Pernikahan & Seks

9 Agustus 2021

15 Cara Menggunakan Kondom dan Sederet Larangannya

Cara menggunakan kondom harus diperhatikan dengan benar agar aman saat digunakan
placeholder
placeholder
Artikel ditulis oleh Cholif Rahma
Disunting oleh Orami

Kondom adalah alat kontrasepsi yang terbuat dari karet lateks atau karet sintetis yang disebut polusoprene atau plastic yang sangat tipis bernama poliuretan. Tak boleh sembarangan, ada sederet cara menggunakan kondom yang perlu Moms dan Dads ketahui.

Melansir National Health Service, mengguakan kondom saat berhubungan seks adalah cara tebaik untuk melindungi diri dari infeksi menular seksual atau kehamilan.

Sedangkan dikutip dari Indian Journal of Sexually Transmitted Diseases and AIDS, dijelaskan bahwa kondom merupakan salah satu alat yang penting untuk mencegah infeksi menular seksual dan HIV/AIDS.

Namun, Moms perlu mengetahui bagaimana cara menggunakan kondom yang benar dan aman.

Baca Juga: Kondom, Alat Kontrasepsi Populer untuk Cegah Penyakit HIV/AIDS

Jenis-jenis Kondom

Ada dua jenis kondom yang dijual di berbagai negara, yaitu kondom wanita dan kondom pria, sebelum tahu cara menggunakan kondom, yuk Moms kenali terlebih dahulu jenis-jenisnya.

1. Kondom Pria

Saat berhubungan seks, kondom pria dikenakan di penis untuk mencegah air mani atau sperma masuk ke dalam vagina wanita saat pria ejakulasi. Sehingga, tidak terjadi pembuahan di dalam rahim wanita. Kondom sebaiknya digunakan ketika penis sudah mulai ereksi atau mengeras, tetapi belum bersentuhan dengan tubuh pasangan.

Pastikan kondom tetap terpasang saat berhubungan seks. Jika terlepas, sebaiknya hentikan dan kenakan yang baru.

Setelah terjadi proses ejakulasidan saat penis masih keras, pegang kondom kemudian tarik penis dari tubuh pasangan. Kondom hanya boleh dilepas saat penis sudah benar-benar terlepas dari vagina wanita.

Bungkus kondom bekas dengan tisu dan taruh di tempat sampah. Jangan pernah buang kondom ke dalam toilet karena dapat menyebabkan penyumbatan di toilet dan kerusakan lingkungan.

Baca Juga: Kondom, Alat Kontrasepsi Populer untuk Cegah Penyakit HIV/AIDS

2. Kondom Wanita

Kondom wanita banyak terdapat di negara eropa, seperti Inggris. Jenis alat kontrasepsi ini dapat dimasukan kapan saja sebelum berhubungan seks, berbeda dengan kondom pria. Namun, perlu diingat kondom wanita harus selalu dimasukkan sebelum penis menyentuh area genital.

Moms harus segera melepas kondon setelah selesai berhubungan seks. Caranya, putar sedikut dan tarik ujung kondom untuk melepaskannya.

Namun, berhati-hatilah agar sperma tidak tumpah di dalam vagina. Jika hal ini terjadi Moms sebaiknya konsultasi dengan dokter terdekat.

Jangan lupa, kondom harus dibungkus dengan tisu sebelum dibuang ke tempat sampah. Dan ingat! Kondom tidak boleh dibuang ke dalam toilet.

Baca Juga: Merasa Sakit Saat Sedang Berhubungan Seks? Hati-hati Bahaya 5 Penyakit Ini

Cara Menggunakan Kondom yang Benar

cara menggunakan kondom

foto : freepik.com

Indian Journal of Community Medicine menyebutkan bahwa penggunaan kondom secara konsisten dan benar adalah faktor terpenting dalam mencegah kehamilan.

Namun, hal ini sering diabaikan oleh Moms dan pasangan. Sehingga, kehamilan bisa terjadi walaupun sudah menggunakan alat pengaman atau kondom.

Stephanie Sanders dan rekan di The Kinsey Institute di Indiana University mempelajari data yang dikumpulkan selama 16 tahun atas beragam kesalahan cara pakai kondom yang paling umum, terutama di negara Amerika Serikat dan Inggris.

