Pernikahan & Seks

17 Februari 2021

Ini Dia 4 Cara Berhubungan Intim Usia Kehamilan 9 Bulan, Dijamin Aman!

Moms, berikut ini cara berhubungan intim usia kehamilan 9 bulan.
placeholder
placeholder
Artikel ditulis oleh Debora
Disunting oleh Adeline Wahyu

Memasuki usia kehamilan 9 bulan, maka bisa dikatakan bahwa Moms sudah hamil tua.

Usia kehamilan 9 bulan membuat Moms pasti akan lebih berhati-hati dalam beraktivitas, sambil menunggu persalinan akan tiba.

Lantas, apakah Moms dan Dads masih tetap berhubungan intim pada trimester ketiga ini? Jawabannya adalah boleh. Namun, ada beberapa hal yang perlu diperhatikan.

Dilansir dari laman Ovia Health, apabila Moms mengalami kehamilan yang sehat dan normal tanpa adanya indikasi komplikasi, maka berhubungan intim sangat aman dilakukan.

Nah, mungkin Moms masih bingung cara berhubungan intim usia kehamilan 9 bulan yang aman untuk dilakukan.

Tidak perlu khawatir, berikut ini cara berhubungan intim usia kehamilan 9 bulan yang bisa dilakukan.

Baca Juga: 9 Posisi Seks untuk Orgasme Maksimal, Perlu Dicoba!

Cara Berhubungan Intim Usia Kehamilan 9 Bulan

Apa saja yang harus diperhatikan oleh para bumil? Yuk kita simak bersama.

1. Menentukan Posisi yang Tepat

Menentukan Posisi yang Tepat.jpg

Foto: Orami Photo Stock

Salah satu hal utama yang diperhatikan dalam cara berhubungan intim usia kehamilan 9 bulan adalah menentukan posisi seks yang tepat. Sebab, perut yang membesar kerap membuat Moms mudah merasa kelelahan untuk berhubungan intim.

Nah, berikut ini beberapa posisi berhubungan intim yang dapat dicoba:

  • Cowgirl: posisi ini ketika wanita berada di atas (woman on top) dan memberikan kendali sepenuhnya pada wanita untuk kedalaman penetrasi dan intensitas stimulasi. Moms bisa melakukannya saat pasangan sedang berbaring di tempat tidur atau duduk tegak di kursi. Sedikit foreplay untuk memulai hubungan intim juga disarankan.
  • Reverse cowgirl: mirip dengan posisi woman on top, di mana posisi Moms berada di atas tubuh Dads namun menghadap ke belakang. Kecepatan penetrasi bisa diatur dan disesuaikan dengan kenyamanan Moms. Pada posisi ini, perut bisa ditopang oleh paha dan bokong bisa ditopang oleh tubuh Dads.
  • Spooning: posisi seks ini juga aman dilakukan saat trimester ketiga. Dilakukan sambil memeluk pasangan dari belakang dengan posisi berbaring. Posisi ini memungkinkan penetrasi yang tidak terlalu dalam. Selain itu, Moms dan Dads juga dapat mengatur ritme dan kecepatan yang sesuai untuk mendapatkan seks yang menyenangkan.
  • Froggy style: sebenarnya posisi seks ini mirip dengan doggy style, namun tumpuan berada di lengan dan bukan tangan. Tujuannya untuk menghindari tekanan pada pergelangan tangan dan mencegah Moms merasa kelelahan. Moms dapat meletakkan bantal di bawah perut sebagai penyangga tambahan. Moms juga dapat melebarkan posisi untuk membantu penetrasi lebih dalam.
  • Edge of the bed: posisi seks ini dilakukan dengan berbaring di atas bantal di pinggir tempat tidur, kaki di lantai atau di pinggir kasur. Nah, pasangan bisa berdiri atau membungkuk di atas Moms.
  • Frisk: posisi seks ini bisa dilakukan saat berdiri dengan menghadap ke tembok. Kemudian, penetrasi bisa dilakukan pada bagian belakang Moms. Untuk melindungi perut, Moms dapat mendorong bokong ke belakang agar bagian perut depan memiliki jarak yang cukup aman dengan dinding.

