Di atas 5 tahun

12 Agustus 2021

Jangan Tertukar, Begini Cara Mengompres Anak yang Tepat

Penggunaan kompres yang tepat bisa mempercepat pemulihan kondisi anak
placeholder
placeholder
Artikel ditulis oleh Cholif Rahma
Disunting oleh Karla Farhana

Moms mungkin sudah cukup sering mendengar manfaat dan cara mengompres anak baik panas dan kompres dingin, tapi sudah tahukah perbedaan cara kerja dan waktu tepat untuk menggunakan keduanya?

Dengan mengetahui cara mengompres anak yang tepat, Moms bisa membantu meredakan gejala sakit atau cedera anak dengan lebih cepat.

Sebaliknya, penggunaan kompres yang salah bisa menghambat proses kesembuhan atau bahkan memperburuk kondisi Si Kecil.

Silakan simak penjelasan berikut untuk tahu lebih banyak tentang cara mengompres anak ya, Moms.

Baca Juga: Anak Panas Karena Demam? Jangan Panik Dulu

Perbedaan Kompres Panas dan Kompres Dingin

Kenali Waktu Tepat Menggunakan Kompres Panas Dan Kompres Dingin Untuk Anak, Jangan Tertukar! 1.jpg

Foto: Rossbridgepeds.com

Sebelum menggunakan, Mom perlu tahu kalau perbedaan utama kompres panas dan kompres dingin untuk anak bukan terletak pada suhunya, tapi justru pengaruhnya pada tubuh dan pembuluh darah.

Mengutip penjelasan dari medicalnewstoday.com, memberikan kompres panas atau hangat pada tubuh memicu vasodilatasi atau pelebaran pembuluh darah. Saat pembuluh darah melebar, darah mengalir lebih banyak ke seluruh tubuh sambil membawa lebih banyak kandungan oksigen, nutrisi, dan sel imun.

Sebaliknya memberikan kompres dingin pada tubuh akan memicu vasokonstriksi atau penyempitan pembuluh darah, dan memberikan efek mengurangi rasa nyeri pada bagian tubuh yang cedera.

Cara Mengompres Anak dengan Kompres Panas

Kenali Waktu Tepat Menggunakan Kompres Panas Dan Kompres Dingin Untuk Anak, Jangan Tertukar! 2.jpg

Foto: Gleneagles.com.sg

Walau disebut dengan kompres panas, suhu ideal untuk digunakan sebaiknya hanya sampai kadar hangat dan tidak terasa sakit bagi tubuh.

Ada dua jenis kompres panas yang umumnya digunakan, yaitu kompres kering (heating pad, lampu pemanas, atau sauna) dan kompres lembab (handuk dibasahi dengan air hangat atau berendam air hangat).

Saat ada kompres hangat diletakkan di bagian tubuh seperti dahi, lipatan ketiak, maupun dada, maka hipotalamus di otak akan menganggap area tersebut terasa “panas”.

Dengan demikian, hipotalamus akan merespons dengan menurunkan suhu tubuh sehingga lebih “dingin”.

Banyak yang menganggap bahwa suhu dingin dari es yang ditempelkan pada dahi akan membantu melawan panas dari dalam tubuh. Padahal, tidak demikian.

Kain yang digunakan untuk kompres sebaiknya dibasahi atau direndam di air dengan suhu normal saja, tidak terlalu dingin atau panas.

Penggunaan kompres lembab lebih disarankan untuk anak, karena memiliki risiko luka bakar yang lebih kecil dan distribusi panas yang lebih merata.

Nah, cara mengompres anak dengan kompres panas tepat untuk digunakan pada kondisi berikut:

  • Demam. Kompres panas akan lebih efektif bila diletakkan pada lipatan tubuh seperti ketiak, lipatan lutut, siku, atau selangkangan.
  • Sakit kepala, leher kaku, dan sakit punggung bawah.
  • Migrain, dengan diletakkan pada dahi.
  • Bintitan, bisul, atau nyeri pada mata.
  • Tendonitis atau iritasi dan rasa kaku di otot.
  • Cedera olahraga yang telah lewat masa akut (+72 jam).
  • Kram menstruasi.

Jadi, bukan kompres es batu yang paling tepat untuk meredakan demam anak. Namun, perlu diingat bahwa memberikan kompres hangat bisa lebih sulit dilakukan. Orangtua perlu lebih berhati-hati agar air yang digunakan tidak terlalu panas dan tidak berisiko membakar kulit.

Kompres panas tidak boleh dilakukan pada cedera otot/olahraga dalam fase akut (0-48 jam), anak dengan kondisi dermatitis, maupun luka yang terasa panas bila disentuh seperti memar, keseleo, atau pendarahan.

Baca Juga: Demam Anak Naik Turun, Kapan Mama Perlu Waspada?

