Kesehatan

10 Juni 2021

Varises: Penyebab, Gejala, Cara Pengobatan dan Pencegahan

Jika tidak segera ditangani, varises bisa menimbulkan perdarahan spontan
placeholder
placeholder
Artikel ditulis oleh Floria Zulvi
Disunting oleh Karla Farhana

Varises sepertinya sudah tidak asing lagi di telinga. Bahkan ada orang terdekat atau Moms sendiri mungkin mengalaminya.

Sayangnya, varises kerap kali dianggap angin lalu dan tidak ditangani dengan baik. Padahal, jika tidak segera ditangani, penyakit ini bisa memberikan dampak negatif pada organ tubuh lain lho, Moms.

Dokter Spesialis Bedah Toraks & Kardiovaskuler RS Pondok Indah dr. Achmad Faisal Sp.BTKV (K) mengatakan, varises atau varikosis adalah kelainan pada pembuluh darah vena yang bengkak atau membesar pada tungkai, disebabkan oleh kegagalan atau kerusakan katup dalam vena.

Varises dan vena laba-laba (spider veins) dapat ditemukan pada 35% wanita dan 20% pria di atas usia 20 tahun. Terutama pasien dengan riwayat berdiri terlalu lama saat bekerja dan kehamilan (terutama kehamilan kembar), yang menyebabkan stres signifikan pada pembuluh darah kaki, sehingga menyebabkan kegagalan atau kerusakan pada katup-katup vena.

Baca Juga: Begini Cara Mencegah Varises Saat Hamil yang Mudah Dilakukan

Sementara itu, dilansir dari sebuah jurnal yang berjudul Consensus for the Treatment of Varicose Vein with Radiofrequency Ablation, varises sangat umum terjadi. Di Negara Barat, diperkirakan 23% orang dewasa memiliki kondisi varises dan 6% memiliki penyakit vena kronis yang lebih parah.

Varises vena berbeda dengan varises laba-laba. Vena laba-laba dibentuk oleh pelebaran sekelompok kecil pembuluh darah, terletak dekat dengan permukaan kulit yang paling sering ditemukan pada kaki dan wajah. Tampak seperti kemerahan atau bercabang atau pola sarang laba-laba dan jarang menyebabkan nyeri.

Kondisi yang membuat vena mengeras biasanya terjadi karena beberapa hal, seperti kelainan pembuluh darah (pengerasan), faktor usia, serta duduk atau berdiri yang terlalu lama.

Baca Juga: 17+ Makanan Penyebab Asam Urat, Wajib Dihindari ya Moms!

Penyebab dan Gejala Varises

ce8563fed9a74ab09b7576379625693f th

Photo: Orami Photo Stock

Menurut dr. Achmad, pengerasan vena bisa terjadi karena beberapa hal, seperti kelainan pembuluh darah (pengerasan), faktor usia, serta duduk atau berdiri terlalu lama.

Dilansir dari sebuah jurnal yang diterbitkan oleh National Heart, Lung, and Blood Institute (NIH) menyebutkan bahwa varises adalah sebuah kondisi umum yang disebabkan oleh dinding dan katup vena yang lemah atau rusak.

Kondisi ini pun bisa terbentuk setiap kali tekanan darah di pembuluh darah meningkat. Varises pun bisa terjadi karena kehamilan, sebelit, tumor, dan kelebihan berat badan.

Pada kondisi awal, penderita varises akan mengalami beberapa gejala, seperti merasa pegal-pegal di bagian belakang lutut atau betis, adanya penonjolan pembuluh darah, serta munculnya gambaran seperti sarang laba-laba (spider veins).

Bukan hanya mengganggu penampilan, varises juga ternyata bisa menimbulkan gangguan yang lebih serius.

Darah yang terperangkap di suatu area dapat membeku. Darah beku ini yang akan menyebabkan gangguan organ lain.

dr. Achmad menuturkan, jika terlepas, darah beku itu bisa menimbulkan gangguan pada paru-paru dan jantung.

“Bahkan, varises yang tidak segera ditangani pun dapat menyebabkan perdarahan spontan,” kata dr. Achmad.

Baca Juga: 21+ Fakta Seputar Stretch Mark pada Ibu Hamil, Sudah Tahu?

Penanganan Varises

blondie.ru 649458

Photo: Orami Photo Stock

Secara garis besar, ada dua metode untuk menangani varises: konservatif dan operasi. Penentuan metode mana yang digunakan tergantung pada kondisi varises yang dialami oleh seorang pasien pun akan dibagi sesuai dengan tingkat keparahan yang dialami oleh penderita.

Jika pengobatan yang dilakukan secara konservatif tidak bisa menyembuhkan varises, maka dokter akan menyarankan untuk melakukan tindakan operasi. Yuk, ketahui apa saja prosedur yang bisa dilakukan dari kedua metode pengobatan tersebut!

1. Pengobatan Konservatif

  • Penggunaan stocking khusus untuk varises. Stocking yang ketat akan menimbulkan efek seperti dipijat pada kaki sehingga dapat membantu­ melancarkan peredaran darah.
  • Saat beristirahat, buat posisi kaki agak tinggi untuk membantu aliran darah ke jantung.
  • Hindari pemakaian high-heels. Disarankan menggunakan sepatu dengan jel di bagian solnya karena dapat membantu memompa aliran darah kembali ke jantung.
  • Injeksi sclerosing agent. Tindakan ini dapat dilakukan jika varises terjadi di vena kecil. Gunanya untuk menyumbat aliran darah ke area varises.

