Gratis Ongkir minimum Rp 200.000* Lihat detil

DIREKTORI

Belanja Berdasarkan Kategori :
Belanja Berdasarkan Kategori
DIREKTORI BELANJA
  • Promo & Highlights

  • Kebutuhan Bayi

  • Perlengkapan Bayi

  • Perawatan Pribadi

  • Supermarket

  • Rumah & Dekorasi

  • Kosmetik

  • Alat Kecantikan

  • Pakaian & Aksesoris

  • Kesehatan

  • Mainan & Media

  • Gadget & Elektronik

  • Harga Terbaik
  • Brand Pilihan
  • Promo ANZ 30% Semua produk




Bermain dan Belajar | May 10, 2018

Cara Mengakali Si Kecil Agar Tak Corat-coret Tembok di Rumah

Bagikan


Cara Mengakali Si Kecil Agar Tak Corat-coret Tembok di Rumah

Ketika Si Kecil diberikan kertas dan crayon warna-warni, kita tentu berharap ia akan menggambar di kertas tersebut. Tapi, bagaimana jika ternyata anak malah mencorat-coret tembok sebagai medianya bermain? Ketimbang memarahinya, coba Mom ikuti cara mengakali anak agar tak corat-coret tembok berikut ini. 

Ya, sebagian anak tampak senang dan antusias membuat 'karya' di dinding rumah meski saat mencorat-coret tembok, tentu dilakukan dengan sembunyi-sembunyi. Sepertinya ada kepuasan tersendiri bila ia berhasil ‘melukis’ di dinding.

Baca Juga : Agar Rumah Tak Berantakan, Yuk Ciptakan Tempat Bermain Anak di Rumah!

Terkait hal ini, Becky Bailey, PhD., penulis buku There Be Gotta Be Better Way mengatakan, anak usia balita memang sedang berada pada tahapan perkembangan fisik.

Ia merasa lebih mudah untuk menggambar atau menggerakkan tangan pada area di depan dihadapannya daripada dibawahnya. Inilah posisi yang dirasa lebih nyaman dan memungkinkan ia untuk menggunakan matanya dengan lebih baik. Karena itu, ia merasa lebih menyenangkan ketika mengerjakan ‘proyek seni’ nya dengan mencoret dinding.                                               

Kalau kita perhatikan, ketika belajar TK (Taman Kanak-Kanak), semua anak diharapkan dapat duduk dengan rapi dan menulis/mewarnai di atas kertas yang ditaruh di meja.

Mereka tidak diperbolehkan menulis atau corat-coret di dinding. Padahal, lanjut Bailey, sebaiknya beri anak kesempatan untuk menggambar dan mengeksplorasi seperti yang ia ingin, misalnya corat-coret di tembok.

Baca Juga : 6 Penyebab Anak Suka Marah, Salah Satunya karena Perilaku Orang Tua Juga

Sebenarnya bisa saja kita ‘mengakali’ dengan cara menempelkan lembaran kertas besar ke dinding. Atau, mungkin anak mau mencoba menggambar sambil posisi berbaring atau telungkup, tidak melulu sambil duduk di atas meja.

Nah, Mom pun bisa memberikan beberapa alternatif pilihan seperti itu pada anak saat di rumah. Tujuannya, supaya anak tak sembarang corat-coret, apalagi sasarannya adalah tembok atau dinding rumah.

Baca Juga : 4 Alasan Anak Suka Main Game

Selain itu, ada beberapa yang bisa Mom lakukan, berikut di antaranya:

  1. Jelaskan pada anak bahwa menggambar tidak boleh di tembok/dinding rumah. Kegiatan mewarnai atau menggambar hanya di atas kertas. Jelaskan dengan kata-kata yang mudah dipahami anak.
  2. Sediakan kertas dan alat tulisnya ketika anak ingin menggambar atau mewarnai.
  3. Tambahkan alas atau taplak plastik ketika anak hendak menggambar/mewarnai. Ini bertujuan agar coretan anak tidak sampai mengenai meja atau lantai.
  4. Simpan peralatan tulis atau gambar dari jangkauan anak saat tidak digunakan.
  5. Berikan alternatif alat tulis atau media gambar lain untuk mengasah kreativitasnya. Misalnya, menggunakan kapur untuk ‘corat-coret’ di trotoar depan rumah. Ini untuk memancing energi kreatifnya.
  6. Belikan krayon yang bisa luntur bila terkena air. Ini memungkinan anak untuk menggambar di dinding kamar mandi dan mudah dibersihkan/dihapus kembali. Kegiatan mandi akan terasa lebih menyenangkan.
  7. Bila memungkinkan, Anda boleh atau mengizinkan anak berkreasi dengan mencoret kertas yang ditempelkan di dinding. Namun, tentukan dan pilih dinding mana yang digunakan untuk media kreativitas anak. Misalnya, area belakang atau ruang bermainnya. Tentukan pula seberapa luas area dinding yang boleh dicorat-coret. Misalnya, diukur dari bawah kaki hingga atas kepalanya. Lalu, tempelkan dua kertas poster putih ukuran besar. Pastikan ia hanya menggambar di kertas yang ditempel di dinding tersebut, tidak melebar ke area dinding lain.

Nah, selamat mengajak anak mengasah kreativitas, tanpa harus mencoret dinding rumah!

(HIL)

Sumber: parenting.com

Bagikan

Artikel Terkait



Newsletter

Dapatkan diskon dan penawaran spesial setiap hari melalui email kamu dengan berlangganan newsletter.