Home & Living

6 Juli 2021

Ini 10 Cara Menanam Selada Hidroponik dan Menggunakan Polybag

Cara menanam selada bisa dilakukan dengan cara hidroponik dan memanfaatkan polybag
placeholder
placeholder
Artikel ditulis oleh Floria Zulvi
Disunting oleh Adeline Wahyu

Cara menanam selada bisa dibilang susah-susah mudah. Cara menanam selada pun bisa dilakukan dengan dua cara yakni secara hidroponik dan menggunakan polybag.

Menanam selada memang bisa digunakan di dataran rendah bahkan menengah. Hal tersebut dikarenakan seiring dengan berkembangnya teknologi pertanian semakin banyak cara untuk melakukan budidaya selada.

Cara menanam selada pun perlu untuk diketahui jika Moms ingin membuat usaha sayur mayur. Atau untuk Moms yang ingin memanen sendiri hasil selada untuk dikonsumsi oleh keluarga, cara menanam selada yang benar pun patut untuk dipelajari nih!

Nah jangan sampai nggak tahu Mom, bergini cara menanam selada secara hidroponik dan memanfaatkan polybag!

Baca Juga: Yuk Berkebun! Begini Cara Menanam Cabai Sendiri di Rumah

Cara Menanam Selada Hidroponik

Cara Menanam Selada

Foto: freepik.com

Cara menanam selada bisa dilakukan secara hidroponik lho, Moms! Cara menanam jenis ini cocok untuk Moms yang memiliki pekarangan yang tak cukup luas.

Pada umumnya, ada 3 tahap yang perlu diperhatikan saat menanam selada secara hidroponik yakni, penyemaian, penanaman, perawatan dan masa panen.

Yuk ketahui cara menanam selada hidroponik yang benar berikut ini!

Baca Juga: Moms Suka Bunga Krisan? Yuk Ikuti Cara Menanam Bunga Krisan Berikut!

1. Persiapan

Cara menanam selada yang pertama adalah dengan memilih benih dengan varietas terbaik. Ada beberapa jenis benih selada yang bisa ditanam di dataran yang rendah, menengah dan juga tinggi.

Ada juga benih selada yang cocok untuk di tanam di kondisi tanah menengah dan juga rendah.

Jadi, persiapan benih harus dilakukan dengan memilih benih yang cocok untuk ditanam di jenis dataran yang Moms miliki ya. Hal ini berguna agar Moms bisa mendapatkan hasil yang baik.

Dilansir dari budidaya.id, selain benih, peralatan lain yang perlu dipersiapkan adalah peralatan untuk hidroponik. Peralatan yang perlu disiapkan adalah nutrisi, netpon, paralon dan lain sebagainya.

Baca Juga: Cara Menanam Avokad dari Biji dan Langkah Merawatnya dengan Benar

2. Penyemaian

Dalam menyemai, pilihlah beberapa benih untuk disemai. Jumlahnya sendiri tergantung dengan kapasitas produksi yang Moms miliki.

Jika Moms ingin menanam sekitar 30 benih. Nah, jika Moms ingin menanam dalam jumlah 30, maka dalam penyemaian Moms bisa menanam sekitar 40 benih.

Beberapa alat yang bisa menjadi bahan penyemaian selada hidroponik adalah;

  • Wadah/mangkuk berukuran sekitar 10 x 10 cm.
  • Nampan/baki/tray semai
  • Rockwool
  • Tusuk gigi
  • Pinset
  • Air
  • Benih selada

Baca Juga: 3+ Pilihan Tanaman Hidroponik Rumahan Terbaik, Ada Bayam dan Selada!

Tahap yang perlu Moms lakukan dalam melakukan cara menanam selada hidroponik adalah;

  1. Ambilah wadah atau mangkuk kecil
  2. Selanjutnya, isilah wadah atau mangkuk tersebut dengan air biasa. Moms bisa gunakan air sumur, air tanah, atau air PAM sebanyak 3/4 dari wadah
  3. Jika sudah, masukkanlah benih selada di dalam wadah atau mangkuk yang sudah berisikan air tersebut
  4. Tunggulah selama 12 hingga 24 jam ya, Moms!
  5. Setelah menunggu 12 hingga 24 jam, benih akan pecah.
  6. Jika benih sudah pecah atau sprout, ambil dan irislah rockwool. Irisan rockwool dengan ukuran 2,5 x 2,5 x 2,5 cm dan lubangi sekitar 1 cm menggunakan tusuk gigi
  7. Selanjunya, letakkanlah rockwool pada baki yang sudah disiapkan. Lalu, masukkanlah benih selada yang sudah akan pecah tersebut pada rockwool
  8. Basahilah rockwool dengan air biasa dalam kondisi lembap. Jadi jangan sampai terlalu basah dan jangan terlalu kering ya, Moms!
  9. Letakkan rockwool di tempat yang terkena paparan sinar matahari
  10. Tunggulah sampai benih tersebut berkembang dan memiliki daun dengan jumlah lebih dari 3. Biasanya tahapan ini berlangsung selama 10 hari.

Baca Juga: Susah Tidur? Hadirkan 5 Tanaman Ini Di Kamar Tidur Agar Bisa Tidur Nyenyak

Nah, hal yang perlu diperhatikan pada proses penyemaian adalah keadaan air pada baki dan kelembapan rockwool. Jika kelembapan kurang, maka silakan tambahkan air ya, Moms!

Jika setelah 10 hari selada tidak tumbuh sebagaimana benih yang lain, Moms cukup memindahtanamkan selada yang yelah memiliki daun lebih dari dua.

Bila ada yang kurang sebaiknya tak dipindahtanamkan ya, Moms. Eliminasi saja benih tersebut. Hal ini bisa dikarenakan benih tak sebagus yang lainnya.

