Trimester 1

TRIMESTER 1
9 Desember 2020

Bolehkah Ibu Hamil Minum Yakult?

Sebenarnya, boleh atau tidak ibu hamil minum yakult? Ini penjelasannya!
placeholder
placeholder
Artikel ditulis oleh Debora
Disunting oleh Intan Aprilia

Yakult menjadi salah satu minuman probiotik yang sudah terkenal dan banyak diminati.

Minuman sehat yang berasal dari Jepang ini mirip yoghurt yang dibuat dari fermentasi susu skim dan gula dengan bakteri Lactobacillus casei.

Yakult sudah terkenal mampu menjaga kesehatan pencernaan, serta sebenarnya aman untuk dikonsumsi oleh anak-anak yang sudah berusia di atas 1 tahun hingga orang dewasa.

Nah, bagaimana dengan ibu hamil? Sebenarnya, aman atau tidak ibu hamil minum yakult atau minuman probiotik lainnya?

Moms, memilih asupan makanan yang tepat saat hamil memang menjadi hal yang penting sekali.

Nutrisi yang baik penting dalam semua tahap kehidupan dan lebih selama kehamilan karena memengaruhi ibu dan janin di dalam kandungan.

Penelitian menunjukkan bahwa makanan yang dikonsumsi ibu selama kehamilan memengaruhi tumbuh kembang bayi sepanjang hidupnya. Jadi, bolehkah ibu hamil minum yakult? Simak pembahasannya berikut ini, ya!

Baca Juga: 10 Makanan Berserat Tinggi untuk Program Hamil

Bolehkah Ibu Hamil Minum Yakult?

Ibu Hamil Aman Minum Yakult.jpg

Foto: today.com

Kabar baiknya, ibu hamil boleh minum yakult dan sebenarnya aman untuk dikonsumsi.

Dilansir dari American Pregnancy Association, ibu hamil masih aman untuk mengonsumsi minuman probiotik.

Tiga dari probiotik yang paling umum digunakan termasuk Lactobacillus, Bifidobacterium, dan Saccharomyces.

Seperti yang sudah ketahui, probiotik dikenal sebagai "bakteri ramah" dan membantu dalam mendukung kesehatan pencernaan.

Baik probiotik (bakteri hidup yang membantu menggeser keseimbangan menuju bakteri baik di usus) dan prebiotik (makanan yang memberi makan bakteri baik di usus Moms dan mendorong mereka untuk tumbuh) sampai sekarang masih dianggap aman untuk kehamilan.

Sebenarnya, penelitian tentang penggunaan probiotik selama kehamilan ini memang masih terbatas.

Namun, sejauh ini ditemukan tidak ada hubungannya penggunaan probiotik dengan keguguran atau kelainan dalam kehamilan lainnya. Jadi, tidak ada risiko berbahaya ketika ibu hamil minum yakult.

Ibu yang sudah melahirkan dan menyusui juga sejauh ini aman-aman saja untuk minum yakult atau minuman probiotik lainnya.

Namun, ada catatan khusus yang tetap perlu Moms perhatikan. Tentunya, minum yakult ini juga disesuaikan dengan takarannya, ya, Moms. Jangan melebihi dosis yang dianjurkan setiap hari.

Jika dikonsumsi secara tepat, ibu hamil minum yakult justru mendatangkan banyak manfaat baik bagi Moms dan bayi dalam kandungan.

Keseimbangan bakteri yang sehat memberikan hasil yang lebih baik bagi Moms dan bayi. Apa saja? Simak ulasan berikutnya, ya!

Manfaat Ibu Hamil Minum Yakult

Menjaga asupan nutrisi sangat penting untuk ibu hamil. Ternyata, nutrisi juga harus ditujukan untuk mendukung kesehatan usus.

Ketika usus sehat, wanita hamil terlindungi dari beberapa komplikasi persalinan.

Ketika ibu hamil minum yakult dalam batas yang wajar, hal ini juga mendatangkan manfaat yang beragam, di antaranya:

1. Menjaga Kesehatan Pencernaan

Menjaga Kesehatan Pencernaan .jpg

Foto: Orami Photo Stock

Probiotik, baik dari makanan atau suplemen, membantu sistem pencernaan Moms untuk bekerja lebih efisien. Probiotik diasumsikan mengurangi keberadaan bakteri jahat.

Tujuannya untuk membantu usus memindahkan makanan dan mengurangi bakteri jahat membantu mengurangi kemungkinan mengalami komplikasi kesehatan.

Menjaga kesehatan usus dan pencernaan keseluruhan saat hamil memang tidak terbatas pada minum minuman probiotik saja.

Selain ibu hamil minum yakult, ada beberapa cara yang bisa dilakukan untuk menjaga kesehatan pencernaan.

Salah satu caranya adalah mengatur pola makan agar tetap sehat dan terkendali.

