Newborn

10 Maret 2021

3 Cara Mengeluarkan ASI tanpa Harus Hamil, Salah Satunya dengan Terapi Hormon!

Ternyata ASI bisa keluar walau Moms tidak hamil!
placeholder
placeholder
Artikel ditulis oleh Floria Zulvi
Disunting oleh Andra Nur Oktaviani

Cara mengeluarkan ASI tanpa harus hamil kini banyak diperbincangkan. Pada umumnya, kegiatan menyusui hanya bisa dilakukan oleh wanita yang sudah melahirkan.

Ketika usia kandungan sudah memasuki 28 minggu, biasanya tubuh ibu sudah melakukan proses persiapan untuk memproduksi ASI.

Apa bisa wanita yang tidak hamil menghasilkan ASI? Lalu, bagaimana cara mengeluarkan ASI tanpa harus hamil? Jawabannya bisa, Moms. Memang, kehamilan dan menyusui adalah proses natural yang otomatis akan dialami wanita. Namun dalam perkembangannya, wanita yang tidak hamil pun bisa menghasilkan ASI.

Ini mnejadi kabar baik bagi para Moms yang mengadopsi bayi. Meskipun tidak hamil dan melahirkan sendiri, Moms tetap bisa menyusui Si Kecil.

Untuk memproduksi ASI, wanita yang tidak hamil membutuhkan hormon prolaktin dan oksitosin. Prosesnya akan jauh berbeda dari kebanyakan ibu yang menyusui anak kandungnya sendiri karena hanya akan ada satu dari dua bagian payudara yang mengeluarkan susu.

Lebih jauh lagi, ASI yang keluar tidak hanya berwarna putih namun bisa saja berwarna kehijauan sampai kekuningan. Sebagai catatan, wanita yang tidak menyusui anaknya sendiri pun butuh waktu yang lama untuk menghasilkan susu karena berhubungan dengan peningkatan hormon. Yuk, simak berikut cara agar Moms bisa tetap menyusui meskipun tidak sedang hamil.

Baca juga: Mengenal Cara Memerah ASI dengan Teknik Marmet

Cara Mengeluarkan ASI Tanpa Harus Hamil

Cara mengeluarkan ASI tanpa harus hamil

Photo: Orami Photo Stock

Meski bukan sebuah hal yang mustahil, namun cara mengeluarkan ASI tanpa harus hamil membutuhkan kesabaran yang ekstra dan proses yang tida bisa dibilang mudah. Jadi, Moms tidak boleh terburu-buru ingin melihat hasilnya ya.

Terdapat beberapa cara mengeluarkan ASI tanpa harus hamil yang dilakukan dengan cara medis. Dilansir dari Canadian Breastfeeding Foundation, ini dia tipsnya!

Baca Juga: 7 Kisah Menyusui dari Artis Indonesia, Ada yang Jadi Pendonor ASI Hingga Berikan Tips Jika Bingung Puting

1. Bantuan Obat-obatan

Cara mengeluarkan ASI tanpa harus hamil yang pertama adalah dengan obat-obatan. Untuk bisa menyusui, penting bagi perempuan yang tidak hamil dibantu dengan konsumsi obat-obatan agar produksi ASI bisa ditingkatkan dari hari ke hari.

Biasanya obat-obatan yang dianjurkan bisa merangsang produksi ASI adalah pil KB yang memang terbukti meningkatkan hormon untuk mempercepat dan memperlancar ASI.

Namun mengonsumsi obat-obatan demi meningkatkan produksi ASI perlu dikonsultasikan ke dokter agar tidak terjadi hal yang merugikan dan membahayakan setelahnya.

2. Terapi Hormon

Cara mengeluarkan ASI tanpa harus hamil

Foto: Orami Photo Stock

Cara mengeluarkan ASI tanpa harus hamil banyak ditanyakan oleh wanita yang mengadopsi anak namun ingin menyusui anak tersebut.

Proses menyusui yang dilakukan tidak secara alamiah memerlukan bantuan dokter agar dalam perjalanannya tidak menimbulkan efek samping di kemudian hari.

Terapi hormon biasanya dilakukan untuk meningkatkan hormon progesteron dan estrogen dalam darah layaknya seorang ibu hamil saat mempersiapkan masa menyusui. Ini adalah cara mengeluarkan ASI tanpa harus hamil yang paling umum dilakukan.

Ketika Moms memiliki waktu beberapa bulan untuk mempersiapkan diri, biasanya dokter akan menyarankan untuk melakukan terapi hormon seperti memberikan hormon estrogen atau progesteron agar tubuh seperti merasakan efek kehamilan.

Terapi hormon sendiri biasanya memiliki efek hingga berbulan-bulan lamanya. Jadi, langkah ini bisa digunakan ketika Moms memiliki persiapan waktu yang lumayan panjang sebelum bayi yang ingin Moms adopsi tiba.

