Kesehatan

23 Januari 2021

Benarkah Ada Cara Memperbesar Penis? Ini Fakta Medisnya!

Ternyata hampir semua cara ini tidak efektif dan tidak aman.
placeholder
placeholder
Artikel ditulis oleh Rizky
Disunting oleh Ikhda Rizky Nurbayu

Di internet, iklan mengenai produk atau prosedur pembesar penis pasti sudah tak asing lagi. Sejumlah besar pompa, pil, olahraga khusus bahkan pembedahan mengklaim bisa menjadi cara memperbesar penis dan membuatnya lebih panjang.

Namun, apakah Dads tahu bahwa sejauh ini hanya ada sedikit bukti ilmiah mengenai metode non-bedah untuk memperbesar. Artinya, iklan mengenai cara memperbesar alami ini belum terbukti efektif, dan juga belum tentu aman untuk dilakukan. Sejauh ini pun tidak ada organisasi medis terkemuka yang mendukung operasi penis hanya untuk alasan kosmetik.

Sebagian besar teknik yang Dads lihat diiklankan tidak efektif, dan bahkan beberapa dapat merusak penis. Jadi, sebaiknya Dads pikirkan dua kali sebelum mencoba salah satu dari produk atau prosedur memperbesar penis yang ditawarkan.

Dalam budaya di mana maskulinitas sering diukur dalam ukuran penis, keinginan untuk memiliki penis yang lebih panjang, lebih penuh, dan lebih keras adalah sesuatu yang diinginkan banyak pria. Namun sayangnya ini tidak benar-benar bisa dicapai. Namun, sejumlah teknik peningkatan bisa membantu, namun pada kenyataannya, menyebabkan perubahan pada penis yang biasanya bukan yang diinginkan pria.

Berikut ini ulasan mengenai fakta-fakta seputar cara memperbesar penis alami atau semacamnya. Dengan begini, Dads bisa mendapatkan informasi yang lengkap sebelum memutuskan untuk mencobanya.

Baca Juga: Yuk, Ketahui Lebih Dalam tentang Organ Reproduksi Pria dan Fungsinya!

Berbagai Cara Memperbesar Penis

Berbagai Cara Memperbesar Penis

Foto: Orami Photo Stock

Mengutip Mayo Clinic, kebanyakan metode pembesaran penis yang diiklankan tidak efektif, dan beberapa dapat menyebabkan kerusakan permanen pada penis. Namun, berikut adalah beberapa produk dan teknik yang paling banyak dipromosikan dan sebaiknya Dads ketahui lebih dalam agar terhindar dari efek samping yang tidak diinginkan.

1. Pil dan Losion

Produk ini biasanya mengandung vitamin, mineral, herbal atau hormon yang diklaim oleh produsen dapat memperbesar penis. Tidak satu pun dari produk ini yang terbukti berhasil, dan beberapa mungkin berbahaya.

2. Pompa Vakum

Pompa ini akan bekerja dengan menarik darah ke penis, membuatnya membengkak. Namun produk ini lebih sering digunakan untuk mengobati disfungsi ereksi. Pompa vakum dapat membuat penis terlihat lebih besar untuk sementara waktu. Namun,menggunakannya terlalu sering atau terlalu lama dapat merusak jaringan elastis di penis, menyebabkan ereksi kurang kuat.

3. Olahraga Tertentu

Kadang-kadang disebut jelqing, latihan ini menggunakan gerakan tangan di atas tangan untuk mendorong darah dari pangkal ke kepala penis. Meskipun teknik ini tampak lebih aman daripada metode lain, tidak ada bukti ilmiah bahwa teknik ini berhasil, dan dapat menyebabkan pembentukan bekas luka, nyeri, dan cacat.

4. Peregangan

Peregangan melibatkan pemasangan alat tandu atau extender yang juga disebut sebagai alat traksi penis. Alat ini akan memberikan ketegangan yang lembut. Beberapa penelitian kecil telah melaporkan peningkatan panjang sekitar 1 hingga 3 sentimeter dengan perangkat ini. Namun, diperlukan penelitian yang lebih besar dan lebih teliti untuk menetapkan keamanan dan efektivitasnya

5. Melatih Otot Penis Supaya Lebih Besar

Penis bisa membesar dan mengeras, ada sebagian yang percaya bahwa otot tersebut bisa dipompa seperti bisep. Alhasil, banyak yang percaya bahwa dengan semakin banyak memompa, maka akan semakin besar hasilnya.

Ini mungkin masuk akal jika penis adalah otot, tetapi sayangnya penis bukanlah otot lengan Mengutip artikel dari Very Well Health berjudul The Anatomy of the Penis, secara anatomis, penis manusia terdiri dari tiga kolom jaringan.

