2-3 tahun

7 Mei 2021

11+ Cara Menyapih Anak yang Ampuh, Efektif Banget!

Ssstt.. Moms juga harus mengikuti kemauan anak ya
placeholder
placeholder
Artikel ditulis oleh Dresyamaya Fiona
Disunting oleh Andra Nur Oktaviani

Menyusui anak memang masa-masa yang paling menyenangkan, sekaligus bisa membantu membangun hubungan yang lebih intim antara anak dan ibu. Namun masa-masa pemberian ASI ini akan berakhir setelah Si Kecil menginjak usia 2 tahun. Setelah ini, Moms perlu tahu cara menyapih anak yang benar.

Di saat ini, Moms harus mulai mempersiapkan proses menyapih anak. Masa-masa ini merupakan salah satu tantangan berat, khususnya untuk para ibu. Ada yang merasa tidak tega, ada juga yang merasa bingung bagaimana cara menyapih anak yang baik dan benar.

Sebenarnya hal ini kembali lagi pada kondisi masing-masing Moms dan anak. Namun Moms masih mencari cara menyapih anak yang jitu? simak tips di bawah ini yuk.

Baca Juga: Bagaimana Posisi Menyusui Bayi Kembar yang Benar?

Kenali Tanda Anak Sudah Siap Disapih

Kelebihan-dan-Kekurangan-Menyusui-Balita-Lebih-dari-2-Tahun-Hero.jpg

Sebelum memilih cara menyapih anak, ada baiknya Moms mengetahui terlebih dahulu, tanda-tanda kesiapan Si Kecil untuk disapih.

  • Anak tidak ingin menyusu atau rewel ketika menyusu
  • Waktu menyusu semakin singkat
  • Si Kecil mudah terdistraksi ketika menyusu
  • Bermain-main dengan payudara ketika disusui, seperti menarik atau menggigit payudara ibu
  • Hanya menyusu untuk mendapatkan rasa nyaman (menghisap puting, tapi tidak sampai mengeluarkan susu).

Proses menyapih umumnya bisa dimulai ketika bayi berusia enam bulan, yaitu saat masa ASI eksklusif telah selesai. Pada masa ini, anak sudah memasuki waktu untuk mencoba makanan padat sebagai pendamping ASI.

Namun kembali lagi, keputusan untuk menyapih anak adalah hal yang sifatnya pribadi dan tergantung dari kesiapan anak serta ibu.

Baca Juga: Mengenal ASI Eksklusif dengan Eping

Cara Menyapih Anak dengan Benar

jangan menyapih anak dalam kondisi ini 2.jpg

Foto: Orami Photo Stocks

Saat Moms dan Si Kecil merasa telah siap untuk melalui proses ini, ada beberapa cara menyapih anak yang dianggap efektif, seperti berikut ini.

1. Lakukan secara Bertahap

Cara menyapih anak yang pertama adalah secara bertahap.

Menyapih saat bayi telah siap berpindah dari ASI dan memulai MPASI. Menyapih bayi adalah proses yang membutuhkan kesabaran dan pengertian dari ibu dan juga anaknya.

Menyapih akan terasa lebih mudah jika dilakukan secara bertahap, selama beberapa minggu atau bulan. Menghentikan pemberian ASI secara mendadak dan tiba-tiba, sebaiknya hanya dilakukan pada saat tertentu, sesuai kondisi Moms dan Si Kecil.

2. Kenalkan Cara Minum dengan Gelas

BagaimanaMenyapih Anak Tetap Menyenangkan untuk Moms dan Bayi -3.jpg

Foto: Orami Photo Stocks

Cara menyapih anak yang selanjutnya adalah mengenalkan cara minum dengan gelas. Transisi dari ASI eksklusif ke proses menyapih akan lebih mudah, jika Moms mengenalkan Si Kecil dengan gelas terlebih dahulu dibandingkan botol.

Anak yang diberikan ASI secara langsung, umumnya lebih mudah belajar minum dari gelas, dan bisa dimulai sejak usia 6 bulan.

American Academy of Pediatrics (AAP) merekomendasikan pemberian ASI hanya pada bayi selama 6 bulan pertama kehidupan. Setelah itu mulai menerapkan penyapihan dengan kombinasi makanan padat dan ASI sampai bayi berusia minimal 1 tahun. Kemudian, bayi dapat mulai minum susu sapi utuh.

Kebanyakan ahli setuju bahwa menyusui tetap dilanjutkan untuk kebutuhan Si Kecil.

Banyak wanita memilih untuk menyapih setelah usia 1 tahun. Di usia ini, bayi sudah mulai bisa berjalan, berbicara, dan makan lebih banyak makanan padat. Jadi mereka secara alami mungkin kehilangan minat dalam menyusui.

Baca Juga: Susu Tambahan untuk Bayi di Atas 1 Tahun, Perlukah?