Itulah beberapa posisi seks sebagai cara berhubungan intim usia kehamilan 9 bulan.

Sebaiknya Moms dan Dads saling berkomunikasi dengan baik untuk menentukan posisi seks yang tepat.

Baca Juga: Berhubungan Seks di Awal Haid, Bisakah Hamil?

2. Lakukan Oral Seks

Lakukan Oral Seks.jpg

Foto: Orami Photo Stock

Meskipun banyak posisi berhubungan intim yang aman dilakukan sebagai cara berhubungan intim usia kehamilan 9 bulan, mungkin ada masanya Dads merasa takut. Hal ini memang wajar terjadi.

Sebuah studi dari University Hospital Center Sisters of Mercy melaporkan, sebanyak 80 persen calon ayah takut menyakiti janin saat berhubungan intim di masa kehamilan. Hal tersebut membuat mereka memutuskan untuk tidak melakukan hubungan seks sama sekali.

Namun, Moms tidak perlu khawatir bahwa seks sebenarnya bukan hanya perihal tentang penetrasi. Salah satu bentuk keintiman yang aman dilakukan ketika pasangan merasa takut berhubungan seks, yaitu oral seks.

"Ini adalah tonggak utama dalam sebuah keintiman dan penting untuk diingat bahwa seks tidak harus semua tentang penetrasi," ungkap Anne Hodder, sex educator di Amerika.

Saat hamil, Moms dapat mempertimbangkan oral seks. Beberapa pasangan sudah terbiasa dengan oral seks. Nah, Moms yang belum terbiasa mungkin akan menemukan kenikmatan oral seks saat hamil ini.

Saat melakukan oral seks, Moms dan pasangan dapat menghindari tekanan berlebih pada area perut Moms yang makin membuncit. Oral seks juga tidak terlalu menguras tenaga Moms yang semakin cepat lelah.

Kelihaian Moms dan pasangan dalam melakukan oral seks akan sangat menentukan berhasil tidaknya orgasme.

Semakin sering dilakukan, Moms dan pasangan akan semakin terbiasa dan lihai. Oral seks juga akan terasa semakin menggairahkan.

Namun, ada beberapa hal yang harus diperhatikan karena tidak aman untuk ibu hamil. Jika Moms melakukan seks oral, Dads tidak boleh meniupkan udara ke dalam vagina.

Sebab, hembusan udara dapat mengakibatkan emboli udara atau penyumbatan pembuluh darah oleh gelembung udara, yang akhirnya berpotensi fatal bagi ibu dan janin di dalam kandungan.

Cara berhubungan intim usia kehamilan 9 bulan juga tetap harus memerhatikan keselamatan Moms dan Si Kecil, ya!

Baca Juga: 7 Titik Pijatan Sensual untuk Merangsang Pasangan

3. Pentingnya Foreplay

Pentingnya Foreplay.jpg

Foto: Orami Photo Stock

Cara berhubungan intim usia kehamilan 9 bulan sebenarnya dianjurkan karena membantu melepaskan hormon endorfin yang dibutuhkan oleh ibu hamil.

Nah, manfaat yang bisa didapatkan Moms adalah membantu lebih rileks.

Untuk memaksimalkannya, Moms dapat melakukan foreplay dengan pasangan.

Ada banyak cara yang bisa dilakukan, mulai dari memberikan pijatan, sentuhan, dan ciuman untuk pasangan.

Jenis foreplay yang paling efektif Moms lakukan adalah saling memijat satu sama lain untuk resep relaksasi.

Jadikan ajang massage ini sebagai salah satu aksi foreplay yang seksi dengan menambahkan lilin, bertelanjang, serta minyak pijit beraroma.

Cara berhubungan intim usia kehamilan 9 bulan juga bisa menggunakan foreplay yang berbeda, seperti mengirimkan sexting atau dirty talk.

Sexting bisa menjadi bentuk pemanasan dengan memberikan godaan pada pasangan.

Biarkan pasangan Moms mengetahui apa yang ingin dilakukan atau memberikan petunjuk tentang apa yang Moms ingin pasangan lakukan di tempat tidur.

