2-3 tahun

2 Agustus 2021

11 Cara Menjaga Kesehatan Mental Anak di Tengah Pandemi COVID-19

Memahami anak dan memberikan dukungan adalah hal yang sangat penting
placeholder
placeholder
Artikel ditulis oleh Dresyamaya Fiona
Disunting oleh Widya Citra Andini

Pandemi virus COVID-19 tidak hanya memengaruhi kesehatan fisik, tetapi juga mental. Dengan adanya kebijakan melakukan aktivitas di rumah, sadar atau tidak berimbas pada kesehatan mental anak. Yuk, cari tahu cara menjaga kesehatan mental anak meski #dirumahaja, Moms!

Penyebab Anak Cemas di Masa Pandemi

Keterbatasan melakukan aktivitas serta perubahan rutinitas mungkin bisa menjadi salah satu faktor yang dapat memengaruhi kondisi mental Si Kecil di tengah pandemi ini.

Tidak hanya orang tua, anak-anak pun bisa mengalami gangguan mental, lho!

Baca Juga: Dukung Kesehatan Mental Anak dengan 5 Cara Ini

Gejala orang dewasa dan anak-anak yang terkena gangguan mental hampir sama. Ini berupa perasaan sedih, takut, dan tidak merasa aman.

"Perbedaan yang terlihat yakni cara mengekspresikan emosinya," terang Fathya Artha Utami, M.Sc., M.Psi., Psikolog Anak pada "Virtual Media Briefing Tokopedia Hari Anak Nasional: Orang Tua Bahagia, Kunci Kesehatan Mental Anak" pada Kamis 22 Juli 2021.

Apalagi anak di bawah usia 5 tahun baru belajar regulasi emosi. Sehingga mereka akan sulit mengutarakan perasaan ketika marah ataupun sedih.

Berikut sejumlah penyebab anak mengalami gangguan mental di saat pandemi COVID-19, antara lain:

1. Ketidaktahuan Kapan Pandemi Akan Berakhir

kesehatan mental anak-1

Foto: Orami Photo Stock

Mengingat COVID-19 adalah virus baru, pengetahuan tentang virus ini akan selalu berkembang. Oleh karenanya, tidak dapat dipastikan kapan pandemi virus corona akan berakhir.

Dampaknya, perasaan cemas menyelimuti orang dewasa dan juga memengaruhi kondisi kesehatan mental anak-anak.

"Kami tidak tahu berapa lama pandemi ini akan berlangsung, dan itu dapat meningkatkan kecemasan pada anak-anak, seperti halnya pada orang dewasa," kata Robin Gurwitch, Ph.D., profesor psikologi di Duke University Medical Center mengutip Parents.

Baik Moms, Dads, atau Si Kecil, mungkin merasa kewalahan, sedih, atau bingung tentang penyebaran virus corona dan merasa khawatir tentang diri sendiri, keluarga, dan teman-teman.

Baca Juga: Mencegah Penyebaran Bakteri dan Kuman pada Si Kecil selama Masa Pandemi Covid-19

2. Cemas Karena Melihat Orang Lain Cemas

kesehatan mental anak-2

Foto: Orami Photo Stock

Perasaan cemas karena ketidakpastian soal virus dan pandemi COVID-19 yang tengah terjadi ini merupakan sesuatu yang banyak dialami oleh anak-anak.

Tenang, ini perasaan yang sebenarnya cukup normal.

"Kecemasan adalah fungsi normal dan sehat yang mengingatkan adanya ancaman, dan membantu kita mengambil langkah-langkah untuk melindungi diri kita sendiri," jelas Dr. Lisa Damour, psikolog remaja, mengutip UNICEF.

Dalam Journal of Postgraduate Medicine, disebutkan bahwa kecemasan adalah emosi manusia normal sebagai respon dari sesuatu yang tak bisa dikendalikan.

Namun, anak bisa merasa cemas karena melihat kecemasan pada orang-orang terdekatnya.

Karena itu, orang tua perlu mengambil langkah untuk membantu anak mengelola perasaan cemas Si Kecil.

Baca Juga: Perhatikan 7 Gejala Fisik Kecemasan pada Anak

3. Sulit Mengomunikasikan Emosi

5 Tips Cara Menjaga Kesehatan Mental Saat Menghadapi Anak 1.jpg

Foto: Orami Photo Stock

Penyebab anak mengalami masalah mental kebanyakan karena ia belum pandai mengekspresikan emosinya.

Anak melempar-lempar mainan, berteriak dan menangis membuat banyak orang tua overwhelmed.

Tak jarang, ini membuat orang tua marah dan melepaskan emosi ke anaknya.

Namun, perilaku anak seperti itu disebabkan mereka belum bisa mengomunikasikan emosinya, Moms.

"Orang tua punya regulasi emosi yang matangm tapi tidak untuk anak-anak. Terutama jika usia anak di bawah 5 tahun," tambah Fathya.

Untuk itu, perlu cara khusus dalam mengomunikasikan emosi pada anak.

