Pernikahan & Seks

28 Juli 2021

Buku Nikah Suami Istri Rusak, Begini Cara Menggantinya!

Cari tahu juga ciri-ciri buku nikah palsu, jangan sampai terkecoh!
placeholder
placeholder
Artikel ditulis oleh Dresyamaya Fiona
Disunting oleh Karla Farhana

Berfoto bersama buku nikah suami dan istri seolah menjadi salah satu pose yang harus ada saat momen pernikahan dan tidak boleh terlewatkan.

Bukan hanya sebagai simbol saja, tapi buku pernikahan suami dan istri juga merupakan dokumen resmi dari pemerintah untuk pasangan yang telah sah menikah yang dibagikan oleh Kantor Urusan Agama (KUA).

Sesuai aturan, buku pernikahan untuk suami berwarna merah dan untuk istri berwarna hijau dan tidak ada perbedaan lain, hanya warna cover.

Buku pernikahan suami dan istri merupakan kutipan dari akta nikah yang dicatatkan oleh KUA sebagai bukti bahwa pernikahan tersebut sudah disebut sah, baik secara agama dan juga secara hukum.

Baca Juga: 6 Ide Pernikahan Bertema Rustic Wedding

Biaya dan Cara Dapat Buku Nikah Suami Istri

Buku Nikah Suami -1

Foto: Orami Photo Stock

Sepertinya ini salah satu pertanyaan yang kerap diajukan bagi pasangan pengantin baru. Bagaimana cara mendapatkan buku nikah, Moms?

Ada beberapa tahapan daftar pernikahan yang harus dilakukan oleh calon pengantin untuk bisa mendapatkan buku pernikahan suami dan juga istri.

Menurut Peraturan Pemerintah (PP) No 48 Tahun 2014 tentang Tarif Atas Jenis Penerimaan Negara Bukan Pajak Yang Berlaku Pada Departemen Agama (Depag), proses pernikahan yang dilakukan di KUA pada jam dan hari kerja tidak dipungut biaya apapun.

Sedangkan, untuk pernikahan yang digelar di luar jam dan hari kerja kerja akan dikenakan tarif sebesar Rp600.000 dengan petugas KUA yang bertugas menghadiri dan mencatat peristiwa nikah.

Calon pengantin harus mengikuti tata cara prosesi pernikahan di Kantor Urusan Agama (KUA) sebagai berikut:

  • Datang ke ketua RT untuk mengurus surat pengantar ke kelurahan/desa.
  • Datang ke kelurahan/desa untuk mengurus surat pengantar nikah ke Kantor Urusan Agama.
  • Jika pernikahan dilakukan kurang dari 10 hari waktu pendaftaran, harus minta keterangan dispensasi dari Kecamatan.
  • Membayar biaya akad nikah jika lokasi dilakukan di luar KUA.
  • Menyerahkan bukti pembayaran ke KUA.
  • Mendatangi KUA tempat dilaksanakannya akad nikah untuk melakukan pemeriksaan surat-surat dan juga data calon pengantin beserta wali nikah.
  • Melaksanakan akad nikah sesuai dengan tempat dan waktu yang telah disetujui sebelumnya
  • Melunasi biaya pernikahan jika menikah di luar jam dan hari kerja.
  • Mengecek keaslian buku pernikahan suami dan istri.

Pastikan Moms mencetak foto buku pernikahan dengan ukuran dan jumlah yang sesuai dengan ketentuan berikut:

  • Ukuran 2×3= 8 lembar (4 lembar foto calon pengantin wanita dan 4 lembar lagi foto calon pengantin pria)
  • Ukuran 4×6= 2 lembar (1 lembar foto calon pengantin wanita dan 1 lembar lagi foto calon pengantin pria)

Untuk warna background yang diperbolehkan untuk dipakai dalam pas foto buku pernikahan adalah warna biru.Warna ini sesuai dengan lampiran keputusan dari Direktur Bimbingan Masyarakat Islam Tahun 2018 pada Model N2.

Untuk pakaian yang digunakan yakni bisa dengan atasan formal berwarna netral seperti putih, ya.

Baca Juga: Agar Pernikahan Langgeng, Ikuti 5 Tips Komunikasi dengan Pasangan Seperti Ini

Perbedaan Isi Buku Nikah Suami dan Istri

Buku Nikah Suami -2.jpg

Foto: dream.co.id

Setelah mendapatkan buku nikah sepertinya sudah lega ya bagi pasangan pengantin. Tak cukup sampai di situ, Moms perlu mengetahui perbedaan isi dan arti warna dari buku pernikahan tersebut.

Buku pernikahan suami dan istri termasuk dalam kategori dokumen yang penting. Sebab, akan banyak aktivitas atau pengajuan yang membutuhkan buku nikah suami dan istri sebagai salah satu syarat administratif, misalnya saat akan melakukan peminjaman.

