Kehamilan

KEHAMILAN
30 Juni 2020

Ketahui Mengenai Campak Saat Hamil dan Cara Mencegahnya

Ketahui berbagai masalah kesehatan yang hendak mengintai saat hamil, termasuk campak saat hamil
placeholder
placeholder
Artikel ditulis oleh Phanie Fauziah
Disunting oleh Dina Vionetta

Rubella, juga disebut campak Jerman, adalah infeksi yang menyebabkan gejala seperti flu ringan dan ruam pada kulit.

Hanya sekitar setengah dari orang yang terinfeksi campak memiliki gejala ini. Yang lain tidak memiliki gejala dan bahkan mungkin tidak tahu mereka terinfeksi.

Campak hanya berbahaya bagi bayi yang belum lahir di dalam rahim.

Jika Moms terinfeksi campak saat hamil, maka bisa menyebabkan masalah serius bagi bayi.

Dilansir dari laman March of Dimes, campak telah dieliminasi di Amerika Serikat karena vaksinasi rutin pada anak-anak.

Vaksinasi melindungi seseorang terhadap rubella seumur hidup. Hanya lima kasus rubella yang dilaporkan di negara ini antara tahun 2001 dan 2004.

Tetapi wanita yang tidak pernah divaksinasi saat anak-anak dapat terinfeksi.

Maka, penting bagi Moms untuk mendapatkan vaksinasi untuk rubella. Bicaralah dengan penyedia layanan kesehatan untuk memastikan Moms terlindung darinya.

Tanda dan Gejala Campak Saat Hamil

Ketahui Mengenai Campak Saat Hamil dan Cara Mencegahnya.jpg

Foto: babycenter.com

Sekitar setengah dari penderita campak memiliki tanda dan gejala, dan setengahnya tidak.

Campak biasanya ringan dengan gejala mirip flu diikuti oleh ruam. Ruam sering berlangsung sekitar 3 hari. Gejala mirip flu meliputi:

  • Demam ringan
  • Sakit kepala
  • Hidung beringus
  • mata merah
  • Kelenjar bengkak
  • Nyeri otot atau sendi

Campak disebabkan oleh virus (organisme kecil yang dapat membuat Anda sakit).

Sangat menular dan menyebar melalui udara dari batuk atau bersin orang yang terinfeksi.

Campak saat hamil bisa menjadi ancaman serius bagi kehamilan Moms, terutama selama trimester pertama dan kedua.

Memiliki rubela selama kehamilan meningkatkan risiko:

  • Congenital rubella syndrome (CRS). Menyebabkan bayi dilahirkan dengan cacat lahir, termasuk masalah jantung, mikrosefali, masalah penglihatan, masalah pendengaran, cacat intelektual, masalah tulang, masalah pertumbuhan, dan kerusakan hati dan limpa.
  • Prematur, keguguran dan Stillbirth. Keguguran terjadi sebelum 20 minggu kehamilan dan stillbirth terjadi setelah 20 minggu kehamilan. Sedangkan prematur adalah kelahiran yang terjadi terlalu dini, sebelum 37 minggu kehamilan.

Baca Juga: Gejala Campak pada Bayi yang Perlu Moms Kenali

Cara Mencegah Campak Saat Hamil

Ketahui Mengenai Campak Saat Hamil dan Cara Mencegahnya 2.jpg

Foto: parenting.firstcry.com

Sampai saat ini sebenarnya belum ada pengobatan yang spesifik untuk membasmi virus campak.

Cara paling efektif adalah dengan vaksinasi, meningkatkan kekebalan tubuh, lalu mencegah kontak langsung dengan penderita.

Maka sebelum terkena, pastikan Mums melakukan vaksin MR atau vaksin untuk mencegah virus dari penyakit campak, gondok, dan rubella.

Satu hal yang perlu kembali diingat, jika Moms belum melakukan vaksinasi MR dan kena campak saat hamil, sebaiknya segera konsultasikan kehamilan Mums dengan dokter kandungan.

Jangan sampai penyakit campak yang seharusnya dapat dikontrol risikonya menjadi lebih parah karena komplikasi, seperti terjadinya pneumonia, diare, infeksi telinga, hingga radang otak.

Alangkah lebih baiknya vaksin ini dilakukan saat Moms hendak merencanakan kehamilan.

Menurut Penn Medicine, jika Moms merencanakan kehamilan dan tidak memiliki rujukan bahwa Moms akan menerima vaksin MMR, maka mintalah penyedia layanan kesehatan untuk melakukan tes darah.

Penanganan sedari dini tentunya akan mencegah risiko apapun yang hendak mengintai kita setelah hamil.

Baca Juga: Benarkan Vaksinasi Campak Jadi Pemicu Autisme Pada Anak?

Komentar

Yuk, ngobrol dan sharing pendapat dengan moms lainnya.

member-image

Beri Komentar...

Artikel Terkait