Cara Menjaga Kesehatan Mental Anak di Tengah Pandemi COVID-19

Nah setelah tahu penyebab anak mengalami masalah mental, cari tahu cara mengatasinya, yuk!

Ada beberapa hal yang bisa Moms lakukan untuk menjaga kesehatan mental anak di tengah pandemi virus Corona. Berikut caranya:

1. Fokus pada Hal Positif

kesehatan mental anak-3

Foto: Orami Photo Stock

Salah satu upaya untuk bisa fokus dalam hal positif adalah dengan mengajarkan anak mengungkapkan rasa syukur.

Dalam Harvard Health, rasa syukur ini bisa mendatangkan kebahagiaan yang lebih besar.

Rasa syukur membantu anak merasakan emosi yang lebih positif, memiliki kesehatan yang lebih baik, dan bisa melihat "musibah" dari sisi yang lain.

Oleh karena itu, Moms bisa mengajarkan Si Kecil bersyukur dimulai dari mensyukuri kesehatan yang masih diberikan saat orang lain terjangkit virus.

Moms juga bisa mengajak anak bersyukur karena masih bisa berkumpul lengkap dengan keluarga di rumah yang nyaman, sementara tidak semua orang merasakannya.

2. Akui Perasaan Si Kecil

Di tengah pandemi virus corona ini, hal terpenting yang dapat Moms lakukan adalah bersikap proaktif dalam menanyakan perasaan anak.

Mendengarkan ketika mereka mengekspresikan perasaannya juga salah satu cara menjaga kesehatan mental anak, lho.

Moms juga jangan menyembunyikan perasaan sendiri, misalnya seperti diam-diam menangis.

Akui bahwa ini adalah saat yang sulit dan menakutkan, dan keluarga jadi merasa sedikit takut dan cemas. Namun, ini bukan masalah dan yakinkan anak-anak bahwa Moms dan Dads dapat menanganinya bersama.

Sebagai contoh "Sekarang ini memang sedang ada virus yang bahaya Nak.Tapi kamu tenang ya, selama ada ayah dan ibu kamu aman."

Baca Juga: Mari Perhatikan Kesehatan Mental Anak Sejak Dini dengan 4 Cara Ini

3. Buat Rencana

cara-menjaga-kesehatan-mental-anak-anak-muda.jpg

Foto: Orami Photo Stock

Setelah berbicara dengan anak-anak tentang perasaan yang mereka rasakan, coba cara ini, yuk!

Cara menjaga kesehatan mental anak bisa dengan melakukan langkah-langkah kecil.

Bicaralah dengan anak-anak tentang apa yang bisa dilakukan. Seperti tinggal di rumah untuk menjaga keluarga dan orang lain tetap aman, serta mencuci tangan selama 20 detik.

Sebagai contoh "Mulai sekarang, kita semua harus rajin cuci tangan supaya virusnya kabur ya."

4. Dorong Interaksi Sosial

Anak-anak tidak melakukan interaksi tatap muka dengan teman-temannya untuk waktu yang lama.

Untuk itu, penting bagi orang tua untuk mengajak anak melakukan interaksi sosial meskipun harus secara virtual.

Moms bisa mengajak orang tua lain agar para anaknya dapat berkomunikasi via conference call.

Ajak mereka untuk bertukar cerita satu sama lain tentang hal yang dirasakan di tengah pandemi.

5. Menanggapi Emosi Anak dengan Tenang

5 Tips Cara Menjaga Kesehatan Mental Emosi pada Anak

Foto: Orami Photo Stock

Tak jarang, ketika anak meluapkan emosinya, orang tua kadang terbawa 'pengaruh' untuk terpancing emosi dan memarahi anak.

"Ini terjadi ketika orang tua tidak bisa membedakan antara real dangers dan false dangers", terang Fathya.

Otak tidak bisa 'melihat' bahwa emosi anak yang diluapkan itu bukanlah sebuah ancaman.

Oleh karenanya, orangtua perlu melatih otak untuk tidak menganggap emosi atau perilaku anak sebagai sebuah ancaman.

6. Menerapkan Teori 'HADIR' pada Anak

Dalam cara menjaga kesehatan mental anak, Moms dan Dads perlu melakukan berbagai metode.

Salah satunya menerapkan teori HADIR yang dibuat oleh Psikolog Anak, Fathya Artha.

Menurutnya teori HADIR ini merupakan langkah sederhana dalam mengelola emosi anak. Adapun penjelasannya sebagai berikut:

  • H: Hadapi dengan tenang luapan emosi yang dikeluhkan anak. Orang tua perlu menerima semua emosi yang anak utarakan.
  • A: Anggap semua perasaan emosi dengan tenang. Ketika orang tua bersikap tenang, anak akan lebih nyaman mengutarakannya.
  • D: Dengarkan tanpa distraksi. Artinya, ajak anak berkomunikasi di ruangan yang tenang tanpa gangguan sekitarnya.
  • I: Ingatkan untuk bantu menamai emosi anak. Orang tua perlu mendampingi anak meluapkan emosi.
  • R: Rembukan opsi, batasan, dan solusi masalah yang sesuai dengan keinginan Si Kecil dan kebaikan bersama tentunya.