Lantas apa saja isi buku pernikahan tersebut? Isi buku pernikahan suami dan istri itu termasuk:

  • Diri diri dan data pasangan
  • Wali nikah
  • Pas foto dengan latar biru, seuai dengan ketentuan Dirjen Bimas Islam nomor DJ.II/1142/2013
  • Tempat dan tanggal pernikahan
  • Mahar/mas kawin
  • Janji/sighat taklik antara suami dan istri secara Islam yang ditandatangani oleh suami,
  • Nasihat untuk kedua mempelai
  • Hak dan kewajiban suami istri
  • Pedoman keluarga bahagia sejahtera
  • Doa sesudah akad nikah

Lalu apa perbedaan dari warna buku pernikahan hijau dan marun, Moms?

Untuk pengantin laki-laki, akan mendapatkan dokumen ini dengan warna cover atau sampul buku merah marun.

Pada halaman depan buku tertulis tulisan Buku Nikah Marriage book Kementerian Agama Republik Indonesia Ministry of religious affairs republic of Indonesia.

Kemudian isi pada buku pernikahan tersebut tak jauh berbeda dengan isi buku nikah punya pengantin wanita.

Untuk wanita sendiri memiliki warna buku pernikahan hijau. Adapun isi buku tersebut sama dengan milik suami ya, Moms.

Jadi jika ingin melakukan copy untuk legalisir buku nikah untuk dokumen keperluan lain, Moms cukup menggunakan salah satu buku untuk menggandakannya. Praktis bukan?

Baca Juga: 10 Fakta Midodareni, Rangkaian Upacara Adat Jawa sebelum Pernikahan

Ciri Buku Pernikahan Suami dan Istri Palsu

Buku Nikah Suami -3.jpg

Foto: pinterest.com

Karena merupakan salah satu dokumen penting, tak jarang ada oknum tidak bertanggung jawab yang bahkan membuat buku oernikahan suami dan istri palsu hanya untuk urusan komersial, lho Moms.

Buku pernikahan suami dan istri palsu saat ini bisa dengan mudah ditemui, karena jika dilihat sekilas tidak ada perbedaan yang signifikan dengan yang asli.

Padahal sanksi membuat buku pernikahan palsu tidak main-main.

Dilansir Mau Menikah, berikut ciri buku nikah palsu yang harus diwaspadai, antara lain:

  • Hologram. Buku nikah palsu tidak memiliki hologram dari Kementerian Agama RI.
  • Ukuran buku. Bentuk dan ukuran buku nikah palsu biasanya lebih besar jika dibandingkan dengan buku nikah asli.
  • Warna buku. Umumnya buku pernikahan palsu baik untuk suami atau istri akan berwarna lebih gelap jika dibandingkan dengan buku pernikahan yang asli.
  • Ukuran tulisan. Ukuran tulisan ‘Akta Nikah’ dalam buku nikah palsu jauh lebih kecil jika dibandingkan dengan yang tertulis dalam buku pernikahan asli.
  • Isi buku. Pada beberapa buku pernikahan palsu, tidak ada halaman nasihat untuk kedua mempelai.
  • Jenis kertas. Kertas yang digunakan dalam buku pernikahan palsu adalah kertas HVS biasa, tidak seperti kertas di buku pernikahan asli.
  • Lambang garuda. Di halaman cover buku nikah menyantumkan lambang garuda. Pada yang palsu, lambang garuda tersebut umumnya berwarna emas namun cenderung lebih gelap jika dibandingkan dengan buku nikah yang asli.
  • Nomor registrasi. Tidak ada nomor registrasi atau sebenarnya ada hanya saja lubangnya kurang rapi.

Untuk menghindari hal tersebut, Moms bisa mengecek buku nikah secara online. Kementrian Agama melalui Ditjen Bimas Islam memberi kemudahan melalui aplikasi pencatatan nikah mutakhir yang diberi nama Sistem Informasi Manajemen Nikah atau SIMKAH.

Berbasis situs resmi, SIMKAH sudah terintegrasi nasional dengan aplikasi Sistem Informasi Administrasi Kependudukan (SIAK), Ditjen Dukcapil Kementrian Dalam Negeri, dan Sistem Informasi PNBP Online (Simponi) Kementerian Keuangan.

Melalui situs simkah.kemenag.go.id, Moms bisa mengecek status pernikahan seseorang.

Baca Juga: Jangan Sedih! Lakukan 6 Hal Ini di Hari Mantan Anda Menikah

Mengganti Buku Nikah Suami dan Istri Jika Hilang Atau Rusak

Buku Nikah Suami -4.jpg

Foto: detik.com

Ini juga salah satu yang kerap dialami, yakni buku pernikahan hilang ataupun rusak.

Sebagai salah satu dokumen penting, jika buku nikah suami atau istri ada yang hilang atau rusak, Moms harus segera mengurusnya.