Temuan faktanya adalah sebagai berikut:

  • Sekitar 17-51% orang baru menggunakan kondom ketika penetrasi (berbahaya karena pertukaran cairan praejakulasi bisa terjadi).
  • Sekitar 13-45% responden sudah mencopot kondom sebelum sesi seks berakhir.
  • Sekitar ¼ hingga ½ jumlah responden tidak menyisakan ruang pada bagian ujung kondom untuk menampung sperma, alias memakainya terlal ketat.
  • 75% pria dan 82% wanita tidak mengecek kondisi kondom sebelum digunakan.
  • Kondom pecah terjadi pada sekitar 1-41% responden.
  • Sekitar 13-19% responden mengalami kondom melorot, lepas, dan terselip dalam vagina.
  • Sekitar 4-30% lebih responden menggunakan kondom secara terbalik lalu memasangnya kembali dengan benar, sehingga timbul risiko transmisi cairan tubuh.
  • Sekitar 2-11% orang membuka pembungkus kondom dengan benda tajam sehingga berisiko kondom rusak/koyak.
  • 1-3 responden pernah menggunakan kondom bekas untuk aktivitas seksual selanjutny

Moms, yuk tips cara menggunakan kondom yang benar dariPlanned Parenthood berikut ini, agar tidak terjadi penularan seksual atau kehamilan.

Baca Juga: 9 Kesalahan Memakai Kondom yang Membuat Kebobolan

1. Periksa Tanggal Kedaluarsa

cara menggunakan kondom

foto : freepik.com

Saat ingin menggunakan kondom, cara menggunakan kondom yang pertama adalah jangan lupa untuk memeriksa tanggal kedaluarsa yang ada di bungkusnya.

Selain itu, buka kondom dengan hati-hati agar tidak rusak. Jangan mengguanakan gigi atau gunting ya Moms.

Sebelum merobek kemasan, dorong kondom ke sisi berlawanan agar tidak ikut robek bersama kemasan.

2. Pastikan Kondom Sudah Siap Digunakan

cara menggunakan kondom

foto: freepik.com

Setelah dibuka, cara menggunakan kondom selanjutnya yaitu pastikan kondom siap untuk digulung ke arah yang benar dan terlihat seperti topi kecil dan mudah dibuka.

Ambil kondom secara perlahan dan keluarkan dari kemasan. Lalu jepit ujung kondom yang terdapat di bagian tengah lingkaran dengan jari, untuk mencegah udara masuk.

Ini karena udara yang masuk ke dalam kondom akan membuatnya mudah pecah.

Lepaskan gulungan sedikit sebelum memasang untuk memastikan posisi kondom sudah benar untuk dipasang.

Jika gulungan kondom tidak bisa diturunkan, berarti pemakaiannya tidak tepat atau terbalik. Ambil kondom baru jika telah melakukan kesalahan tersebut dan mulai dari awal.

Baca Juga: Kondom Ternyata Meningkatkan Bakteri Baik

3. Jepit Ujung Kondom dan Letakkan di Kepala Penis

cara menggunakan kondom

foto: freepik.com

Cara menggunakan kondom ketiga adalah pastikan untuk sisakan sedikit ruang di bagian atas untuk mengumpulkan air mani. Jika belum disunat, mungkin akan lebih nyaman untuk menarik kulup ke belakang sebelum meletakkan kondom di ujung penis dan menggulungnya.

4. Buka Gulungan Kondom di Batang Penis Hingga ke Pangkal

cara menggunakan kondom

foto: freepik.com

Menggunakan beberapa tetes pelumas berbahan dasar air atau silicon di dalam ujung kondom sebelum menggulungnya juga bisa dilakukan.

Menambahkan lebih banyak pelumas di bagian luar kondom setelah dioleskan ke penis.

Pelumas berbahan dasar air atau silikon dapat membuat seks terasa lebih baik, dan membantu menghentikan kondom agar tidak rusak.

Baca Juga: 9 Kesalahan Memakai Kondom yang Membuat Kebobolan

5. Pegang Tepi Kondom Saat Penis Akan Dikeluarkan dari Vagina

cara menggunakan kondom

foto: freepik.com

Setelah selesai ejakulasi, cara menggunakan kondom untuk melepasnya adalah dengan pegang tepi kondom dan segera cabut penis dari dalam vagina sebelum ereksinya hilang. Hal ini dilakukan untuk mencegah kebocoran kondom di dalam vagina pasangan.