Menanam benih lebih dimaksudkan jika hal ini terjadi ya, Moms!

Nah, Moms menjelang 10 hari benih dipindahtanamkan, Moms bisa mulai instalasi sistem hidroponiknya, nih!

Biasanya sistem hidroponiknya menggunakan NFT atau Nutrient Film Technique.

Baca Juga: 9 Jenis Tanaman Hias yang Mudah Dirawat Bagi Pemula Sekalipun

3. Pemindahan ke NFT

Setelah benih mencapai 10 haru, nah ini saatnya memindahkan ke sistem hidroponik NFT nih, Moms! Begini caranya

  • Pisahkan masing-masing rockwool
  • Masukkkan rockwool pada netpot alias gelas mineral jika menggunakan sistem wick yang lebih sederhana
  • Untuk sistem wick, pastikan rockwool menyentuh kain flanelnya ya, Moms!
  • Isi bak sistem hidroponik dengan nutrisi 500ppm. Jumlah ini setara degan 2,5 nutrisi A dan B dengan1 liter Air, Moms. Perhatankan nilai ini hingga 12 HST alias harus setelah tanam atau pemindahan ke sistem hidroponik
  • Setelah 12 HST naikkan kadar kepekatan jadi 1000 ppm
  • Nah, setelah memilih 20 HST naikkan kdar kepekatan menjadi 1200. Jaga nilai ini hingga masa panen tiba.

Baca Juga: 6 Cara Menanam Mawar di Rumah Supaya Kebun Tampak Cantik

4. Perawatan

3+ Pilihan Tanaman Hidroponik Rumahan Terbaik, Ada Bayam dan Selada!

Foto: Orami Photo Stock

Lakukanlah pengecekah harian untuk selada atau setidaknya 2 hari sekali. Pengecekan biasanya dilakukan dengan melihat kadar ppm air nutrisi, kebersihan bak nutrisi dan pertumbuhan dari akar.

Nah Moms cukup memerhatikan perkembangan fisik tanaman dan memastikan nutrisi selada cukup. Sebagai contoh, jika ada daun yang menguning, Moms perlu memotongnya.

Tujuan memotong daun selada yang menguning adalah agar penyakit tersebut tak menjalar ke bagian tanaman yang lain.

5. Saatnya Panen!

Selada memerlukan 30 hingga 40 hari untuk panen. Nah ini adalah waktu yang Moms tunggu untuk menikmati hasil kerja keras.

Jika proses penanaman selada melewati masa 30 - 40 HST biasanya rasa seladanya akan pahit.

Baca Juga: Mencegah Cacingan, 1 dari 7 Manfaat Bayam untuk Balita

Cara Menanam Selada di Polybag

cara menanam selada

Foto: freepik.com

Cara menanam selada dengan polybag sebenarnya hampir mirip dengan cara menanam selada dengan hidroponik.

Benih selada dibiarkan di dalam air hingga hampir pecah untuk kemudian dipindahtanamkan. Ini langkahnya!

6. Menyiapkan Media Tanam

Media tanam yang Moms bisa pilih adalah polybag atau tanah gembur, dan bisa juga sekam padai.

Untuk menyemaikan bibit tanaman, campurkanlah tanah, sekam padi, pupuk kandang menjadi satu dengan perbadningan tanah yang lebih banyak.

Setelah itu, tarulah seluruh media tanam pada polybag atau pot. Buat lubang sedalam 2 cm untuk memasukan benih ke dalamnya.

Bibit biasanya akan tumbuh dalam beberapa hari. Biarkan saja selama dua pekan lebih. Karena akan ada daun sebanyak 4-5 helai.

Baca Juga: Jangan Dibuang! Sampah Sayuran Ini Bisa Ditanam Lagi

7. Mengolah Lahan Tanam

Moms bisa mempersiapkan lahan tanaman lanjutan jika ingin memindahkannya ke tanah terbuka.

Nah, jika tidak, Moms bisa meneruskan untuk menanamnya di dalam pot atau polybag hingga selada akhirnya bisa dipanen.

8. Merawat Tanaman Selada di Polybag

Agar selada bisa tumbuh dan berkembang dengan baik, Moms memang perlu melakukan perawatan yang rutin.

Jangan lupa untuk mengecek tanah, pupuk, dan juga air ya, Moms!

9. Siram Selada Secara Teratur

cara menanam selada

Foto: freepik.com

Tanaman membutuhkan air yang cukup untuk hidup dan berkembang. Moms bisa menyiramnya dengan teratur pada pagi dan siang hari.

Ketika turun hujan, jangan lupa untuk mengurangi frekuensi penyiraman. Kendati demikian, tetap usahakan untuk menjaga kelembapan tanah.

Area di sekitar tanaman selada pun perlu diperhatikan agar tidak ada genangan air pada tanaman selada.

Ketika merawat tanaman selada dan ingin menyiramnya, pastikan tidak ada tanaman liar lain yang tumbuh di sekitar tanaman selada ya, Moms.

Dengan adanya tanaman liar lain yang tumbuh di sekitar selada, hal tersebut bisa membuat selada menjadi sulit untuk tumbuh dengan sempurna.

10. Memanen Selada

Setelah tanaman selada mencapai usia 40 hingga 50 hari usai bibit selada disemaikan, tanaman siap untuk dipanen. Ketika mencabut tanaman, lakukanlah dengan perlahan ya, Moms!

Nah itu dia Moms cara menanam selada dengan cara hidroponik dan memanfaatkan polybag. Selamat mencoba!

Produk Rekomendasi

TOOLS PARENTING

Komentar

Yuk, ngobrol dan sharing pendapat dengan moms lainnya.

member-image

Beri Komentar...

Artikel Terkait