Baca Juga: Kenali 6 Tanda Anak Terlalu Dimanja, Salah Satunya Mudah Tantrum

7. Meditasi untuk Relaksasi Diri

Cara-Meditasi-untuk-Meningkatkan-Fokus.jpg

Foto: Orami Photo Stock

Meditasi telah lama dipraktikkan selama ribuan tahun.

Meditasi pada awalnya dlakukan untuk membantu memperdalam pemahaman tentang kekuatan kehidupan yang berbau 'mistis'.

Namun saat ini, meditasi telah banyak digunakan untuk relaksasi dan mengatasi stres, lho.

Tak hanya orang dewasa, anak-anak pun perlu meditasi untuk menjaga kesehatan mentalnya agar tetap waras selama pandemi.

Mengutip Mayo Clinic, meditasi bisa membuat otak lebih rileks sehingga pengelolaan emosi jadi lebih stabil.

8. Menjadi Orang Tua yang Bahagia

Orang tua yang bahagia adalah salah satu yang memegang peranan besar dalam cara menjaga kesehatan mental anak selama pandemi, lho!

Artinya di sini adalah orang tua perlu bisa mengelola emosinya dan stresnya dengan baik.

Seperti kita tahu bahagia itu tidak selalu stabil dirasakan. Ada perasaan badmood di sela-sela aktvitas dan itu normal terjadi.

Kita sebagai orang tua perlu menunjukan energi positif ke anak dalam mengelola stres dengan menunjukkan kebahagiaan agar menular.

"Dengan begitu, anak akan mencotoh cara orang tua mengendalikan emosi," jelas Fathya.

9. Mengajak Anak Beraktivitas

manfaat-bermain-musik-bagi-perkembangan-anak.jpg

Foto: Orami Photo Stock

Semua anak membutuhkan bantuan untuk mengelola emosinya.

Adalah tugas kita sebagai orang dewasa untuk bantu menjaga kesehatan mental Si Kecil.

Salah satunya yakni dengan mengajak anak beraktivitas atau bermain meski di rumah aja.

Cari tahu apa aktivitas yang disukai anak. Ini bisa seperti hobi olahraga tertentu, menari, bernyanyi, mengajak anak memasak, dan sebagainya.

Jika anak melakukan cara ini, pengelolaan emosinya bisa menjadi lebih baik.

Baca Juga: Cara Bermain Sudoku dengan Anak, Bisa Melatih Konsentrasi dan Menghilangkan Stres!

10. Tidak Memberikan Hukuman

Tahukah Moms? Ternyata hukuman tidak dapat mengatasi masalah pada anak, lho!

Cara menjaga kesehatan mental anak adalah dengan tidak memberikannya hukuman.

"Dengan memberikan hukuman kita kehilangan momen untuk menjelaskan pada anak 'mengapa kita marah'," jelas Fathya.

Daripada memberikan hukuman, lebih baik menerima emosi yang anak luapkan. Jelaskan padanya bahwa sangat normal untuk marah tetapi tetap dengan cara yang baik dan tidak merugikan.

"Emosi marah itu tidak salah, yang salah ketika mereka lempar-lempar barang," pungkas Fathya.

11. Memanfaatkan Essential Oil

Diffuser sebagai cara menjaga kesehatan mental anak

Foto: Orami Photo Stock

Menggunakan aromaterapi termasuk dalam cara menjaga kesehatan mental anak di masa pandemi.

Menurut salah satu studi dalam Science Direct, minyak esensial dapat mengurangi gejala stres, meningkatkan relaksasi, dan menurunkan kadar kortisol atau hormon stres dalam tubuh.

"Aroma minyak esensial yang cocok untuk relaksasi yaitu lavender, chamomile, jeruk, jahe, dan lemon" kata Ria Templer, Pemilik Utama Spice.

Wangi minyak kayu putih dan teh hijau juga membantu melegakan pernapasan dan membunuh kuman di udara.

Nah, itu dia Moms, penyebab dan cara menjaga kesehatan mental anak di tengah pandemi COVID-19.

Semoga langkah-langkah di atas bisa dilakukan untuk menjaga Si Kecil dari perasaan cemas dan rasa takutnya, ya!

  • https://www.ncbi.nlm.nih.gov/pmc/articles/PMC5954816/
  • https://www.health.harvard.edu/healthbeat/giving-thanks-can-make-you-happier
  • https://www.mayoclinic.org/tests-procedures/meditation/in-depth/meditation/art-20045858
  • https://www.sciencedirect.com/science/article/pii/S2221169115001033
Produk Rekomendasi

TOOLS PARENTING

Komentar

Yuk, ngobrol dan sharing pendapat dengan moms lainnya.

member-image

Beri Komentar...

Artikel Terkait