Ada dua kolom jaringan ereksi (dikenal sebagai corpora cavernosa) dan kolom lain dari jaringan spons (disebut korpus spongiosum) yang menjaga uretra terbuka setiap kali penis ereksi.

Corpora cavernosa diisi dengan banyak pembuluh kecil yang terisi dengan darah selama ereksi. Dalam keadaan membesar inilah penis menjadi lebih keras dan lebih panjang.

Tidak ada otot yang terlibat selain otot sfingter luar di pangkal penis yang membantu ejakulasi dan dapat digunakan juga untuk mengontrol aliran urin. Karena tidak ada otot yang terlibat, maka tidak ada latihan yang dapat membangun lingkar atau panjang penis.

Baca Juga: Serba Serbi Penyakit Peyronie, Penyebab Penis Bengkok pada Pria

6. Pembedahan

Permintaan untuk operasi pembesaran penis jarang terjadi. Pembedahan biasanya dilakukan hanya untuk pria yang penisnya tidak berfungsi normal karena cacat lahir atau cedera.

Mengutip Journal of Translational Andrology and Urology, meskipun beberapa ahli bedah menawarkan pembesaran penis kosmetik dengan menggunakan berbagai teknik, metode ini masih kontroversial dan dianggap oleh banyak orang tidak perlu dan dalam beberapa kasus berbahaya secara permanen.

Operasi ini harus dianggap eksperimental. Tidak ada cukup penelitian tentang operasi pembesaran penis untuk memberikan gambaran yang akurat tentang risiko dan manfaatnya.

Prosedur pembedahan yang paling banyak digunakan untuk memanjangkan penis melibatkan pemutusan ligamen suspensori yang menempelkan penis ke tulang kemaluan dan memindahkan kulit dari perut ke batang penis.

Saat ligamen ini dipotong, penis tampak lebih panjang karena lebih banyak yang menggantung. Namun, memotong ligamen suspensori dapat menyebabkan penis yang ereksi menjadi tidak stabil. Memutus ligamen suspensori kadang-kadang dikombinasikan dengan prosedur lain, seperti menghilangkan lemak berlebih di tulang kemaluan.

Prosedur untuk membuat penis lebih tebal melibatkan pengambilan lemak dari bagian tubuh yang berdaging dan menyuntikkannya ke batang penis. Hasilnya mungkin mengecewakan, karena beberapa lemak yang disuntikkan dapat diserap kembali oleh tubuh. Kemudian hal ini dapat menyebabkan penis bengkok atau asimetri dan penis tampak tidak teratur.

Teknik lain untuk menambah lebar adalah mencangkok jaringan ke batang penis. Tidak satu pun dari prosedur ini yang terbukti aman atau efektif dan bahkan dapat memengaruhi potensi dan kemampuan Dads untuk mendapatkan ereksi.

7. Menurunkan Berat Badan

Ini mungkin menjadi satu-satunya metode yang aman dan efektif sebagai cara memperbesar penis alami. Jennifer Berman, MD, seorang ahli urologi di Beverly Hills dan rekan penulis Secrets of the Sexually Satisfied Woman mengatakan bahwa banyak pria yang mengira bahwa mereka memiliki penis kecil akibat mengalami kelebihan berat badan.

Menurunkan berat badan akan mengungkap lebih banyak batang tersembunyi yang terkubur di bawah lemak perut. Sebetulnya ini tidak benar-benar menambah ukuran, tetapi mungkin efeknya seperti memperbesarkannya.

Untuk Dads yang lebih suka menjalani prosedur bedah daripada makan lebih sedikit, sedot lemak pada bantalan lemak di sekitar penis mungkin berhasil. Namun, efeknya tidak permanen. Jika Dads tidak mengubah kebiasaan makan, penis akan kembali tenggelam ke dalam perut dan tumpukan lemak.

Baca Juga: Mengenal Varikokel, Faktor Risiko Infertilitas Pria!

Waspadai Risiko Kerusakan Penis

Waspadai Risiko Kerusakan Penis

Foto: Orami Photo Stock

Ada pria yang akan berusaha keras untuk mencari cara membesarkan penis alami. Namun beberapa pria akan beralih ke pompa vakum yang sebenarnya dapat menyebabkan perubahan signifikan pada penis setelah penggunaan sehari-hari yang ekstensif (biasanya setelah satu tahun atau lebih). Namun, meskipun ketebalannya mungkin lebih tebal, perubahannya bukan karena pertumbuhan jaringan tetapi kerusakan jaringan.

Saat digunakan secara berlebihan atau tidak tepat, pompa vakum akan menyebabkan pembuluh darah kecil di penis membengkak dan pecah. Hal ini dapat menyebabkan perdarahan dari uretra, memar, dan pecahnya pembuluh darah permukaan.

