Pasca Melahirkan

11 September 2021

ASI Seret? Simak Cara Memperbanyak ASI untuk Si Kecil!

ASI seret, apakah penyebab dan cara mengatasinya?
placeholder
placeholder
Artikel ditulis oleh Amelia Riskita
Disunting oleh Intan Aprilia

ASI seret sering kali menjadi persoalan bagi ibu yang baru melahirkan. Jadi, Moms harus memahami cara memperbanyak ASI.

Dalam beberapa minggu pertama, biasanya ibu menghasilkan lebih banyak ASI daripada kebutuhan bayi mereka.

Namun, ini menjadi kekhawatiran beberapa ibu jika hasil pemeriksaan berat badan bayi tidak begitu menggembirakan dan jumlah ASI yang mereka produksi tidak selalu cukup untuk memenuhi kebutuhan bayi.

Diana West, International Board-Certified Lactation Consultant (IBCLC) atau Konsultan Laktasi Bersertifikat Dewan Internasional dan penulis Making More Milk mengatakan bahwa perubahan dalam teknik menyusui atau bantuan dari ahli menyusui dapat membantu menemukan penyebab ASI seret dan menjadi solusi untuk memperbanyak ASI secara signifikan.

Baca Juga: 4 Tips Mengatasi Kelebihan Produksi ASI di Awal Menyusui, Catat!

Tanda ASI Seret

tanda asi seret.jpg

Foto: Orami Photo Stock

Sebelum Moms mengetahui penyebab ASI seret dan menyimak tips cara memperbanyak ASI. Moms perlu memahami tanda-tanda ASI yang seret.

Mengutip Pregnancy Birth & Baby, inilah tanda-tanda ASI seret:

  • Payudara tiba-tiba tampak lebih lembut dan kondisi ini normal karena suplai ASI akan menyesuaikan dengan kebutuhan bayi Moms
  • Payudara tidak mengeluarkan ASI, berhenti, bocor, atau hanya bocor sedikit
  • Moms tidak merasakan saat ASI keluar dari payudara
  • Moms tidak dapat memompa ASI terlalu banyak dengan pompa listrik
  • Seberapa banyak Moms memompa, jumlah ASI akan menurun seiring waktu

Baca Juga: Power Pumping, Cara Memompa Efektif yang Jadi Solusi ASI Seret

Penyebab ASI Seret

Penyebab ASI Seret

Foto: Orami Photo Stock

Ada banyak hal yang menyebabkan pasokan ASI rendah atau ASI seret. Berikut ini hal-hal yang dapat menyebabkan atau berdampak pada ASI seret:

  1. Pelengkap formula. Setiap botol (susu formula, jus, atau air) yang didapat bayi selain ASI seolah-olah mengirim sinyal pada tubuh Mama untuk menghasilkan susu yang jauh lebih sedikit sehingga menyebabkan ASI seret.
  2. Pilihan botol. Botol ASI memiliki jenis pengisap yang berbeda daripada menyusui, sehingga kadang lebih mudah bagi bayi menyusu dari botol.
  3. Pelindung puting. Ini bisa menjadi alat yang berguna dalam beberapa kasus, namun juga dapat mengurangi stimulasi pada puting susu atau mengganggu transfer ASI, yang dapat menyebabkan ASI seret.
  4. Sering atau jarang memberi ASI dapat mengganggu siklus produksi susu dan dapat menyebabkan ASI seret. Payudara terus memproduksi ASI apabila payudara Mama nyaris kosong, dan sebaliknya produksi ASI menurun apabila payudara sudah “penuh”.
  5. Bayi mengantuk. Selama beberapa minggu pertama, beberapa bayi sangat mengantuk dan jarang menyusui dan itu pun berlangsung dalam waktu singkat.
  6. Menghentikan waktu menyusui. Menghentikan waktu menyusui sebelum bayi berhenti sendiri dapat mengganggu siklus produksi ASI.
  7. Hanya menyusui pada satu payudara. Jika Mama mencoba meningkatkan persediaan ASI, biarkan bayi menyelesaikan satu payudara, lalu tawarkan yang lain.
  8. Masalah kesehatan atau anatomi bayi termasuk, sakit kuning (jaundice), lidah terikat (tongue-tied), bibir sumbing, langit-langit sumbing, dll. Hal ini mencegah bayi mengisap susu secara memadai dari payudara, sehingga menyebabkan ASI seret.
  9. Kesehatan dan masalah pada ibu, misalnya seperti anemia tidak terkontrol atau hipotiroidisme, riwayat operasi payudara atau pembengkakan payudara sebelumnya, masalah hormonal (misalnya, PCOS), masalah anatomis, konsumsi obat (misalnya, pengobatan khusus, suplemen herbal, atau KB hormonal seperti pil, plester atau suntik), atau merokok juga memiliki potensi menjadi penyebab ASI seret.
  10. Jaringan kelenjar yang tidak memadai. Beberapa payudara wanita tidak berkembang secara normal karena berbagai alasan dan tidak menghasilkan cukup “produksi ASI” untuk memenuhi kebutuhan bayi mereka.