Cara Mengompres Dingin untuk Anak

Kenali Waktu Tepat Menggunakan Kompres Panas Dan Kompres Dingin Untuk Anak, Jangan Tertukar! 3.jpg

Foto: Whatsupmoms.com

Efek vasokonstriksi atau penyempitan pembuluh dari kompres dingin dapat membantu mengurangi bengkak dan menghentikan pendarahan. Sirkulasi darah yang terbatas juga bisa mengurangi rasa sakit dan memar.

Kompres dingin bisa dilakukan dengan gel pack beku, spons basah yang dibekukan, es batu yang dimasukkan ke dalam plastik dan dibungkus dengan handuk atau kain, atau sekadar melembabkan kain dengan air es.

Ingat ya Moms, tidak boleh menempelkan es langsung pada kulit karena bisa menyebabkan kerusakan jaringan kulit. Selalu gunakan media lain seperti kain atau handuk untuk melindungi kulit.

Menurut sebuah studi dari Cold and compression in the management of musculoskeletal injuries and orthopedic operative procedures, kompres dingin paling baik digunakan untuk cedera fase akut, setelah operasi, dan mengurangi perdarahan. Sebaliknya, jangan gunakan kompres dingin untuk kondisi kram, demam, maupun pada luka bakar atau luka terbuka.

Perhatikan pula durasi penggunaan kompres panas dan kompres dingin untuk anak, yaitu hanya sekitar 15-20 menit untuk satu kali aplikasi dan bisa diulang kembali 20 menit bila dirasa perlu. Jangan biarkan kompres dipakai semalaman atau ditinggal tidur.

Baca Juga: Jenis-jenis Demam Pada Anak yang Harus Kita Tahu

Cara Mengompres Anak Agar Panasnya Cepat Turun

cara mengompres anak

Foto: thewell.northwell.edu

Sebagai orang tua, tidak ada yang lebih berharga dari anak kita. Jadi, jika Si Kecil menunjukkan tanda dan gejala suhu tubuh tinggi, dahi hangat atau pipi memerah, reaksi alami Moms pasti adalah panik.

Suhu bayi biasanya berfluktuasi karena berbagai alasan, mulai dari aktivitas fisik, mandi air hangat, melawan alergi atau hingga masalah pencernaan, dan metabolisme yang meningkat. Bahkan pada waktu siang hari dapat berdampak karena suhu tubuh cenderung naik pada sore dan malam hari.

Jika anak mengalami demam, menurut American Academy of Pediatrics (AAP), tidak selalu memiliki arti yang buruk. Faktanya, ini mungkin merupakan indikator kunci bahwa sistem kekebalan sedang melawan infeksi yang lebih serius.

Namun jika Moms merasa khawatir dan ingin meredakan panas anak, Moms bisa mencoba cara mengompres anak. Cara ini sangat mujarab dalam menurunkan panas Si Kecil.

Bagaimana cara mengompres anak agar panasnya cepat turun? Ikuti cara di bawah ini yuk, Moms.

1. Siapkan Perlengkapan Kompres

Cara mengompres anak memang sederhana dan tergolong mudah. Moms hanya perlu mempersiapkan wadah, air hangat, dan sehelai kain kompres.

Pertama yang harus anda lakukan adalah mencelupkan kain ke dalam air hangat dan kemudian diperas.

Jik menggunakan air hangat untu mengompres anak demam, pastikan menggunakan air yang memiliki suhu tidak melebihi suhu tubuh anak.

Dengan demikian suhu air yang paling baik untuk mengompres anak demam biasa adalah 27-34 derajat Celsius.

Sementara, apabila anak mengalami demam dengan suhu tubuh mencapai lebih dari 39 derajal Celsius, akan lebih baik jika dikompres dengan air hangat yang lebih panas mencapai 34-37 derajat Celcius.

Panas tubuh akan keluar melalui pembuluh-pembuluh darah besar yang dekat dengan kulit yang berada di leher, ketiak, dan selangkangan.

Maka dari itu, pemberian kompres sebaiknya dilakukan di sekitar pembuluh-pembuluh darah besar, seperti di ketiak dan lipatan paha selama kurang lebih 15-20 menit.

2. Kompres Seluruh Tubuh Anak dengan Air Hangat

Cara mengompres anak selanjutnya, Moms harus meletakan kain kompres di seluruh tubuh anak, terutama di daerah lipatan, seperti ketiak dan paha selama 15 menit.

Bisa juga dengan menyeka seluruh tubuhnya dengan kompres hangat, atau dengan cara menyuruh anak berendam di air hangat atau air suam kuku.

Kompres sekali pakai boleh digunakan tetapi tidak direkomendasikan untuk anak di bawah 2 tahun. Hal itu dikarenakan, kulit bayi masih sensitif.

Selain itu, kompres sekali pakai hanya bisa mengompres sebagian kecil permukaan tubuh. Padahal prinsip mengompres anak demam adalah membasahi seluruh permukaan tubuh.

