2-3 tahun

24 Juni 2021

Bronkitis pada Anak, Kenali Gejala Awal dan Cara Mengatasinya

Kenali gejala dan penyebab penyakit bronkitis pada Si Kecil dan berikan pertolongan yang tepat!
placeholder
placeholder
Artikel ditulis oleh Defara Millenia
Disunting oleh Intan Aprilia

Siapa bilang bronkitis hanya menyerang orang dewasa? Penyakit yang satu ini bisa terjadi pada siapa saja tanpa mengenal usia, termasuk Si Kecil. Bronkitis pada anak sering terjadi, lho.

Menurut Benjamin T. Kopp, MD, MPH dari Nationwide Children’s Hospital in Columbus, Ohio, bronkitis adalah peradangan saluran udara sedang dan besar di paru-paru yang biasanya menyebabkan batuk terdengar basah.

Bronkitis terjadi ketika lapisan saluran pernapasan besar meradang (bengkak dan merah). Saluran udara ini, yang disebut saluran bronkial, menghubungkan tenggorokan ke paru-paru.

Lapisan halus mereka membuat lendir, dan menutupi serta melindungi organ dan jaringan yang terlibat dalam pernapasan.

Bronkitis dapat membuat tubuh mengalami beberapa kondisi di bawah ini:

  • Membuat udara sulit masuk dan keluar dari paru-paru.
  • Mengiritasi jaringan lapisan tabung bronkial. Kemudian, mereka membuat terlalu banyak lendir.
  • Gejala bronkitis yang paling umum adalah batuk yang berlangsung lama.

Penyebabnya adalah virus akut yang bersifat sementara. Infeksi yang menyebabkan batuk biasanya akan hilang setelah dua hingga tiga minggu, bersama dengan gejala penyakit lainnya.

Baca Juga: Bronkitis pada Bayi, Cari Tahu Lebih Dalam Yuk Moms!

Jenis-jenis Bronkitis pada Anak

bronkitis pada anak

Foto: Orami Photo Stock

Bronkitis pada anak memiliki dua jenis, ada bronkitis akut atau bronkitis kronis. Simak penjelasannya di bawah ini yuk, Moms.

  • Bronkitis akut. Jenis bronkitis ini datang dengan cepat dan dapat menyebabkan gejala yang parah. Tapi itu berlangsung tidak lebih dari beberapa minggu. Virus adalah penyebab terjadinya bronkitis ini. Banyak virus berbeda yang dapat menginfeksi saluran pernapasan dan menyerang saluran bronkial. Infeksi oleh beberapa bakteri juga dapat menyebabkan bronkitis akut. Kebanyakan orang menderita bronkitis akut di satu waktu tertentu.
  • Bronkitis kronis. Jenis bronkitis ini jarang terjadi pada anak-anak. Gejala yang muncul bisa ringan hingga parah dan berlangsung lebih lama (dari beberapa bulan hingga tahunan). Penyebab bronkitis kronis yang paling umum adalah merokok atau terkena asap rokok. Saluran bronkial tetap meradang dan teriritasi, dan lama kelamaan mengeluarkan banyak lendir. Orang yang menderita bronkitis kronis memiliki risiko lebih tinggi terkena infeksi bakteri pada saluran napas dan paru-paru, seperti pneumonia.

Baca Juga: 7+ Cara Mengatasi Batuk pada Anak yang Alami, Salah Satunya dengan Jus Lemon!

Penyebab Bronkitis pada Anak

penyebab bronkitis pada anak

Foto: childrens.com

Bronkitis pada anak bisa disebabkan ketika Respiratory Syncytial Virus (RSV) menyerang dan menginfeksi bronkiolus yang merupakan saluran udara terkecil di paru-paru. Infeksi inilah yang membuat bronkiolus membengkak dan meradang.

Bronkitis akut paling sering disebabkan oleh infeksi virus. Ini juga dapat disebabkan oleh bakteri atau hal-hal seperti debu, alergen, asap yang kuat, atau asap tembakau.

Pada anak-anak, penyebab paling umum dari bronkitis akut adalah virus.

Penyakit ini dapat berkembang setelah pilek atau infeksi virus lainnya di hidung, mulut, atau tenggorokan (saluran pernapasan bagian atas). Penyakit seperti itu dapat menyebar dengan mudah dari kontak langsung dengan orang yang sakit.

Dampaknya, lendir terkumpul di saluran pernapasan dan membuat udara sulit keluar masuk paru-paru.

"Virus yang sama dengan yang menyebabkan flu biasa masuk dan mengendap sehingga menyebabkan bronkitis pada beberapa orang,” jelas Ephraim L. Tsalik, MD, PhD, profesor kedokteran di divisi penyakit menular di Duke Health di Durham, Carolina Utara.