Baca Juga: 5 Cara Mencegah Puting Lecet saat Menyusui, Catat!

Cara Memperbanyak ASI

cara-memperbanyak-asi

Foto: Orami Photo Stock

Berikut adalah cara memperbanyak ASI yang bisa membantu Moms menyusui bayi:

  1. Pastikan bayi menyusui secara efisien. Bayi yang mengantuk, penggunaan pelindung puting susu atau berbagai masalah kesehatan atau anatomis pada bayi juga dapat mengganggu kemampuan bayi untuk menyusu.
  2. Sering menyusui, terutama selama bayi masih menyusui secara aktif, setidaknya 8 kali menyusui dalam waktu 24 jam. Hal ini karena semakin banyak menyusui, semakin banyak pula ASI yang dihasilkan payudara Moms.
  3. Tawarkan kedua sisi payudara pada setiap menyusui. Biarkan bayi menyelesaikan sisi pertama, lalu tawarkan sisi kedua. Stimulasi saat kedua payudara disusui dapat membantu meningkatkan produksi ASI. Memompa ASI dari kedua payudara secara bersamaan juga dapat menjadi cara memperbanyak ASI dan menghasilkan kandungan lemak yang lebih tinggi pada ASI.
  4. Hindari dot dan botol bila memungkinkan, utamakan agar kebutuhan ASI tetap terpenuhi.
  5. Hanya ASI eksklusif. Sebaiknya hindari semua bahan padat, air, dan susu formula jika bayi berusia kurang dari enam bulan, dan pertimbangkan untuk mengurangi makanan padatan jika bayi lebih besar.
  6. Merawat diri. Beristirahat. Tidur saat bayi tidur. Rileks. Minum banyak air dan makanan yang cukup seimbang agar produksi ASI dari Moms meningkat.
  7. Pertimbangkan untuk memompa ASI. Memompa sangat penting saat bayi tidak menyusui secara efisien atau cukup sering, dan membantu mengatasi penyebab ASI seret. Cobalah memompa setiap kali Moms memiliki sisa susu setelah menyusui, bayi melewatkan jam menyusui, atau jika bayi Moms telah mendapat sebotol ASI atau susu formula.
  8. Pertimbangkan saran dokter, bila memungkinkan, konsumsilah ramuan, obat resep, dll yang meningkatkan suplai susu.

Baca Juga: Review 11 Pompa ASI Favorit Moms, Mana yang Paling Bagus?