Baca Juga: Mandi Air Hangat Bisa Merusak Kulit, Mitos atau Fakta?

3. Perbanyak Minum Air

Panas anak akan cepat turun, jika kompres anak dibarengi dengan memperbanyak minum air mineral. Menurut jurnal Fever and Antipyretic Use in Children, pada saat demam kebutuhan cairan meningkat sampai 1,5 kali dari kebutuhan normal. Jika anak kekurangan cairan, maka demam akan meninggi.

Minum air yang banyak fungsinya untuk menjaga kecukupan cairan dan mencegah timbulnya panas lebih tinggi.

Ingat! Jangan minum minuman yang mengandung kafein (teh, kopi) karena akan menyebabkan sering berkemih atau kencing sehingga makin kekurangan cairan.

Jika terlihat tanda-tanda dehidrasi, Moms harus segera membawa anak ke rumah sakit untuk diperiksa oleh dokter ya.

4. Perbanyak Istirahat

Biarkan anak beristirahat untuk membantu menurunkan demam, karena makin banyak beristirahat, maka panas anak akan makin cepat sembuh.

Hal lain yang patut diingat, tidak ada hubungannya antara demam dan makanan pantangan ya Moms. Hal ini seringkali disalah artikan oleh para Moms.

Selama demam dan sakit, metabolisme akan terganggu. Jadi, sebaiknya mengonsumsi makanan yang lunak sehingga mudah dicerna.

Hindari pula pemakaian baju berlapis dan selimut tebal karena dapat menghambat kulit untuk melakukan pertukaran panas dengan udara.

Baca Juga: Ibu Demam Bolehkah Menyusui? Ini Jawabannya Menurut Ahli

5. Mandi air hangat

Sama halnya dengan cara mengompres anak menggunakan air hangat, mandi air hangat dapat membantu menurunkan suhu tubuh ketika anak demam.

Namun, jangan gunakan air dingin atau alkohol saat memandikan anak karena dapat membuat suhu tubuh meningkat.

Moms juga bisa menyeka Si Kecil dengan handuk yang dibasahi air hangat bila tidak memungkinkan untuk mandi.

6. Kenakan pakaian tipis

Saat anak demam, berikan ia pakaian tipis yang dapat membuat panas tubuh lebih cepat keluar. Sebaliknya, jangan berikan anak pakaian yang tebal atau berlapis-lapis agar demamnya cepat turun.

Moms juga sebaiknya jangan memberikan selimut yang terlalu tebal ketika anak dalam kondisi demam.

7. Berikan obat penurun demam

Selain menerapkan cara mengompres anak, ada banyak obat penurun demam yang dapat diberikan kepada anak, seperti acetaminophen atau ibuprofen.

Namun, sebaiknya konsultasikan dengan dokter mengenai pemberian obat-obatan untuk anak demam.Hindari pemberian aspirin saat anak mengalami demam karena berpotensi menyebabkan Sindrom Reye yang membahayakan.

Jika anak masih berusia di bawah 2 tahun, sebaiknya bawa ia ke dokter untuk mendapatkan dosis obat demam yang sesuai.

Baca Juga: Anak Panas Karena Demam? Jangan Panik Dulu

Kapan Sebaiknya Membawa Anak Ke Dokter?

child-asian-sick-ill-getty-stock.jpg

Foto: Orami Photo Stock

Jika anak mengalami demam yang tinggi atau tidak kunjung turun, sebaiknya segera periksakan Si Kecil ke dokter anak.

Khususnya, jika demam anak disertai dengan gejala-gejala sebagai berikut:

  • Suhu tubuh mencapai 38°C atau lebih.
  • Berusia di bawah 3 bulan dan demam mencapai 38°C
  • Mengalami kejang
  • Demam telah berlangsung lebih dari 72 jam. Jika anak berusia di bawah 2 tahun, segera bawa ke dokter jika demam telah berlangsung lebih dari 24 jam.
  • Demam disertai gejala lainnya, seperti leher kaku, sakit telinga, ruam, sakit kepala, dan sebagainya.
  • Anak terlihat sangat sakit, rewel, atau sulit merespons.

Selain itu, jika anak berusia di bawah 4 tahun dan menunjukkan gejala pilek dan flu di samping demam, sebaiknya segera bawa ke dokter untuk mendapatkan penanganan yang tepat.

Baca Juga: Paniknya Saya sebagai Ibu Baru saat Melihat Anak Kejang karena Demam

Bagaimana Moms, sudahkah melakukan cara mengompres anak yang sesuai dengan kegunaannya?

Ikuti berbagai panduan cara benar mengompres anak di atas agar panas anak bisa cepat reda ya, Moms.

Yuk langsung coba di rumah dengan bahan yang sederhana, Moms.

Produk Rekomendasi

TOOLS PARENTING

Komentar

Yuk, ngobrol dan sharing pendapat dengan moms lainnya.

member-image

Beri Komentar...

Artikel Terkait