Kesehatan

28 April 2021

Ketahui Gejala dan Cara Efektif untuk Mengatasi PTSD

Penderita PTSD sering kali mengalami gejala kecemasan yang intens
placeholder
placeholder
Artikel ditulis oleh Amelia Riskita
Disunting oleh Amelia Puteri

Pernah kah Moms mendengar istilah Post Traumatic Stress Disorder atau PTSD? Jika belum, perlu Moms ketahui bahwa PTSD merupakan sebuah kondisi gangguan stres pascatrauma.

Mengutip Mayo Clinic, gangguan stres atau PTSD adalah kondisi yang biasanya dipicu oleh peristiwa menakutkan. PTSD dapat menyerang orang yang mengalami atau pun yang menyaksikan peristiwa menakutkan tersebut.

Simak penjelasannya lebih lanjut berikut ini, Moms.

Orang yang Berisiko Mengalami PTSD

Gejala dan Cara Efektif untuk Mengatasi PTSD

Foto: Orami Photo Stock

Sebenarnya, siapa pun dapat mengalami PTSD, entah itu orang dewasa, anak-anak, dan orang-orang yang pernah mengalami serangan fisik atau seksual, pelecehan, kecelakaan, bencana, atau peristiwa serius lainnya.

Menurut Pusat Nasional PTSD yang dilansir dari laman Psychiatry, sekitar 7 atau 8 dari setiap 100 orang akan mengalami PTSD pada suatu saat dalam hidup mereka.

Namun, wanita lebih mungkin mengalami kondisi ini daripada pria, dan gen mungkin membuat beberapa orang lebih mungkin mengembangkan PTSD daripada yang lain.

Perlu Moms ketahui juga bahwa tidak semua penderita PTSD pernah mengalami peristiwa berbahaya. Beberapa orang mungkin akan mengalami kondisi ini setelah teman atau anggota keluarga mereka mengalami bahaya.

Kematian mendadak dan tak terduga dari orang yang dicintai juga dapat menyebabkan seseorang mengalami PTSD.

Baca Juga: 9 Manfaat Buah Kelapa, Ternyata Dapat Mengurangi Stres, Lho!

Gejala-gejala PTSD

Gejala-PTSD.jpg

Foto: Orami Photo Stock

Dikutip dariAmerican Psychiatric Assosiation, Gejala PTSD terbagi dalam empat kategori. Gejala khusus dapat bervariasi berdasarkan tingkat keparahannya, berikut gejala PTSD.

1. Intrusi

Intrusi merupakan pikiran yang mengganggu seperti ingatan yang berulang dan tidak disengaja, meliputi mimpi yang menyedihkan atau kilas balik dari peristiwa traumatis.

Kilas balik mungkin begitu jelas sehingga orang merasa bahwa mereka sedang menjalani kembali pengalaman traumatis atau melihatnya di depan mata mereka.

2. Melakukan Penghindaran

Penghindaran yang dimaksud dalam gejala PTSD ialah menghindari pengingat peristiwa traumatis. Hal ini dapat mencakup menghindari orang, tempat, aktivitas, objek, dan situasi yang dapat memicu ingatan menyedihkan.

Penderita PTSD mungkin akan mencoba menghindari untuk mengingat atau memikirkan tentang peristiwa traumatis. Mereka juga mungkin menolak membicarakan apa yang terjadi atau bagaimana perasaan mereka tentang hal itu.

3. Perubahan dalam Suasana Hati

Gejala PTSD lainnya, meliputi ketidakmampuan untuk mengingat aspek-aspek penting dari peristiwa traumatis, pikiran dan perasaan negatif yang mengarah pada keyakinan yang terus-menerus dan menyimpang tentang diri sendiri atau orang lain.

Misalnya, melabeli dirinya dengan istilah "Saya buruk," atau "Tidak ada yang bisa dipercaya".

Selain itu, gejala PTSD juga termasuk adanya pemikiran yang menyimpang tentang penyebab atau konsekuensi dari peristiwa yang mengarah pada kesalahan menyalahkan diri sendiri atau orang lain.

Mulai dari merasa ketakutan, kengerian, kemarahan, rasa bersalah atau malu yang terus-menerus.

Seseorang yang mengalami PTSD juga dapat kehilangan minat pada aktivitas yang sebelumnya dinikmati, merasa terpisah atau terasing dari orang lain, atau tidak mampu mengeluarkan emosi positif (kehampaan kebahagiaan atau kepuasan).

