Gratis Ongkir minimum Rp 250.000* Lihat detil

DIREKTORI

Belanja Berdasarkan Kategori :
Belanja Berdasarkan Kategori
DIREKTORI BELANJA
  • Promo & Highlights

  • Kebutuhan Bayi

  • Perlengkapan Bayi

  • Perawatan Pribadi

  • Supermarket

  • Rumah & Dekorasi

  • Kosmetik

  • Alat Kecantikan

  • Pakaian & Aksesoris

  • Kesehatan

  • Mainan & Media

  • Gadget & Elektronik

  • Harga Terbaik
  • Brand Pilihan
  • Promo ANZ 30% Semua produk




Persiapan Melahirkan | Oct 10, 2018

Bolehkah Makan Saat Proses Persalinan?

Bagikan


Melahirkan adalah proses yang menguras tenaga. Untuk melahirkan normal, seorang ibu harus merasakan kontraksi selama 10-20 jam sebelum akhirnya melahirkan.

Belum lagi rasa sakitnya yang kadang tak tertahankan. Waktu yang cukup lama dan menguras tenaga ya Moms.

Tidak heran, selama kontraksi dan proses persalinan, ibu kerap merasa haus dan lapar. Jika hal tersebut dibiarkan, ibu bisa mengalami dehidrasi dan kehabisan tenaga saat proses persalinan berlangsung.

Apakah ibu boleh makan saat proses persalinan? Zaman dulu, ibu yang hendak bersalin tidak diperbolehkan untuk makan. Bagaimana dengan sekarang?

Aman Jika Ibu Tidak Rentan Komplikasi

Makan dan minum saat melahirkan tidak akan berbahaya untuk ibu hamil dengan yang tidak rentan komplikasi.

Analisis baru dari Cochrane Library menemukan bahwa tidak ditemukan korelasi antara makan dan minum dengan persiapan bersalin.

Namun, tetap saja American Congress of Obstetricians and Gynecologists melarang ibu hamil makan selama proses persalinan. Mereka hanya merekomendasikan minuman untuk ibu hamil saat bersalin.

Namun, WHO baru-baru ini meminta para praktisi kesehatan untuk tidak mencampuri urusan makan dan minum ibu hamil jika mereka tidak rentan terkena komplikasi.

Beberapa dokter menyarankan ibu hamil makan makanan ringan untuk mengisi tenaga mereka saat bersalin, seperti roti, sup, permen, buah-buahan, yogurt, dan teh manis.

Makan dan minum saat bersalin sempat dilarang dimulai pada 1940. Kala itu, banyak dokter khawatir ibu hamil akan berisiko muntah atau makanan akan masuk ke paru-paru.

“Tapi saat ini tidak ada kekhawatiran itu. Ibu yang akan dioperasi cesar juga tidak perlu khawatir karena tidak dibius total. Mereka masih punya kendali atas diri mereka,” kata Gillian M. L. Gyte dari Liverpool University.

Sebuah riset bahkan membuktikan bahwa memperbolehkan ibu hamil makan selama proses persalinan akan memangkas waktu bersalin hingga 90 menit.

Baca Juga: 7 Jenis Olahraga yang Bantu Persalinan Normal Lebih Lancar

Melahirkan Butuh Banyak Energi

Kebanyakan ibu hamil yang akan melahirkan mungkin tidak sempat berpikir untuk makan. Namun, proses persalinan panjang hingga belasan jam akan membuat ibu hamil kehabisan energi.

Jika energi tersebut tidak segera diganti, ia akan kesulitan menyelesaikan proses persalinan.

“Memang banyak yang tidak memikirkan itu. Tapi mereka membutuhkan makanan. Bagaimana cara mereka bertahan belasan jam tanpa makan dan minum? Di sisi lain, otot di area rahim mereka bekerja keras,” kata Gyte.

Untuk menghindari kehabisan energi itu, Gyte menyarankan ibu hamil untuk berdiskusi dengan dokter dan perawat yang menanganinya langsung.

Jadi, makan dan minum saat bersalin tidak akan menimbulkan masalah pada ibu hamil dengan risiko komplikasi rendah. Untuk Moms yang punya risiko komplikasi cukup tinggi, ada baiknya diskusikan dulu dengan dokter ya.

(AND)

Bagikan

Artikel Terkait



Newsletter

Dapatkan diskon dan penawaran spesial setiap hari melalui email kamu dengan berlangganan newsletter.