Kesehatan Umum

17 Agustus 2021

Mengenal Bronkitis, Penyakit Menular yang Menyerang Saluran Pernapasan, Waspada!

Moms wajib tahu penyebab, gejala, dan cara penularannya untuk bisa melakukan pencegahan
placeholder
placeholder
Artikel ditulis oleh Ria Indhryani
Disunting oleh Andra Nur Oktaviani

Masalah pernapasan bukan hanya terkait pada asma, yang lebih parah adalah ketika penderita mengalami brokitis. Orang dengan bronkitis mengalami pembengkakan dan peradangan di saluran bronkial atau saluran udara yang menghubungkan mulut dan hidung dengan paru-paru.

Mirip seperti asma, pada umumnya gejala bronkitis biasanya termasuk batuk, mengi, dan kesulitan bernapas. Penderita bronkitis mungkin juga mengalami kesulitan membersihkan lendir atau dahak yang berat dari saluran udara mereka.

Bronkitis bisa akut atau kronis. Bronkitis akut biasanya sembuh, tetapi bronkitis kronis berlangsung terus-menerus dan tidak pernah benar-benar hilang. Berhenti atau menghindari merokok dapat membantu mencegah bronkitis.

Berikut penjelasan lengkapnya.

Baca Juga: Apa Bronkitis Bisa Sembuh Total? Ketahui Faktanya!

Gejala Bronkitis

gejala bronkitis

Foto: verywellhealth.com

Seorang pasien dengan bronkitis mungkin mengalami sakit tenggorokan, batuk terus-menerus, dan demam. Bronkitis bisa akut dan juga kronis.

Jika bronkitis akut, maka itu terjadi sekali dan kemudian pulih setelahnya. Untuk bronkitis kronis, penyakit ini tidak pernah hilang dan seseorang akan hidup dengan masalah ini terus-menerus.

Namun, Moms perlu ingat bahwa bronkitis kronis terkadang dapat menjadi lebih baik dan lebih buruk.

Tanda dan gejala bronkitis akut dan kronis meliputi:

  • Batuk terus-menerus, yang dapat menghasilkan lendir
  • Mengi
  • Demam rendah dan menggigil
  • Rasa sesak di dada
  • Sakit tenggorokan
  • Pegal-pegal
  • Sesak napas
  • Sakit kepala
  • Hidung tersumbat dan sinus

Seseorang dengan bronkitis mungkin mengalami batuk yang berlangsung selama beberapa minggu atau bahkan beberapa bulan jika saluran bronkial membutuhkan waktu lama untuk sembuh sepenuhnya.

Gejala bronkitis kronis dapat kambuh secara teratur. Bagi banyak orang, bronkitis kronis terjadi selama bulan-bulan musim dingin.
Namun, bronkitis bukan satu-satunya kondisi yang menyebabkan batuk.

Batuk yang tidak kunjung reda mungkin merupakan tanda asma, radang paru-paru, atau banyak kondisi lainnya. Siapa pun dengan batuk terus-menerus harus menemui dokter untuk diagnosis.

Baca Juga: 4 Komplikasi Bronkitis Kronis pada Ibu Hamil

Gejala Bronkitis Akut

Bronkitis akut berlangsung untuk jangka waktu tertentu. Bronkitis jenis ini biasanya mengikuti pola yang mirip dengan infeksi virus, seperti pilek atau flu, dan mungkin berasal dari virus yang sama.

Ciri-ciri seseorang mengalami bronkitis dengan gejala yang biasanya hilang setelah beberapa hari atau minggu, yaitu:

  • Batuk dengan atau tanpa lendir
  • Ketidaknyamanan atau nyeri dada
  • Demam
  • Sakit kepala ringan dan nyeri tubuh
  • Sesak napas

Gejala Bronkitis Kronis

Bronkitis kronis memiliki gejala yang mirip dengan bronkitis akut, tetapi merupakan penyakit yang berkelanjutan. Satu definisi menyatakan bahwa seseorang menderita bronkitis kronis jika mereka mengalami batuk produktif setiap hari selama minimal 3 bulan dalam setahun, 2 tahun atau lebih berturut-turut.

