Gratis Ongkir minimum Rp 250.000* Lihat detil

DIREKTORI

Belanja Berdasarkan Kategori :
Belanja Berdasarkan Kategori
DIREKTORI BELANJA
  • Promo & Highlights

  • Kebutuhan Bayi

  • Perlengkapan Bayi

  • Perawatan Pribadi

  • Supermarket

  • Rumah & Dekorasi

  • Kosmetik

  • Alat Kecantikan

  • Pakaian & Aksesoris

  • Kesehatan

  • Mainan & Media

  • Gadget & Elektronik

Perilaku Anak | Jun 1, 2018

Cara Melindungi Anak Agar Tidak Terpapar Pornografi dan Terkena Dampak Buruknya

Bagikan


Cara Melindungi Anak Agar Tidak Terpapar Pornografi dan Terkena Dampak Buruknya

Di era teknologi yang semakin canggih ini, segala akses informasi begitu mudah didapat. Termasuk konten bermuatan pornografi yang sangat mudah menyebar begitu luas terutama di dunia maya. Untuk menghindari dampak buruknya, sejumlah cara untuk melindungi anak dari paparan pornografi tentu wajib Mom lakukan.

Sebab meski tak sengaja dilihat anak, apa yang tersaji dalam pornografi maupun pornoaksi tentu mampu mempengaruhi memori, cara pandang, dan perilaku pada anak yang masih dalam masa perkembangan.

Baca Juga : 4 Tanda Kecanduan Pornografi dan Cara Mengatasinya

Jangan sampai hal itu terjadi, maka berikut beberapa tips yang dapat membantu Mom untuk melindungi Si Kecil dari paparan pornografi.:

1. Penting! Selalu Awasi Penggunaan Internet

Langkah pertama yang harus Moms lakukan adalah dengan mengawasi penggunaan internet Si Kecil. Alangkah lebih baik lagi jika Moms selalu dapat menemani mereka saat tengah meangkses internet.

Namun, bila hal ini dirasa membuat mereka tak nyaman, maka letakkan saja laptop atau perangkat lain yang biasa mereka gunakan di tempat yang terjangkau dari pengawasan Moms. Sehingga secara tak langsung Moms dapat mengawasi apa yang sedang mereka tonton di internet.

Baca Juga : Seperti Apa Perkembangan Psikoseksual Pada Anak?

2. Batasi Pemakaiannya

Pada usianya saat ini, Si Kecil tentunya belum membutuhkan internet sebagai sesuatu yang harus mereka akses setiap saat maupun setiap hari. Karenanya, Moms dapat membatasi penggunaan internet mereka seperti pada saat akhir pekan saja maupun hanya beberapa saat dalam sehari.

Baca juga: Orang Tua Mandi Bareng Anak, Bolehkah?

3. Pengaturan pada Gadget

Bagi Moms yang mungkin tak memiliki banyak waktu untuk mengawasi Si Kecil dan internetnya, maka buatlah penganturan pada ponsel maupun laptop yang mereka gunakan.

Di era ini, sudah banyak aplikasi yang dapat membatasi akses Si Kecil untuk membuka sesuatu. Bahkan tahukah Moms, di Youtube sendiri sudah ada fitur Safety Mode sehingga tidak akan menampilkan video tak layak bagi anak.

Baca juga: Miris, Rekaman Bocah Perempuan Tonton Video Porno di Smartphone, Begini Cara Bijak Sikapi Penggunaan Gadget untuk Anak

4. Sibukkan dengan Aktivitas Positif

Penggunaan internet secara berlebihan tentunya tak baik bagi tumbuh kembangnya.

Agar mereka tak kecanduan, Moms dapat mengisi kegiatan mereka dengan berbagai hal yang positif. Ikut sertakanlah mereka dalam beberapa kursus maupun kegiatan ekstrakurikuler di sekolahnya. Hal ini akan mengurangi keinginan mereka untuk terus menerus mengakses internet.

Baca Juga : Kapan Umur yang Tepat Membicarakan Pendidikan Seks dengan Anak?

Dampak Buruk Pornografi pada Anak

Menyerap pengetahuan seks melalui pornografi dapat merusak pikiran Si Kecil yang tidak sehat dalam perkembangan maupun kegiatannya sehari-hari. Dampaknya adalah, saat mereka dewasa makan kemungkinan untuk mengharapkan kehidupan seks seperti yang mereka lihat semakin besar.

Tak hanya itu, pornografi dapat mendorong anak untuk bertindak seksual terhadap anak-anak lainnya. Karena mereka begitu pandai meniru apa yang mereka lihat, baca, atau dengar.

Pornografi juga dapat mengganggu perkembangan anak dan indentitasnya karena pada masa kanak-kanak, otak mereka sedang diprogram untuk orientasi seksual. Selama periode itu, pikirannya akan berkembang tentang bagaimana orang akan terangsang dan tertarik.

(MDP)

Bagikan

Artikel Terkait



Newsletter

Dapatkan diskon dan penawaran spesial setiap hari melalui email kamu dengan berlangganan newsletter.