Rupa-rupa

25 Mei 2021

6 Cara Menanam Singkong Agar Hasil Memuaskan, Bisa Dicoba di Rumah Moms!

Pemilihan benih yang baik akan sangat mempengaruhi hasil panen.
placeholder

Foto: shutterstock.com

placeholder
Artikel ditulis oleh Defara Millenia
Disunting oleh Karla Farhana

Singkong merupakan salah satu makanan yang banyak disukai orang. Selain itu, singkong juga sebagai bahan baku tepung tapioka sehingga tak jarang banyak orang yang ingin mengetahui cara menanam singkong.

Cara menanam singkong bisa dilakukan sepanjang waktu di Indonesia baik di musim hujan maupun musim kemarau. Hanya saja kualitas rasa singkong lebih baik ketika ditanakan di akhir musim hujan dan dipanen di musim kemarau.

Rata-rata petani di Indonesia mulai melakukan cara menanam singkong di bulan Februari-Maret agar mendapatkan singkong yang berkualitas dari segi bentuk hingga rasa.

Jika Moms memiliki lahan, tak ada salahnya mempraktikkan cara menanam singkong di rumah. Singkong memiliki banyak manfaat mulai dari daunnya yang bisa dijadikan lalapan hingga umbinya yang bisa dijadikan keripik.

Moms penasaran cara menanam singkong yang baik dan benar? Yuk kita simak.

Baca Juga: 6 Cara Menanam Mawar di Rumah Supaya Kebun Tampak Cantik

Manfaat Singkong bagi Kesehatan

manfaat-singkong.jpg

Foto: Orami Photo Stock

Sebelum mengetahui cara menanam singkong, tak ada salahnya Moms mengetahui beragam manfaat yang ada pada singkong.

Meski terkesan makanan murah, singkong memiliki banyak nutrisi yang bermanfaat bagi kesehatan tubuh.

  • Sumber vitamin dan mineral. Akar singkong merupakan sumber mineral dan vitamin yang sangat baik seperti mangan, kalsium, fosfor, kalium, dan zat besi. Vitamin dan mineral ini penting untuk perkembangan tubuh yang sehat.
  • Kaya serat dan serat makanan. Jika Moms ingin mencegah sembelit, makan lebih banyak singkong. Serat dan serat makanan dalam singkong membantu melegakan usus dan mencegah sembelit.
  • Menyediakan energi. Singkong yang tinggi kandungan karbohidrat bisa memberikan banyak energi untuk tubuh.
  • Membantu menurunkan berat badan. Makan singkong dapat mengisi perut dengan sangat mudah. Hasilnya, ini adalah diet yang membantu dalam program manajemen berat badan.
  • Mencegah kanker. Makan singkong secara teratur mencegah seseorang dari berbagai jenis kanker.
  • Meningkatkan pencernaan. Kehadiran serat tinggi dan serat makanan dalam singkong meningkatkan sistem pencernaan yang baik.

Baca Juga: Berikut Cara Menanam Tomat yang Mudah Dilakukan di Rumah

Cara Menanam Singkong

Singkong biasa disajikan dalam berbagai bentuk olahan masakan, misalnya keripik, kolak, dan digoreng.

Indonesia yang beriklim tropis sangat cocok untuk budidaya singkong. Selain itu, singkong termasuk tanaman budidaya yang mudah ditanam dan tahan terhadap kekeringan.

Singkong dapat diperbanyak secara generatif maupun vegetatif.

Berikut langkah-langkah cara menanam singkong yang baik dan terhindar dari hama:

1. Persiapan Lahan

lahan singkong.jpg

Foto: globaltrademag.com

Cara menanam singkong yang pertama adalah siapkan lahan. Menanam singkong sangat penting untuk memilih tanah subur yang dikeringkan dengan baik.

Untuk menghasilkan singkong yang besar, tanaman harus memiliki ruang untuk menumbuhkan akar. Oleh karena itu, dalam penyiapan lahan tanam harus diperhatikan luas lahan.