Kehamilan sering membuat ibu hamil ngidam banyak makanan. Usahakan tidak sering makan makanan berlemak, pedas, dan gorengan untuk menghindari masalah pencernaan.

Cukupi konsumsi makanan bernutrisi dari buah, sayur, ikan, dan daging rendah lemak.

Selain itu, hindari pula makan terlalu larut malam. Makan malam terlalu larut bisa menyebabkan perut penuh dan sulit tidur.

Jika Moms memang merasa lapar malam hari, coba ambil camilan kecil berupa buah dan hindari makan makanan berat.

Tak kalah penting, ibu hamil perlu mengatur waktu makan untuk menjaga kesehatan pencernaan dengan baik.

“Makan 5-6 kali sehari dalam porsi kecil. Tujuannya untuk mencegah asam lambung naik. Jangan terjebak harus makan banyak untuk dua orang. Ketika hamil tetap makan secukupnya saja,” ungkap Dr Áine O'Connor, ilmuwan dari British Nutrition Foundation.

Baca Juga: Ini Bedanya Sakit Perut Saat Hamil yang Normal dan Tidak

2. Cegah Alergi pada Anak

Cegah Alergi pada Anak

Foto: Orami Photo Stock

Ibu hamil minum yakult ternyata tidak hanya bermanfaat untuk kesehatan ibunya saja, melainkan juga kesehatan anak kelak di masa depannya.

Wanita yang mengonsumsi probiotik saat hamil dan menyusui cenderung tidak memiliki anak dengan alergi dibandingkan ibu yang tidak menyarankan tinjauan penelitian.

Hal yang bikin menarik juga, dilansir dari Journal of Allergy and Clinical Immunology, mengonsumsi minuman probiotik saat hamil mengurangi risiko anak terkena eksim setelahnya. Hati-hati, eksim pada anak bisa muncul karena berbagai faktor.

Gejala eksim pada bayi biasanya muncul pertama kali pada usia 3-6 bulan. Nah, jadi ada baiknya Moms melakukan cara pencegahan eksim pada anak yang tepat, yaitu dimulai sejak ia berada dalam kandungan.

World Allergy Organization juga mengungkap bukti ilmiah yang menunjukkan wanita hamil dapat mengurangi risiko memiliki anak yang terkena alergi jika ia mengonsumsi probiotik selama kehamilan dan menyusui.

Dalam mencukupi kebutuhan probiotik, ada berbagai cara yang bisa Moms tempuh.

Ibu hamil minum yakult atau minuman probiotik lainnya, mengonsumsi makanan yang kaya probiotik, hingga mengonsumsi suplemen probiotik.

Moms bisa mengonsumsi susu kefir, acar, cokelat, hingga miso untuk mencukupi kebutuhan probiotik harian.

Selain itu, Moms dapat minum teh kombucha yang ternyata kaya akan probiotik, lho!

Teh kombucha adalah teh fermentasi yang kaya probiotik dan memberikan kesempatan bagi ibu hamil untuk minum probiotik mereka.

Kabar baiknya, kadar kafein dalam teh ini lebih rendah dari teh biasa, meskipun masih ada kafein.

3. Mengurangi Risiko Terjadinya Infeksi Vagina

Mengurangi Risiko Terjadinya Infeksi Vagina.jpeg

Foto: Orami Photo Stock

Mau tahu apa manfaat lainnya dari ibu hamil minum yakult atau minuman probiotik lainnya?

Ternyata, probiotik bermanfaat dalam mengurangi risiko infeksi vagina dengan meningkatkan bakteri menguntungkan di dalam vagina. Pada akhirnya, hal ini akan mencegah pertumbuhan organisme penyebab infeksi berbahaya.

Infeksi vagina memang bisa terjadi selama kehamilan, lho, Moms! Maka dari itu, pencegahan tentunya akan lebih baik daripada mengobatinya.

Adapun infeksi vagina selama kehamilan, mulai dari yang umum hingga yang lebih jarang, bisa saja terjadi. Di antaranya ada bacterial vaginosis (BV), infeksi ragi, grup B Strep (GBS), dan trikomoniasis.

Jangan sepelekan infeksi vagina yang terjadi saat Moms tengah mengandung. Infeksi vagina selama kehamilan dapat ditularkan ke janin sebelum atau selama kelahiran sehingga dapat menyakiti janin, juga menyebabkan keguguran atau kelahiran prematur.

Maka dari itu, Moms harus mengetahui gejala awal terjadinya infeksi vagina.

Sebab, beberapa jenis infeksi memang tidak menunjukkan gejala awal. Namun, apabila kondisinya sudah parah, maka dapat menyebabkan gejala yang parah juga.

Gejala infeksi vagina selama kehamilan, seperti rasa nyeri dan gatal di vagina, bahkan kemerahan dan pembengkakan. S

elain itu, terdapat juga keputihan dengan warna kuning kekuningan dan kemungkinan seperti roti, tidak nyaman saat berhubungan seks, dan terbakar saat buang air kecil.

