Pernikahan & Seks

8 Cara Manjakan Miss V Sendiri, Tak Perlu Ke Salon!

Coba di rumah yuk, Moms agar kondisi kesehatannya bisa terus terjaga
placeholder
placeholder
Artikel ditulis oleh Anggia Hapsari
Disunting oleh Adeline Wahyu

Lulur, mandi berendam dalam air hangat, totok wajah, hingga facial merupakan beberapa hal yang bisa dilakukan wanita untuk memanjakan diri sendiri saat penat.

Bagaimana dengan perawatan kecantikan untuk area kewanitaan di bawah sana? Wah, jangan sampai ditinggalkan ya, Moms!

Tak perlu harus selalu melulu pergi ke salon atau ke pusat kecantikan ternama, kok! Simak beberapa cara manjakan Miss V sendiri berikut ini.

Cara Manjakan Miss V Sendiri

6 Penyebab Vagina Berdarah saat Berhubungan Seks

Foto: Orami Photo Stock

Masih ingat dengan berbagai perawatan kecantikan yang rela Moms lakukan menjelang hari perkawinan? Kaum wanita tentu sering melakukan berbagai perawatan agar tampil prima luar-dalam.

Tetapi setelah menjalani perkawinan selama bertahun-tahun, perawatan diri sering dilupakan. Apa penyebabnya? Kesibukan sehari-hari sering disebut sebagai “kambing hitam” tidak sempatnya melakukan hal tersebut.

Padahal sesibuk apa pun Moms di rumah dan di kantor, Moms tetap menyisihkan waktu untuk merawat diri. Terutama menjaga daerah intim kewanitaan.

Tujuannya? Tidak hanya memanjakan diri sendiri dan membahagiakan pasangan, merawat daerah intim kewanitaan juga berperan untuk membantu menjaga kesehatan daerah tersebut dari berbagai masalah kewanitaan.

Baca juga:Baru Saja Menikah? Jangan Lewatkan 3 Tips Ini!

Cara manjakan Miss V sendiri tidaklah sulit. Begini caranya:

1. Jaga Area Miss V Senantiasa Bersih

“Setiap wanita perlu lebih nyaman dengan anatomi tubuh mereka sendiri dan perlu merawatnya sendiri. Toh, vulva dan setiap area di dalamnya merupakan milik mereka sendiri, bukan orang lain,” ujar D. Elizabeth Farrel AM, selaku Gynaecologist dan Medical Director dari The Jean Hailes for Women’s Health Organisation.

Vulva merupakan area intim wanita paling luar yang selalu Moms lihat saat bercermin. Area ini terdiri dari labia (bibir area intim wanita), klitoris, dan meatus uretra (bukaan uretra sebagai bagian saluran kemih).

Sedangkan vagina merupakan otot yang menghubungkan uterus ke pembukaan luarnya. Area intim kewanitaan ini merupakan lokasi Si Kecil keluar dari uterus, liang senggama Moms, dan tempat keluarnya darah menstruasi.

Normalnya, setiap sebulan sekali, wanita yang masih berusia produktif pasti mengalami menstruasi. Dalam kondisi ini, Tak jarang aroma kurang sedap merebak dari area tersebut selama masa menstruasi atau sesudahnya.

Menurut Elizabeth G. Stewart, MD, dan Paula Spencer dalam buku The V Book, tingkat keasaman vagina pada saat menstruasi memang menjadi lebih tinggi. Pada saat vagina dalam kondisi asam, Moms perlu menjaga kebersihan vagina untuk menghindari masuknya bakteri dari luar.

Pastikan Moms membersihkan vagina dengan air mengalir saat buang air kecil dan mengganti pembalut saat menstruasi.

Dr Farrell menyarankan untuk tidak membersihkan area vagina dan labia dengan penggunaan sabun pembersih vagina. Vagina memiliki caranya sendiri untuk membersihkan diri.

Tapi, jika Moms membutuhkan sabun pembersih untuk membersihkan vulva, pilih cairan pembersih khusus dengan pH sangat rendah, yaitu sekitar 3,5 - 4,5. Lakukan saat mandi setiap sebulan sekali.

Saat membersihkan area Miss V, aplikasikan sabun kewanitaan mulai dari vulva ke arah belakang. Lakukan gerakan satu arah untuk menghindari perpindahan bakteri dari anus ke vagina dan vulva.

Perlukah menggunakan douching vagina?

Beberapa wanita terbiasa melakukan douching (membersihkan liang vagina dengan menggunakan alat tertentu) usai masa menstruasi. Tujuannya agar darah kotor yang keluar saat menstruasi bisa dibersihkan secara maksimal.

Padahal sebenarnya, menstruasi adalah proses alami yang tidak kotor. Dr Farrell pun menyarankan Moms untuk tidak melakukan douching. Salah membersihkan area intim kewanitaan, malah bisa membunuh bakteri baik yang sebenarnya dibutuhkan vagina.

2. Tak Perlu Gunakan Wewangian

Menurut Cleveland Clinic, cara manjakan Miss V sendiri selanjutnya adalah tidak menggunakan produk pewangi yang ditujukan pada area intim kewanitaan.

Sebut saja mulai dari tidak menggunakan pewangi vagina hingga penggunaan panty liner atau pembalut wanita yang mengandung pewangi.

Hal ini berguna untuk mencegah iritasi atau alergi. Saat mencuci pakaian dalam, hindari pemakaian cairan pelembut pakaian.

Cukup gunakan sabun lembut untuk mencuci pakaian dalam.