Baca Juga: 5 Hal Ini Merupakan Penyebab Stres Pada Anak Berdasarkan Usianya

4. Perubahan dalam Gairah dan Reaktivitas

Gejala gairah dan reaktif yang menandakan PTSD mungkin termasuk mudah tersinggung dan memiliki ledakan amarah, berperilaku sembrono atau dengan cara yang merusak diri sendiri, terlalu waspada terhadap lingkungan seseorang dengan cara yang mencurigakan, mudah terkejut, kesulitan berkonsentrasi atau tidur.

Banyak orang yang terpapar peristiwa traumatis mengalami gejala yang serupa dengan yang dijelaskan di atas pada hari-hari setelah peristiwa tersebut.

Namun, bagi seseorang yang akan didiagnosis dengan kondisi ini, gejala harus berlangsung selama lebih dari sebulan dan harus menyebabkan tekanan atau masalah yang signifikan pada fungsi sehari-hari individu tersebut.

Banyak orang mengalami gejala dalam waktu tiga bulan setelah trauma, tetapi gejala dapat muncul kemudian dan seringkali bertahan selama berbulan-bulan dan terkadang bertahun-tahun.

PTSD sering terjadi dengan kondisi terkait lainnya, seperti depresi, penggunaan zat, masalah memori, dan masalah kesehatan fisik dan mental lainnya.

Cara Mengatasi PTSD

Seseorang yang mengalami kondisi ini sering kali bergumul dengan gejala kecemasan yang intens.

Dalam mengatasi gejala-gejala kecemasan yang kuat itu, penderita PTSD juga mungkin menggunakan cara-cara yang tidak sehat, seperti melalui konsumsi alkohol atau bahkan narkoba.

Padahal ada sejumlah cara yang jauh lebih baik sehat untuk membantu mengatasi gejala kecemasan orang dengan PTSD. Sejumlah cara mudah ini mampu menurunkan intensitas kecemasan hingga akhirnya dapat ditoleransi.

Berikut cara mengatasi PTSD:

1. Menarik Napas yang Dalam

menarik napas dalam-ptsd

Foto: Orami Photo Stock

Cara mengatasi PTSD yang pertama adalah bernapas dalam-dalam. Napas dalam bisa menjadi keterampilan koping yang penting untuk dipelajari. Mungkin terdengar konyol, tetapi banyak orang yang ternyata tidak bernapas dengan benar.

Pernapasan alami melibatkan diafragma dan otot besar di perut. Saat kita bernapas, perut akan mengembang. Saat mengeluarkan napas, perut rasanya seperti jatuh.

Seiring waktu, tidak sedikit dari kita yang tampaknya lupa bagaimana bernafas dengan cara ini dan sebagai gantinya, kita menggunakan dada dan bahu. Ini menyebabkan napas menjadi pendek dan dangkal, yang dapat meningkatkan stres dan kecemasan.

Namun, tidak pernah ada kata terlambat untuk mempelajari kembali cara bernapas yang benar. Karena cara bernapas yang tepat membantu melindungi diri dari stres.

Praktikkan latihan sederhana ini untuk meningkatkan pernapasan dan mengatasi kecemasan ya.

Baca Juga: Cari Tahu Apa Saja Minuman Pembersih Paru-Paru, Cegah Gangguan Pernapasan

2. Belajar Menenangkan Diri Lewat Meditasi

Cara Mengatasi PTSD-2

Foto: Orami Photo Stock

Cara mengatasi PTSD yang selanjutnya adalah meditasi. Ketika sedang mengalami kecemasan, penting untuk memiliki cara mengatasi perasaan itu. Misalnya, dengan mencari dukungan sosial dari orang terdekat untuk meningkatkan suasana hati.

Namun, kecemasan yang terkait dengan gejala PTSD kadang-kadang dapat terjadi secara tak terduga dan dukungan sosial dari teman atau pasangan mungkin tidak tersedia saat itu.

Karena itu, penting untuk memelajari strategi mengatasi kecemasan yang dapat dilakukan sendiri. Strategi koping yang difokuskan pada peningkatan suasana hati dan mengurangi kecemasan adalah dengan cara menenangkan diri.

Cara menenangkan diri ini bisa dengan meditasi dan teknik relaksasi berbasis kesadaran. Kedua aktivitas ini telah terbukti mampu membantu mengelola berbagai gangguan termasuk PTSD.

Baca Juga: 5 Cara Meditasi yang Benar untuk Meningkatkan Fokus, Mudah Kok!

3. Mengekspresikan Perasaan dengan Menulis

Begini CCara Mengatasi PTSD-3

Foto: Orami Photo Stock

Cara mengatasi PTSD yang selanjutnya adalah menulis. Menggunakan jurnal untuk mengekspresikan pikiran dan perasaan, bisa menjadi cara yang baik untuk mengatasi kecemasan. Menulis dengan ekspresif telah terbukti mampu meningkatkan kesehatan fisik dan psikologis.