Anak-anak yang memiliki peluang lebih tinggi terkena bronkitis akut adalah mereka yang memiliki:

  • Sinusitis kronis
  • Alergi
  • Asma
  • Pembesaran amandel dan kelenjar gondok
  • Paparan asap rokok
  • Kelahiran prematur
  • Lingkungan tempat tinggal lembap dan berjamur
  • Resistensi yang rendah terhadap penyakit atau sistem kekebalan yang lemah
  • Refluks lambung

Melansir Department for Pediatric Pneumology and Immunology, bronkitis pada anak lebih sering terjadi di musim dingin daripada di musim panas.

Udara dingin di dalam ruangan, meningkatkan kerentanan mukosa untuk patogen sehingga lebih rentan terkena bronkitis.

Baca Juga: Jangan Anggap Sepele Sakit Telinga pada Anak, Ini Cara Mengatasinya

Gejala Bronkitis pada Anak

gejala bronkitis pada si kecil

Foto: foresturgentcare.com

Menurut Benjamin, gejala bronkitis pada anak yang paling umum adalah batuk dan lendir yang terdengar basah.

Selain itu, ada delapan gejala lainnya yang dianggap sebagai gejaka bronkitis pada anak.

  • Sakit kepala ringan
  • Demam ringan
  • Sakit tenggorokan
  • Nyeri atau sesak di dada
  • Merasa lelah
  • Pegal-pegal
  • Bersin
  • Sesak napas
  • Batuk kering atau berisi lendir
  • Muntah atau tersedak
  • Panas dingin
  • Sakit punggung dan otot

Baca Juga: 8 Obat Alami untuk Menyembuhkan Flu pada Anak

Gejala bronkitis pada anak ini biasanya berlangsung 7 hingga 14 hari. Tapi batuk bisa berlanjut selama 3 sampai 4 minggu. Gejala ini mungkin terlihat seperti masalah kesehatan lainnya.

Anak juga akan sering terlihat kesulitan bernapas atau mengeluarkan suara seperti siulan ketika anak bernapas atau mengi. Pastikan Moms menemui dokter untuk mendapatkan diagnosis yang tepat.

Perawatan akan tergantung pada gejala, usia, dan kesehatan anak secara umum. Ini juga akan tergantung pada seberapa parah kondisinya.

Dalam hampir semua kasus, antibiotik tidak boleh digunakan untuk mengobati bronkitis akut.

Itu karena sebagian besar infeksi disebabkan oleh virus. Bahkan anak yang batuk lebih dari 8 sampai 10 hari seringkali tidak membutuhkan antibiotik

Dokter anak seringkali dapat mendiagnosis bronkitis akut melalui riwayat kesehatan dan pemeriksaan fisik.

Dalam beberapa kasus, anak mungkin memerlukan tes untuk menyingkirkan masalah kesehatan lainnya, seperti pneumonia atau asma. Tes ini mungkin termasuk:

  • Rontgen dada. Tes ini membuat gambar jaringan internal, tulang, dan organ.
  • Oksimetri denyut. Oksimeter adalah alat kecil yang mengukur jumlah oksigen dalam darah. Untuk tes ini, penyedia layanan kesehatan memasang sensor kecil (seperti klip) di jari tangan atau kaki anak kita. Saat perangkat menyala, lampu merah kecil dapat dilihat di sensor. Sensor tidak menimbulkan rasa sakit dan lampu merah tidak menjadi panas.
  • Sampel dahak dan cairan hidung. Tes ini dapat menemukan kuman penyebab infeksi.

Baca Juga: 5 Jenis Teh Herbal yang Harus Dihindari Ibu Hamil, Catat!

Cara Mengatasi Bronkitis pada Anak

anak di uap.jpg

Foto: pharmaceutical-journal.com

Menurut William Schaffner, MD, spesialis penyakit menular di Vanderbilt University Medical Center di Nashville, pemberian antibiotik untuk menolong Si Kecil tidak cukup untuk membantu penyembuhan penyakit bronkitis pada anak ini.

“Perawatan dengan antibiotik saja tidak efektif. Moms mungkin dapat meredakan beberapa gejala dengan obat yang dijual bebas, tetapi akan lebih baik jika Moms juga melembapkan ruangan dan memberikan teh hangat dengan madu yang dapat meredakan batuk,” jelasnya.

Selain itu, Moms dan Dads juga bisa memberikan perawatan seperti menjauhkan Si Kecil dari aroma menyengat, asap rokok, dan menjaganya agar tetap terhidrasi.

Selain itu, Moms juga bisa menggunakan cara rumahan untuk mengobati anak yang batuk parah karena bronkitis pada anak. Bagaimana caranya? Simak di bawah ini yuk.