3. Hindari Penggunaan Panty Liner Setiap Hari

Cara manjakan Miss V sendiri yang tak kalah penting adalah jangan menggunakan panty liner sepanjang hari. Meskipun Moms rajin menggantinya, hal ini mengakibatkan iritasi pada vagina.

Saat vagina dalam keadaan lembap, lebih baik gantilah celana dalam sesering mungkin. Namun, jika cairan yang keluar dari area intim kewanitaan sangat berlebihan, segera kunjungi dokter spesialis kulit dan kelamin.

4. Gantilah Pembalut Saat Menstruasi

Meskipun sepele, namun mengganti pembalut sesering mungkin dapat menjadi cara manjakan Miss V sendiri yang perlu Moms lakukan.

Jangan tunggu hingga darah menstruasi memenuhi seluruh pembalut, bahkan bocor hingga ke beberapa sisinya.

Sebaiknya, gantilah pembalut setiap empat jam sekali saat Moms mengalami menstruasi atau setiap selesai buang air kecil.

5. Pilih Pakaian Dalam yang Nyaman dan Berbahan Katun

Cara manjakan Miss V Selanjutnya adalah dengan menggunakan pakaian dalam yang nyaman dan menyerap keringat.

Ingat Moms, kita tinggal di negara beriklim tropis yang lembap dan mudah membuat kita berkeringat. Jika area dada dan punggung saja mudah berkeringat, bagaimana dengan kondisi area intim Moms yang selalu tertutup celana dalam? Pastinya Miss V pun bisa “bersimbah” keringat.

Untuk itulah Moms perlu menggunakan celana dalam berbahan katun yang mudah menyerap keringat. Hindari menggunakan pakaian dalam yang terlalu ketat.

Jangan terlalu sering menggunakan celana dalam model G-String. Pergesekan pada area intim saat menggunakan G-String bisa meningkatkan kemungkinan perpindahan bakteri ke vagina.

Gunakan G-String hanya jika diperlukan, seperti saat menggunakan pencil skirt dan celana yang menunjukkan lekuk bokong indah saat ke occasion tertentu, atau ketika Moms ingin menggoda Dads untuk bercinta.

Ganti dengan celana dalam model biasa setelahnya.

6. Jangan Lakukan Scrub Vagina

Cara manjakan Miss V sendiri yang tak kalah penting adalah tidak menggosok area vagina dengan bahan khusus yang bersifat kasar dengan alasan agar vagina tetap bersih dan tidak bau. Ingat, kulit area intim kewanitaan ini sangatlah lembut dan sensitif.

Itulah sebabnya Dr. Farrell pun menegaskan untuk jangan pernah menggosok area sekitar vagina dengan loofah, sikat tubuh, atau scrub.

Aroma yang keluar dari vagina merupakan aroma yang sangat normal. Aromanya pun akan selalu berbeda, tergantung dari usia dan keadaan hormon setiap wanita.

Aroma vagina pada wanita yang belum menginjak usia pubertas, baru menginjak usia pubertas, usia produktif, hingga usia menopause akan berbeda.

Ketika Moms menginjak usia menopause, kondisi hormon estrogen akan menjadi sangat minim. Itulah sebabnya, aroma vagina akan terasa seperti aroma kelamin pria.

7. Bercinta dengan Aman

Cara manjakan miss V sendiri yang tak kalah penting untuk wanita yang sexually active adalah bercinta dengan aman. Cukup satu pasangan saja dan gunakan kondom jika Moms ingin menunda kehamilan.

Pilih kondom dengan pelumas yang baik untuk mencegah iritasi dan membuat vagina lebih nyaman saat terjadi intercourse. Jika perlu, gunakan pelumas tambahan berbahan dasar air.

Pelumas dengan kandungan minyak, berisiko merusak kondom, sehingga keefektivitasan kondom akan berkurang.

Tahukah Moms? Terkadang, kondom bisa “tertinggal” di dalam vagina. Hal yang sama juga bisa terjadi ketika Moms menggunakan tampon. Kedua material di atas bisa saja berada terlalu naik ke vagina, di belakang serviks.

Jika hal ini terjadi, segera kunjungi dokter kandungan, ya! Pastikan benda asing apapun yang masuk ke dalam vagina harus keluar dan tidak meninggalkan sesuatu hal di dalam vagina karena bisa merugikan kesehatan.

8. Pastikan Bulu di Area Kemaluan Tidak Lebat

Inilah cara manjakan Miss V sendiri yang tak boleh dilewatkan wanita. Mulai dari masa pubertas, area kewanitaan memang akan ditumbuhi bulu halus. Hal ini sangatlah normal untuk menyaring bakteri yang masuk.

Meski demikian, bukan berarti Moms membiarkan bulu halusnya berkembang bak semak belukar. Ingat, area intim wanita perlu dijaga agar tidak lembap dan bisa bernapas.

Cukurlah atau gunting bulu halus kewanitaan secara berkala. Tak perlu menggunakan krim atau foam khusus saat bercukur.

Itulah beberapa cara manjakan Miss V sendiri yang perlu Moms lakukan.

Selain itu, jadwalkan waktu untuk melakukan pap smear dan minta pertolongan dokter kandungan untuk memeriksakan kondisi kesehatan vagina Moms secara teratur. Lakukan setiap setahun sekali.

  • https://health.clevelandclinic.org/how-to-keep-your-vagina-happy-healthy/
  • https://www.abc.net.au/news/health/2017-09-12/a-gynaecologists-guide-to-good-vulva-and-vagina-health/8892230
Produk Rekomendasi

TOOLS PARENTING

Komentar

Yuk, ngobrol dan sharing pendapat dengan moms lainnya.

member-image

Beri Komentar...

Artikel Terkait