Lakukan ini hal ini sebelum penis menjadi lunak, agar kondom tidak terlalu longgar dan mengeluarkan air mani.

6. Hati-hati Saat Melepaskan Kondom

cara menggunakan kondom

foto: freepik.com

Hati-hati saat melepaskan kondom dari vagina agar air mani tidak tumpah. Bungkus kondom bekas dengan tisu dan buang ke tempat sampah dan jangan membuangnya ke toilet

Baca Juga: Heboh Permen Isi Kondom, Perhatikan 5 Hal Ini Saat Beli Jajanan Anak

7. Cara Menggunakan Kondom yang Aman

cara menggunakan kondom

foto: freepik.com

Hampir semua jenis kondom aman untuk digunakan untuk berhubungan seks. Karena FDA telah meminta semua produsen kondom untuk melakukan uji kualitas untuk produk mereka.

Hanya saja, tidak semua kondom dianggap aman untuk digunakan untuk berhubungan seks. Berikut cara mengguanakan kondom yang aman.

8. Hindari Kondom Jenis Baru

cara menggunakan kondom

foto: freepik.com

Saat ini banyak produsen merancang kondom jenis baru yang lebih mengunggulkan stimulasi, bukan perlindungan. Hindari merek yang tidak menyebutkan mengenai perlindungan kehamilan atau infeksi menular seksual. Jika kondom tidak menutupi seluruh bagian penis tidak akan memberikan perlindungan lengkap.

9. Baca Kemasan

cara menggunakan kondom

foto: freepik.com

Saat membeli kondom jangan malas untuk membaca kemasan. Cari kondom yang di kemasan menunjukan bahwa merek tersebut dapat mencegah infeksi menular seksual.

Hal ini sangat penting, walaupun kondom tidak sepenuhnya dapat melindungi dari infeksi menular seksual karean penyakit ini masih bisa menular lewat kulit. Selain itu, membaca label juga untuk memastikan kondom tersebut telah memenuhi semua standar keamanan.

10. Hindari Kondom Alami

cara menggunakan kondom

foto: freepik.com

Kondom alami memang efektif untuk mencegah kehamilan, tetapi sering kali tidak melindungi infeksi menular seksual. Kondom jenis ini biasanya berbahan lateks dan ada beberapa orang yang memiliki alergi terhadap latek.

Sebaiknya, mulai mencoba kondom poliuretan. Walaupun lebih mahal, tetapi jenis ini menawarkan ukuran yang lebih longgar dan dapat mencegah infeksi menular seksual dan kehamilan.

Baca Juga: 5 Variasi Kondom yang Bikin Momen di Ranjang Lebih Berkesan

11. Gunakan Kondom dengan Pelumas

cara menggunakan kondom

foto: freepik.com

Vagina akan secara alami mengeluarkan pelumas saat terangsang. Namun, terkadang pelumas ini tidak cukup. Sehingga pasangan Moms tetap harus menggunakan kondom berpelumas atau pelumas berbahan dasar air atau silikon yang terpisah. Pelumasan di bagian luar kondom mengurangi gesekan saat berhubungan seks dan membantu mencegah kondom terlepas atau patah saat berhubungan seks.

12. Jangan Menggunakan Pelumas dengan Bahan Dasar Minyak

cara menggunakan kondom

foto: freepik.com

Minyak, seperti baby oil, lotion, atau petroleum jelly, dapat menyebabkan kondom rusak, sehingga dangat tidak disarankan untuk digunakan dengan dengan kondom.

13. Jangan Menggunakan Kondom Kedaluarsa

cara menggunakan kondom

foto: freepik.com

Kondom memiliki tanggal kedaluwarsa tertulis di kemasannya. Jika kondom sudah melewati tanggal kadaluwarsa, harus segera dibuang. Karena kondom yang sudah kedaluarsa akan lebih mudah rusak daripada yang baru.

14. Hindari Kondom yang Tidak Disimpan dengan Baik

cara menggunakan kondom

foto: freepik.com

Kondom sangat sensitif terhadap panas atau gesekan, sehingga cara penyimpanan perlu diperhatikan. Simpan kondom di tempat sejuk dan kering yang jauh dari paparan sinar matahari atau suhu dingin secara langsung. Penyimpanan kondom yang tidak baik dapat membuat kondom kurang efektif saat digunakan.

