2-3 tahun

2-3 TAHUN
20 April 2020

Sebelum Makin Parah, Ini 4 Cara Mengobati Skoliosis pada Anak

Obati skoliosis untuk maksimalkan pertumbuhan anak
placeholder
placeholder
Artikel ditulis oleh Dona Handayani
Disunting oleh Intan Aprilia

Skoliosis adalah sebuah kelainan tulang belakang dimana terdapat lekukan ke samping menyerupai bentuk “C” atau “S”.

Kebanyakan skoliosis yang terdiagnosa di usia anak merupakan skoliosis bawaan atau yang disebut juga sebagai Congenital Scoliosis.

Skoliosis bawaan terkadang memiliki derajat lekukan yang rendah. Tapi, Moms bayangkan saja jika kita beraktivitas dengan tulang belakang yang melengkung, pasti tidak nyaman karena selalu merasa pegal atau bahkan kesakitan.

Supaya anak bisa beraktivitas dengan baik dan bertumbuh dengan normal, skoliosis harus diobati.

Mengobati skoliosis pada anak pun harus dilakukan dengan cepat agar dalam pertumbuhannya maksimal.

Dilansir dari American Association of Neurological Surgeons, skoliosis bawaan pada anak biasanya ada hubungannya dengan kelainan bawaan lain seperti saraf tulang belakang, genital dan sistem urin, dan juga jantung.

Oleh karena itu, mengobati skoliosis pada anak menjadi sangat penting.

Baca Juga: Perbedaan Skoliosis Anak dan Dewasa. Kenali Sejak Dini Gejalanya!

Banyak orang tua yang mengabaikan pengobatan skoliosis pada anak karena derajat kelengkungannya kecil dan dianggap tidak mengganggu, tapi anggapan itu salah.

“Skoliosis lebih mudah untuk disembuhkan jika masih pada tahap awal, sebelum lekuk tulang belakang menjadi semakin parah," ujar Dr. Sergio Mendoza Lattes, MD, seorang ahli bedah tulang belakang di Duke’s Spine Center.

Cara Mengobati Skoliosis pada Anak

Berikut ini adalah 4 cara yang bisa dilakukan untuk mengobati skoliosis pada anak.

1. Observasi

Sebelum Semakin Parah, Ini Cara Mengobati Skoliosis pada Anak

Foto: goodsamaritan.chsli.org

Observasi menjadi pilihan apabila lekukan tulang belakang berada di bawah angka 25 derajat.

Observasi ini harus dilakukan secara rutin terutama di usia pertumbuhan anak untuk mengetahui apakah ada penambahan derajat kelengkungan pada tulang belakang anak.

American Academy of Orthopaedic Surgeons mengungkapkan, observasi akan dilakukan setiap 6-12 bulan sekali dan akan melakukan pengambilan gambar dengan x-ray sampai usia maksimal pertumbuhan anak.

2. Terapi Fisik

Sebelum Semakin Parah, Ini Cara Mengobati Skoliosis pada Anak

Foto: busylizzy.co.uk

Selain observasi dokter, melakukan terapi fisik juga bisa membantu mengobati skoliosis pada anak.

Terapi fisik bisa dilakukan dalam bentuk olahraga seperti yoga dan pilates untuk anak.

Selain itu, bisa juga dilakukan chiropractic untuk membantu tulang belakang bertumbuh sebagaimana mestinya.

Akan tetapi melakukan chiropractic tidak boleh sembarangan ya, Moms! Tentunya harus tetap di bawah pengawasan dan bimbingan dokter anak.

Baca Juga: 3 Penyebab Skoliosis pada Balita

3. Bracing

Sebelum Semakin Parah, Ini Cara Mengobati Skoliosis pada Anak

Foto: scottishritehospital.org

Untuk mengobati skoliosis pada anak apabila lekukan tulang belakang berada di angka 25 sampai 45 derajat, bisa juga dengan metode bracing atau penggunaan penunjang tulang belakang.

Meskipun penggunaan penunjang ini tidak bisa menghilangkan lekuk tulang belakang yang sudah terjadi atau bahkan meluruskannya, setidaknya metode ini menjaga agar seiring pertumbuhan anak, lekukan tulang belakang tidak semakin parah sampai membutuhkan tindakan operasi.

4. Operasi

Sebelum Semakin Parah, Ini Cara Mengobati Skoliosis pada Anak

Foto: ca-times.brightspotcdn.com

Dokter akan merekomendasikan tindakan operasi jika lekukan tulang belakang mencapai angka lebih besar dari 45 sampai 50 derajat atau ketika metode bracing tidak dapat menghentikan pembengkokan tulang belakang.

Jika skoliosis diabaikan, lekukan pada tulang belakang akan semakin memburuk dan bukan tidak mungkin sistem pernapasan juga akan terganggu.

Bila sudah sampai tahap ini, dalam mengobati skoliosis pada anak dibutuhkan tindakan operasi.

Baca Juga: Ini Cara Menangani Skoliosis pada Bayi, Catat ya Moms!

Jadi Moms, mengobati skoliosis pada anak jangan dianggap remeh ya! Segera periksakan anak jika memiliki gejala skoliosis agar tidak semakin parah dan terhambat pertumbuhannya.

Komentar

Yuk, ngobrol dan sharing pendapat dengan moms lainnya.

member-image

Beri Komentar...

Artikel Terkait