Home & Living

HOME & LIVING
26 Maret 2021

Si Kecil Minta Pelihara Ikan Cupang? Simak Cara Merawat Ikan Cupang Berikut ini!

Meski terlihat tahan banting, namun ikan cupang juga harus dirawat dengan trik khusus.
placeholder
placeholder
Artikel ditulis oleh Rizky
Disunting oleh Amelia Puteri

Apakah Moms tertarik memelihara ikan cupang? Sudah tahukah Moms cara merawat ikan cupang yang benar?

Semakin bertambah usia, sangat wajar jika anak meminta orangtua untuk mengizinkannya memelihara hewan peliharaan. Namun, jika anak ternyata punya alergi terhadap bulu hewan, maka Moms harus pintar-pintar memilih jenis hewan peliharaan yang tepat.

Salah satu hewan yang mungkin lebih aman untuk dipelihara adalah ikan cupang. Hewan kecil satu ini sudah cukup terkenal karena gemar bertarung.

Ikan cupang juga punya ekor dan sirip yang indah sehingga pasti akan membuat anak-anak tertarik.

Ikan cupang secara alami hidup di Asia Tenggara tropis (terutama Thailand) di perairan yang kecil, hangat, dan tergenang.

Mengutip PetMD, sekitar 150 tahun yang lalu di Thailand, ikan cupang mulai menjadi hewan peliharaan ketika anak-anak mengumpulkannya dari sawah dan menempatkannya bersama untuk menyaksikan mereka bertanding.

Saat kontes ini semakin populer, Raja Siam mulai mengatur dan mengenakan pajak pada ikan cupang.

Ikan cupang kemudian mendapat perhatian Eropa pada tahun 1840 ketika Raja memberikan beberapa di antaranya kepada seorang dokter Denmark bernama Dr. Theodore Cantor.

Dia mempelajari dan membesarkan mereka, dan pada tahun 1890-an, dan ikan cupang diimpor ke Prancis dan Jerman. Ikan cupang baru masuk ke Amerika Serikat sekitar tahun 1910.

Ikan cupang atau disebut juga betta fish (Betta splendens), telah lama menjadi favorit para aquarist pemula bahkan bagi yang sudah mahir. Namun, terlepas dari popularitasnya di dunia ikan, banyak orang masih asing dengan cara merawat ikan cupang.

Umumnya orang-orang berekspektasi bahwa ikan cupang dapat dirawat dengan biaya murah. Tak sedikit juga orang yang menganggap ikan ini cukup tahan banting sehingga ia tak perlu dirawat dengan teliti.

Padahal ikan ini juga tetap memerlukan perawatan yang tepat supaya ia panjang umur dan memiliki sirip dan ekor yang indah.

Baca Juga: 6 Hewan Peliharaan yang Aman untuk Anak

Tata Cara Merawat Ikan Cupang

Cara Merawat Ikan Cupang - 2

Foto: thesprucepets.com

Untuk Moms yang mengizinkan Si Kecil memelihara ikan cupang di rumah, maka perhatikanlah beberapa cara merawat ikan cupang di bawah ini supaya ikan cupang bisa terawat dengan baik:

1. Cara Memilih Ukuran Wadah

Tips untuk cara merawat ikan cupang yang pertama adalah memilih wadah yang tepat untuk menjadi tempat hidup ikan yang akan dipelihara. Sebenarnya, Moms bisa menggunakan wadah apa saja untuk ikan, namun, alangkah lebih baik jika membeli akuarium.

Jika membeli akuarium, pilih akuarium yang memiliki dimensi tak kurang dari 20 x 15 x 15 centimeter. Tidak ada yang namanya terlalu banyak ruang berenang, jadi Moms bisa memberikan ukuran akuarium yang lebih besar lagi.

Namun, karena cupang terbiasa berenang dari kiri ke kanan di perairan yang lebih dangkal, akuarium yang dalam tidak ideal untuk kebiasaan mereka.

Moms juga harus memilih tangki persegi standar di atas mangkuk. Sisi mangkuk yang bulat dan bukaan yang relatif kecil di bagian atas akan sangat membatasi opsi filter.

Karena cupang sangat sensitif terhadap penyakit bakteri, habitat mereka harus memiliki sistem penyaringan yang efektif.

2. Air yang Digunakan dan Suhunya

Air menjadi hal yang juga penting dalam cara merawat ikan cupang. Moms perlu menyediakan air tawar misalkan air sumur untuk ikan. Namun Moms juga bisa mengganti airnya dengan air minum isi ulang jika air sumur tidak terlalu jernih.

Jangan lupa juga untuk mengganti air tempat tinggal ikan cupang secara berkala, minimal tiga hari sekali.

