Gratis Ongkir minimum Rp 250.000* Lihat detil

DIREKTORI

Belanja Berdasarkan Kategori :
Belanja Berdasarkan Kategori
DIREKTORI BELANJA
  • Promo & Highlights

  • Kebutuhan Bayi

  • Perlengkapan Bayi

  • Perawatan Pribadi

  • Supermarket

  • Rumah & Dekorasi

  • Kosmetik

  • Alat Kecantikan

  • Pakaian & Aksesoris

  • Kesehatan

  • Mainan & Media

  • Gadget & Elektronik

Kesehatan Balita | Nov 17, 2018

Cara Mengatasi Diare Pada Balita

Bagikan


   

Salah satu penyakit yang sering dialami oleh para balita adalah diare. Penyakit ini ditandai dengan frekuensi buang air besar yang lebih sering dan konsistensi dari tinja yang encer.  Diare pada anak balita bisa disebabkan oleh banyak hal, mulai dari infeksi usus baik virus, bakteri, parasit, atau perubahan pola makan.

Gejala utama diare yang bisa dideteksi oleh Moms sedini mungkin adalah perubahan tinja menjadi lebih encer, lebih banyak, dan frekuensinya lebih sering. Hal yang juga patut diwaspadai oleh Moms adalah dehidrasi pada balita.

Saat balita mengalami diare, keseimbangan air dan garam (elektrolit) di dalam tubuhnya menjadi terganggu. Kondisi inilah yang memicu timbulnya dehidrasi yang dapat mengancam nyawa, terutama pada balita.

Selain itu, jika pada balita mengalami muntah, lesu, tinja berwarna hitam atau merah mengandung darah, nyeri perut, demam tinggi, atau adanya nanah pada tinja, segera bawa balita ke dokter atau fasilitas kesehatan terdekat. Jika dibiarkan begitu saja, hal ini dapat memperburuk kondisi balita.

  

Berikut 4 Cara Mengatasi Diare Pada Balita yang Dapat Moms Terapkan :

1. Tingkatkan konsumsi cairan

Obat diare untuk balita yang paling penting adalah meningkatkan konsumsi cairan. Hal ini bertujuan untuk mencegah terjadinya dehidrasi. Hendaknya Moms sering meminumkan si kecil beberapa teguk cairan sesering mungkin meski mengalami gejala muntah.

Hal ini lebih baik dilakukan daripada tidak ada sama sekali cairan yang masuk. Hindari konsumsi jus buah atau minuman bersoda yang dapat memperburuk kondisi diare si balita tersebut.

Jika bayi mencret namun tetap aktif mengonsumsi ASI, maka teruskanlah untuk mencukupi kebutuhan cairan tubuhnya. Jangan takut untuk memberi ASI pada bayi atau balita yang mengalami diare.

2. Cairan rehidrasi oral

Program kesehatan nasional pada balita yang mengalami diare adalah dengan pemberian cairan rehidrasi oral atau dikenal oralit.

Cairan oralit merupakan cairan yang dikemas secara khusus, mengandung air serta elektrolit yang digunakan untuk mencegah dan mengatasi dehidrasi saat diare. Pemberian oralit dapat secara teratur diberikan bersamaan dengan makanan bayi (ASI, susu formula, atau makanan pendamping).

3. Konsumsi makanan bergizi

Jika anak telah berusia enam bulan atau lebih dimana dia sudah makan makanan padat, maka  berikan makanan yang disajikan secara segar, baik dimasak, ditumbuk ataupun digiling.

Salah satu makanan yang disarankan adalah sereal atau makanan lain yang banyak mengandung zat tepung dicampur dengan sayuran, kacang-kacangan, atau daging/ikan. Tambahkan pula 1-2 sendok teh minyak sayur yang ditambahkan pada setiap sajian untuk menambah cita rasa di lidah balita.

4. Perawatan rumah sakit

Moms dapat segera membawa balita ke rumah sakit jika ditemukan tanda-tanda kegawatdaruratan seperti yang telah dipaparkan di atas. Saat dirawat di rumah sakit, balita anda akan di infus untuk menjaga cairan tubuh pada anak.

Selain itu, dokter akan memberikan antibiotik atau obat anti parasit untuk mengatasi sumber penyebab diare tersebut. Pemberian oralit dan tablet ZINC juga diberikan sesuai dengan dosis yang telah ditetapkan oleh dokter.

  

Walaupun terlihat ringan, Moms harus tetap waspada terhadap kondisi diare pada si kecil. Adanya penanganan yang cepat dan tepat sangat dianjurkan agar kondisi balita Moms menjadi lebih baik.

 

(PIA)

 

 

 

 

 

Bagikan

Artikel Terkait



Newsletter

Dapatkan diskon dan penawaran spesial setiap hari melalui email kamu dengan berlangganan newsletter.