3-5 tahun

3-5 TAHUN
18 Januari 2021

Mengenal Manfaat Bonding Time untuk Perkembangan Si Kecil

Perlu membatasi penggunaan gadget
placeholder
placeholder
Artikel ditulis oleh Dresyamaya Fiona
Disunting oleh Intan Aprilia

Sebelum memiliki anak, banyak orang membayangkan jatuh cinta pada putra dan putri kesayangan begitu mereka bertemu. Sayangnya, tidak selalu sesederhana itu.

Membangun ikatan yang kuat (bonding) dengan anak-anak dan mempertahankannya saat mereka tumbuh membutuhkan upaya yang cukup.

Tidaklah cukup hanya memberi tahu anak-anak kita bahwa kita menyayangi mereka. Kita perlu mewujudkan cinta setiap hari agar mereka merasakan kasih sayang dari orang tua.

Sebagai orang tua, tentunya menginginkan anak yang mandiri, mampu berdiri sendiri dan menghadapi tantangan di dunia seiring ia tumbuh dewasa.

Apalagi di era modern saat ini, tak jarang gadget menjadi 'teman' anak di sela-sela kesibukan orang tua. Lantas apakah ini sebenarnya baik untuk membantu bonding orang tua dan anaknya? Mari cari tahu penjelasan di bawah ini, Moms!

Apa Itu Bonding Time dengan Anak?

5 Cara Menjalin Bonding dengan Bayi Sejak Dalam Kandungan 5.jpg

Foto: Orami Photo Stock

Bonding time adalah keterikatan kuat yang berkembang antara orang tua dan anaknya. Hal ini membuat orang tua ingin mencurahkan anaknya dengan cinta dan kasih sayang serta untuk melindungi dan merawat Si Kecil.

Hal kecil dari bonding bisa dilihat ketika orang tua bangun di tengah malam untuk menyusui bayi dan menenangkan mereka saat menangis.

Melansir KidsHealth, ikatan yang kuat antara orang tua dan anak dapat menumbuhkan ikatan batin dan rasa aman serta harga diri yang positif. Batin orang tua terhadap anaknya dapat memengaruhi perkembangan sosial dan kognitif anak.

"Orang tua hadir menemani anak untuk melakukan berbagai aktivitas agar anak merasa dicintai, diperhatikan dan dihargai. Ini adalah langkah kecil dari melakukan bonding dengan anak," ucap Roslina Verauli, M. Psi.,Psi, Psikolog Anak, Remaja dan Keluarga saat Talkshow The Power of Playing Game: Bonding Time with Kids, pada Senin, 21 Desember 2020.

"Meskipun ini langkah kecil, namun sangat memengaruhi psikis anak dalam menyadari kasih sayang dan perhatian dari orang tuanya," lanjut perempuan yang akrab disapa Vera ini.

Baca Juga: Kenapa Anak Sering Menangis di Malam Hari?

Bonding time saat orang tua ikut menemani anak bermain atau belajar, hal ini sangat berdampak positif bagi anak untuk mengembangkan motoriknya. Seperti meningkatkan kemampuan berbahasa, mengatur emosi dan kemandirian pada anak.

Tentunya, bonding time memiliki pengalaman tersendiri untuk Moms, yakni merasa bangga dan senang melihat Si Kecil dapat tumbuh dan berkembang menjadi sosok yang berani dan tangguh.

Tantangan Bonding Time di Era Modern

tantangan bonding time.jpg

Foto: Orami Photo Stock

Tantangan bonding time antara orang tua dengan anak saat ini tentu tidak jauh dari masalah gadget.

Memang, ini sudah memasuki ranah pribadi di setiap kegiatan kecilnya, seperti sedang makan, bermain, belajar dan waktu luang.

Roslina Verauli, sebagai psikolog anak mengungkapkan, masa kecil orang tua dan anak-anak saat ini sudah sangat berbeda.

Ketika anak jaman dulu dapat dengan mudah melakukan pendekatan dengan orang tua, saat ini orang tua milennial memiliki tantangan untuk melawan gadget.

Gejala anak yang kecanduan gadget adalah bisa dilihat dari postur tubuhnya yang sedikit gemuk, menandakan anak kurang gerak. Karena ketika bermain gadget, ia akan duduk berlama-lama dan minim aktivitas fisik.

