Parenting Islami

13 Desember 2021

Cara Mandi Wajib yang Benar Sesuai Syariat Islam, Jangan sampai Salah!

Ketahui sebab-sebab diharuskannya mandi wajib
placeholder
placeholder
Artikel ditulis oleh Amelia Riskita
Disunting oleh Amelia Puteri

Banyak yang tidak tahu cara mandi wajib yang benar dan aturannya. Padahal, sesuai namanya, mandi wajib adalah mandi yang diwajibkan untuk menyucikan diri dari hadas.

Menjaga hubungan suami istri tetap harmonis adalah salah satu kunci penting dalam urusan rumah tangga. Dalam Islam, hubungan intim bukan hanya dapat masalah biologis, tetapi juga sebagai bentuk ibadah kepada Allah.

Untuk menyempurnakan ibadah ini, ada hal-hal mengenai kesucian ibadah yang harus diperhatikan. Salah satunya dengan memperhatikan cara mandi wajib yang benar setelah berhubungan seksual. Pasalnya, mandi wajib adalah sesuatu yang harus dilakukan untuk membersihkan diri dari hadas besar.

Dilansir NU Online, mandi wajib dalam masyarakat menjadi lawan dari mandi biasa. Artinya, mandi keseharian yang biasa dilakukan untuk membersihkan dan menyegarkan badan adalah mandi biasa.

Sedangkan mandi wajib merujuk pada mandi yang harus dilakukan untuk menghilangkan hadas besar karena bersetubuh atau keluar mani. Kedua hal inilah dalam istilah fiqih disebut al-jinabat, karena baik bersetebuh ataupun keluar air mani menghalangi seseorang untuk melaksanakan ibadah.

Ibadah seperti salat, thowaf, atau baca Alquran tidak dapat dilakukan sebelum melakukan mandi wajib. Dalam keterangan al-Munawi, keduanya dinamakan jinabat karena jauh dari suci dan hanya bisa kembali suci setelah mandi.

Ketahui lebih lengkap mengenai cara mandi wajib setelah berhubungan di bawah ini.

Baca Juga: Apa yang Harus Dilakukan setelah Berhubungan Intim Menurut Islam? Simak di Sini!

Sebab yang Mengharuskan Mandi Wajib

sebab mandi wajib

Foto: Orami Photo Stock

Sebelum mengetahui cara mandi wajib yang benar, Moms dan Dads perlu memahami sebab-sebab yang mengharuskan kita untuk mandi wajib, yaitu:

1. Bersetubuh

Seperti yang Moms dan Dads ketahui, mandi junub ialah wajib hukumnya jika telah berhubungan badan (jimak) yang mengeluarkan air mani atau pun tidak.

Yang dimaksud dengan bersetubuh ialah apabila bertemu dua khitan (kemaluan lelaki dan perempuan) iaitu dengan memasukkan hasyafah (batasan zakar yang dikhatan) ke dalam faraj.

Anjuran mandi wajib usai bersetubuh ini telah diriwayatkan oleh Nabi Muhammad SAW, beliau bersabda: “Apabila bertemu dua khitan, maka sesungguhnya wajib mandi,” (H.R Ibnu Majah)

2. Keluar Air Mani Secara Sengaja atau Tidak

Keluarnya mani yang dimaksud ialah cairan dari alat kelamin laki-laki atau wanita, baik karena mimpi basah, mempermainkannya, ataupun gairah yang ditimbulkan penglihatan atau pikiran.

3. Terhentinya Darah Haid Bagi Wanita

Allah SWT berfirman dalam Surah Al-Baqarah ayat 222 yang artinya:

“Mereka bertanya kepadamu tentang haid. Katakanlah: "Haid itu adalah suatu kotoran". Oleh sebab itu hendaklah kamu menjauhkan diri dari wanita di waktu haidh; dan janganlah kamu mendekati mereka, sebelum mereka suci. Apabila mereka telah suci, maka campurilah mereka itu di tempat yang diperintahkan Allah kepadamu.”

