Home & Living

8 April 2021

7 Cara Merawat Kaktus, Pemula Juga Bisa

Ingin punya tanaman hias tapi merasa kerepotan merawatnya? Coba pilih kaktus!
placeholder
placeholder
Artikel ditulis oleh Agnes
Disunting oleh Amelia Puteri

Kaktus merupakan salah satu tanaman hias yang sering dipilih untuk ditanam di dalam rumah. Bentuknya yang beragam dan unik, serta cara merawat kaktus yang tidak banyak tuntutan membuatnya populer sebagai tanaman hias.

Jika Moms hendak memilih kaktus sebagai tanaman hias, maka patut mengetahui cara merawat kaktus berikut ini. Yuk, intip!

Cara Merawat Kaktus

Salah satu tanaman hias yang cocok untuk dirawat oleh pemula atau orang yang sibuk adalah kaktus. Cara merawat kaktus bisa dibilang relatif mudah karena minim pemeliharaan.

Kaktus dapat menjadi tanaman hias di luar maupun dalam ruangan tergantung pada jenisnya.

Selain menjadi bagian dekorasi yang imut, kaktus juga memiliki berbagai bentuk yang menarik dan tidak membosankan sebagai penghias ruangan ataupun meja kerja.

Ukuran kaktus juga beragam, sehingga dapat memenuhi kebutuhan Moms dan Dads yang ingin mencari tahu seperti apa cara merawat kaktus sebagai tanaman hias di dalam ruangan.

Baca Juga: 5 Manfaat Memelihara Kaktus di Dalam Ruangan dan Cara Mudah Merawatnya

1. Kenali Jenis Kaktus

Identifikasi kaktus

Foto: Unsplash.com

Agar cara merawat kaktus tepat dan cocok, kenali jenis kaktus yang Moms dan Dads miliki. Walau terlihat mirip, berbeda jenis kaktus berbeda pula kebutuhannya.

Moms dan Dads dapat bertanya kepada penjual cara merawat kaktus yang tepat sesuai dengan jenisnya, mulai dari rekomendasi media tanam kaktus, jadwal penyiraman, lokasi penempatan, hingga cara memindahkan kaktus jika bertambah besar.

2. Siapkan Media Tanam

Media tanam kaktus

Foto: Unsplash.com

Salah satu cara merawat kaktus yang penting diketahui adalah media tanamnya.

Dalam buku Media Tanam untuk Tanaman Hias, kaktus adalah tanaman yang habitat aslinya berada di daerah yang gersang dan panas.

Tanaman ini relatif tahan terhadap kekeringan dan biasanya tumbuh di daerah dengan kandungan pasir tinggi. Kaktus juga mampu beradaptasi dengan media tanam yang asam.

Akarnya lunak, sehingga memerlukan media tanam yang porous atau banyak rongga.

Beberapa pilihan media tanam yang cocok untuk kaktus yaitu:

  • Pasir yang dicampur dengan NPK sebanyak 5%
  • Pasir dan sekam mentah atau bakar, dengan perbandingan 1:1
  • Zeolit dicampur pasir dengan perbandingan 1:1
  • Pasir, humus, dan pupuk kandang dengan perbandingan 4:2:1
  • Pasir dan sekam, dengan perbandingan 1:1

Agar drainase tanah juga baik, Moms dan Dads dapat menaruh kerikil di dasar pot sebelum memasukkan media tanam lainnya.

Jangan lupa juga untuk memilih pot yang berlubang di dasarnya agar kelebihan air dapat keluar dan tidak menggenang.

Baca Juga: Buat Rumah Lebih Indah, Ini 5 Rekomendasi Pupuk Tanaman Hias Terbaik

3. Penyiraman

Kaktus tidak perlu sering disiram

Foto: Freepik.com

Dengan habitat asli yang kering, kaktus dapat bertahan hidup tanpa air cukup lama.

Jika Moms dan Dads sering lupa menyiram tanaman, cara merawat kaktus mungkin cocok untuk di rumah karena hanya perlu diberi air sekitar 1-3 minggu sekali tergantung cuaca dan jenis kaktus.

Kaktus hidup dengan menyimpan air dalam batangnya. Air diserap kaktus dari akar, bukan batangnya, jadi Moms dan Dads cukup membasahi tanah saja.

Jenis kaktus dalam ruangan membutuhkan penyiraman lebih jarang dibandingkan jenis kaktus yang hidup di luar.

Kaktus yang masih kecil akan membutuhkan penyiraman lebih sering karena masih dalam masa pertumbuhan dibandingkan dengan kaktus yang sudah lebih dewasa.

Tips untuk Moms dan Dads yang bingung kapan harus menyiram kaktus, lakukan pengecekan seperti mengecek adonan kue yang dipanggang sebagai cara merawat kaktus yang optimal.

Gunakan batang yang cukup panjang hingga ke dasar pot, misalnya tusuk sate atau sumpit kayu bekas.

Tusuk media tanam hingga ke dasar lalu angkat kembali, jika ada tanah yang menempel, artinya tanah di dalam masih cukup lembap, jika tidak, berarti sudah saatnya menyirami tanah agar lembap kembali.

