Bayi

BAYI
5 Juli 2020

Bunyi 'Grok grok' pada Napas Bayi, Apa Penyebabnya?

Benarkah karena usai persalinan, lendir di hidungnya kurang bersih?
placeholder
placeholder
Artikel ditulis oleh Begita
Disunting oleh Andra Nur Oktaviani

Ketika Moms mendekap atau menyusui bayi terdengar seperti ‘grok grok’ pada napas Si Kecil, mungkin Moms khawatir.

Pengunjung Kesehatan di Inggris, Harriet Gibbs menyatakan, selain grok-grok ada bunyi lain seperti bersin, mencicit, dan mendengus sesekali, yang semuanya normal pada bayi baru lahir.

Hal ini disebabkan, paru-paru dan hidung kecil bayi Anda baru saja mulai menghirup udara. Dunia luar juga kering dibandingkan dengan rahim, tempat dia berada selama sembilan bulan terakhir. Ditambah lagi terdapat lendir dalam saluran napasnya.

Tidak sedikit yang menduga, penyebabnya bunyi grok pada napas bayi adalah tidak dibersihkannya dengan baik lendir dari hidung saat ia baru saja dilahirkan.

Tudingan ini dialamatkan pada penolong persalinan seperti bidan dan dokter kandungan. Namun, faktanya tidak demikian.

Baca Juga: Napas Cepat pada Bayi, Kapan Perlu Diwaspadai?

Penyebab Bunyi Grok pada Napas Bayi

Bunyi 'Grok grok' pada Nafas Bayi, Penyebab dan Cara Mengatasinya

Foto: Orami Photo Stock

Dr Darmawan B Setyanto, SpA (K) dari Ikatan Dokter Anak Indonesia menyatakan, jika memang dalam pertolongan terhadap bayi saluran napasnya tidak bersih, maka bayi akan sesak hebat, dan mungkin tidak bisa bertahan hidup.

Mengenai sebab bunyi grok pada napas bayi, dr Darmawan menuturkan penyebabnya, dalam artikel yang ia tulis di laman resmi IDAI.

Menurutnya, dalam keadaan normal, dinding saluran napas kita menghasilkan cairan lendir yang banyak fungsinya. Salah satu fungsi utama adalah untuk pertahanan saluran napas yaitu untuk memerangkap zat asing yang terbawa dalam udara yang kita hirup yang berpotensi menimbulkan gangguan saluran napas.

Lendir ini kemudian akan dibawa keluar oleh suatu mekanisme seperti ban berjalan yang disebut bersihan mukosilier (mucociliary clearance).

Bersihan mukosilier ini dapat diibaratkan seperti petugas kebersihan (cleaning service) di saluran napas kita.

Lendir yang dibawa dari saluran napas bawah ini kemudian akan sampai di tenggorokan, dan kita telan secara tidak sadar. Bila jumlah lendir ini lebih banyak daripada biasa, maka akan merangsang refleks batuk, dan kita akan batuk yang tujuannya untuk mendorong gumpalan lendir keluar.

Jadi bersihan mukosilier dan batuk merupakan pasangan mekanisme pertahanan saluran napas yang sangat efektif dan bermanfaat.

“Anugerah dari Tuhan untuk kita. Jika tidak ada kedua mekanisme tersebut maka kita akan tenggelam dalam lendir kita sendiri,” demikian UKK Respirologi Ikatan Dokter Anak Indonesia itu menulis.

Baca Juga: Wajib Tahu, Ini Batas Normal Napas Bayi Baru Lahir

Risiko Alergi Turunan

Bunyi 'Grok grok' pada Nafas Bayi, Penyebab dan Cara Mengatasinya

Foto: Orami Photo Stock

Pada bayi baru lahir ‘petugas kebersihan’ di saluran napasnya itu, belum begitu terampil, sehingga sering tersisa lendir.

Suara udara napas yang melewati cairan lendir itulah yang menimbulkan suara grok-grok. Pada pasien yang mempunyai riwayat alergi dalam keluarga, ibu, ayah, atau anggota keluarga lain, keadaan ini dapat lebih nyata.

Bila pasien mempunyai kecenderungan timbul alergi di saluran napas maka produksi lendirnya akan lebih banyak.

Pada pasien dengan keluhan grok-grok, untuk membersihkan lendir dalam jumlah yang normalpun masih kewalahan. Apalagi bila produksinya di atas normal, makin kewalahan bersihan mukosiliernya, dan makin keras suara grok-groknya.

Mengatasi Bunyi Grok pada Napas Bayi

menyedot debu

Foto: Orami Photo Stock

Bunyinya akan semakin nyata jika diperparah dengan hal-hal tertentu yang merangsang produksi lendir lebih banyak lagi.

Misalnya, dr Darmawan menyampaikan, asap rokok, bulu binatang, debu rumah, dan tungau debu rumah di dalamnya.

Dengan demikian napas grok-grok tidak berbahaya.

Baca Juga: Mengenal 4 Masalah Gangguan Pernapasan Pada Bayi Baru Lahir

Yang perlu dilakukan adalah mencari apakah ada hal-hal yang dapat memperparah keluhan tersebut. Jika ada, maka Moms harus diusahakan semaksimal mungkin untuk menghindarinya.

Artikel Terkait