Baca juga: 6 Kondisi yang Membuat Ibu Perlu Bantuan Donor ASI Perah (ASIP)

3. Memompa Payudara

Cara mengeluarkan ASI tanpa harus hamil memang harus dilakukan dengan sabar. Nah, cara lain yang bisa Moms lakukan untuk merangsang air susu adalah memompa payudara dengan pompa elektrik yang tersedia di apotek dan rumah sakit guna mempercepat produksi ASI.

Moms bisa mempraktikkannya dengan cara memompa puting susu selama lima hingga sepuluh menit di dua minggu pertama hingga dua puluh menit sekali di minggu berikutnya.

Lebih detailnya, dilansir dari MayoClinic, dua bulan sebelum Moms melakukan kegiatan menyusui, sebaiknya Moms mulai menghentikan terapi hormon dan mulai untuk memompa payudara dengan pompa payudara elektrik yang disarankan oleh rumah sakit.

Aktivitas ini akan meningkatkan produksi dan mengeluarkan prolactin.

Untuk langkah awal, cobalah untuk memompa 10 menit setiap 4 jam dan setidaknya satu kali saat malam tiba. Jika sudah mulai terbiasanya, tingkatkan waktu pemerasan menjadi 15 sampai 2 menit setiap 2 hingga 3 jam. Jangan lupa untuk terus melakukan kegiatan ini hingga bayi tiba ya, Moms!

Ketika Moms mulai menyusui bayi, dokter biasanya akan tetap menyarankan Moms untuk melanjutkan kegiatan pumping. Kegiatan ini pun tetap perlu dilakukan setelah Moms selesai menyusui Si Kecil. Tujuannya adalah untuk menyeimbangkan persediaan ASI di payudara.

Meskipun Moms sudah sukses melakukan induksi laktasi, opsi lain seperti donor ASI pun mungkin masih diperlukan, terutama pada beberapa minggu awal menyusui.

Untuk mendorong stimulasi puting dan payudara agar bisa mengeluarkan ASI secara berkelanjutan, mungkin Moms bisa menggunakan alat bantu menyusui tambahan yang bisa memberikan ASI donor melalui alat yang menempel pada payudara.

Makanan tambahan pun bisa diberikan dengan menggunakan botol.

Untuk mendapatkan suplai ASI yang konsisten, teruslah memompa payudara setiap kali Si Kecil menerima susu dari botol, ya Moms! Nah, untuk mempelajari lebih lanjut mengenai induksi laktasi, jangan lupa untuk terus mengonsultasikan kegiatan ini pada dokter kesayangan Moms di rumah sakit atau klinik terdekat!

Selamat mencoba, Moms! Perlu diingat, tidak perlu merasa terbebani dan tertekan ketika melalui proses induksi laktasi. Cobalah untuk tetap tenang dan sabar hingga ASI bisa keluar dari payudara.

Baca Juga: Kenali Kondisi Mastitis, Payudara Bengkak dan Sakit pada Ibu Menyusui

Lakukan dengan Penuh Kesabaran

Cara mengeluarkan ASI tanpa harus hamil

Foto: Orami Photo Stock

Selain melakukan tiga langkah di atas, Moms juga harus selalu tenang dan percaya diri. Siapkanah diri demi memperlancar pengeluaran hormon ASI.

Tidak seperti mengeluarkan ASI dengan alami, Cara mengeluarkan ASI tanpa harus hamil memang membutuhkan kesabaran yang sangat ekstra. Jadi, Moms tidak perlu khawatir ketika hasilnya tidak bisa dilihat dan dirasakan dengan instan.

Cobalah untuk menghindari pekerjaan yang membuat Moms cepat lelah, tertekan, membuat stres, dan bisa membuat psikologis terganggu.

Ketika melakukan program ini, sebaiknya Moms dalam kondisi yang seprima mungkin agar segalanya berjalan dengan lancar.

Baca Juga: Perbandingan Buang Air Besar: Bayi Minum ASI Eksklusif VS Susu Formula

Jangan lupa untuk meningkatkan rasa percaya diri bahwa Moms mampu memberikan ASI kepada Si Kecil. Jadi, cobalah untuk melakukan berbagai kegiatan yang menyenangkan seperti belajar cara mengasuh anak, belanja perlengkapan untuk Si Kecil, mendekorasi kamar Si Kecil, serta aktivitas lain yang bisa meningkatkan kebahagiaan Moms.

Seperti yang sudah dibahas sebelumnya, dibutuhkan keyakinan dan kesabaran hingga ASI benar-benar keluar. Percayalah bahwa Moms bisa memberikan induksi laktasi yang baik untuk Si Kecil.

Proses induksi laktasi sendiri terkadang membutuhkan waktu yang lama hingga ASI bisa diproduksi. Bahkan bisa sampai 6 minggu lamanya. Jangan sampai patah semangat, tetap berjuang ya, Moms!

Jika ada pertanyaan lebih lanjut mengenai caa mengeluarkan ASI tanpa harus hamil, silakan tuliskan di kolom komentar.

Produk Rekomendasi

TOOLS PARENTING

Komentar

Yuk, ngobrol dan sharing pendapat dengan moms lainnya.

member-image

Beri Komentar...

Artikel Terkait