Seiring waktu, praktik tersebut akan menghasilkan lapisan demi lapisan jaringan parut (dikenal sebagai fibrosis). Meskipun ketebalan yang dihasilkan mungkin mengesankan, teksturnya akan lebih kenyal dan tidak keras.

Bahkan setelah memompa, pria tersebut mungkin tidak dapat mempertahankan ereksi atau tidak bisa melakukan hubungan seksual karena tekstur kulit yang lunak cenderung mengganggu hubungan seksual daripada meningkatkannya. Pada akhirnya, satu hal yang tidak akan bertambah adalah panjangnya.

Pria lain telah melakukan teknik yang lebih invasif seperti suntikan silikon, yang dapat membentuk benjolan yang tidak rata dan tidak sedap dipandang, sementara ada juga yang telah menjalani operasi untuk memotong ligamen suspensori yang menempelkan penis ke tulang panggul.

Baca Juga: Benarkah Ukuran Penis dan Peluang Kehamilan Saling Berkaitan?

Menerima Tubuh Apa Adanya Bisa Jadi Kuncinya

Menerima Tubuh Apa Adanya Bisa Jadi Kuncinya

Foto: Orami Photo Stock

Ketakutan bahwa penis terlihat terlalu kecil untuk memuaskan pasangan saat berhubungan seks adalah hal biasa. Namun, mengutip penelitian dari Journal of Obsessive-Compulsive and Related Disorders, kebanyakan pria yang menganggap penis mereka terlalu kecil sebenarnya memiliki ukuran penis yang normal.

Demikian pula, penelitian menunjukkan bahwa banyak pria memiliki gagasan berlebihan tentang apa yang dimaksud dengan ukuran penis "normal". Panjang penis yang tidak ereksi tidak secara konsisten memprediksi panjang penis saat ereksi. Jika penis sekitar 13 cm atau lebih panjang saat ereksi, itu adalah ukuran normal. Sebuah penis dianggap sangat kecil hanya jika ukurannya kurang dari 7,5 cm saat ereksi, dan ini adalah kondisi yang disebut mikropenis.

Banyak pedagang produk dan jasa pembesar penis ingin agar Dads percaya bahwa pasangan sangat peduli dengan ukuran penis. Jika Dads khawatir, bicaralah dengan pasangan akan hal ini. Ingatlah bahwa memahami kebutuhan dan keinginan pasangan lebih bisa meningkatkan hubungan seksual daripada mengubah ukuran penis.

Baca Juga: Apa Saja Penyebab Pria Sulit Ereksi?

Beberapa Hal yang Mungkin Bisa Membantu

Beberapa Hal yang Mungkin Bisa Membantu

Foto: Orami Photo Stock

Meskipun tidak ada jaminan cara yang aman dan efektif untuk memperbesar penis, ada beberapa hal yang dapat Dads lakukan jika mengkhawatirkan ukuran penis. Caranya antara lain:

1. Berkomunikasi dengan Pasangan

Mungkin sulit untuk menghentikan kebiasaan lama atau mendiskusikan preferensi seksual dengan pasangan. Namun dengan semakin banyak komunikasi maka Dads mungkin akan terkejut dengan efek saling keterbukaan ini dalam kehidupan seks.

2. Jaga Kesehatan dan Hilangkan Lemak Perut

Jika Dads kelebihan berat badan dan memiliki perut yang besar, penis mungkin tampak lebih pendek dari yang sebenarnya. Olahraga teratur bisa membuat perbedaan besar. Aktivitas fisik yang lebih baik tidak hanya membuat penis tampak besar, tetapi juga dapat meningkatkan kekuatan dan daya tahan saat berhubungan seks.

3. Bicaralah dengan Dokter

Jika merasa tidak senang dengan ukuran penis, seorang konselor bersertifikat, psikolog, psikiater atau dokter spesialis keluarga mungkin dapat membantu. Banyak pria merasa lebih baik dengan kepastian bahwa mereka "normal" atau dengan nasihat tentang cara lebih memuaskan pasangan mereka tanpa menggunakan metode yang tidak aman untuk memperbesar penis.

Itulah fakta medis mengenai cara memperbesar penis alami atau dengan bantuan produk tertentu. Ingat, memiliki penis yang kecil bukanlah halangan agar Dads dan pasangan mendapatkan kebahagiaan rumah tangga, karena pada dasarnya kalian menikah bukan hanya untuk seks semata bukan?

Produk Rekomendasi

TOOLS PARENTING

Komentar

Yuk, ngobrol dan sharing pendapat dengan moms lainnya.

member-image

Beri Komentar...

Artikel Terkait