Rupa-rupa

6 Oktober 2021

Apa Itu Brainstorming? Berikut Penjelasan dan Metodenya

Bisa dilakukan secara individual maupun berkelompok
placeholder
placeholder
Artikel ditulis oleh Amelia Riskita
Disunting oleh Amelia Puteri

Moms mungkin pernah mendengar istilah brainstorming. Dikutip dari American Society for Quality, brainstorming didefinisikan sebagai metode penciptaan ide untuk menghasilkan sejumlah besar ide-ide kreatif dalam waktu singkat.

Brainstorming biasanya dilakukan ketika seseorang atau sebuah kelompok menginginkan berbagai pilihan ide, ide orisinil, dan partisipasi seluruh kelompok.

Awalnya, cara mencari ide ini dicetuskan oleh seorang CEO pemasaran bernama Alex Osborn dalam bukunya yang berjudul 'Applied Imagination' pada tahun 1953.

Berdasarkan informasi yang diperoleh dari Journal of Education and Practice, brainstorming merupakan cara yang efektif dalam mengembangkan keterampilan berpikir kreatif.

Dalam praktiknya, brainstorming bisa dilakukan dengan berbagai metode. Berikut penjelasannya yang dikutip dari berbagai sumber, simak Moms.

Baca Juga: 6 Rekomendasi Mainan untuk Anak 4 Tahun, Bikin Anak Makin Kreatif!

Pengertian Brainstorming

brainstorming

Foto: Orami Photo Stock

Melansir laman Mind Tools, brainstorming adalah menciptakan lingkungan yang bebas dan terbuka yang mendorong setiap orang untuk berpartisipasi.

Beragam ide unik disambut dan dibangun, dan semua peserta didorong untuk berkontribusi penuh sehingga membantu mereka dalam mengembangkan beragam solusi kreatif.

Selama sesi, sebaiknya seluruh peserta menghindari mengkritik dan menghargai ide.

Hal ini karena setiap gagasan atau asumsi dapat dipertimbangkan, semua ide-ide tak terbatas dan imajinatif mungkin bisa digunakan untuk memecahkan masalah.

Selain menyenangkan, cara ini juga dapat membangun ikatan antar anggota tim saat mereka memecahkan masalah dalam lingkungan yang positif dan bermanfaat.

Baca Juga: 4 Tahapan Perkembangan Motorik Anak SD, Catat!

Metode Brainstorming

Ada berbagai metode brainstorming yang cukup efektif untuk menghasilkan ide kreatif dalam waktu singkat. Apa saja ya? Simak selengkapnya, Moms.

1. Mind Mapping

Metode ini dilakukan dengan cara membuat diagram kumpulan pemikiran yang berbeda.

Moms bisa memulainya dengan menggambar simpul pusat dan kemudian menggunakan garis, simbol, warna, gambar, dan kata-kata untuk menghubungkan simpul itu ke informasi lain.

2. Brain Writing

metode brainstorming - 2

Foto: Orami Photo Stock

Metode berikutnya, yakni bernama brain writing.

Untuk memulai sesi brain writing, coba berikan seluruh peserta kelompok 1 lembar kertas, beri mereka petunjuk, dan minta mereka untuk menuliskan ide sebanyak mungkin pada kertas tersebut dalam waktu 5 menit.

Kemudian, setiap orang menyampaikan idenya kepada orang berikutnya. Dalam 5 menit berikutnya, orang berikutnya membaca saran asli dan menghasilkan 3 ide tambahan.

Setelah 6 sesi atau selama waktu 30 menit, kelompok pun dapat menghasilkan 108 ide.

Apabila Moms memiliki lebih banyak waktu, menambah sesi brainstorming tak ada salahnya, lho. Coba bacalah gagasan-gagasan itu dengan keras di depan seluruh peserta.

Tempatkan kertas berisi ide-ide tersebut di dinding atau papan, dan kelompokkan ide-ide serupa untuk menentukan mana yang terbaik.

Baca Juga: Simak Cara Mengasah Keterampilan Komunikasi Asertif atau Bersikap Tegas

3. Rapid Ideation

Metode ini dilakukan dengan cara memberikan batas waktu kepada kelompok dan mintalah semua peserta menulis ide sebanyak mungkin di selembar kertas, catatan tempel, atau di dokumen elektronik.

Setelah selesai, Moms dapat meminta kelompok untuk memberikan suara pada ide-ide terbaik, mendiskusikan apa yang semua orang pikirkan, atau dapat memberikan ide-ide tersebut kepada seorang “pengambil keputusan” untuk memilih ide yang paling dapat ditindaklanjuti.

4. Team Brainstorming

team brainstorming

Foto: Pexels/fauxels

Dalam melakukan metode ini, bagilah tim menjadi kelompok-kelompok kecil atau berpasangan untuk bertemu selama beberapa menit dan menghasilkan ide sebanyak mungkin dalam jangka waktu tertentu.

Masing-masing tim dapat memiliki papan tulis, papan poster atau selembar kertas besar untuk menuliskan ide mereka. Ketika waktu habis, setiap tim akan mempresentasikan ide-ide mereka dalam jangka waktu yang ditentukan.

