COVID-19

3 Mei 2021

Belajar dari Kasus Rapid Test Kualanamu, Ini Cara Deteksi Rapid Test Palsu atau Daur Ulang

Tindakan ini sangat berisiko tularkan COVID-19 ke banyak orang
placeholder
placeholder
Artikel ditulis oleh Teti
Disunting oleh Amelia Puteri

Berita tentang terkuaknya penggunaan rapid test daur ulang menghebohkan masyarakat.

Beberapa waktu lalu, polisi menggerebek layanan rapid test antigen di Bandara Kualanamu. Dari penggerebekan itu, enam petugas medis yang merupakan pegawai Kimia Farma ditangkap dan diperiksa di Mapolda Sumut.

Kimia Farma sendiri, sebagai pemasuk alat tersebut, berjanji akan melakukan investigasi menyeluruh bersama pihak kepolisian.

Tes usap, atau swab test saat ini menjadi alat pengukuran untuk mendeteksi adanya COVID-19 dalam tubuh, dan hal ini juga menjadi salah satu syarat dalam melakukan ragam aktivitas.

Padahal, penggunaan rapid test antigen baik palsu maupun daur ulang sangatlah berbahaya karena berpotensi menularkan COVID-19 dan juga penyakit lainnya.

Lalu, seperti apa cara deteksi rapid test palsu atau daur ulang?

Baca Juga: Jangan Bingung, Ini Perbedaan Rapid Test Antibodi, Rapid Test Antigen, dan Swab PCR

Ciri-ciri Alat Rapid Test Baru

perbedaan rapid test antibodi, rapid test antigen, PCR

Foto: Orami Photo Stock

Juru Bicara Satuan Tugas Penanganan Covid-19 Sumatera Utara dr. Aris Yudhariansyah menjelaskan, setiap warga punya hak untuk mengetahui bahwa alat yang digunakan masih baru dan belum pernah dipakai.

Alat rapid test yang baru, menurut Aris, dikemas dalam plastik disposable, yakni plastik khusus sekali pakai yang baru dibuka apabila akan digunakan.

"Jadi kalau dalam kondisi terbuka, patut dicurigai kalau antigen itu bisa saja didaur ulang atau yang lain-lain," kata Aris seperti yang dikutip dari Kompas.com.

Menurut Aris, peserta tes perlu memerhatikan setiap alat yang digunakan sejak awal.

Peserta tes harus memastikan keberadaan alat rapid test berada di lokasi yang bisa terlihat dengan jelas. Sebab, menurut Aris, alat yang menunjukkan hasil rapid test itu tidak perlu dibawa ke mana-mana oleh petugas.

Baca Juga: Butuh Tes Rapid? Cek 6 Tempat Rapid Test Terdekat Berikut Kisaran Harganya!

Alat Rapid Test Terdiri dari Dua Bagian

rapid test antigen

Foto: Orami Photo Stock

Sebagai informasi, alat rapid test antigen terdiri dari dua bagian, yakni cangkang dan alat pengambil swab, dakron.

Cangkang adalah alat berwarna putih yang nantinya memunculkan garis I atau II. Namun, Aris tak yakin bagian cangkang ini dapat digunakan berulang-ulang.

"Tapi kalo dakronnya, setelah digunakan ke dalam hidung atau mulut orang, sudah itu dicuci terus digunakan lagi, wah saya tak bisa membayangkan kacaunya seperti apa tindakan seperti itu," kata Aris.

Karena itu, penting untuk mengetahui bagaimana cara deteksi rapid test palsu atau daur ulang.

Baca Juga: 10 Lokasi Swab Test Tangerang, Harga Mulai dari Rp800 Ribu!

Alat Swab Tidak Bisa Digunakan Kembali

Selain RS, Ini 5 Lokasi buat Rapid dan Swab Test Beserta Harganya.jpg

Foto: Orami Photo Stock

Sebagai cara deteksi rapid test palsu, dokter spesialis patologi Klinik Primaya Hospital Makassar dr. Selvi Josten, Sp.PK, mengatakan, seluruh alat swab tidak dapat digunakan kembali. Alat tersebut merupakan alat sekali pakai dan akan dibuang setelah digunakan.

“Penggunaan reusable alat swab sangat berisiko tinggi pada kesehatan dan penyebaran infeksi virus COVID-19 kepada pasien lainnya. Pastikan alat swab tersebut masih baru dan perhatikan perlekatan kemasannya harus dalam keadaan sempurna seperti dari pabrik (bukan memakai lem atau double tape),” ujar dr. Selvi, seperti dikutip dari JPNN.com.

Selain ditunjukkan dengan alat swab yang tersegel di dalam kemasan, dr. Selvi mengatakan masyarakat juga dapat memperhatikan indikasi-indikasi lain untuk mendeteksi apakah alat swab tersebut adalah alat swab baru atau lama.

Seperti permukaan swab stik berwarna putih bersih, masih mulus atau tidak kelihatan bergerigi, serta tidak beraroma.

Itu dia Moms, cara deteksi rapid test palsu atau daur ulang.

TOOLS PARENTING

Komentar

Yuk, ngobrol dan sharing pendapat dengan moms lainnya.

member-image

Beri Komentar...

Artikel Terkait