2-3 tahun

4 Maret 2020

6 Cara Mengatasi Insomnia pada Balita, Agar Si Kecil Bisa Tidur Nyenyak

Cara mengatasi insomnia pada balita tergantung pada tipenya
placeholder
placeholder
Artikel ditulis oleh Orami
Disunting oleh Andra Nur Oktaviani

Dikutip dari Cleveland Clinic, insomnia adalah kondisi saat anak susah tidur atau sulit untuk bisa terus terlelap pada malam hari. Tidak seperti orang dewasa yang mengalami insomnia karena dilanda stres. Anak, khususnya balita, mengalami insomnia karena mereka menolak untuk tidur. Istilahnya behavioral insomnia.

Behavioral insomnia adalah kondisi saat anak menolak untuk tidur pada jam tidur, atau kesulitan untuk kembali terlelap saat terbangun di tengah malam. Dikutip dari situs web Reuters, sekitar 30 persen anak usia antara 6 bulan hingga 3 tahun mengalami behavioral insomnia.

Insomnia pada anak tidak hanya menghambat kegiatan Si Kecil sepanjang hari, tetapi juga mengganggu kegiatan dan produktivitas orang tua.

Baca Juga: Apa Benar Bisa Terjadi Insomnia pada Balita? Ini Faktanya

Cara Mengatasi Insomnia pada Balita

Behavioral insomnia dapat dibagi ke dalam dua tipe berdasarkan penyebabnya. Setelah mengetahui insomnia Si Kecil termasuk ke dalam tipe yang mana, barulah orang tua dapat menentukan cara mengatasi insomnia pada balita.

Tipe 1: Sleep Onset Association

insomnia-in-children-500w.jpg

Foto: Sleeping Aid Guide

Pada tipe ini, anak susah tidur bila tidak dimulai dengan ritual atau kondisi khusus. Misalnya, Si Kecil hanya bisa tidur bila menyusu pada Moms, digendong, dinyanyikan, atau dibacakan cerita terlebih dahulu.

Cara mengatasi insomnia pada balita:

1. Berhenti Menemani Anak di Kamar hingga Ia Tertidur

Dorong anak agar menemukan sumber kenyamanan lain yang dapat membuatnya tidur sendiri. Awalnya, langkah ini memang sulit, baik bagi anak maupun orang tua.

Tetapi, pada akhirnya anak akan belajar menidurkan dirinya sendiri karena ia akan menemukan ritual tidur mana yang paling nyaman.

2. Konsisten Melatih Anak Menciptakan Ritual Tidur Baru

Katakan kepada Si Kecil bahwa Moms hanya bisa mengantarnya melakukan sejumlah ritual, tetapi tidak bisa menemaninya di kamar hingga ia tertidur.

Begitu pula saat Si Kecil terbangun di malam hari, ia harus berusaha untuk kembali tidur sendiri karena Moms dan Dads tidak akan membantunya. Meski terdengar tega, tetapi, konsistensi ini penting untuk membantu mengatasi insomnia pada balita.

Baca Juga: 3 Bahaya Insomnia pada Balita, Jangan Disepelekan!

Tipe 2: Limit-setting

baby-child-toddler-toddler-sleep-sleep-for-toddlers-onward-journey-50-33-25.jpg

Foto: Boots

Pada tipe ini, anak memang sengaja menunda waktu tidur, antara lain dengan meminta berbagai hal menjelang waktu tidur.

Cara mengatasi insomnia pada balita:

1. Buat Jadwal Tidur yang Lebih Teratur

Bila Si Kecil berusaha menunda waktu tidurnya, beri batasan yang tegas.

2. Ciptakan Ritual Pengantar Tidur Baru

Ritual tidur baru anak sebaiknya tidak melibatkan orang tua, seperti menggosok gigi, membaca doa sebelum tidur, membaca buku sendiri, memeluk boneka kesayangan, meredupkan lampu kamar, dan lain sebagainya.

3. Tidak Bermain Gadget Menjelang Waktu Tidur

Gadget akan membuat Si Kecil keasyikan sehingga mencegahnya untuk tidur. Ini yang kemudian akan membuat ia mengalami insomnia. Jadi, wajib hindari gadget menjelang waktu tidur ya.

4. Patuhi Jadwal Tidur yang Telah Dibuat setiap Hari

Kunci untuk memerbaiki pola tidur Si Kecil adalah konsistensi. Jadi, Moms harus memastikan Si Kecil mamatuhi jadwal tidur yang telah dibuat setiap harinya. Jangan tergoda untuk membuatnya terjaga melewati jadwal ya Moms.

Baca Juga: 7 Penyebab Insomnia Pada Balita

Menurut Judith A. Owens, MD, MPH, direktur Center for Pediatric Sleep Disorders di Boston Children’s Hospital dan dosen ilmu saraf di Harvard Medical School, banyak studi memperlihatkan keberhasilan intervensi perilaku dalam mengatasi insomnia pada balita.

Lebih dari itu, intervensi perilaku yang mengubah kebiasaan tidur anak juga berdampak positif terhadap orang tua, terutama terkait stres, mood, serta kepuasan dalam pernikahan.

Produk Rekomendasi

TOOLS PARENTING

Komentar

Yuk, ngobrol dan sharing pendapat dengan moms lainnya.

member-image

Beri Komentar...

Artikel Terkait