Pernikahan & Seks

PERNIKAHAN & SEKS
8 Februari 2019

Pernikahan Tidak Bahagia? Ini 7 Cara Menghadapinya!

Belajar untuk jadi pendengar yang baik ya Moms
placeholder
placeholder
Artikel ditulis oleh Andra Nur Oktaviani
Disunting oleh Andra Nur Oktaviani

Siapa yang tidak ingin punya pernikahan yang bahagia? Semua pasangan yang menikah tentu mendambakan pernikahan yang bahagia.

Sayangnya, tidak semua pernikahan bisa berjalan dengan sempurna. Tidak sedikit juga pernikahan yang tidak bahagia.

Banyak yang mengambil jalan cepat dengan bercerai sebagai solusi. Sebagian lainnya memilih untuk bertahan dan berupaya untuk menghadapi situasi yang sulit itu.

Oleh sebab itu, kali ini Orami membahas tujuh cara yang bisa membantu Moms untuk menghadapi pernikahan yang tidak bahagia. Apa saja? Yuk kita cari tahu Moms!

1. Minta Bantuan Sedini Mungkin

Jangan tunggu emosi dan perilaku negatif menguasai Moms.

Jika Moms merasa pernikahan sudah tidak bahagia, ada baiknya segera mencari bantuan.

Konsultan pernikahan bisa jadi salah satu pihak untuk dimintai bantuan.

Jika Moms tidak seterbuka itu, Moms bisa meminta bantuan kerabat atau sahabat.

2. Belajar untuk Mendengar

Hal ini mungkin sepele. Tapi, kunci pernikahan bahagia adalah pasangan mau saling mendengarkan.

Sayangnya, tidak semua pasangan bisa melakukan itu.

Ada saja pihak yang egois dan hanya mau didengarkan, tapi tidak mau mendengarkan.

Tidak sekadar mendengarkan, Moms juga harus mengerti dan memahami sudut pandang yang berbeda. 

Memaksakan pendapat terus-terusan akan merusak hubungan, serta membuat Moms dan suami malah saling malas berkomunikasi. 

Baca Juga: Sikap Suami Mendadak Berubah, Apa Penyebab dan Cara Menghadapinya?

3. Prioritaskan Pernikahan

Menyelamatkan pernikahan yang tidak bahagia butuh kerja keras.

Moms dan pasangan harus berkomitmen untuk sama-sama memperbaiki pernikahan.

Untuk itu, Moms dan pasangan harus sama-sama menjadikan pernikahan sebagai prioritas.

Menyisihkan sedikit waktu untuk berinteraksi secara positif dengan pasangan setiap harinya terbukti bisa membantu memperbaiki pernikahan.

4. Ubah Mindset ‘Bercerai’ jadi Mindset ‘Menikah’

Pernah mendengar soal kekuatan pikiran? Nah, ini mungkin salah satu bukti kekuatan pikiran.

Jika sejak awal Moms sudah memikirkan bercerai, maka pernikahan pun akan kandas.

Hal ini akan berbeda jika Moms memikirkan pernikahan. Moms pasti akan berusaha untuk memperbaikinya.

Baca Juga: Suami Mulai Berperilaku Kasar, Apa yang Harus Dilakukan?

5. Berusaha untuk Berubah

Moms, ingatlah, Moms dan pasangan punya tujuan untuk menyelamatkan pernikahan.

Maka, perlu ada perubahan yang dilakukan. Baik itu dari Moms maupun dari pasangan.

Bicarakan dengan pasangan agar perubahan ini terjadi di dua pihak.

Ubahlah sifat-sifat negatif menjadi hal yang positif demi menyelamatkan pernikahan.

Ingat, jangan hanya fokus pada perubahan pasangan. Fokus saja pada perubahan yang harus Moms lakukan.

6. Bertanggung Jawab

Ini bisa sangat sulit, terutama jika pasangan telah melakukan sesuatu yang Moms yakini sangat fatal.

Tetapi yang perlu Moms ingat adalah baik Moms dan pasangan sama-sama punya tanggung jawab untuk menyelamatkan pernikahan yang telah dibangun.

Baca Juga: Ini 7 Tanda Pasangan Suami-Istri Butuh Konseling Pernikahan

7. Transparan dan Akuntabel

Tinggalkan gengsi. Cobalah untuk lebih terbuka kepada diri sendiri dan pasangan.

Komunikasi harus berjalan dua arah dan secara transparan. Hal ini bertujuan untuk menghidari kesalahpahaman yang dapat memicu konflik.

Selalu berkaca dan lakukan introspeksi diri untuk masa depan yang lebih baik.

Itulah beberapa cara yang bisa Moms lakukan untuk menghadapi pernikahan yang tidak bahagia. Semoga berhasil ya Moms!

(AND)

Komentar

Yuk, ngobrol dan sharing pendapat dengan moms lainnya.

member-image

Beri Komentar...

Artikel Terkait