National Library of Medicine menggambarkannya sebagai jenis penyakit paru obstruktif kronik (PPOK) di mana saluran bronkial menghasilkan banyak lendir. Baik itu tidak hilang, atau hilang dan terus datang kembali.

Centers for Disease Control and Prevention (CDC) mencatat bahwa seseorang yang mengembangkan emfisema bersama bronkitis kronis akan menerima diagnosis PPOK. Ini adalah kondisi yang serius dan berpotensi mengancam nyawa.

Baca Juga: Bronkitis pada Bayi, Cari Tahu Lebih Dalam Yuk Moms!

Penularan Bronkitis

penularan bronkitis

Foto: prevention.com

Jika bronkitis disebabkan oleh infeksi virus atau bakteri, maka ada kemungkinan seorang penderita bronkitis menularkan infeksi ini ke orang lain melalui tetesan saat batuk. Untuk mengurangi risiko penularan infeksi dan bronkitis, seseorang harus:

  • Sering mencuci tangan
  • Menutup mulut saat batuk
  • Berhati-hatilah di sekitar anak kecil, orang tua, dan mereka yang memiliki sistem kekebalan yang lemah

Bronkitis terjadi ketika virus, bakteri, atau partikel iritan memicu peradangan pada saluran bronkial. Merokok adalah faktor risiko utama, tetapi bukan perokok juga dapat menderita bronkitis dan menularkannya.

Penularan Bronkitis Akut

Pada penderita bronkitis akut, seseorang dapat menularkan atau tertular karena:

  • Virus, misalnya virus pilek atau flu
  • Infeksi bakteri
  • Paparan zat yang mengiritasi paru-paru, seperti asap tembakau, debu, asap, uap, dan polusi udara

Orang yang memiliki risiko lebih tinggi terkena bronkitis akut adalah mereka yang:

  • Mengalami virus atau bakteri yang menyebabkan peradangan
  • Merokok atau menghirup asap rokok
  • Memiliki asma atau alergi

Cara untuk menghindari infeksi bronkitis akut adalah dengan mencuci tangan secara teratur dan menghindari asap dan partikel lainnya.

Baca Juga: Apakah Bronkitis Menular? Cari Tahu Yuk, Moms!

Penularan Bronkitis Kronis

Bronkitis kronis dihasilkan dari iritasi berulang dan kerusakan pada paru-paru serta jaringan saluran napas. Penyebab paling umum bronkitis kronis adalah merokok, tetapi tidak semua orang dengan bronkitis adalah perokok.
Kemungkinan penyebab lain bronkitis kronis, yaitu:

  • Paparan jangka panjang terhadap polusi udara, debu, dan asap dari lingkungan
  • Faktor genetik
  • Episode berulang dari bronkitis akut
  • Riwayat penyakit pernapasan atau penyakit refluks gastroesofageal (GERD)
  • Paparan pestisida yang dapat meningkatkan risikonya

Penderita asma atau alergi memiliki risiko lebih tinggi terkena kedua jenis penyakit bronkitis ini. Namun, cara terbaik untuk menghindari bronkitis kronis adalah dengan menghindari merokok.

Baca Juga: 5 Penyebab Bronkitis Saat Hamil, Wajib Jauhi

Pengobatan Bronkitis

minum obat

Foto: parenting.firstcry.com

Seorang dokter mungkin menyarankan penderita bronkitis untuk beristirahat, minum cairan, dan juga minum obat bebas (OTC) seperti ibuprofen. Pada waktunya, bronkitis akut akan hilang, seringkali tanpa pengobatan.