Ketika mengerjakan pengolahan tanah sebaiknya dilakukan saat tanah tidak dalam keadaan becek agar struktur tanah tidak rusak. Pengolahan tanah bisa dibajak menggunakan traktor atau dicangkul 1-2 kali sedalam kurang lebih 20 cm.

Ratakan tanah, lalu dibuat guludan dan juga buat saluran drainase sehingga singkong dapat siap ditanami.

Lahan yang telah digemburi dapat ditaburi pupuk kandang untuk menambah unsur hara tanah dan menjadi unsur hara bagi tanaman agar tumbuh subur. Tambahkan kapur jika tanah asam, karena singkong akan tumbuh baik pada derajat keasaman tanah netral (pH: 5-8).

Baca Juga: 6 Cara Menanam Mawar di Rumah Supaya Kebun Tampak Cantik

2. Persiapan Bibit

bibit singkong.jpg

Foto: 123rf.com

Cara menanam singkong selanjutnya adalah tentukan bibit yang akan dibudidayakan.

Moms dapat melakukan dengan memotong batang singkong menjadi beberapa bagian dengan panjang sekitar 20 cm. Batang singkong bisa dipotong lurus juga bisa dipotong miring.

3. Penanaman Bibit

menanam singkong.jpg

Foto: depositphotos.com

Cara menanam singkong berikutnya adalah penanam bibit. Pada tahap ini ada beberapa hal yang harus Moms perhatikan agar singkong berkembang dengan sempurna.

Bibit yang sudah dipotong dapat langsung ditanam ke lahan pertanian dengan jarak tanam bibit singkong 60 cm x 80 cm (bibit 60cm dengan bibit lain: jarak antar jalur / kolom 80cm).

Kuantitas penanaman singkong yang dianjurkan untuk 1 ha adalah 60 ikat batang singkong.

Dalam menanam bibit singkong yang harus diperhatikan adalah arah tunasnya, jangan sampai terbalik. Moms bisa melihat arah pucuk di dekat tonjolan daun singkong yang lepas.

Pada posisinya dapat terlihat tunas anak (sering disebut mata). Pastikan tunas anak menghadap ke atas, agar tidak tumbuh terbalik.

Penanaman stek singkong secara vertikal tidak dianjurkan karena metode ini mendorong pengeringan stek dan biasanya perkembangan dan pembentukan akar yang buruk.

Metode terbaik yang direkomendasikan adalah miring atau horizontal. Dengan metode ini, dua pertiga dari stek ditanam dan ditanam pada sudut miring sekitar 450 derajat.

Baca Juga: 11 Manfaat Kulit Singkong untuk Kecantikan hingga Alternatif Ramah Lingkungan

4. Perawatan Tanaman Singkong

perawatan tanaman singkong.jpg

Foto: depositphotos.com

Tanaman singkong sebaiknya dirawat agar memperoleh singkong yang berkualitas.

Cara melakukan pemeliharaan tanaman singkong dengan pemupukan pada 3 minggu-4 minggu terlebih dahulu atau setelah tanaman singkong telah mengeluarkan tunas dengan daun sekitar 5-7 helai.

Lakukan pemupukan dengan menggunakan pupuk kimia (Urue, TSP, KCl) dengan takaran disesuaikan dengan petunjuk yang tertera di karung pupuk.

Selain pemupukan, lakukan juga penyiangan atau pembersihan gulma dan gulma yang mengganggu. Gulma harus dikendalikan selama 8 sampai 12 minggu pertama sejak tanam

Lakukan penyulaman pada bibit yang tidak tumbuh dan roboh. Pemupukan juga bisa dilakukan pada bulan ke-5 tanam agar singkong lebih besar saat dipanen. Tapi biasanya hanya menggunakan urea saja.

Perawatan tanaman singkong yang baik harus mencakup penggunaan pupuk lepas lambat di musim semi. Jaga agar tanaman tetap lembap.