Cara Memperbanyak ASI dengan Makanan

Makanan untuk ASI Booster

Foto: Orami Photo Stock

Setelah mencoba salah satu tips di atas sebagai cara memperbanyak ASI, tak ada salahnya juga bagi Moms untuk mengonsumsi beberapa makanan di bawah ini agar ASI lebih lancar, dikutip dari Medical News Today:

1. Oatmeal

Oatmeal mengandung serat, zat besi, magnesium, dan zinc. Menurut laporan anekdotal, oatmeal adalah salah satu makanan terbaik untuk meningkatkan suplai ASI.

Ini juga merupakan sumber nutrisi yang penting untuk ibu menyusui dan bayi.

Nutrisi dalam oatmeal, meliputi serat, zat besi, magnesium, dan zinc.

Menurut Departemen Kedokteran Keluarga dan Kesehatan Masyarakat Universitas Wisconsin, kandungan zat besi yang tinggi pada oatmeal dapat menjelaskan mengapa oatmeal populer di kalangan wanita menyusui. Hal ini karena kadar zat besi yang rendah dapat mengurangi suplai ASI.

Selain itu, oatmeal juga serbaguna dan mudah disiapkan, menjadikannya pilihan makanan yang enak untuk Moms.

Baca Juga: Produksi ASI Kurang, Coba Konsumsi 9 Minuman Pelancar ASI Alami Ini!

2. Fenugreek

Fenugreek adalah jenis biji-bijian yang merupakan makanan pokok di banyak resep Asia.

Biji fenugreek juga merupakan obat populer untuk meningkatkan suplai ASI.

Hasil penelitian dari 2011, menunjukkan bahwa minum tiga cangkir teh fenugreek sehari menyebabkan peningkatan produksi ASI yang signifikan. Namun sayangnya, tidak semua penelitian mendukung temuan ini.

Menurut Pusat Kesehatan Pelengkap dan Integratif Nasional (NCCIH), fenugreek dapat menyebabkan diare, gejala asma yang memburuk, memicu ASI, urin, dan keringat untuk menghasilkan bau "seperti maple".

Dengan demikian, NCCIH menyarankan para wanita untuk menghindari fenugreek saat hamil karena dapat mempengaruhi kontraksi rahim.

Mereka memperingatkan bahwa ada kurangnya penelitian tentang risiko mengonsumsi fenugreek saat menyusui.

Jadi, sebaiknya Moms lebih berhati-hati dalam memilih makanan yang dapat dijadikan sebagai cara memperbanyak ASI.

Baca Juga: Mengenal Fenugreek, Tanaman Herbal yang Mengesankan

3. Bawang Putih

Makan bawang putih atau mengonsumsi suplemen bawang putih dapat mendukung laktasi pada beberapa wanita.

Meskipun tidak ada penelitian yang menunjukkan keefektifannya, beberapa orang di India menggunakan bawang putih sebagai galactagogue.

Namun, terlalu banyak mengonsumsi bawang putih dapat menyebabkan ASI mengeluarkan bau kurang sedap.

Beberapa bayi tidak menyukai ini dan akibatnya mereka mungkin akan menyusu dalam waktu yang lebih singkat, Moms.

4. Biji Adas

Biji adas adalah bahan umum dalam teh dan suplemen yang dipasarkan untuk meningkatkan produksi ASI.

Beberapa orang juga menggunakan biji adas untuk meredakan gas dan kembung.

Beberapa penelitian melaporkan bahwa mengonsumsi adas saat menyusui dapat meningkatkan volume dan kandungan lemak ASI serta membantu bayi menambah berat badan.

Baca Juga: Berat Badan Bayi Newborn yang Ideal Hingga 12 Bulan, Moms Perlu Tahu!

5. Makanan Kaya Protein

Tahu adalah salah satu sumber protein yang sangat baik.

Protein sangat penting untuk produksi ASI, dan diteruskan dari wanita ke bayi untuk memberi makan dan mendukung pertumbuhan.

Untuk alasan ini, wanita menyusui membutuhkan tambahan 25 gram sumber protein per hari.

Dalam memastikan pasokan susu yang stabil, penting untuk makan banyak makanan kaya protein setiap hari.