Moms juga perlu cek volume air wadah ikan jika akuarium tersebut menggunakan wadah tanpa penutup. Untuk wadah tanpa penutup, jangan mengisi air terlalu penuh, dan sangat disarankan untuk hanya mengisi air pada wadah tersebut kurang lebih 40 persen saja.

Cara ini bukannya tanpa alasan. Dengan mengisi hanya 40 persen dari dimensi wadah secara keseluruhan dapat menghindarkan ikan melompat keluar dari wadahnya.

Selanjutnya, pastikan bahwa air memiliki suhu yang tepat. Ikan cupang sangat sensitif terhadap suhu, jadi pemanas akuarium adalah kebutuhan, bukan pilihan, untuk ikan cupang. Ikan cupang sangat menyukai suhu 25 - 27° Celsius, yang bahkan lebih tinggi daripada kebanyakan ikan tropis lainnya.

Salah satu tambahan yang tepat dalam cara merawat ikan cupang yang benar adalah garam ikan hias. Jenis garam satu ini berfungsi untuk menyeimbangkan osmosis di dalam tubuh ikan.

Tak hanya itu, garam ini juga dapat membantu menyembuhkan luka dan menstabilkan tubuh ikan akibat metabolisme yang tidak bekerja dengan benar. Untuk takarannya, Moms bisa menambahkan 10 persen dari volume air wadah ikan.

3. Perhatikan Cara Memindahkan Ikan Cupang ke Akuarium

Cara merawat ikan cupang selanjutnya yaitu agar segera bawa pulang ikan cupang setelah Moms membelinya. Kemudian letakkan di aquarium, namun masih di dalam kantong selama 15 menit agar terbiasa dengan suhu air yang baru.

Pindahkan cupang ke akuarium setelahnya. Jangan menambahkan air kantung apapun ke akuarium.

Tambahkan hanya satu cupang. Keseimbangan kimiawi di akuarium akan berubah dengan setiap ikan baru yang dimasukkan, jadi periksa kadar pH, amonia, nitrit, dan nitrat air secara teratur.

Baca Juga: 4 Jenis Ikan yang Cocok Dipelihara Anak di Akuarium Rumah

4. Pastikan Membersihkan Wadah secara Rutin

Cara Merawat Ikan Cupang

Foto: aquariadise.com

Cara merawat ikan cupang selanjutnya adalah memastikan bahwa wadah tempat ikan cupang hidup selalu dalam kondisi bersih. Wadah yang kotor bisa meningkatkan risiko ikan terkena penyakit atau bahkan mati.

Moms harus membersihkan wadah secara rutin, yakni tiga hari sekali. Jika Moms cukup sibuk, maka setidaknya bersihkan wadah ikan cupan tersebut seminggu sekali.

Saat membersihkannya wadahnya, Moms mungkin perlu memindahkan ikan dengan sangat hati-hati. Pasalnya, ikan cupang akan lebih mudah mati jika dipindahkan secara asal

Jangan mengganti air wadah ikan langsung habis. Moms harus membuang sedikit air yang lama dan campur dengan yang baru. Hal ini demi mempermudah ikan cupang untuk beradaptasi dengan air baru tadi.

Selain itu, saat memindahkan ikan ke tempat sementara saat pergantian air, jangan menggunakan jaring pengambil ikan. Pasalnya, hal tersebut justru akan merusak sirip ikan.

5. Perhatikan Kebutuhan Makanan

Ikan cupang adalah karnivora dan mereka benar-benar mampu bertahan hidup dengan memakan serangga dan larva, jadi Moms perlu memberi mereka makanan ikan seimbang yang mengandung banyak protein sebagai cara merawat ikan cupang.

Ikan bisa diberi pakan serpih, pelet, atau makanan beku yang dibuat khusus untuk mereka. Makanan tersebut akan mengandung kadar protein yang sesuai dengan kebutuhannya.

Ikan cupang tidak dapat melakukan penginderaan jika sudah kenyang. Di alam liar, mereka biasanya selalu mencari makanan berikutnya, jadi terserah Moms untuk memberi makan ikan cupang dengan jumlah makanan yang tepat. Namun Moms harus memberi makan ikan tidak lebih dari dua kali sehari.

Ada dua aturan umum untuk memberi makan ikan cupang:

  • Sediakan makanan yang cukup untuk dimakan ikan dalam 2 menit. Jika Moms memiliki ikan yang membuang-buang waktu saat mereka makan, Moms dapat memberinya waktu hingga 5 menit.
  • Porsi makan harus sama dengan sekitar 5 persen dari ukuran tubuh ikan.