3. Lewati Jadwal Menyusu

Cara menyapih anak yang selanjutnya adalah melewati jadwal menyusu. Coba lihat reaksi anak, ketika Moms mengganti ASI dengan susu formula atau susu sapi cair (jika anak sudah berusia satu tahun dan tidak menunjukkan alergi pada susu sapi), saat jadwal menyusunya.

Melewatkan jadwal pemberian ASI secara bertahap, dapat membantu anak menyesuaikan diri dengan kebiasaan barunya.

Selain itu, cara ini juga akan membantu produksi ASI Anda berkurang sedikit demi sedikit. Sehingga, Moms bisa terhindari dari kondisi seperti mastitis, atau pembengkakan payudara.

Baca Juga: Begini Cara Mengatasi Payudara yang Bengkak Akibat Menyusui

4. Perpendek Waktu Menyusu

cara-menyapih-anak.jpg

Foto: Orami Photo Stocks

Mengutip Kids Health, cara menyapih anak lain yang bisa dicoba adalah dengan memperpendek waktu Si Kecil menyusu. Jika biasanya anak menyusu selama 10 menit, maka kali ini coba perpendek menjadi hanya 5 menit.

Moms juga bisa memberikan kudapan yang sehat untuk anak setelah menyusu, yang sesuai dengan umurnya. Namun, cara ini mungkin akan sedikit sulit dilakukan saat malam hari, sebelum anak tidur.

5. Tunda Waktu Menyusui dan Berikan Distraksi

Cara menyapih anak yang selanjutnya adalah menunda waktu menyusui dan memberikan distraksi.

Moms bisa menunda proses menyusui. Caranya dengan mengurangi intensitas menyusui dalam sehari. Metode ini umumnya akan berhasil dengan baik, jika usia anak sudah bisa diajak bernegosiasi.

Jika anak meminta untuk menyusu, katakan padanya, Moms akan memberikannya nanti. Lalu, mulai ajak anak melakukan kegiatan lain, sebagai distraksi. Jika Anak minta untuk menyusu saat sore hari, berikan pengertian padanya, bahwa Moms baru bisa memberikannya saat malam hari, sebelum tidur.

6. Beri Beberapa Tetes ASI saat Minum melalui Botol

cara menyapih anak menurut islam-4.jpg

Foto: Orami Photo Stocks

Cara menyapih anak yang selanjutnya adalah beri beberapa tetes ASI saat minum melalui botol. Untuk mempermudah proses menyapih, juga bisa mencoba untuk memberikan beberapa tetes ASI ke bibir atau lidah anak, sebelum anak mengisap dot di botol susu.

Selain itu, Moms juga bisa mencoba memberikan sedikit ASI menggunakan botol untuk Si Kecil, beberapa jam setelah ia menyusu langsung. Namun, perhatikan waktunya, dan berikan sebelum ia merasa kelaparan.

Baca Juga: Lengkapi Nutrisi Anak yang Alergi Susu Sapi dengan Formula Soya

7. Ikuti Kemauan Anak

Cara menyapih anak selanjutnya yakni dengan mengikuti keinginannya. Yang dimaksud di sini adalah ketika anak sudah tidak menyusui, lalu memiliki kebiasaan seperti menghisap jempol, biarkanlah.

Ikuti apa keinginannya, ini merupakan bentuk penyesuaian diri mereka dari proses cara menyapih anak.

Seiringnya waktu berjalan, orang tua boleh memberitahu mereka atau menditraksi perhatiannya dengan tindakan lain.

8. Mulai di Usia Bawah 1 Tahun

cara menyapih anak di bawah 1 tahun.jpg

Foto: Orami Photo Stocks

Bayi tampaknya sering kehilangan minat menyusu antara 8 dan 10 bulan.

"Ini adalah saat ketika mereka menerima banyak informasi sensorik," jelas Diane Bengson, mantan direktur utama Lembaga Ibu dan Anak La Leche League di Ohio.

Cara menyapih anak di waktu ini mungkin sangat pas. Tentu saja, beberapa bayi yang lebih tua bertekad memutuskan untuk memulainya di atas 1 tahun.

Namun Claire Lerner, LCSW, direktur utama ibu dan anak di Zero to Three, di Washington, D.C memaparkan bahwa rasa cemas menyusui pada anak timbul di usia sekitar 9 bulan.

Pada fase ini dimanfaatkan untuk memulai cara menyapih anak dengan benar.

9. Mengompres Payudara

Cara menyapih anak yang selanjutnya adalah ibu akan mengalami payudara nyeri akibat tidak disusui oleh Si Kecil.

"Dalam beberapa bulan pertama, payudara ibu akan terasa penuh," kata Freda Rosenfeld, mantan presiden Asosiasi Konsultan Laktasi New York. Jika tidak diatasi dengan baik, ini akan memicu terjadinya pembengkakan.