Baca Juga: Simak Cara Menanam Strawberry Sendiri di Rumah, Mudah!

Singkong membutuhkan suhu antara 21 C sampai 35 C, curah hujan 1500 mm sampai diatas 2000. Jenis varietas yang akan ditanam sangat bergantung pada intensitas dan lamanya curah hujan di lokasi tertentu.

Hama serangga yang umum pada ubi kayu adalah belalang beraneka ragam, tikus, pemotong rumput, semut, dan rayap putih. Untuk hama serangga gunakan insektisida yang dianjurkan selain perawatan benih (pemotongan). Beberapa insektisida yang dapat Moms gunakan.

5. Pemanenan Singkong

tanaman singkong.jpg

Foto: freepik.com

Cara menanam singkong selanjutnya adalah pemanenan singkong.

Tanaman singkong umumnya bisa dipanen sekitar 7-8 bulan masa tanam. Namun seiring dengan meningkatnya teknologi yang dapat menghasilkan varietas baru, terdapat singkong yang dapat dipanen pada bulan ke-5 tanam.

Ciri-ciri tanaman singkong yang siap dipanen adalah daunnya sudah mulai sedikit karena rontok, singkong berukuran besar (terlihat dengan menggali tanah).

Lakukan pemanenan dengan mencabut singkong secara manual, tanah yang gembur tentunya akan membantu mengurangi singkong yang tertinggal saat dicabut.

Singkong bisa dipanen secara bersamaan. Pisahkan singkong dari pohonnya dengan cara memotong dengan parang pada bagian pangkal singkong (jangan sampai terkena singkong ya Moms).

Kualitas batang singkong saat pemanenan tergantung pada:

  • Umur batang. Stek terbaik untuk ditanam diperoleh dari tanaman berumur 6 12 bulan.
  • Tebal. Diameter empulur yang dianjurkan sama dengan atau kurang dari 50% batang.
  • Kesehatan Batang. Pastikan batang sehat dan tumbuh serta berkembang dengan baik.
  • Jumlah Simpul. Potong batang sedemikian rupa sehingga setiap pemotongan memiliki sekitar 5-7 simpul.
  • Porsi Batang. Bagian tengah membentuk lebih baik daripada bagian ujung dan basal.

Baca Juga: Ini Dia 5 Resep Sayur Daun Singkong Sederhana yang Wajib Dicoba!

6. Setelah Panen

Cara menanam singkong terakhir adalah membersihkan lahan.

Kumpulkan semua batang singkong yang tersisa untuk membersihkan lahan agar dapat ditanam kembali. Sisa batang singkong ini dapat dimanfaatkan sebagai bibit untuk ditanam selanjutnya atau dibakar di lahan pertanian atau kebun untuk dijadikan pupuk.

Selain itu, umbi singkong cepat busuk setelah dipanen karena tidak dapat disimpan dengan baik setelah dicabut. Moms harus segera menutupi akar singkong dengan karung goni dan siram air di atasnya agar tetap lembap dan simpan selama 2-4 hari sebelum diolah.

Akar singkong yang disimpan lebih lama dari periode ini tidak menghasilkan produk yang berkualitas baik karena terdapat bistik hitam yang terbentuk di dalam akarnya.

Moms itulah beberapa cara menanam singkong yang benar agar menghasilkan singkong yang banyak dan berkualitas. Selamat mencoba ya Moms!

  • https://steemit.com/farms/@gidolee/how-to-start-a-cassava-farm
  • https://steemit.com/ecotrain/@munizarjuve/how-to-plant-cassava-to-much-fruit
  • https://steemkr.com/food/@factism/steemit-agriculture-crop-production
  • https://agro4africa.com/cassava-farming-process/
Produk Rekomendasi

TOOLS PARENTING

Komentar

Yuk, ngobrol dan sharing pendapat dengan moms lainnya.

member-image

Beri Komentar...

Artikel Terkait