6. Jemur Ikan Secara Rutin

Cara merawat ikan cupang selanjutnya adalah menjemur ikan secara rutin. Tips yang satu ini bertujuan supaya ikan menjadi lebih segar dan juga membunuh bakteri dan jamur yang mungkin ada di dalam wadah ikan.

Moms bisa mencari area yang tak terlalu panas atau dingin dan jemur ikan selama 15 hingga 30 menit. Moms juga harus memerhatikan gerak-geriknya. Jika terlihat panik, segera pindahkan ke tempat yang lebih teduh lagi.

7. Pahami Temperamen Ikan Cupang

Walaupun ikan cupang dapat disebut sebagai ikan petarung, mereka tidak seburuk yang dibayangkan. Temperamennya biasanya dimiliki cupang jantan, yang sangat teritorial, saling menyerang saat terlihat.

Cupang jantan bahkan diketahui menyerang bayangannya sendiri di cermin.

Tidak perlu dikatakan lagi bahwa cara merawat ikan cupang ini tidak boleh ditempatkan dengan cupang lain (termasuk betina), karena cupang terlalu agresif satu sama lain.

Meskipun cupang sebenarnya cukup damai dengan spesies lain, sebelum Moms memberinya pasangan di akuarium, ingatlah bahwa mereka benar-benar tidak bersosialisasi dan mereka tidak pernah merasa kesepian.

Moms bisa memelihara cupang dengan ikan lain, meskipun itu sama sekali tidak disukai. Jadi, ikan cupang sebaiknya dibiarkan sendiri.

Baca Juga: 4 Tanda Balita Siap Merawat Hewan Peliharaan

8. Jangan Membuat Ikan Cupang Stres

Cara Merawat Ikan Cupang - 1

Foto: epaules.org

Cara merawat ikan cupang selanjutnya ini sangat penting untuk Moms terapkan. Pasalnya, esensi utama dari merawat ikan cupang sendiri adalah tidak membuatnya stres selama dipelihara.

Caranya adalah dengan membangun ekosistem dalam wadah atau akuarium yang sangat mirip dengan habitat aslinya. Salah satu caranya yaitu dengan menambahkan bebatuan dan berbagai tanaman air.

Bebatuan dan tanaman air ini nantinya akan menjadi tempat yang nyaman dan aman untuk ikan. Ikan cupang juga termasuk ikan yang suka bersembunyi, terlebih saat mereka sedang tidur.

9. Obati Ikan Cupang Jika Terlihat Lemas

Saar Moms melihat ikan lemas, maka ini bisa pertanda ikan sedang sakit. Karena itu, perhatikan juga cara merawat ikan cupang pada kondisi ini.

Gejala yang paling umum saat ikan sakit adalah terlihat lemas dan malas bergerak. Namun ada juga beberapa gejala lain yang menandakan bahwa ia sakit, misalnya:

  • Nafsu makan menurun
  • Sirip dijepit ke samping
  • Mengikis tubuh di atas bebatuan
  • Pembengkakan perut
  • Kulit atau sirip yang meradang atau berubah warna

Untuk mengobatinya, Moms bisa memberikan beberapa tetes metil biru, garam ikan hias, pomate, dan obat tetra chlor secukupnya. Aduk hingga rata untuk kemudian bisa dimasukkan kembali ikan ke dalam air campuran obat tersebut.

10. Hal-Hal Lain yang Perlu Diperhatikan

Ada beberapa hal yang perlu Moms perhatikan sebagai cara merawat ikan cupang yang benar, antara lain:

  • Orang dewasa harus membantu anak-anak mencuci tangan setelah kontak dengan hewan peliharaan, habitatnya, atau air akuarium.
  • Ikan dan hewan air dapat menularkan penyakit zoonosis ke manusia. Cuci tangan dengan sabun dan air sebelum dan sesudah berinteraksi dengan akuarium. Anak-anak, wanita hamil, orang tua dan orang dengan masalah sistem kekebalan harus lebih berhati-hati.
  • Jauhkan ikan dari makanan dan area di mana makanan disiapkan.
  • Jangan pernah melepaskan ikan ke alam liar.
  • Selalu tambahkan dechlorination atau kondisioner air ke air ledeng sebelum menambahkannya ke akuarium.
  • Jangan gunakan sabun atau deterjen untuk membersihkan akuarium atau dekorasi, karena zat ini beracun bagi ikan.

Itu dia Moms, beberapa cara merawat ikan cupang yang bisa dilakukan di rumah. Tetap jaga dan rawat ikan cupang dengan baik, ya.

Komentar

Yuk, ngobrol dan sharing pendapat dengan moms lainnya.

member-image

Beri Komentar...

Artikel Terkait