1. Gunakan Rose Hip

Cara mengatasi bronkitis pada anak yang pertama adalah gunakan rose hip. Rose hip telah digunakan di seluruh Eropa utara dan Siberia sebagai obat batuk, karena merupakan sumber vitamin C.

Tanaman ini mengandung bioflavinoid yang tinggi, yang membantu "mengencerkan lendir". Rose hip banyak ditemukan di Amerika Serikat dalam banyak teh rasa buah tanpa kafein.

Salah satu yang paling terkenal adalah teh "Zinger" dari Celestial Seasonings. Mereka memiliki rasa yang sangat ramah anak (Wild Berry Zinger rasanya seperti anggur Koolaid, sedangkan Lemon Zinger rasanya seperti limun).

Tidak seperti jus, teh ini tidak memiliki kalori, tetapi bisa dimaniskan dengan gula atau (untuk anak yang lebih besar) dengan madu. Mungkin Moms bisa juga mencarinya di Indonesia, atau mencari teh dengan kandungan bahan ini.

2. Jus Cranberry

Cara mengatasi bronkitis pada anak yang selanjutnya adalah dengan jus cranberry.

Jus cranberry telah terbukti membantu melawan infeksi virus dengan merusak kemampuan virus untuk menempel pada sel.

Efek ini adalah tambahan dari kandungan vitamin C-nya, dan peran perlindungannya yang terkenal terhadap infeksi saluran kemih (dengan mengurangi kemampuan bakteri gram negatif untuk menempel pada dinding kandung kemih).

Satu ons jus cranberry dapat ditambahkan ke teh atau limun rose hip, atau dicampur dengan saus apel dan disajikan dengan sendok.

3. Anggur Concord

Cara mengatasi bronkitis pada anak yang selanjutnya adalah dengan anggur concord. Jenis anggur ini diyakini memiliki khasiat antivirus dari cranberry. Satu ons jus anggur concord dapat ditambahkan ke rose hip atau minuman lainnya.

Baca Juga: Yuk Kenali 7 Jenis Batuk dan Cara Mengobatinya!

4. Sirup Elderberry

Cara mengatasi bronkitis pada anak yang selanjutnya adalah dengan sirup elderberry. Sirup elderberry ini banyak digunakan di Skandinavia dan Israel. Ini mungkin memiliki sifat yang sama dengan anggur dan cranberry.

5. Teh Licorice

Cara mengatasi bronkitis pada anak yang selanjutnya adalah dengan teh licorice. Jenis teh licorice ini juga bisa mengobati bronkitis pada anak.

Licorice juga terkenal digunakan dalam pengobatan batuk untuk masyarakat di Israel. Mungkin Moms ingin coba memberikannya pada Si Kecil.

6. Madu

Cara mengatasi bronkitis pada anak yang selanjutnya adalah dengan madu. Sudah tidak diragukan lagi, madu memang memiliki segudang khasiat untuk kesehatab tubuh.

Melansir U.S. National Library of Medicine melaporkan hasil studi di sebuah rumah sakit di Pennsylvania yang menunjukkan satu sendok teh madu soba membantu menenangkan batuk.

Namun, hanya anak-anak yang berusia lebih dari satu tahun yang dapat diberi madu karena risiko spora botulisme, bisa muncul di saluran GI anak-anak yang lebih kecil.

Ada sebuah artikel menarik di The Scientist tentang reseptor rasa dan metabolisme. Yang mengejutkan banyak orang, ada reseptor di paru-paru baik untuk rasa manis maupun pahit; manis menyebabkan bronkodilatasi dan pahit menyebabkan bronkokonstriksi.

Baca Juga: Mengenal Jenis-jenis Yoghurt Beserta Manfaatnya Bagi Kesehatan Tubuh

7. Uap Air Garam

Cara mengatasi bronkitis pada anak yang selanjutnya adalah dengan uap air garam. Di banyak negara Eropa, pergi ke pantai merupakan pengobatan untuk bronkitis dan asma.

Studi di Australia yang melibatkan pasien dengan cystic fibrosis menunjukkan bahwa mereka dengan asma memiliki fungsi paru-paru yang lebih baik daripada mereka yang tidak.

Hal ini mengarah pada penemuan bahwa uap air garam membantu meningkatkan efisiensi aksi "menyikat" silia.

Namun dikondisi ini, Moms tentu tidak perlu mengajak anak ke pantai. Moms yang ingin membuat uap air garam sendiri bisa menaburkan beberapa sendok makan garam kosher atau garam laut di dasar bak mandi dan menyalakan air panas, biarkan keran menyala, sementara pintu kamar mandi ditutup.