Dalam tafsir disebutkan yang dimaksud dengan suci dalam ayat tersebut adalah suci dengan cara mandi. Dalam satu kesempatan sahabat Fathimah binti Abi Jaisy RA pernah bertanya tentang darah yang keluar kemudian Rasulullah SAW menjelaskan:

“Bila keadaan haid itu datang maka tinggalkanlah salat. Bila ia telah pergi maka mandi dan salatlah,” (HR Bukhari dari Sayyidah Aisyah RA).

4. Keluar Darah Nifas

Sama seperti haid, darah yang keluar saat bersalin (nifas) juga wajib disucikan dengan mandi.

Umumnya, nifas berlangsung selama 40 hari dan maksimal 60 hari. Jika darah nifas terhenti, maka wanita harus mandi wajib.

5. Wiladah

Ketika wanita melahirkan normal, diwajibkan untuk mandi junub meski yang dilahirkan masih berupa segumpal darah atau daging.

Sementara jika melahirkan melalui operasi caesar, ada perdebatan antara ulama. Ada yang mengatakan harus mandi wajib ada pula yang berpendapat sebaliknya.

6. Meninggal Dunia Selain Daripada Mati Syahid

Umat Islam yang meninggal dunia, selain mati syahid, maka wajib untuk dimandikan.

Baca Juga: Ini Cara Benar Mandi Wajib setelah Haid, Moms Wajib Tahu!

Rukun Mandi Wajib

rukun mandi wajib

Foto: Orami Photo Stock

Dikutip dari laman Aku Islam, rukun mandi wajib ada 2, yakni:

  1. Berniat untuk mandi wajib 
  2. Meratakan air ke seluruh anggota badan yang zahir

Jika kedua hal ini terpenuhi, maka sahlah mandi wajib Moms dan Dads. Namun, pastikan sudah tak ada lagi najis dan hadas yang melekat di badan.

Cara Mandi Wajib Setelah Berhubungan Intim: Niat dan Hukum

Perhatikan Cara Mandi Besar yang Benar Setelah Berhubungan Seksual Ini

Foto: Orami Photo Stock

Berhubungan suami istri termasuk salah satu hadas besar. Karena itu, penting bagi Moms dan Dads paham cara mandi wajib.

Berbeda dengan hadas kecil yang dapat disucikan dengan berwudu, untuk hadas besar maka wajib untuk melakukan mandi wajib. Jika tidak, tubuh akan dianggap najis dan belum bisa melakukan kewajiban beribadah.

Allah telah menuliskan perintah untuk mandi wajib dalam Alquran. Allah berfirman: “Wa ing kuntum junuban faththohharuu,”. Yang artinya: "Dan jika kamu junub, maka mandilah," (QS Al Maidah:6).

Mandi wajib dalam Islam ditujukan untuk membersihkan diri, sekaligus menyucikan diri dari segala najis dan kotoran yang menempel pada tubuh. Sebelum mandi wajib, ada bacaan niat yang bisa dibaca.

Niat mandi wajib setelah berhubungan suami istri ialah sebagai berikut:

Nawaitul ghusla lifrafil hadatsil akbari fardhan lillahi ta’aala,”. Artinya: “Aku berniat mandi junub untuk menghilangkan hadas besar fardu karena Allah ta’ala,”.

Baca Juga: Ini Doa sebelum Berhubungan dan Keutamaannya Menurut Islam, Yuk Amalkan!

Tata Cara Mandi Wajib Setelah Berhubungan Intim

Perhatikan Cara Mandi Besar yang Benar Setelah Berhubungan Seksual Ini -2

Foto: Orami Photo Stock

Setelah membacakan niat, diwajibkan untuk membasuhkan air ke seluruh tubuh mulai dari rambut hingga ujung kaki. Tidak hanya itu, saat mandi juga perlu membersihkan setiap kotoran yang menempel di tubuh menggunakan air yang suci dan bersih.

Agar tidak salah langkah, inilah tata cara mandi wajib setelah berhubungan intim yang harus dilakukan.