Lantas langkah apa yang dapat dilakukan jika dokumen penting ini hilang atu rusak? Terhadap buku nikah yang hilang, Pasal 35 Permenag 19/2018 menjelaskan sebagai berikut.

  • Buku Pencatatan Perkawinan yang rusak atau hilang dapat diterbitkan duplikat.
  • Duplikat Buku Pencatatan Perkawinan sebagaimana dimaksud pada ayat (1) diterbitkan dan ditandatangani oleh Kepala KUA Kecamatan yang mencatat perkawinan berdasarkan surat keterangan kehilangan dari kepolisian.
  • Penerbitan duplikat Buku Pencatatan Perkawinan karena kerusakan didasarkan surat permohonan yang bersangkutan disertai penyerahan Buku Pencatatan Perkawinan asli.

Tenang Moms! Jadi jika buku nikah hilang, Moms bisa meminta duplikat kutipan akta perkawinan ke KUA Kecamatan.

Permintaan duplikat buku pernikahan tersebut perlu diterbitkan dan ditandatangani oleh Kepala KUA Kecamatan yang mencatat perkawinan berdasarkan surat keterangan kehilangan dari kepolisian.

Nah artinya, sebelum memulai prosedur ini, perlu melaporkan kehilangan buku nikah kepada kepolisian setempat terlebih dahulu, ya!

Baca Juga: Inilah 9 Ujian Pernikahan di 5 Tahun Pertama Pernikahan, Hadapi Bukan Hindari!

Kementerian Agama melalui akun Instagramnya menyebutkan bahwa siapapun yang kehilangan atau mengalami kerusakan buku nikah bisa mengajukan permohonan penggantian buku nikah ke Kantor KUA tempat pernikahan dicatatkan.

Untuk mengajukan permohonan penggantian buku nikah suami dan istri, jika buku tersebut hilang, Moms harus membawa Surat Keterangan Kehilangan dari Kepolisian. Sementara yang buku nikah rusak namun tidak hilang, hanya perlu membawa buku nikah ke kantor KUA.

“KUA membuat buku duplikat atas dasar surat keterangan kehilangan dari polisi. Statusnya tetap sama, namun hanya terdapat tulisan duplikat. KUA akan memberikan pengganti sesuai dengan nomor nikah yang telah tercatat dalam daftar register setiap kantor KUA atau SIMKAH,” jelas Dani Hamdani, Kepala KUA Kecamatan Takokak, Cianjur.

Selain itu, Moms juga harus harus membawa KTP dan pas foto berukuran 2x3 dengan latar berwarna biru. Jumlah foto disesuaikan dengan banyaknya buku nikah yang akan diganti, apakah hanya buku nikah suami atau bersama istri.

Dilansir dari laman Kementrian Agama layanan penggantian ini bersifat gratis. Jadi, jika ada oknum petugas yang menarik sejumlah dana, tindakan itu tidak berdasarkan peraturan yang berlaku.

Di KUA, proses penggantian membutuhkan waktu yang relatif singkat. Saat normal, permohonan penggantian buku nikah suami dan istri dapat diselesaikan hanya dalam waktu 30 hingga 60 menit.

“Ini juga tergantung pada kondisi di setiap KUA, terutama terkait keberadaan petugas yang berwenang, data akta nikah atau register, petugas cetak dan blangko. Pelayanan ini didasarkan pada Peraturan Menteri Agama (PMA) No. 20/2019 tentang Pencatatan Pernikahan,” tambahnya.

Baca Juga: Jangan Langsung Paranoid, Ini 8 Arti Mimpi Suami Menikah Lagi

Bahkan baru-baru ini terdengar adanya dokumen nikah berbentuk digital, lho! Jadi pasangan suami-istri tak perlu membawa buku nikah saat bepergian.

Bagi pasangan suami istri yang telah lama menikah juga bisa mendapatkan buku nikah bentuk digital.

Caranya, dengan cara mengajukan diri ke KUA. Datangi KUA tempat menikah untuk kemudian dimasukkan data pernikahannya pada Simkah web.

Mendapatkan buku nikah suami dan istri adalah tanda untuk menuju jenjang pernikahan dan kehidupan berumah tangga yang sakral. Jadi mulai sekarang jaga baik-baik buku nikah, Moms ya!

https://kemenag.go.id/berita/read/512576/gratis--ganti-buku-nikah-yang-hilang-atau-rusak

https://nikahdikua.com/2021/04/10/warna-buku-nikah-suami-istri/

https://maumenikah.com/cara-membedakan-buku-nikah-asli-dan-palsu/

Produk Rekomendasi

TOOLS PARENTING

Komentar

Yuk, ngobrol dan sharing pendapat dengan moms lainnya.

member-image

Beri Komentar...

Artikel Terkait