Gratis Ongkir minimum Rp 300.000* Lihat detil

DIREKTORI

Belanja Berdasarkan Kategori :
Belanja Berdasarkan Kategori
DIREKTORI BELANJA
  • Promo & Highlights

  • Kebutuhan Bayi

  • Perlengkapan Bayi

  • Perawatan Pribadi

  • Supermarket

  • Rumah & Dekorasi

  • Kosmetik

  • Alat Kecantikan

  • Pakaian & Aksesoris

  • Kesehatan

  • Mainan & Media

  • Gadget & Elektronik

  • Harga Terbaik
  • Brand Pilihan
  • Promo ANZ 30% Semua produk




ASI & MPASI | Mar 1, 2018

Bolehkah Penderita Kanker Payudara Menyusui Bayi?

Bagikan


Setiap orang pasti ingin selalu dalam kondisi sehat dan prima. Meski begitu, adakalanya kita juga tak bisa menghindar dari serangan penyakit. Nah, salah satu masalah kesehatan yang ditakuti kalangan wanita adalah kanker payudara.

Kanker payudara merupakan salah satu penyakit ganas dan mematikan, yang bisa dialami perempuan juga laki-laki. Pada 2017, di Amerika Serikat ditemukan lebih dari 250 ribu wanita yang mengalami kanker payudara. Mirisnya, sekitar 40 ribu wanita diantaranya meninggal dunia.

Karena berdampak fatal, tentu penyakit kanker payudara ini sangat dikhawatirkan oleh para kaum hawa. Kekhawatiran lainnya adalah bila wanita dengan kanker payudara memiliki bayi, apakah tetap bisa menyusui atau tidak. Hal ini tentu menjadi pertanyaan besar.

Baca juga: Jomblo dan Ibu Tidak Menyusui Berisiko Kanker Payudara, Lho!

Pengobatan Kanker Memiliki Efek Pada ASI

Seperti kita tahu, salah satu peran penting payudara adalah untuk menyusui. Sebenarnya tak ada riset yang menyatakan bahwa perempuan yang mengalami kanker payudara tak boleh menyusui.

Terkait hal tersebut, dr. Utami Roesli, Sp.A, IBCLC, FABM, menegaskan, ibu yang menderita kanker payudara bisa saja menyusui bayinya. Mungkin kanker itu bukan berada pada sel-sel pembuat ASI. Akan tetapi perlu dipertimbangkan apakah ibu tersebut sedang dalam masa proses pengobatan atau tidak.

Obat-obatan dapat mengalir di dalam darah dan bisa larut dalam ASI. Alhasil, menyusui bayi mungkin akan memberikan efek obat. Misalnya, ibu dengan penyakit kanker ini sedang menjalani kemoterapi maka tidak disarankan untuk menyusui karena zat-zat kimia di dalamnya dapat berefek pada bayi.

Berbeda halnya bila ibu penderita kanker payudara ini sedang menjalani pengobatan lumpektomi. Adapun sifat terapi ini tak terlalu ekstensif sehingga tak memengaruhi kemampuan untuk menyusui. Atau, sebagai upaya alternatif, ibu dapat menyusui bayi dari payudara yang tidak terkena kanker.

Akan tetapi, perlu diperhatikan pula bagaimana kondisi fisik ibu tersebut. Maka terlebih dahulu perlu dilakukan konsultasi secara khusus dengan ahlinya.

Baca juga: 10 Fakta Seputar Kanker Payudara yang Perlu Mama Tahu

Pentingnya Deteksi Kanker Sejak Dini

Perlu kita tahu Moms, keganasan kanker payudara terjadi saat sel kanker terbelah di dalam lobules atau saluran yang mendekati jaringan payudara. Hal itu akan memudahkan sel kanker tersebar pada area bagian tubuh lainnya. Sementara, kanker payudara yang tidak ganas terjadi ketika sel kanker masih di dalam tempat asalnya dan belum tersebar.

Bagaimana gejala kanker payudara? Pada umumnya sama dengan ciri-ciri kanker lain, misalnya diawali tampak benjolan. Nah pada payudara, kanker menunjukkan gejala lain, seperti perubahan bentuk payudara, puting payudara mengatup, perubahan warna di area payudara, dan sebagainya.

Baca juga: Sadari Pemeriksaan Payudara

Karena itu, bila Moms mendapatkan benjolan sebaiknya segera periksa ke dokter sebelum berkembang makin parah dan sel kanker belum menyebar ke organ tubuh lainnya. Bila terdeteksi sejak dini tentu bisa segera ditangani pula. Ada beberapa upaya pengobatan yang dilakukan untuk mencegah penyebaran sel kanker, di antaranya:

1. Radiasi dan kemoterapi. Upaya ini dinilai cukup ampuh untuk mematikan sel kanker. Teknik radiasi dan kemoterapi ini dilakukan sesuai tipe dan jenis kanker payudara yang dialami. Umumnya, pengobatan ini menimbulkan efek samping berupa rambut rontok dan sebagainya.

2. Terapi pencegahan hormon adalah penanganan untuk mencegah kambuhnya hormon sensitif penyebab kanker payudara. Terapi ini dilakukan terhadap pasien yang tak dapat melakukan operasi, radiasi atau kemoterapi.

Saat merasakan gejala yang tidak biasa pada payudara, jangan ragu untuk memeriksakannya ke dokter ya, Moms.

(HIL)

Bagikan

Artikel Terkait



Newsletter

Dapatkan diskon dan penawaran spesial setiap hari melalui email kamu dengan berlangganan newsletter.