Ketika presentasi, diskusi akan terbentuk secara alami. Dengan cara ini, sebuah kelompok atau organisasi pun bisa memilih ide yang paling baik.

Baca Juga: 5 Cara Mengembangkan Kreativitas Balita, Penting Diikuti!

5. Round Robin

Teknik round robin dimulai dengan mengajak salah satu peserta untuk berbagi ide. Peserta tersebut kemudian berkeliling kelompok dan meminta setiap orang berbagi ide yang dibangun dari ide sebelumnya.

Metode ini melibatkan improvisasi nyata dan cepat. Dari salah satu peserta tersebut, nantinya akan ditentukan manakah ide terbaik yang mewakili kelompok.

Tips Brainstorming

tips brainstorming

Foto: Pexels/fauxels

Satu hal paling penting untuk menemukan ide melalui metode ini adalah memiliki seseorang yang bertindak sebagai fasilitator.

Apabila suatu kelompok ingin menghasilkan ide terbaik melalui brainstorming, sebaiknya terapkan beberapa tips berikut agar lebih maksimal.

  • Tetapkan batas waktu, menetapkan waktu sangatlah penting dan hal ini biasanya tergantung pada kerumitan masalahnya . Normalnya, brainstorming dilakukan selama 15–60 menit.
  • Mulailah dengan masalah/ringkasan target, anggota harus memiliki pertanyaan, rencana, atau tujuan yang jelas sesuai dengan topik.
  • Menahan diri dari penilaian/kritik, seluruh peserta tidak boleh bersikap negatif dalam menanggapi ide dari peserta lain, meski hanya melalui bahasa tubuh.
  • Dorong ide-ide aneh dan unik, bebaskanlah semua orang merasa untuk melontarkan ide (asalkan sesuai topik).
  • Bertujuan untuk kuantitas, “kuantitas menghasilkan kualitas”. Setelah itu, lakukanlah penyaringan-dan-penyortiran ide. Semakin banyak ide semakin baik. Penelitian telah menunjukkan bahwa ada hubungan langsung antara jumlah total ide dan jumlah ide kreatif yang bermanfaat.
  • Jangan mengikuti satu alur pemikiran terlalu lama, pastikan untuk menghasilkan banyak ide berbeda, dan jelajahi ide individu secara mendetail.
  • Membangun gagasan orang lain, ini merupakan proses asosiasi di mana anggota memperluas gagasan orang lain dan mencapai gagasan baru. Cobalah untuk mengucapkan “dan”, daripada mengecilkan hati sang pemilik ide dengan “tetapi” untuk mendapatkan ide yang lebih dekat dengan masalah.
  • Gunakan eksperimen pemikiran seperti provokasi atau masukan acak untuk menghasilkan beberapa ide yang tidak terduga.
  • Manfaatkan visual, gunakan diagram dan posts-its untuk membantu menghidupkan ide dan membantu orang lain melihat sesuatu dengan cara yang berbeda.
  • Izinkan satu percakapan pada satu waktu, untuk mencapai hasil nyata, penting untuk mengikuti cara ini dan menunjukkan rasa hormat terhadap ide semua orang.
  • Jika seorang anggota tim perlu "menghilangkan" untuk mengeksplorasi ide sendirian, beri mereka kebebasan untuk melakukan ini.
  • Apabila sesi brainstorming berlangsung lama, istirahatlah yang banyak agar orang dapat terus berkonsentrasi.

Baca Juga: 6 Cara Berdiskusi Tentang Keuangan Rumah Tangga Bersama Suami

Brainstorming melibatkan pemanfaatan sinergi pemikiran kolektif untuk menuju berbagai solusi potensial. Namun, memiliki kebebasan tanpa batas itu menantang.

Dalam sebuah kelompok, orang introvert mungkin tetap diam sementara si pemilik sifat ekstrovert selalu mendominasi.

Maka, siapapun yang memimpin sesi brainstorming harus "menjaga" tim untuk memastikan suasana yang sehat dan berfokus pada solusi. di mana bahkan peserta yang paling bodoh pun akan angkat bicara.

Untuk mengatasinya, seorang fasilitator mungkin bisa melakukan pemanasan sehingga metode pencarian ide berlangsung lebih efektif.

Sebagai fasilitator kelompok, mereka harus berbagi ide jika memilikinya, tetapi sebaiknya tetap fokus untuk mendukung tim dan memandu diskusi.

Tetap berpegang pada satu percakapan pada satu waktu, dan fokuskan kembali kelompok jika seseorang menjadi teralihkan.

Setelah memilih ide-ide terbaik, lakukanlah analisis dari setiap ide untuk memeroleh ide yang dapat direalisasikan.

  • https://asq.org/quality-resources/brainstorming
  • https://files.eric.ed.gov/fulltext/EJ1083780.pdf
  • https://www.mindtools.com/brainstm.html
  • https://www.interaction-design.org/literature/topics/brainstorming
Produk Rekomendasi

TOOLS PARENTING

Komentar

Yuk, ngobrol dan sharing pendapat dengan moms lainnya.

member-image

Beri Komentar...

Artikel Terkait