Gratis Ongkir minimum Rp 250.000* Lihat detil

DIREKTORI

Belanja Berdasarkan Kategori :
Belanja Berdasarkan Kategori
DIREKTORI BELANJA
  • Promo & Highlights

  • Kebutuhan Bayi

  • Perlengkapan Bayi

  • Perawatan Pribadi

  • Supermarket

  • Rumah & Dekorasi

  • Kosmetik

  • Alat Kecantikan

  • Pakaian & Aksesoris

  • Kesehatan

  • Mainan & Media

  • Gadget & Elektronik

Perilaku Anak | Nov 16, 2018

Cara Membesarkan Anak Agar Pintar Bertoleransi

Bagikan



Moms tentu sadar bahwa kita hidup dalam masyarakat yang beragam. Namun, ternyata sebagian orang masih ada yang tidak dapat menerima perbedaan tersebut.

Oleh karena itu, Moms harus membantu untuk mempersiapkan Si Kecil hidup, belajar, dan bekerja di komunitas yang akan menjadi lebih beragam.

Ajarkan anak-anak untuk bertoleransi dengan cara-cara berikut ini.

Memahami Arti Toleransi

Toleransi berarti menghormati dan belajar dari orang lain, menghargai perbedaan, menjembatani kesenjangan budaya, menolak stereotip yang tidak adil, menemukan kesamaan, dan menciptakan ikatan baru. Toleransi, dalam banyak hal, adalah kebalikan dari prasangka.

Tetapi apakah toleransi berarti bahwa semua perilaku harus diterima? Tentu saja tidak.

Perilaku yang diekspresikan atau disakiti oleh orang lain, seperti bersikap kasar atau penindasan, atau perilaku yang melanggar aturan sosial, seperti berbohong atau mencuri, tidak boleh ditoleransi.

Toleransi adalah tentang menerima orang apa adanya - bukan tentang menerima perilaku buruk. Toleransi juga berarti memperlakukan orang lain sebagaimana kita ingin diperlakukan.

Baca Juga : 4 Kendala Ini Akan Anak Temui Ketika Belajar Berteman

Mengajarkan Toleransi Pada Anak

Seperti semua sikap, toleransi harus diajarkan secara perlahan bahkan sebelum anak-anak dapat berbicara.

Anak-anak dari segala usia mengembangkan nilai mereka sendiri, sebagian besar dengan mencerminkan nilai-nilai dan sikap orang-orang terdekat.

Karenanya, penting sekali untuk mengetahui cara yang tepat untuk mengajarkan toleransi pada anak, seperti:

1. Perhatikan Sikap Diri sendiri

Orangtua yang ingin membantu anak-anak mereka menghargai keberagaman harus memulai semua dari diri sendiri. Tunjukkan sikap menghormati orang lain, dan Si Kecil akan menirunya.

2. Ingat Bahwa Anak-Anak Selalu Mendengarkan

Sadarilah cara Moms berbicara tentang orang-orang yang berbeda dari diri sendiri. Jangan membuat lelucon yang mengabadikan stereotip.

Meskipun beberapa di antaranya mungkin tampak tidak berbahaya, namun akan membuat anak semakin jauh dari sikap toleransi dan rasa hormat.

3. Awasi Sumber Informasinya

Pilih buku, mainan, musik, seni, dan video dengan hati-hati. Ingatlah pengaruh kuat media dan budaya pop terhadap pembentukan sikap.

Tunjukkan dan bicarakan tentang stereotip yang salah yang dapat digambarkan di media.

Baca Juga : Ketika Anak Sulit Berbaur dengan Teman Sekolahnya

4. Jawablah Pertanyaan Anak-Anak Dengan Jujur

Jawablah perbedaan anak tentang perbedaan dengan jujur dan sopan.

Ini mengajarkan bahwa adalah hal yang dapat diterima untuk memperhatikan dan mendiskusikan perbedaan selama hal itu dilakukan dengan benar.

5. Akui dan Hargai Perbedaan Dalam Keluarga Anda

Tunjukkan penerimaan terhadap kemampuan, minat, dan gaya anak-anak Anda yang berbeda. Nilai keunikan masing-masing anggota keluarga.

Ingat bahwa toleransi bukan berarti menoleransi perilaku yang tidak baik. Ini berarti bahwa setiap orang berhak diperlakukan dengan rasa hormat dan harus memperlakukan orang lain dengan rasa hormat juga.

6. Bantu Anak-Anak Merasa Nyaman Dengan Diri Sendiri

Anak-anak yang merasa buruk tentang diri mereka sendiri sering memperlakukan orang lain dengan buruk.

Anak-anak dengan nilai harga diri yang kuat dan menghargai diri mereka sendiri lebih mungkin memperlakukan orang lain dengan rasa hormat juga. Bantu anak Moms untuk merasa diterima, dihormati, dan dihargai.

Banyak cara yang dapat Moms lakukan saat mengajarkan anak toleransi, salah satunya saat memilih sekolah, kamp anak, atau fasilitas perawatan anak untuk anak.

Carilah tempat dengan populasi yang beragam kemudian belajar tentang perayaan yang bukan bagian dari tradisi keluarga sendiri.

(MDP)

Bagikan

Artikel Terkait



Newsletter

Dapatkan diskon dan penawaran spesial setiap hari melalui email kamu dengan berlangganan newsletter.