Berkenaan dengan PTSD pada khususnya, menulis dengan ekspresif memiliki sejumlah manfaat termasuk peningkatan koping, pertumbuhan pasca-trauma atau kemampuan untuk menemukan makna dalam dan berkontribusi pada perubahan kehidupan yang positif setelah peristiwa traumatis.

Selain itu, kegiatan ini juga bisa mengurangi gejala PTSD, yakni ketegangan dan amarah.

Baca Juga: Ajak Anak Belajar Menulis dengan 9 Cara menyenangkan Ini Yuk!

4. Mencari Pengalih Perhatian atau Distraksi

cari distraksi-ptsd

Foto: Orami Photo Stock

Cara mengatasi PTSD yang selanjutnya adalah mencari pengalih perhatian. Penggunaan teknik pengalih perhatian dengan tujuan, bisa bermanfaat dalam mengatasi emosi yang kuat atau perasaan yang tidak nyaman, seperti kecemasan dan ketakutan.

Mencari distraksi adalah segala sesuatu yang kita lakukan untuk sementara waktu mengalihkan perhatian dari emosi yang kuat. Terkadang, berfokus pada emosi yang kuat dapat membuatnya terasa lebih kuat dan lebih di luar kendali.

Karena itu, dengan mengalihkan perhatian untuk sementara waktu, kita dapat memberikan emosi, waktu untuk mengurangi intensitas, sehingga lebih mudah untuk dikelola.

5. Memanfaatkan Aromaterapi

Cara Mengatasi PTSD-5

Foto: Orami Photo Stock

Cara mengatasi PTSD yang selanjutnya adalah memanfaatkan aromaterapi. Sebuah studi menemukan bahwa minyak atsiri jeruk ternyata efektif dalam mengurangi gejala stres kronis dan kecemasan yang terkait dengan PTSD.

Namun, penelitian ini hanya dilakukan pada tikus, dan efek ini belum dapat direplikasi dalam kelompok. Namun, beberapa orang yang didiagnosis dengan kondisi ini mengatakan bahwa aromaterapi dapat menjadi strategi relaksasi yang bermanfaat dan efektif dalam menurunkan tingkat stres.

Penulis dan mantan perwira Polisi Thames Valley David Kinchin, yang didiagnosis menderita PTSD pada 1990-an, juga mengadvokasi efek aromaterapi yang menyejukkan di salah satu bukunya.

"Aromaterapi dapat membentuk bagian dari penyembuhan serta menjadi terapi pencegahan dengan sendirinya. Ini memberikan kesenangan melalui indera peraba, indera penciuman dengan minyak aromatik dan, indera penglihatan dari lingkungan yang menyenangkan," jelasnya seperti dilansir dari Medical News Today.

Baca Juga: 4 Cara Membuat Lilin Aromaterapi di Rumah, Coba Yuk!

6. Terapi Seni

Cara Mengatasi PTSD-6

Foto: Orami Photo Stock

Cara mengatasi PTSD yang selanjutnya adalah terapi seni. Dalam jurnal yang diterbitkan National Center for Biotechnology Information, U.S. National Library of Medicine, terapi seni terbukti efektif untuk mengatasi PTSD.

Pasien PTSD yang menjalani terapi tersebut menunjukkan perkembangan yang sangat baik, seperti lebih rileks, mampu menuangkan ingatan dan emosi ke dalam karya, pikiran akan pengalaman traumatis berkurang, dan lebih percaya diri.

Jenis terapi PTSD yang kerap diterapkan selama beberapa tahun terakhir adalah terapi seni.

Dipimpin oleh para spesialis yang dilatih untuk bekerja dengan orang-orang yang telah mengalami situasi traumatis, jenis terapi ini bertujuan untuk membantu individu mengeluarkan emosi mereka dan belajar untuk mengatasi ingatan menyedihkan melalui seni, seperti melukis atau memahat.

Sebuah studi kasus menunjukkan bagaimana terapi seni dapat membantu individu yang didiagnosis dengan PTSD dan cedera otak traumatis, dalam mengatasi gejala kecemasan.

Dengan terapi seni ini, penderita PTSD juta mulai mampu meninggalkan pengalaman menyedihkan mereka dengan menggunakan proyek seni secara strategis.

Produk Rekomendasi

TOOLS PARENTING

Komentar

Yuk, ngobrol dan sharing pendapat dengan moms lainnya.

member-image

Beri Komentar...

Artikel Terkait