Gratis Ongkir minimum Rp 250.000* Lihat detil

DIREKTORI

Belanja Berdasarkan Kategori :
Belanja Berdasarkan Kategori
DIREKTORI BELANJA
  • Promo & Highlights

  • Kebutuhan Bayi

  • Perlengkapan Bayi

  • Perawatan Pribadi

  • Supermarket

  • Rumah & Dekorasi

  • Kosmetik

  • Alat Kecantikan

  • Pakaian & Aksesoris

  • Kesehatan

  • Mainan & Media

  • Gadget & Elektronik

  • Harga Terbaik
  • Brand Pilihan
  • Promo ANZ 30% Semua produk




Bulu Kucing Berbahaya Bagi Ibu Hamil?

Bagikan


 

Salah satu saran yang paling sering diterima oleh ibu hamil adalah menjauhkan kucing peliharaan dari rumah mereka. Konon katanya bulu kucing bisa membuat mandul atau membuat mereka terjangkit toksoplasma. Benarkah kucing peliharaan meningkatkan risiko keguguran atau kemandulan?

 

Penyebab Bahaya Bulu Kucing Bagi Ibu Hamil

 

Memang benar bahwa kucing dapat menjadi pembawa mikroorganisme yang dikenal sebagai T. gondii (dari parasit Toxoplasma gondii), penyebab penyakit toksoplasmosis atau toksoplasma. Namun, tidak berarti bahwa memiliki kucing peliharaan secara otomatis menempatkan Moms pada risiko keguguran yang lebih tinggi. Bahkan, risiko memiliki kucing peliharaan pada saat hamil kadangkala agak berlebihan. Ada suatu penelitian yang menemukan bahwa risiko terbesar dari toksoplasma bukanlah berasal dari kucing peliharaan, namun akibat konsumsi daging yang kurang matang.

Lalu, apakah berbahaya apabila tertelan kotoran kucing yang menempel pada makanan? Tentu akan berbahaya jika kucing peliharaan telah terinfeksi toksoplasma. Kucing bisa mendapatkan Toksoplasma dari makan binatang liar atau daging mentah yang terinfeksi, seperti misalnya tikus, katak, atau binatang lainnya.

 

Tindakan Pencegahan Bagi Pemilik Kucing

 

Meskipun risiko toksoplasma dari kucing peliharaan tidak terlalu tinggi, namun dokter tetap menyarankan agar Moms mengikuti tindakan pencegahannya berikut ini:

  • Agar ekstra hati-hati, cucilah tangan setelah membelai kucing sebelum menyentuh mulut atau makanan.
  • Jika kucing peliharaan Moms telah terinfeksi, sebaiknya mintalah orang lain untuk membersihkan wadah kotorannya saat Moms sedang hamil. Jika terpaksa melakukannya sendiri, gunakan sarung tangan sekali pakai dan kemudian cucilah tangan sampai bersih sesudahnya.
  • Gantilah wadah kotoran setiap hari. Mikroorganisme sangat menular di antara waktu satu hingga lima hari setelah kucing berak.
  • Jangan memberi makan daging mentah pada kucing.
  • Sebisa mungkin, biarkan kucing peliharaan tetap berada di dalam rumah.
  • Berhati-hatilah berada di sekitar kucing dan anak-anaknya, dan hindarilah menambah kucing baru saat Moms sedang hamil
  • Taruh wadah kotoran tetap tertutup di luar rumah, dan gunakan sarung tangan ketika berkebun untuk berjaga-jaga apabila kucing peliharaan Moms berak di kebun.

 

Memang berbahaya jika seorang wanita terkena toksoplasma untuk pertama kalinya ketika dia hamil, namun setiap orang sebenarnya punya daya tahan tubuh yang berbeda-beda.   Kalau Moms punya kucing peliharaan di rumah, bagikanlah kepada kami tips menjaga kehamilan agar tetap sehat dan bebas dari toksoplasma. 

 

[ROS]

 

Bagikan

Artikel Terkait



Newsletter

Dapatkan diskon dan penawaran spesial setiap hari melalui email kamu dengan berlangganan newsletter.