan dan bergembira. Beliau bersabda: ”Allah telah mengganti kedua hari raya kalian itu dengan dua hari raya yang lebih baik, yaitu Idul Fitri dan Idul Adha.” (HR Nasai dan Ibnu Hibban).

Dan juga riwayat dari Aisyah RA yang berkata: ”Sesunguhnya orang-orang Habasyah suka mengadakan permainan di hadapan Rasulullah SAW pada hari raya. Aku pun menjulurkan kepala di atas bahu beliau dan beliau pun merendahkan kedua bahunya hingga aku dapat menyaksikan permainan itu dari atas bahu beliau. Aku melihatnya sampai puas kemudian aku berpaling.” (HR Bukhori, Muslim dan Ahmad).

Seluruh kaum muslimin diwajibkan melaksanakan ibadah puasa selama bulan Ramadhan dan dilarang untuk makan, minum dan berhubungan intim pada siang hari selama bulan itu. Namun larangan-larangan itu tidak berlaku ketika datang hari raya idul fitri.

Saat idul fitri yang tidak boleh dilakukan adalah berpuasa, dan disunnahkan untuk memakan beberapa kurma sebelum berangkat salat Idul Fitri. Sebagaimana yang diriwayatkan dari Abdullah bin Buraidah dari ayahnya bahwasanya: “Rasulullah SAW tidaklah keluar untuk salat Idul Fitri sebelum beliau makan sesuatu dan tidaklah makan sebelum beliau pulang dari sholat Idul Adha.” (HR Tirmidzi).

Terkait dengan pertanyaan bolehkah berhubungan intim di hari raya Idul Fitri, sebenarnya tidak ada riwayat yang berasal dari Nabi SAW atau para sahabat tentang hal itu. Meski begitu, ada juga yang mengatakan bahwa berhubungan di malam hari raya adalah makruh.

Di dalam kumpulan fatwa al Lajnah ad Daimah lil Buhuts al Ilmiyah wal Ifta’ di no 3684, termasuk Syeikh Ibn Baaz sebagai anggotanya, disebutkan bahwa seorang suami diperbolehkan berhubungan intim di malam Lailatul Qodr dan di malam Idul Adha kecuali jika sedang ihram haji atau umroh.

Baca Juga: Bolehkah Puasa setelah Berhubungan Intim? Temukan Jawabannya di Sini!

Waktu Makruh dan Haram Berhubungan Intim

Bolehkah Berhubungan Intim di Hari Daya Idul Fitri -2

Foto: Orami Photo Stock

Selain mubah, ada juga yang menjawab pertanyaan bolehkah berhubungan intim di hari raya Idul Fitri dengan menghukuminya sebagai sesuatu yang makruh, serta mendapat penjelasan lain, yakni:

  • Makruh berhubungan intim pada malam dua hari raya dan pada awal pertengahan (tanggal 15) dan akhir tiap-tiap bulan Islam.
  • Makruh berhubungan intim di bawah matahari atau bulan mengambang.
  • Makruh berhubungan intim selepas salat Zuhur hingga ke petang.
  • Makruh melihat kemaluan pasangan baik istri dan suami.
  • Makruh berhubungan intim jika dapat dilihat atau didengar orang, bahkan haram apabila sengaja dilihat orang.

Ada juga pendapat yang mengatakan bahwa makruh bersetubuh di tiga malam dalam bulan Islam. Yaitu malam pertama, malam yang akhir dan malam pertengahan bulan. Dikatakan, bahwa kenyataan tersebut adalah mengikut pendapat Ali, Mu’awiah dan Abu Hurairah.

Meski begitu, fatwa para sahabat bukanlah merupakan satu alasan syar’i dan tidak ada kewajiban mengikutinya jika fatwa tersebut tidak disandarkan kepada Rasulullah SAW. Ini adalah pendapat jumhur (kebanyakan) Ulama.

Baca Juga: Berhubungan Intim setelah Salat Subuh, Bagaimana Hukumnya dalam Islam?

Bila sebelumnya ada pendapat mubah dan makruh yang terkait dengan bolehkah berhubungan intim di hari raya Idul Fitri, ada juga hal lain yang berkaitan dengan haramnya berhubungan intim, yakni:

  • Haram ketika istri sedang haid atau nifas. Allah SWT berfirman: “Mereka bertanya kepadamu tentang haid. Katakanlah, “Haid itu adalah suatu kotoran”. Oleh sebab itu hendaklah kamu menjauhkan diri dari wanita di waktu haid, dan janganlah kamu mendekati mereka, sebelum mereka suci. Apabila mereka telah suci, maka campurilah mereka itu di tempat yang diperintahkan Allah SWT kepadamu. Sesungguhnya Allah SWT menyukai orang-orang yang bertaubat dan menyukai orang-orang yang mensucikan diri.” (Al-Baqarah: 222).
  • Haram saat dilakukan melalui melalui dubur walaupun pada istri sendiri. Rasulullah SAW bersabda: “Terkutuklah orang yang menyetubuhi istri di duburnya.” (HR Abu Dawud dan an-Nasa’i dari Abu Hurairah).
  • Haram saat melakukannya sambil membawa ayat-ayat Alquran, nama-nama Allah SWT, nama nabi, malaikat dan lain lain seperti azimat.
  • Haram dilakukan di dalam masjid atau mushola.
  • Haram saat sedang berpuasa di bulan Ramadan.
  • Haram saat sedang dalam ihram Haji atau ihram Umrah.
  • Haram dilakukan di tempat terbuka.

Bagi Moms yang masih khawatir karena masih bertanya-tanya bolehkah berhubungan intim di hari raya Idul Fitri, berbahagialah karena jawabannya adalah boleh.

Produk Rekomendasi

TOOLS PARENTING

Komentar

Yuk, ngobrol dan sharing pendapat dengan moms lainnya.

member-image

Beri Komentar...

Artikel Terkait