Gratis Ongkir minimum Rp 250.000* Lihat detil

DIREKTORI

Belanja Berdasarkan Kategori :
Belanja Berdasarkan Kategori
DIREKTORI BELANJA
  • Promo & Highlights

  • Kebutuhan Bayi

  • Perlengkapan Bayi

  • Perawatan Pribadi

  • Supermarket

  • Rumah & Dekorasi

  • Kosmetik

  • Alat Kecantikan

  • Pakaian & Aksesoris

  • Kesehatan

  • Mainan & Media

  • Gadget & Elektronik

Karir & Keuangan | Nov 13, 2018

6 Cara Kembali Semangat Bekerja Setelah Cuti Melahirkan

Bagikan


Menyadari waktu cuti melahirkan hampir habis adalah mimpi buruk bagi seorang ibu.

Kembali masuk kerja setelah tiga bulan cuti melahirkan adalah hal yang sangat berat. Betapa tidak, seorang ibu harus meninggalkan anaknya yang baru lahir selama hampir seharian.

Hal ini makin berat jika anak yang dilahirkan merupakan anak pertama. Tanpa pengalaman sebelumnya mengenai meninggalkan anak untuk bekerja, seorang ibu pasti akan kelabakan.

Setelah masuk kantor, pikiran tentang Si Kecil terus terbayang-bayang. Jika sudah begitu, pekerjaan pun jadi terasa semakin berat.

Sebelum menjalani beratnya bekerja setelah cuti melahirkan, ada baiknya kita mempersiapkan diri dulu, Moms.

Dikutip dari Parents.com, kekhawatiran ibu bekerja yang kembali bekerja setelah cuti melahirkan adalah hal yang sangat wajar.

Namun, dengan persiapan yang baik, kembali bekerja setelah cuti melahirkan tidak akan sesulit yang dibayangkan.

Ada beberapa hal yang bisa Moms lakukan sebagai persiapan kembali bekerja setelah cuti melahirkan. Berikut daftarnya!

Berlatih Rutinitas Baru

Kembali ke rutinitas bekerja setelah cuti melahirkan bukanlah hal mudah. Karena itu, penting sekali melatih rutinitas bekerja sebelum betul-betul kembali bekerja.

Selama 1-2 minggu sebelum kembali bekerja, cobalah untuk melakukan rutinitas bekerja.

Mulai dari bangun pagi, memandikan Si kecil, menyusui, mandi, dan yang lainnya. Semakin sering hal tersebut dilakukan, Moms akan semakin terbiasa.

Moms juga perlu mengecek jadwal Si Kecil tidur dan menyusui di jam kerja. Sesekali, cobalah untuk keluar rumah selama jam kerja untuk mengetahui reaksi Si Kecil ketika ditinggal Moms dalam waktu yang cukup lama.

Biasakan juga Si Kecil untuk minum susu/ASIP dari botol. Pastikan juga babysitter atau pengasuh melakukan hal yang rutinitas ketika Moms sedang tidak di rumah.

Istirahat Sebanyak Mungkin

Hal yang paling sering dikeluhkan oleh ibu bekerja adalah kelelahan. Setelah mengurus anak di pagi hari, bekerja dari pagi hingga sore, malamnya masih harus memasak makan malam dan kembali mengurus Si Kecil, belum lagi jika ternyata ia punya hobi begadang.

Sebaiknya, Moms meminta bantuan untuk melakukan pekerjaan yang sebetulnya bisa dikerjakan orang lain, seperti membereskan rumah, mencuci pakaian, dan menyetrika.

Moms bisa menggunakan jasa asisten rumah tangga (ART) untuk melakukan itu atau membagi tugas dengan suami. Pastikan Moms punya waktu istirahat yang cukup.

Tidurlah lebih cepat setiap harinya agar Moms punya lebih banyak waktu istirahat sebelum Si Kecil minta menyusu dini hari nanti.

Saat usia bayi sudah lebih besar, Moms bisa mencoba teknik breast sleeping. Dengan teknik ini, Moms bisa menyusui sambil tetap tidur, sehingga lebih menghemat energi. 

Baca Juga: 4 Kalimat yang Sebaiknya Jangan Diucapkan pada Working Moms

Belajar Bagi Waktu

Saat masih cuti melahirkan, Moms mungkin punya banyak teman untuk berbagi informasi tentang merawat bayi.

Setelah masuk kerja, Moms mungkin tidak akan punya cukup waktu untuk berinteraksi dengan teman-teman sesama ibu-ibu.

Saat bekerja, Moms memang harus fokus pada pekerjaan. Tapi, saat libur tiba, Moms bisa mencari waktu untuk hangout dengan para ibu. jangan lupa ajak Si Kecil agar bisa bertemu dengan teman-teman sebayanya juga.

Tetap Fokus Pada Pekerjaan di Kantor

Meskipun merasa bersalah karena meninggalkan anak, khawatir bagaimana kondisi Si Kecil, dan yang lainnya, Moms harus tetap fokus bekerja.

Jangan biarkan atasan menilai Moms tidak profesional dan kerap menjadikan anak sebagai alasan untuk tidak bekerja dengan baik. Jadi, tetaplah fokus bekerja jika bekerja merupakan pilihan Moms.

Jangan Cepat Ambil Keputusan untuk Resign

Bulan-bulan pertama kembali bekerja adalah masa-masa terberat. Keinginan untuk resign pasti sedang tinggi-tingginya.

Tapi, sebaiknya Moms sabar dulu, terlebih jika keluarga masih membutuhkan dukungan finansial dari pekerjaan.

Setelah terbiasa dengan rutinitas baru, Moms mungkin baru akan merasa nyaman. Setiap orang membutuhkan waktu yang berbeda untuk bisa menyesuaikan diri. Jadi, jangan terlalu cepat ambil keputusan untuk resign.

Baca Juga: Perhatikan 6 Hal Ini Saat Membawa Anak Ikut Bekerja

Mengatur Waktu Pompa ASI di Kantor

Untuk menyukseskan ASI eksklusif, Moms perlu berlatih memompa ASI di kantor.

Jika tidak ada ruangan khusus, Moms bisa menggunakan apron untuk memompa ASI di meja kerja. Gunakan juga pakaian khusus menyusui agar proses memompa jadi lebih mudah.

Di rumah, Moms juga perlu memastikan Si Kecil bisa menerima ASIP dari botol. Biasanya juga babysitter atau pengasuh untuk memberinya ASIP. ajarkan juga cara mencairkan ASIP yang benar sebelum diberikan kepada buah hati.

Di kantor, Moms juga perlu memberikan penjelasan kepada atas bahwa Moms butuh waktu 15-20 menit untuk memompa ASI sebanyak 2-3 kali dalam sehari.

Beritahu juga jadwal Moms memompa ASI agar atasan tidak panik melihat Moms tidak ada di meja kerja.

Itulah beberapa hal yang perlu Moms siapkan saat kembali bekerja setelah cuti melahirkan. Selamat mencoba!

(AND)

Bagikan

Artikel Terkait



Newsletter

Dapatkan diskon dan penawaran spesial setiap hari melalui email kamu dengan berlangganan newsletter.