Kesehatan

16 Januari 2021

Burnout Akibat Terlalu Lelah Bekerja, Kenali Gejalanya!

Bekerja keras memang penting, tapi jangan sampai kelelahan dan jadi burnout, ya, Moms!
placeholder
placeholder
Artikel ditulis oleh Debora
Disunting oleh Intan Aprilia

Setiap orang harus bekerja untuk memenuhi kebutuhan hidupnya masing-masing.

Jika saat ini Moms termasuk pada ibu yang bekerja, sebaiknya mulai perhatikan cara mengelola stres dengan baik.

Sebab, seseorang yang sulit mengatasi stres di tempat kerja berisiko tinggi untuk mengalami burnout.

Menurut Organisasi Kesehatan Dunia (WHO), burnout adalah sindrom yang terjadi karena stres kronis di tempat kerja dan tidak berhasil dikelola dengan baik. Hal ini akan berdampak buruk apabila dibiarkan begitu saja.

“Burnout yang tidak segera ditangani dan dibiarkan dalam periode waktu yang panjang akan membuat kurangnya minat. Hal ini bisa mengakibatkan penurunan kinerja pekerjaan mereka,” ujar Dr. David Ballard, psikolog dari American Psychological Association (APA).

Sebaiknya, Moms mengetahui gejala burnout dengan tepat agar dapat mencegah terjadinya hal ini, ya!

Baca Juga: 7 Pekerjaan dengan Tingkat Stres Tertinggi di Dunia

Gejala Burnout

Dilansir dari Psychology Today, burnout tidak hanya menyebabkan kelelahan fisik dan emosional, tapi juga meningkatkan sinisme dan merasa kurang efektif dalam bekerja.

Hal ini berpengaruh pada kurangnya prestasi dalam pekerjaan yang dilakukan. Adapun beberapa gejala yang terjadi saat burnout, yaitu:

1. Kelelahan Kronis

Kelelahan Bekerja, Hati-hati Alami Burnout-2.jpg

Foto: freepik.com

Pada tahapan awal, orang yang mengalami burnout akan merasakan kekurangan energi dan merasa lelah hampir setiap hari.

Pada tahapan akhir, tidak hanya fisik yang terasa lelah, melainkan juga emosional yang terkuras.

Hal ini membuat Moms merasa takut menghadapi hari esok.

Baca Juga: 6 Aturan Posisi Duduk saat Bekerja agar Badan Tidak Mudah Pegal saat WFH

2. Masalah Kognitif

Kelelahan Bekerja, Hati-hati Alami Burnout-2.jpg

Foto: freepik.com

Burnout dapat mengganggu kemampuan seseorang untuk fokus atau berkonsentrasi.

Saat sedang mengalami stres, perhatian kita akan menyempit untuk fokus pada hal-hal negatif.

“Tubuh dan otak sebenarnya dirancang untuk menangani hal tersebut dan mengembalikan pada fungsi normal. Namun, apabila stres menjadi kronis, fokus tersebut terus berlanjut dan mengalami kesulitan memperhatikan hal-hal lain,” ungkap Dr. Ballard, yang merupakan kepala dari Psychologically Healthy Workplace Program APA.

Pada akhirnya, Moms jadi sulit untuk memecahkan masalah atau membuat keputusan secara negatif.

Burnout juga bisa membuat Moms menjadi mudah lupa dan sulit mengingat hal-hal penting.

3. Kesulitan Tidur

Kelelahan Bekerja, Hati-hati Alami Burnout-3.jpg

Foto: freepik.com

Pada tahapan awal, burnout bisa menyebabkan Moms mengalami kesulitan tidur.

Namun, pada tahapan akhir, Moms bisa mengalami insomnia secara persisten, yang akhirnya membuat tubuh semakin lelah.

Kurangnya waktu tidur bisa berdampak pada gejala fisik seperti sakit kepala dan gangguan pencernaan.

Baca Juga: 5 Tips Menjaga Kesehatan Saat Tidak WFH di Kala Pandemi COVID-19

4. Masalah di Rumah dan Tempat Kerja

Kelelahan Bekerja, Hati-hati Alami Burnout-4.jpg

Foto: lovelearnings.com

Sebaiknya, pekerjaan di kantor memang tidak dibawa ke rumah.

Namun, ketika Moms mengalami burnout, maka tanda yang bisa dilihat adalah masalah di rumah dan tempat kerja.

Artinya, Moms bisa memiliki lebih banyak konflik dengan rekan kerja atau menarik diri dari keluarga.

Pada tahapan yang sudah parah, Moms akan merasa fisik seperti ada di rumah, tapi pikiran Moms sudah tidak berada di sana.

Cara Mengatasi Burnout

Kelelahan Bekerja, Hati-hati Alami Burnout-5.jpg

Foto: healthline.com

Burnout harus segera ditangani dengan baik agar kualitas hidup juga semakin baik.

Dilansir dari Mayo Clinic, cara untuk mengatasi burnout dimulai dengan evaluasi tentang penyebabnya sendiri.

Setelah itu, Moms harus menetapkan tujuan apa yang harus dilakukan dan apa yang bisa ditunggu.

Moms juga bisa meminta dukungan dari rekan kerja atau keluarga untuk mampu memberikan motivasi.

Selanjutnya, cobalah melakukan aktivitas yang santai dan mengatasi stres, seperti yoga, meditasi, atau tai chi.

Baca Juga: Anjuran Minum Air Putih Selama WFH #DiRumahAja

Melakukan aktivitas fisik mampu mengalihkan pikiran dari pekerjaan.

Hal yang tak kalah pentingnya adalah memenuhi kualitas tidur setiap harinya dengan baik.

Produk Rekomendasi

TOOLS PARENTING

Komentar

Yuk, ngobrol dan sharing pendapat dengan moms lainnya.

member-image

Beri Komentar...

Artikel Terkait