"Orang tua harus pintar-pintar mencari ide untuk dapat memanfaatkan gadget sebagai media yang edukasi dan menghibur untuk anak. Misalnya membatasi waktu bermain gadget atau ikut menenami anak ketika bermain gadget," ucap momfluencer, Dian Ayu Lestari, di talkshow yang sama.

Baca Juga: Gadget Jadi Penyebab Mata Silinder pada Anak, Hati-hati!

Menurut penelitian Journal of Depression and Anxiety, dampak gadget ternyata dapat memengaruhi gangguan mental pada anak, lho!

Hal ini dikenal sebagai Attention deficit: Hyperactivity Disorder (ADHD) adalah gangguan mental yang mengacu pada masalah seperti menurunnya konsentrasi anak dan kesulitan mengontrol perilaku yang tidak pantas.

Ini biasa terjadi pada anak-anak dan menyebabkan mereka menjadi cepat gelisah, tidak dapat fokus dan mudah teralihkan. Perubahan perilaku ini dapat menyebabkan masalah pada periaku di sekolah atau di rumah.

Baca Juga: Jangan Marah Dulu, Moms! Begini Cara Menghadapi Ucapan Menyebalkan Anak

Manfaat Bonding Time untuk Pertumbuhan Anak

Baby Bonding Tips Untuk New Dads, Lakukan Ini! 6.jpg

Foto: Orami Photo Stock

Begitu anak lahir, mereka mulai belajar keterampilan motorik, keterampilan bahasa, keterampilan kognitif, dan keterampilan emosional.

Bonding time dengan anak adalah untuk orang tua membantu anak meningkatkan kemampuan dan keterampilan mereka dalam dirinya.

Dampak bonding time ini sangat terasa untuk menunjang pertumbuhan anak, seperti kemampuan motorik, sebagian besar tanggung jawab keluarga untuk mengajarkan keterampilan ini.

Anak akan belajar cara duduk, berjalan, berlari, memanjat, memegang sendok, dan sebagainya. Ini tampak sangat alami bagi orang dewasa, tetapi ini adalah keterampilan yang harus disesuaikan pada usia yang sangat muda, dan juga memperkuat kemandirian anak untuk perkembangan mereka.

Baca Juga: Berbahaya, Ini 4 Dampak Negatif Anak Kurang Tidur

"Kegiatan menyusui, memandikan anak dan melatih imajinasinya serta mengobrol tatap muka dengan anak adalah satu proses untuk mengembangkan otak anak untuk 2-5 tahun mendatang," ujar Vera.

Selain itu, melatih anak berkomunikasi dengan lancar juga salah satu bagian dari bonding time.

Keterampilan bahasa adalah komponen penting lain dari peran keluarga dalam perkembangan anak.

Ketika orang tua bercerita dan bertukar ide dengan anaknya, orang tua akan memberikan 'tabungan' untuk anak dalam memperlancar aspek komunikasinya.

Di masa mendatang, Si Kecil akan dengan mudah berkomunikasi dengan orang dan belajar mendengarkan dan memahami orang lain.

Sementara, aspek yang tak kalah penting untuk menunjang pertumbuhan anak adalah orang tua dapat mengajarkan anak untuk mengenal emosinya.

Baca Juga: 5 Ide Stimulasi Otak Bayi Agar Si Kecil Tumbuh Jadi Anak Pintar

Mengenal emosi penting untuk mereka tahu kapan harus memiliki simpati dan kasih sayang untuk orang lain, serta mengajari mereka cara menghadapi suka dan duka yang datang dalam hidup.

"Aku secara tidak sengaja mengajarkan anak cara menerima kekalahan waktu bermain game kesukaannya. Ini penting karena ketika anak sudah tahu arti kekalahan dari hal kecil, maka saat ia tumbuh ia dapat menerima kegagalan yang sebenarnya di dalam hidup," tambah Dian.

Jika anak tidak memiliki keterampilan emosional yang tepat, mereka tidak akan dapat menghadapi kenyataan yang buruk di masa mendatang.

Nah setelah mengenal bonding time dengan anak apakah Moms akan memulai cara ini untuk menjalin hubungan lebih akrab dengan Si Kecil? Sharing ya Moms!

Komentar

Yuk, ngobrol dan sharing pendapat dengan moms lainnya.

member-image

Beri Komentar...

Artikel Terkait