Jika Moms mengalami beberapa gejala tersebut, sebaiknya segera periksakan diri ke dokter spesialis kandungan untuk mendapatkan penanganan yang tepat.

Nah, meskipun infeksi vagina saat hamil ini kadang tidak bisa dicegah, namun Moms tetap bisa minum minuman probiotik untuk mencegah kesehatan vagina secara keseluruhan.

Baca Juga: Keputihan Saat Hamil, Bagaimana Solusinya?

4. Mengurangi Risiko Terjadinya Preeklamsia

Mengurangi Risiko Terjadinya Preeklamsia.jpg

Foto: Orami Photo Stock

Moms, seperti sudah diketahui, preeklamsia adalah salah satu komplikasi kehamilan yang bisa berakibat fatal.

Penyebabnya dimulai dari tekanan darah tinggi selama kehamilan. Preeklamsia adalah komplikasi yang terjadi pada 2-8 persen kehamilan.

Artinya, tekanan darah tinggi dan kadar protein tinggi dalam urine. Namun, Moms bisa mencegah preeklamsia dengan berbagai cara. Salah satunya adalah mengonsumsi probiotik.

Ternyata, menurut studi dari British Medical Journal pada tahun 2018, konsumsi probiotik terutama pada trimester ketiga kehamilan mampu menurunkan risiko preeklamsia.

Dampak yang bisa terjadi pada preeklamsi memang tidak main-main, lho, Moms. Bayi yang dikandung oleh seorang wanita dengan preeklamsia dapat tumbuh lebih lambat di dalam rahim daripada biasanya.

Hal ini karena kondisi preeklamsia mengurangi jumlah nutrisi dan oksigen yang diteruskan dari ibu ke bayinya.

Bayi-bayi ini sering kali lebih kecil dari biasanya, terutama jika preeklamsia terjadi sebelum 37 minggu.

Pada preeklamsia yang parah, bayi mungkin harus dilahirkan sebelum berkembang sepenuhnya.

Lalu, adakah cara efektif untuk mencegah terjadinya preeklamsia? Sayangnya, sampai saat ini belum ada cara pasti untuk mencegah preeklamsia. Namun, penting sekali bagi Moms untuk mengontrol tekanan darah secara rutin selama kehamilan.

Moms juga diharapkan mengatur pola makan yang sehat, istirahat dan olahraga yang teratur, hingga membatasi makanan yang mengandung garam berlebih. Pemeriksaan ke dokter kandungan juga penting dilakukan, ya!

Baca Juga: Lakukan Saat Hamil, Ini 5 Kebiasaan yang Dapat Mencegah Preeklamsia

5. Mengurangi Risiko Terjadinya Diabetes Gestasional

Mengurangi Risiko Terjadinya Diabetes Gestasional.jpg

Foto: Orami Photo Stock

Apa lagi manfaat ibu hamil minum yakult dan mengonsumsi asupan probiotik lainnya?

Asupan probiotik yang cukup selama hamil mampu mencegah terjadinya diabetes gestasional. Diabetes gestasional adalah diabetes yang hanya terjadi selama kehamilan.

Dilansir dari Current Diabetes Reports pada tahun 2014 lalu, probiotik pada pasien hamil obesitas dan diabetes sedikit menurunkan kejadian diabetes gestasional, preeklamsia (tekanan darah tinggi selama kehamilan), dan kelahiran prematur.

Tidak hanya itu saja, sebuah studi dalam British Journal of Nutrition yang dilakukan oleh para peneliti di Selandia Baru juga menunjukkan, mengonsumsi probiotik selama kehamilan secara signifikan mengurangi risiko diabetes gestasional.

Tidak seperti diabetes tipe lainnya yang permanen, diabetes gestasional ini hanya berlangsung sementara.

Namun, bukan berarti kondisi ini bisa dianggap sepele, karena bisa membahayakan kesehatan ibu dan janin di dalam kandungan.

Banyak wanita yang dapat mengontrol diabetes gestasional dengan melakukan olahraga, tetap melakukan aktivitas fisik yang cukup, dan wajib untuk mengontrol makanan.

Selain itu, ibu hamil yang terkena diabetes gestasional harus rutin check up ke dokter kandungan.

Ibu hamil dengan diabetes gestasional juga harus mengecek gula darah. Ibu hamil dengan gestasional diabetes juga butuh asupan insulin.

Baca Juga: 3 Fakta tentang Diabetes Gestasional, Bumil Wajib Tahu!

Itulah penjelasan tentang manfaat ibu hamil minum yakult dan asupan probiotik lainnya. Jika Moms merasa perlu untuk berkonsultasi dengan dokter mengenai hal ini, tentunya tidak menjadi masalah.

Tetap utamakan kenyamanan Moms saat hamil untuk menjaga kesehatan ibu dan bayinya juga, ya!

Artikel Terkait