Payudara akan terasa keras dan berat, bahkan mungkin merah dan panas saat disentuh. Hal ini dapat menyebabkan saluran tersumbat, yang dapat menyebabkan mastitis, sehingga penting untuk mengobati gejala sejak dini.

Jika Moms sedang merasa payudara penuh yang tidak nyaman, kompres dengan es selama sekitar lima menit setiap kali terasa sakit. Jika ini tidak berhasil, bisa dibantu dengan memompa ASI, tetapi pastikan untuk membatasinya menjadi tiga menit atau lebih, cukup untuk membuat rasa nyaman.

Baca Juga: Makanan untuk Anak Alergi Susu Sapi, Ini yang Boleh dan yang Perlu Dihindari

10. Susui Anak dengan Botol

Intip 3 Cara Menyapih Anak Ini, Moms

Foto: Orami Photo Stocks

Cara menyapih anak yang selanjutnya adalah dengan memberikannya susu botol. Gendong dan peluk bayi ketika ia sedang menyusui melalui botol susu.

Mengutip Canadian Paediatrics Society, kedekatan ekstra ini akan membantu ibu dan Si Kecil dalam cara menyapih anak.

Jangan pernah menopang botol atau menyangga botol, karena ini dapat membuat bayi berisiko tersedak dan menyebabkan karies pada anak usia dini.

11. Tambah Porsi Makan Anak

Moms, cara menyapih anak yang selanjutnya adalah dengan menambah frekuensi wakut ia makan. Jika Si Kecil biasa makan utama 3 kali sehari dan 2 kali camilan, ketika proses cara menyapih anak, bisa ditambahkan.

Misalnya dalam sehari, pola makan utama menjadi 4 kali yakni pagi, siang, sore dan malam. Begitu juga camilan menjadi 3 kali.

Hal ini, untuk mencegah agar anak tidak merasa kelaparan karena tidak menyusui langsung. Selain itu, pastikan camilan yang diberikan pada anak kaya akan gizi dan kurangi kadar gula dan garam, ya.

12. Hipnoterapi

6 Alasan Cara Menyapih Anak.jpg

Foto: Orami Photo Stocks

Siapa sangka, cara menyapih anak satu ini masih sering dilakukan untuk orang tua zaman sekarang. Hipnoterapi dilakukan untuk anak berhenti menyusu.

Lantas apakah hipnoterapi itu? Ini adalah metode cara menyapih anak dengan mengajak anak berbicara sebelum tidur tanpa menyusui.

Mengutip Hypnoteraphy for Health, cara menyapih anak ini dilakukan dengan kata-kata yang positif, singkat, dengan suara lambat, dalam, dan tenang.

Serta tak boleh ada sifat pemaksaan, sebab semua akan sia-sia jika anak enggan untuk mengikuti alur cara menyapih anak ini.

Upaya ini harus dilakukan dengan kesabaran agar sugesti tersebut bisa masuk ke dalam memori anak hingga ke alam bawah sadarnya.

Hal ini bisa Moms lakukan saat menjelang tidur malam, saat anak dalam kondisi sudah sangat mengantuk tetapi masih sadar dan belum benar-benar tertidur.

Baca Juga: Bolehkah Anak yang Tidak Alergi Minum Susu Kedelai?

Selain diterapkan dalam cara menyapih anak, hipnoterapi juga dipakai untuk mengatasi anak dengan sindrom kecemasan, bullying, peristiwa traumatis, stres ujian, atau bahkan dalam keadaan berduka..

Hipnoterapi dapat memberikan solusi untuk beberapa masalah paling menantang yang mungkin dialami anak-anak. Metodeini telah lama menunjukkan keefektifannya dalam memfasilitasi pendekatan yang digunakan dalam psikoterapi.

Baca Juga: 10 Penyebab Mual Saat Menyusui Bayi yang Harus Moms Ketahui

Selamat mencoba berbagai cara menyapih anak di atas Moms. Jika merasa kesulitan, tidak ada salahnya konsultasikan kondisi ini ke dokter anak atau klinik laktasi, untuk mendapatkan solusi yang sesuai dengan kondisi Moms maupun anak.

https://kidshealth.org/en/parents/weaning.html

https://kidshealth.org/en/parents/weaning.html

https://www.caringforkids.cps.ca/handouts/pregnancy-and-babies/weaning_breastfeeding#:~:text=Babies%20who%20are%20weaned%20naturally,and%20breastfeeding%20at%20other%20times.

http://hypnotherapyforhealth.ie/hypnotherapy-children/

Produk Rekomendasi

TOOLS PARENTING

Komentar

Yuk, ngobrol dan sharing pendapat dengan moms lainnya.

member-image

Beri Komentar...

Artikel Terkait