Gratis Ongkir minimum Rp 250.000* Lihat detil

DIREKTORI

Belanja Berdasarkan Kategori :
Belanja Berdasarkan Kategori
DIREKTORI BELANJA
  • Promo & Highlights

  • Kebutuhan Bayi

  • Perlengkapan Bayi

  • Perawatan Pribadi

  • Supermarket

  • Rumah & Dekorasi

  • Kosmetik

  • Alat Kecantikan

  • Pakaian & Aksesoris

  • Kesehatan

  • Mainan & Media

  • Gadget & Elektronik

ASI & MPASI | Aug 28, 2018

Bolehkah Ibu yang Lagi Sakit dan Minum Obat Tetap Menyusui?

Bagikan


Ibu hamil minum obat

Adakalanya, ibu menyusui juga mengalami gejala sakit, misalnya merasa tak enak badan, demam, batuk, pilek, dan sebagainya. Untuk mengatasi gejala sakit, ibu pun minum obat-obatan tertentu.

Pertanyaannya, apakah ibu ini masih boleh menyusui? Apakah kalau tetap menyusui akan menularkan penyakit pada Si Kecil?

Ya, banyak yang meyakini bahwa ibu menyusui rentan menularkan penyakit pada bayinya. Karena itu, ketika dilanda sakit, ibu merasa ragu untuk menyusui bayi. 

Nah, sebenarnya tak perlu khawatir ya Moms. Sebenarnya, secara umum ibu menyusui yang sedang sakit dan minum obat tetap dapat tetap memberi ASI pada Sang Buah Hati.

Perlu kita tahu, tubuh akan otomatis membentuk antibodi untuk melawan penyakit dalam waktu 4-5 hari, yang akan diturunkan pada bayi melalui ASI.

Jadi, ASI akan mengandung zat-zat untuk melawan kuman penyakit. ASI akan melindungi bayi dari infeksi. 

Kalau kita perhatikan, ketika sekeluarga terserang penyakit, justru bayi yang disusui menjadi satu-satunya anggota keluarga yang luput atau tidak tertular sakit. Kalaupun Si Kecil tertular penyakit, biasanya gejala yang dialaminya lebih ringan.

Umumnya, virus memiliki masa inkubasi selama 5-7 hari.

Baca Juga : 3 Fakta dan Mitos Pengaruh Makanan Pedas Terhadap ASI

Nah, ibu menyusui memberikan bayi perlindungan berupa antibodi yang bisa melawan bakteri dalam saluran pencernaannya. Pasti Moms sudah tahu kan, kolostrum, ASI awal yang didapatkan SI Kecil pada beberapa hari setelah lahir.

Kolostrum ini mengandung zat antibodi dengan kadar tinggi yang bekerja untuk melindungi bayi dari berbagai kuman penyebab penyakit. 

Setelah itu, muncul ASI matang yang juga membantu melindungi Si Kecil dari berbagai kuman penyakit, sekaligus memperkuat daya tahan tubuh.

Nah, antibodi ini tentu akan memberi perlindungan pada bayi di sepanjang hayatnya.                                                                                    

Berbeda dengan bayi yang tidak mendapatkan ASI yang justru berisiko tinggi tertular penyakit infeksi, baik yang disebabkan bakteri atau virus. Misalnya, E. Coli, Salmonella, influenza, rotavirus.

Jadi, menyusui ketika Moms sedang sakit dan minum obat tetap bisa dilakukan. Meski begitu, ada pengecualian ketika kondisi ibu sangat lemah sehingga tak mampu untuk menyusui.

Selain itu, Moms juga perlu memerhatikan jenis infeksi yang diduga bisa menular lewat ASI, berikut ini:

1. Hepatitis B

Ya, Hepatitis B dapat menular pada bayi melalui ASI. memang tak diketahui secara pasti seberapa besar risiko penularan Hepatitis B. Yang jelas, bayi yang tertular bisa saja mengalami sirosis atau kerusakan hati.

Bahkan, kelak ini bisa menularkan infeksi ini pada anggota keluarga dan orang lain. 

Untuk mencegah risiko ini bayi perlu mendapat vaksin segera setelah lahir, maksimal 12 jam pertama. Selanjutnya, bagi mendapat vaksin lagi pada usia 1-2 bulan dan 6 bulan.

Pada usia 9-18 bulan, bayi diperiksa ke dokter untuk mengetahui apakah mengalami Hepatitis B atau tidak.  Ibu yang terkena hepatitis juga harus mendapat pengobatan immunoglobulin hepatitis B. 

Baca Juga : 5 Mitos dan Fakta Seputar Larangan Menyusui

2. Herpes Simplex

Virus Herpes ini juga bisa menular melalui ASI. Bayi yang terkena virus ini bisa mengalami gejala yang berat dan berdampak fatal. Untuk menghindari penularan, ibu disarankan untuk memompa ASI dan diberikan pada bayi melalui botol susu.

Perhatikan cara memompa ASI agar tak menyentuh luka herpes.

3. Sitomegalovirus (CMV)

Sitomegalovirus bisa menular melalui menyusui. Umumnya, infeksi ini tak tampak gejala sehingga ibu tak menyadari diinya terkena CMV. Infeksi CMV juga tak menimbulkan gejala spesifik pada bayi yang lahir tepat waktu.

Berbeda bila terjadi pada bayi prematur yang bisa tampak parah gejalanya. Ibu yang terinfeksi CMV masih memungkinka menyusui tapi harus diawasi ketat oleh dokter serta menjalani pengobatan yang intensif.

Baca Juga: 7 Makanan Pelancar ASI untuk Ibu Menyusui

4. HTLV-1

HTLV-1 (Human T-Cell Lymphotropic Virus) juga bisa menular lewat ASI. Virus ini dilaporkan bisa menimbulkan leukemia.

Penting juga untuk menanyakan pada dokter mengenai obat yang diresepkan.

Apakah dengan mengonsumsi obat tersebut, ibu masih dapat menyusui atau sebaliknya.

(HIL)

Sumber: Babycenter.com, parents.om, healthychildren.org

Bagikan

Artikel Terkait



Newsletter

Dapatkan diskon dan penawaran spesial setiap hari melalui email kamu dengan berlangganan newsletter.