Baca Juga: Kondom Ternyata Meningkatkan Bakteri Baik

15. Hindari Kondom yang Mengandung Spermisida

cara menggunakan kondom

foto: freepik.com

Beberapa kondom mengandung spermisida. FDA telah menyetujui nonoxynol 9 (N-9) sebagai spermisida yang dijual bebas.

Bagi sebagian orang, spermisida ini dapat menyebabkan iritasi pada vagina atau dubur. Bagi orang lain, ini mungkin tidak menjadi masalah.

Baca Juga: Mengenal Menstrual Cup, Apa Keuntungan dan Cara Menggunakannya?

Apa yang Harus Dilakukan Saat Kondom Rusak?

cara menggunakan kondom

foto: freepik.com

Jika kondom rusak saat berhubungan, segera hentikan dan lepaskan kondom yang rusak. Kemudian ganti dengan yang baru.

Kalau ada risiko IMS, Moms sebaiknya menemui dokter secepat mungkin. Dokter akan melakukan pemeriksaan kesehatan seksual dan memberi nasihat tentang bagaimana mencari tanda-tanda infeksi menular seksual jika muncul.

Larangan dan Anjuran dalam Penggunaan Kondom

Berikut ini adalah seputar larangan dan anjuran dalam penggunaan kondom, sehingga tetap aman dan juga nyaman. Pastikan Moms juga mengetahui informasi ini selain cara menggunakan kondom, ya!

Ada baiknya saat hendak atau setelah menggunakan kondom, lakukan hal di bawah ini:

  • Hindari menyimpan kondom dalam dompet, karena tekanan dan gesekan dalam dompet serta suhu yang panas dapat menyebabkan kondom mudah rusak.
  • Hindari kondom yang mengandung spermisida karena bisa menyebabkan iritasi dan alergi pada sebagian orang.
  • Hindari menggunakan pelumas berbahan dasar minyak seperti body lotion, petroleum jelly atau baby oil, karena dapat menyebabkan kondom mudah sobek.
  • Jangan gunakan dua kondom sekaligus saat berhubungan intim.
  • Jangan pula memakai kondom lebih dari sekali dan segera buang kondom yang sudah digunakan.

Sedangkan, anjuran dalam penggunaan kondom antara lain:

  • Gunakan kondom tiap kali ingin berhubungan intim, kecuali jika Moms sedang menjalani program kehamilan.
  • Periksa terlebih dahulu tanggal kedaluwarsa yang tertera pada kemasan kondom sebelum mulai menggunakannya.
  • Pastikan pula bahwa kondom yang akan digunakan tidak dalam keadaan rusak.
  • Simpan kondom di tempat yang sejuk dan kering.
  • Gunakan kondom yang sudah terdaftar di Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM).
  • Pilihlah kondom yang sudah dilengkapi pelumas berbasis air untuk mencegah rusaknya kondom.

Baca Juga: Kenali Ciri-Ciri Sperma yang Tidak Sehat

Apabila, Moms khawatir tentang kehamilan, ada sejumlah pilihan kontrasepsi darurat yang tersedia dari dokter, klinik kesehatan seksual, atau yang dijual bebas di apotek.

Moms juga bisa memilih antara pil kontrasepsi darurat atau intrauterine device (IUD). Pil ini dapat membantu mencegah kehamilan jika digunakan lebih awal setelah kondom rusak. Semakin cepat seseorang menggunakan kontrasepsi darurat, semakin efektif.

Itu dia Moms cara menggunakan kondom yang tepat agar mencegah kehamilan maupun penyakit menular seksual.

  • https://www.ncbi.nlm.nih.gov/pmc/articles/PMC4660551/
  • https://www.nhs.uk/conditions/contraception/how-do-i-use-condom/
  • https://kinseyinstitute.org/research/condom-use.php
  • https://www.plannedparenthood.org/learn/birth-control/condom/how-effective-are-condoms#:~:text=If%20you%20use%20condoms%20perfectly,will%20get%20pregnant%20each%20year.
Produk Rekomendasi

TOOLS PARENTING

Komentar

Yuk, ngobrol dan sharing pendapat dengan moms lainnya.

member-image

Beri Komentar...

Artikel Terkait