Gejala bronkitis kronis dapat sembuh atau membaik untuk sementara waktu. Namun, mereka akan kembali atau menjadi lebih buruk lagi, terutama jika ada paparan asap atau pemicu lainnya.
Beberapa opsi lain yang mungkin membantu pengobatan bronkitis yaitu:

  • Obat batuk: Batuk berguna untuk mengeluarkan lendir dari saluran bronkial, tetapi obat dapat membantu meredakannya, misalnya pada malam hari.
  • Konsumsi madu: Konsumsi 2 sendok madu dapat meredakan gejala batuk.
  • Menggunakan pelembab udara: Alat ini dapat melonggarkan lendir, meningkatkan aliran udara, dan meredakan mengi.
  • Bronkodilator: Alat ini membuka saluran bronkial dan dapat membantu membersihkan lendir.
  • Mukolitik: Mukolitik mengendurkan atau mengencerkan lendir di saluran udara, membuatnya lebih mudah untuk mengeluarkan dahak.
  • Obat anti-inflamasi dan steroid: Ini dapat membantu mengurangi peradangan yang dapat menyebabkan kerusakan jaringan.
  • Terapi oksigen: Dalam kasus yang parah, seseorang mungkin memerlukan oksigen tambahan untuk memudahkan pernapasan mereka.

Baca Juga: 15 Obat Batuk untuk Ibu Hamil, Mulai dari yang Alami Sampai Medis

Bronkitis pada Anak

bronkitis pada anak

Foto: calpol.co.uk

Batuk berlendir yang berlangsung selama beberapa minggu pada Si Kecil adalah tanda bahwa ia mungkin menderita bronkitis akut. Biasanya, kondisi ini disebabkan oleh virus dan membaik dengan sendirinya dengan cukup cepat.

Lebih jarang, bronkitis anak bisa menjadi kronis, artinya berlangsung selama sekitar satu bulan atau lebih. Bronkitis kronis sering disebabkan oleh bakteri dan harus direspon dengan pengobatan antibiotik.

Benjamin T. Kopp, MD, MPH, anggota fakultas dari divisi kedokteran paru di Nationwide Children's Hospital di Columbus, Ohio, menyebutkan bahwa bronkitis adalah peradangan pada saluran udara sedang dan besar di paru-paru yang biasanya menyebabkan batuk yang terdengar basah. Menurut dr. Kopp, kondisi ini paling sering disebabkan oleh virus dan bersifat akut, artinya berlangsung dalam waktu yang relatif singkat.

“Orang tua mungkin tidak mendengar dokter menyebut penyakit seperti ‘bronkitis akut’, karena dokter umumnya tidak menggunakan istilah ini untuk menggambarkan kondisi pada anak-anak,” kata Dr. Kopp.

Sebagian besar anak dengan bronkitis akut, tidak perlu ke dokter. Perlu Moms ketahui bahwa infeksi yang menyebabkan batuk biasanya hilang setelah dua sampai tiga minggu, bersama dengan gejala lainnya. Akan tetapi, bronkitis akut pada anak juga dapat disebabkan oleh infeksi bakteri.

“Banyak orang tua hanya menyebut gejala yang secara teknis menyertai bronkitis akut seperti pilek. Bronkitis biasanya disebabkan oleh virus yang sama yang menyebabkan flu biasa,” kata David Fleece, MD, seorang profesor pediatri klinis di Sekolah Kedokteran Lewis Katz di Universitas Temple dan kepala petugas informasi medis di Rumah Sakit Universitas Temple di Philadelphia.

Bronkiolitis mempengaruhi banyak bayi dan balita muda setiap musim dingin. Penyakit ini mirip dengan flu biasa dengan penambahan lendir dan peradangan di saluran udara bagian bawah, dan dapat menyebabkan mengi di paru-paru yang lebih kecil dari kelompok usia ini. Bronkiolitis jika sering disebabkan oleh infeksi virus pernapasan (RSV).

Baca Juga:Mengenal Batuk Disertai Sesak Napas (Croup) pada Anak

Tanda dan Gejala Umum Bronkitis pada Anak

Bronkitis akut pada anak.jpeg

Foto: everydayhealth.com

Gejala bronkitis yang paling umum pada anak-anak adalah batuk yang terdengar basah dan produksi lendir atau dahak. Gejala lain yang mungkin juga termasuk gejala bronkitis pada anak, yaitu:

  • Sakit kepala ringan
  • Demam ringan
  • Sakit tenggorokan
  • Nyeri atau sesak di dada
  • Merasa lelah
  • Pegal-pegal
  • Mengi
  • Sesak napas

Sebagian besar bronkitis masa kanak-kanak sembuh sendiri, yang berarti kondisinya membaik dengan sendirinya. Karena disebabkan oleh virus, maka bronkitis tidak memerlukan antibiotik.