Cara ini bisa menjadi foreplay yang sangat baik untuk berhubungan intim pada malam harinya. Ditambah lagi, orgasme saat masa kehamilan itu sangat menakjubkan, lho, Moms. Sebab, terjadi peningkatan aliran darah pada area alat kelamin Moms.

4. Tetap Percaya Diri

Tetap Percaya Diri.jpg

Foto: Orami Photo Stock

Tidak dapat dipungkiri, perubahan tubuh saat hamil banyak membuat perempuan menjadi tidak percaya diri dengan bentuk tubuh mereka.

Terlebih lagi, ketika sudah berusia 9 bulan, maka berat badan akan bertambah, payudara membesar, mudah merasa lelah, ukuran perut membuncit, dan perubahan lainnya.

Di samping itu, pasangan juga mungkin memiliki keresahan bahwa akan menyakiti istrinya yang tengah hamil tua. Hal ini dapat membuat Moms kurang percaya diri untuk berhubungan intim usia kehamilan 9 bulan.

Hal ini harus segera diatasi, ya, Moms. Kehamilan adalah sebuah anugerah dan perubahan yang terjadi adalah proses yang indah untuk dijalani. Untuk itu, Moms harus tetap percaya diri.

Ini akan menjadi cara berhubungan intim usia kehamilan 9 bulan agar berjalan dengan nikmat.

Selain itu, berhubungan intim selama kehamilan juga tidak akan menyakiti sang buah hati yang sedang berada dalam kandungan.

Baca Juga: Hamil Muda Boleh Berhubungan Seks?

Berhubungan Intim Usia Kehamilan 9 Bulan yang Tidak Aman

Berhubungan Intim Usia Kehamilan 9 Bulan yang Tidak Aman.jpg

Foto: Orami Photo Stock

Moms sudah mengetahui cara berhubungan intim usia kehamilan 9 bulan yang aman untuk dilakukan.

Namun, Moms tetap harus waspada terhadap beberapa kondisi yang tidak aman.

Hal ini untuk mencegah terjadinya berbagai komplikasi kehamilan yang tidak diinginkan. Nah, perhatikan beberapa hal berikut ini:

1. Pendarahan setelah berhubungan intim

Hubungan seksual dapat menyebabkan pembuluh darah di leher rahim terluka dan mulai berdarah, terutama jika leher rahim bersentuhan dengan penis pasangan. Hal ini yang membuat pendarahan dapat terjadi setelah berhubungan intim.

Namun, ketika Moms sudah memasuki usia kehamilan 9 bulan atau trimester ketiga, hal ini harus diwaspadai. Sebaiknya segera bicarakan pada dokter dan temukan penyebabnya.

2. Plasenta previa

Berhubungan intim usia kehamilan 9 bulan yang tidak aman terjadi apabila Moms mengalami plasenta previa. Kondisi ini adalah komplikasi kehamilan di mana plasenta menutupi sebagian atau seluruh serviks.

Wanita yang didiagnosis kondisi ini harus menghindari hubungan seks vaginal.

Baca Juga: Air Ketuban Sedikit saat Hamil, Ini Penyebab dan Cara Mengatasinya!

3. Ketuban pecah

Usia kehamilan 9 bulan adalah momen-momen di mana Moms tengah menunggu kelahiran sang buah hati. Sebaiknya, Moms harus menghindari berhubungan intim setelah ketuban pecah, karena bayi sudah tidak lagi terlindungi dan bisa terjadi infeksi.

Segera pergi ke rumah sakit apabila Moms mengalami pecah ketuban dini.

Itulah informasi yang dapat disimak seputar cara berhubungan intim usia kehamilan 9 bulan.

Secara garis besar, dapat disimpulkan bahwa kehamilan yang sehat tetap menjadi prioritas. Selalu komunikasikan dengan pasangan tentang membangun keintiman yang erat selama Moms mengandung.

Produk Rekomendasi

TOOLS PARENTING

Komentar

Yuk, ngobrol dan sharing pendapat dengan moms lainnya.

member-image

Beri Komentar...

Artikel Terkait