Beberapa sumber protein yang baik meliputi: daging tanpa lemak, telur, kacang-kacangan atau biji-bijian.

Ikan juga merupakan sumber protein lain yang dapat meningkatkan produksi ASI.

Namun, Badan Pengawas Obat dan Makanan Amerika Serikat (FDA) menyarankan wanita hamil dan menyusui untuk menghindari ikan yang mengandung merkuri tingkat tinggi.

6. Sayuran Berdaun Hijau

MenurutDepartemen Pengobatan Keluarga dan Kesehatan Masyarakat Universitas Wisconsin, banyak buah dan sayuran, termasuk sayuran berdaun hijau, dapat membantu mendorong laktasi.

Contoh sayuran berdaun hijau yang baik untuk meningkatkan produksi ASI meliputi sayuran kubis, peterseli, bayam, dan selada air.

Mengonsumsi berbagai macam sayuran saat menyusui juga memiliki manfaat lain bagi ibu dan bayi.

7. Biji Wijen

Di Meksiko, beberapa wanita menyusui mengonsumsi kue biji wijen untuk meningkatkan produksi ASI mereka.

Biji-bijian ini kaya akan kalsium, yang mungkin menjelaskan beberapa pengaruhnya terhadap ASI.

Asupan kalsium sangat penting selama kehamilan dan menyusui untuk kesehatan tulang wanita dan bayi.

Mengonsumsi terlalu sedikit mineral saat menyusui dapat menghasilkan ASI dengan kandungan kalsium yang rendah.

Untuk orang dewasa menyusui, tunjangan kalsium harian yang direkomendasikan adalah 1.000 miligram.

Hanya tiga sendok makan biji wijen, Moms dapat memperoleh lebih dari 25 persen dari jumlah kalsium yang direkomendasikan.

Tanda Si Kecil Mendapatkan ASI yang Cukup

tanda-bayi-mendapatkan-asi-cukup.jpg

Foto: Orami Photo Stock

Perhatikan selalu asupan nutrisi Si Kecil secara keseluruhan untuk memastikan bahwa tumbuh kembang bayi berada dalam batas normal. Berikut tanda-tanda bayi mendapat ASI yang cukup yang perlu Moms ketahui:

  • Intensitas buang air kecil yang cukup sering, setidaknya 6 sampai 8 popok basah dalam waktu 24 jam, termasuk setidaknya beberapa popok kotor
  • Bayi bangun untuk menyusu sendiri dan mereka menyusui dengan penuh semangat
  • Bayi menghabiskan waktu menyusui selama 8 hingga 12 jam dalam kurun waktu 24 jam
  • Si Kecil dapat tidur cukup nyenyak setelah menyusui
  • Mengalami peningkatan berat badan rata-rata 150 gr atau lebih setiap minggunya selama 3 bulan pertama tumbuh kembang bayi

Baca Juga: Seberapa Penting ASI Booster untuk Meningkatkan Produksi ASI?

Itulah cara memperbanyak ASI yang bisa Moms lakukan sehingga Si Kecil mendapatkan ASI cukup untuk tumbuh kembangnya. Semoga bermanfaat, Moms.

  • https://www.pregnancybirthbaby.org.au/increasing-your-breast-milk-supply
  • https://www.medicalnewstoday.com/articles/324290
  • https://www.fammed.wisc.edu/files/webfm-uploads/documents/outreach/im/ss_galactogogues.pdf
  • https://www.fda.gov/food/consumers/advice-about-eating-fish
  • https://www.ncbi.nlm.nih.gov/pmc/articles/PMC3614654/
  • https://www.ncbi.nlm.nih.gov/pmc/articles/PMC5158159/
Produk Rekomendasi

TOOLS PARENTING

Komentar

Yuk, ngobrol dan sharing pendapat dengan moms lainnya.

member-image

Beri Komentar...

Artikel Terkait