Saat air menyentuh garam, uap bagus akan mulai terbentuk. Moms kemudian dapat memasang sumbat dan mulai mengisi bak mandi dengan air hangat. Lalu bisa minta anak berdiam beberapa lama di kamar mandi.

8. Menggosok Dada Anak

Cara mengatasi bronkitis pada anak yang selanjutnya adalah dengan menggosok dada anak.

Moms yang menggosok dada anak, bisa membantu mengatasi batuk Si Kecil yang terus-menerus akibat bronkitis, namun penelitiannya memang belum ada.

Mekanisme kerja yang paling mungkin adalah relaksasi dan bronkodilatasi. Senyawa ini bisa menjadi racun jika tertelan, dan tidak boleh ditinggalkan di tempat anak-anak makan atau bermain dengannya.

Jika seorang anak menderita asma, baunya mungkin memicu asma. Namun, bagi sebagian besar anak-anak, sedikit menggosok dada sebelum tidur tampaknya tidak berbahaya.

9. Cukup Tidur

Tidur yang cukup dan biarkan tubuh Si Kecil beristirahat. Mungkin sulit untuk tidur nyenyak saat melawan batuk, tetapi berhati-hatilah untuk menghindari aktivitas yang tidak perlu.

Selama tahap tidur nyenyak, tubuh memperbaiki dan meningkatkan fungsi kekebalan sehingga dapat melawan peradangan dengan lebih baik.

10. Pola Hidup Sehat

Pola hidup sehat berjalan seiring dengan pencegahan penyakit. Ini dapat membantu Si Kecil pulih lebih cepat ketika terkena penyakit. Penyakit ringan bahkan akan segera teratasi.

Beri Si Kecil menu 4 sehat 5 sempurna. Makanan tersebut terdiri dari berbagai macam komposisi, mulai dari nasi, sayur, buah-buahan, dan susu sebagai pelengkapnya.

Baca Juga: Segera Ketahui Gejala dan Penanganan Batuk Rejan Pada Bayi

Mencegah Bronkitis pada Anak

mencegah bronkitis pada anak perlu dilakukan

Foto: Orami Photo Stock

Tentu saja mencegah lebih baik daripada mengobati. Moms dan Dads dapat melakukan beberapa hal di bawah ini untuk mengurangi risiko bronkitis pada anak:

  1. Batasi Si Kecil melakukan kontak dengan orang yang terkena flu, baik anggota keluarga atau orang yang ia temui di luar rumah.
  2. Bersihkan dan sterilkan mainan Si Kecil. Khususnya, jika terdapat anggota keluarga yang terkena flu.
  3. Ajari Si Kecil untuk menutup hidung dan mulutnya saat batuk atau bersin.
  4. Hindari berbagi gelas dengan Si Kecil. Dia pasti suka sekali dengan gelas yang dipakai orang tuanya, tapi jika Moms dan Dads sedang terserang flu sebaiknya jelaskan pada Si Kecil kenapa dia tidak boleh menggunakan gelas milik Moms atau Dads.
  5. Hindari asap rokok. Asap rokok sangat berperan penting dalam meningkatkan risiko penyakit flu atau bronkitis akut menjadi penyakit kronis.
  6. Berikan vaksin flu. Dengan memberikan vaksin flu setiap tahun dapat melindungi Si Kecil dari risiko tertular penyakit flu atau bronkitis.
  7. Pastikan Si Kecil cukup tidur.
  8. Makan makanan yang seimbang untuk menjaga tubuh Si Kecil sesehat mungkin.
  9. Rajinlah cuci tangan. Dengan mencuci tangan Moms dan Dads sudah mengurangi risiko terinveksi flu. Untuk berjaga-jaga, selalu bawa hand sanitizer, ya.
  10. Jika Si Kecil masih menyusui, berikan ASI secara rutin. Si Kecil yang diberi ASI memiliki risiko lebih kecil terinfeksi bronkitis.

Baca Juga:Mari Mencegah Pneumonia Bayi Lewat Pemberian ASI Seperti Ini!

Nah, itu dia Moms penjelasan mengenai bronkitis pada anak. Mulai sekarang ayo cegah terjadinya bronkitis pada anak dan lindungi dia agar tetap sehat!

  • https://www.nationwidechildrens.org/
  • https://pubmed.ncbi.nlm.nih.gov/21892785/
  • https://www.researchgate.net/publication/221926691_Bronchitis_in_Children
  • https://www.cedars-sinai.org/health-library/diseases-and-conditions---pediatrics/a/acute-bronchitis-in-children.html
  • https://www.healthline.com/health/home-remedies-for-bronchitis#home-remedies
Produk Rekomendasi

TOOLS PARENTING

Komentar

Yuk, ngobrol dan sharing pendapat dengan moms lainnya.

member-image

Beri Komentar...

Artikel Terkait