Orang tua dapat mempertimbangkan untuk menggunakan beberapa pengobatan rumahan untuk meringankan gejala bronkitis anak mereka. Selain istirahat, Kopp merekomendasikan untuk memberi anak-anak di atas 1 tahun satu sendok teh madu hitam untuk meredakan batuk karena bronkitis.

Untuk perawatan hidung yang baik, orang tua bisa meniup hidung saat terasa penuh dan membilas hidung dengan garam, dapat membantu drainase sinus yang berkontribusi terhadap batuk. Kopp tidak merekomendasikan obat penghilang pilek dan batuk.

“Tidak banyak obat penghilang pilek dan batuk yang aman untuk anak-anak, terutama untuk anak-anak yang lebih kecil. Obat-obatan ini dapat menekan refleks pelindung alami dan seringkali memiliki efek samping yang berbahaya," katanya.

Dia juga memperingatkan agar tidak menggunakan pelembab udara atau alat penguap. Alat seperti ini bisa menjadi kotor dan justru menerbangkan bakteri ke udara.

Alat-alat ini juga bisa menjadi berjamur. Jika orang tua ingin menggunakan pelembab udara atau alat penguap, Kopp menyarankan untuk mengganti air setiap hari dan memastikan barang-barang ini bersih.

Baca Juga: Kenali Berbagai Jenis Batuk Pada Anak

Ketika Bronkitis pada Anak-Anak Menjadi Kronis

Bronkitis Anak.jpeg

Foto: healthxchange.sg

Bronkitis kronis adalah kondisi bronkitis yang berlangsung selama lebih dari empat minggu dan biasanya disebabkan oleh infeksi bakteri. Namun, seperti sudah disebutkan sebelumnya bahwa bronkitis kronis lebih sering terjadi pada orang dewasa terutama mereka yang perokok atau yang memiliki kondisi paru-paru.

Salah satu penyebab batuk dan bronkitis kronis pada anak-anak adalah suatu kondisi yang disebut bronkitis bakteri berlarut-larut. Menurut sebuah jurnal ilmiah, bronkitis kronis yang disebabkan oleh bakteri ini terutama menyerang anak-anak di bawah umur 6 tahun.

“Ahli paru anak masih mempelajari tentang langkah-langkah manajemen dan pengobatan untuk bronkitis kronis ini dan riwayat alaminya,” kata Kopp.

Seorang anak berusia 14 atau lebih muda yang didiagnosis dengan bronkitis bakteri berkepanjangan harus diobati dengan antibiotik selama dua minggu,” katanya, mengutip pedoman yang diterbitkan pada April 2017 di CHEST Journal.

Baca Juga: 6 Makanan dan Minuman yang Memicu Batuk Pada Anak

Dokter dapat mempertimbangkan pemberian obat selama empat minggu jika pasien bronkitis kronis tidak sepenuhnya merespon pengobatan awal.

Sebagian besar bronkitis bakteri disebabkan oleh Streptococcus pneumoniae, Haemophilus influenza, dan Moraxella catarrhalis, yang merupakan bakteri yang biasanya merespons antibiotik, seperti Augmentin (amoksisilin dan kalium klavulanat) atau Omnicef ​​(cefdinir).

“Dokter juga perlu menyingkirkan penyebab lain batuk kronis pada anak-anak, seperti asma, sebelum meresepkan antibiotik untuk bronkitis kronis,” kata Fleece.

Itulah beberapa hal yang perlu Moms ketahui tentang bronkitis. Jika Moms, Dads, atau Si Kecil menunjukkan gejalanya, segera lakukan pemeriksaan ke dokter ya.

Produk Rekomendasi

TOOLS PARENTING

Komentar

Yuk, ngobrol dan sharing pendapat dengan moms lainnya.

member-image

Beri Komentar...

Artikel Terkait