Baca Juga: Beda dengan Selulit, Selulitis Berupa Infeksi pada Kulit Anak

2. Operasi

Dalam sepuluh tahun terakhir, pengobatan varises telah berkembang dari operasi besar yang memerlukan rawat inap menjadi tindakan minimal invasive yang bersifat one day care. Pengobatan hanya dilakukan dengan anestesi epidural atau lokal dan Moms dapat keluar rumah sakit sekitar satu hingga dua jam kemudian tanpa banyak bekas luka sayatan.

Tindakan minimal invasive ini dapat membantu mengatasi berbagai macam masalah varises, seperti:

  • Varises pada vena-vena tungkai
  • Vena laba-laba pada tungkai dan dada (spider veins)
  • Vena-vena pada wajah yang tampak kebiruan dan menonjol
  • Vena-vena yang kebiruan pada payudara (blue veins)
  • Tumor pembuluh darah pada lengan atau tungkai (hemangioma)
  • Sindroma Klippel Treanaunay
  • Teknik pengobatan varises
  • Endovenous Laser Treatment (EVLT)

Laser endovenous adalah tindakan minimal invasive klinis yang terbukti sangat efektif dan aman dalam mengobati varises dengan menggunakan laser serat fiber optik, dengan memberikan energi ke dalam vena langsung ke dinding vena sehingga mengakibatkan dinding vena lengket satu sama lain dan varises akan hilang seketika. Keunggulan metode EVLT antara lain:

  • Pengobatan dalam waktu kurang dari satu jam
  • Tingkat keberhasilan hingga 98%
  • Gejala klinis seperti nyeri dan pegal tungkai dapat segera hilang
  • Nyeri saat prosedur tindakan EVLT dan setelahnya sangat minimal
  • Moms dapat segera kembali ke aktivitas sehari-hari
  • Tidak memerlukan anestesi umum atau rawat inap
  • Luka operasi sangat kecil (<0,5 cm) dan tidak terbentuk bekas luka (scar)
  • Injeksi skleroterapi
  • Mini phlebectomy

Baca Juga: Ternyata Ini Penyebab Stretchmark dan 14 Cara Mengatasinya

Injeksi skleroterapi dilakukan di poliklinik. Selama prosedur ini, sebuah jarum yang sangat halus dan biasanya tidak menimbulkan rasa sakit ditempatkan ke dalam vena. Sejumlah kecil cairan sklerotik (aetoxysclerol) disuntikkan ke dalam vena.

Cairan ini menyebabkan iritasi pada lapisan dinding vena yang menyebabkan dinding pembuluh darah lengket satu sama lain sehingga menyebabkan penutupan permanen dari vena. Vena yang tertutup akan diserap oleh tubuh dan biasanya menghilang dalam waktu satu hingga tiga bulan.

Mini phlebectomy adalah metode menghilangkan varises pada permukaan kaki. Hal ini dilakukan di kamar operasi dengan anestesi lokal. Prosedur ini melibatkan pembuatan tusukan kecil atau sayatan langsung di atas varises dan varises pengangkatan.

Sayatan yang sangat kecil tidak memerlukan jahitan. Setelah pengobatan, perban kompresi atau stocking kompresi dipakai untuk mengurangi tekanan dalam pembuluh darah dan untuk mengurangi kemungkinan terbentuknya bekuan darah.

Baca Juga: 9 Cara Menghilangkan Kerutan di Dahi, Salah Satunya Konsumsi Makanan Seimbang!

Pencegahan Varises

comfortable shoes foot care

Photo: Orami Photo Stock

Agar terhindar dari varises, dr. Achmad mengatakan ada beberapa cara yang harus dilakukan, salah satunya dengan menjaga asupan makanan.

Selain itu, ada beberapa kebiasaan yang harus dihindari. Apa saja? Berikut daftarnya!

  • Olahraga teratur untuk meningkatkan sirkulasi dan memperkuat pembuluh darah
  • Menjaga berat badan ideal
  • Hindari kebiasaan menyilangkan kaki saat duduk
  • Tinggikan kaki saat beristirahat atau tidur
  • Usahakan untuk tidak duduk atau berdiri untuk jangka waktu yang lama
  • Memakai stocking dukungan elastis sebanyak yang Moms bisa
  • Hindari memakai pakaian yang ketat dan sepatu hak tinggi
  • Mengonsumsi diet seimbang dengan serat yang cukup dan mengurangi asupan garam

Itulah beberapa hal yang perlu Moms ketahui mengenai varises. Semoga bermanfaat ya Moms! Jangan lupa untuk terus menjaga diri dengan melakukan tindakan pencegahan varises!

  • https://www.nhlbi.nih.gov/health-topics/varicose-veins
  • https://www.ncbi.nlm.nih.gov/pmc/articles/PMC4480318/
Produk Rekomendasi

TOOLS PARENTING

Komentar

Yuk, ngobrol dan sharing pendapat dengan moms lainnya.

member-image

Beri Komentar...

Artikel Terkait