  • Membaca niat mandi wajib. Doa niat inilah yang membedakan mandi wajib dengan mandi biasa. Doa niat mandi wajib setelah berhubungan ini bisa dibaca dalam hati.
  • Membersihkan telapak tangan sebanyak 3 kali. Setelah itu dilanjutkan dengan membersihkan kemaluan serta kotoran yang ada di sekitarnya hingga bersih dengan tangan kiri.
  • Mencuci tangan setelah membersihkan kemaluan. Tangan perlu dicuci ulang untuk menghilangkan najis dengan menggosok-gosoknya menggunakan sabun hingga bersih, baru dibilas.
  • Berwudhu secara sempurna mirip seperti wudhu yang dilakukan saat akan shalat.
  • Menyiram kepala dengan air sebanyak 3 kali.
  • Sela pangkal rambut dengan jari-jari tangan yang basah sampai menyentuh kulit kepala agar seluruh bagian rambut terkena air.
  • Bilas seluruh tubuh dengan mengguyurkan air dari sisi kanan, lalu dilanjutkan dengan sisi tubuh bagian kiri.
  • Membersihkan area badan yang susah dijangkau. Saat mandi wajib, pastikan seluruh lipatan kulit dan bagian tersembunyi ikut dibersihkan.

Baca Juga: Ini Posisi Hubungan Suami Istri dalam Islam dan Adabnya, Catat!

Manfaat Mandi Wajib

Perhatikan Cara Mandi Besar yang Benar Setelah Berhubungan Seksual Ini -3

Foto: Orami Photo Stock

Bukan hanya cara mandi wajib yang perlu Moms dan Dads pahami. Mengetahui manfaat dari mandi wajib juga tidak kalah penting.

Islam amat memperhatikan kebersihan, terutama kebersihan umatnya. Bukan hanya kebersihan badan, pakaian dan tempat yang sifatnya zahir dan jelas, akan tetapi juga bersihnya hati dari perilaku buruk dan penyakit hati.

Salah satunya adalah adanya manfaat yang dimiliki saat seseorang melakukan mandi wajib setelah berhubungan intim.

Menurut Syekh Muhyiddin dalam kitabnya yang berjudul Ibadatul Islam: Fiqhuha, Asroruha, wa Ta’allumu Kaifiyyatiha dalam bab faidah-faidah mandi (fawaidul ghusli), manfaat atau faidah mandi itu adalah:

  • Mandi sebagai ibadah sebagaimana wudhu’

Ketika seorang muslim melakukan mandi wajib, itu berarti dia telah melaksanakan perintah Allah. Syekh Muhyiddin mengatakan bahwa dengan melaksanakan perintah Allah, terdapat pahala yang besar, kebahagiaan, ketenangan dan kegembiraan.

  • Mandi wajib menjaga kebersihan

Karena akan menghalangi seseorang saat sedang beribadah, mandi wajib juga dimaksudkan untuk menjaga kebersihan diri. Seorang ulama juga pernah mengatakan bahwa kebersihan sebagai dari iman.

  • Menjadikan tubuh menjadi semangat beraktivitas, aktif dan mengusir rasa malas

Untuk faidah ini, Syekh Muhyiddin menjelaskan: tidak di ragukan lagi, bahwasanya Allah SWT menciptakan dan membuat aturan (syariat) akan sesuatu yang dapat memperbaiki dan menegakkan urusan kita.

Apabila kita mengikuti aturan syariat-Nya, maka kita bernaung pada naungan cinta dan ridho-Nya. Dan kitapun bahagia di dunia dan akhirat. Diantara syariat-Nya ialah mandi wajib.

Bagi Moms dan Dads, selain mendapatkan kepuasan biologis, berhubungan seksual juga merupakan bentuk ibadah kepada Allah SWT.

Oleh karena itu, untuk menyempurnakan ibadah ini, pasangan suami istri dituntut melaksanakan mandi wajib dengan cara mandi wajib yang benar.

  • https://islam.nu.or.id/thaharah/niat-cara-dan-adab-mandi-wajib-atau-mandi-junub-Km7xi
  • https://islam.nu.or.id/thaharah/ini-sebab-sebab-mandi-wajib-hKBlr
  • https://akuislam.com/blog/ibadah/cara-mandi-wajib/
Produk Rekomendasi

TOOLS PARENTING

Komentar

Yuk, ngobrol dan sharing pendapat dengan moms lainnya.

member-image

Beri Komentar...

Artikel Terkait