Sebagai catatan, jika kaktus hias termasuk yang ukurannya kecil, sebaiknya gunakan semprotan yang dapat menyebarkan air lebih sedikit dan merata dan cukup untuk melembapkan tanah sehingga tidak basah berlebihan.

4. Pupuk

Kaktus kadang-kadang butuh pupuk

Foto: Freepik.com

Walaupun tidak sebanyak tanaman hijau lain, cara merawat kaktus juga tidak luput dari pemupukan. Pemberian pupuk ini tidak perlu sering, melainkan hanya setahun sekali ketika memasuki musim hujan.

Pupuk juga sebaiknya tidak ditambahkan setelah memindahkan kaktus ke pot baru. Tunggulah hingga kaktus menyesuaikan diri dan tumbuh dengan baik di pot yang baru, fase ini bisa saja memakan waktu hingga 2 bulan.

Pupuk yang direkomendasikan untuk kaktus adalah pupuk NPK yang mengandung fosfor, nitrogen, dan kalium yang dibutuhkan kaktus. Tidak perlu terlalu banyak, cukup beberapa butir saja.

Baca Juga: 5 Tanaman Hias yang Sedang Tren dan Bisa Ditanam di Rumah

5. Sinar Matahari

Kaktus butuh sinar matahari

Foto: Unsplash.com

Tidak semua jenis kaktus adalah jenis yang membutuhkan sinar matahari langsung.

Karena perbedaan jenis ini, cara merawat kaktus indoor dan outdoor juga berbeda, salah satunya adalah dengan memperhatikan sinar matahari yang mereka dapatkan.

Jenis kaktus yang hidup di luar ruangan membutuhkan banyak sinar matahari agar tetap sehat.

Jenis kaktus yang hidup dalam ruangan juga masih memerlukan sinar matahari, namun tidak secara langsung karena dapat menyebabkan kaktus terbakar dan cepat mati.

Agar kaktus indoor tetap sehat, Moms dan Dads dapat menaruhnya di dekat jendela, sehingga kaktus masih mendapatkan sinar yang cukup tanpa harus kepanasan.

Jika rumah Moms dan Dads tidak banyak jendela, sinar lampu yang terang sudah cukup untuk kaktus jenis ini.

Kaktus sebaiknya mendapatkan sinar matahari setidaknya 4-6 jam dalam sehari.

Jika Moms dan Dads menaruh kaktus di dalam rumah, jangan lupa juga untuk memutar pot secara berkala.

Sebab, kaktus cenderung tumbuh ke arah datangnya sinar matahari. Moms dan Dads cukup memutar sebanyak seperempat lingkaran saja agar kaktus mendapatkan sinar matahari yang merata.

6. Serangan Hama Kaktus

Buah kaktus dapat menarik hama

Foto: Unsplash.com

Sayangnya, kaktus tidaklah kebal dari hama, terutama pada jenis kaktus yang hidup di luar. Beberapa jenis hama yang mungkin mengganggu kaktus dan dapat membuatnya mati, misalnya:

  • Keong atau bekicot, biasanya menyerang tunas kaktus dan dapat menyebabkan kaktus mati.
  • Tungau, hama yang biasanya muncul ketika musim kemarau dan menurun di musim hujan. Kaktus yang terserang tungau batangnya berubah warna dari hijau menjadi abu-abu akibat rusaknya jaringan klorofil.
  • Kecoa tanah, umumnya hadir dari sisa tanaman busuk dan pupuk kompos, hama menyerang akar kaktus.
  • Kutu batok dan kutu wol, mengisap cairan kaktus sehingga menjadi layu dan mati.
  • Cacing, akan menggerogoti akar kaktus sehingga lama kelamaan kaktus akan mati.
  • Tikus, suka dengan buah yang dihasilkan beberapa jenis kaktus dan menggerogoti batang kaktus yang tidak berduri.

Cara merawat kaktus agar terhindar dari hama adalah dengan menjaga lingkungan sekitarnya selalu bersih, menggunakan media tanam yang steril, dan membersihkan akar kaktus sebelum ditanam.

Jika hama terlanjur menyerang, lakukan pengendalian hama dengan menyemprotkan insektisida, membersihkan akar kaktus, atau memindahkan kaktus ke media tanam yang bersih dan bebas hama.

Baca Juga: 7 Rekomendasi Tanaman Hias dalam Air yang Paling Populer

7. Gunakan Ukuran Pot yang Pas

Berikan kaktus pot yang pas

Foto: Unsplash.com

Cara merawat kaktus juga perlu memperhatikan ukuran pot yang sesuai dengan ukuran kaktus.

Ukuran pot yang terlalu besar berpotensi membuat akar kaktus cepat membusuk karena air yang bertahan di media tanam.

Sedangkan ukuran pot yang ideal untuk kaktus tidak menyimpan air terlalu lama dan lebih cepat menurunkan air agar media tanam lebih cepat kering.

Kaktus termasuk tanaman yang membesar cukup lambat, namun jika Moms dan Dads menyadari akar kaktus mulai mencuat dari tanah, inilah saatnya memindahkan kaktus ke pot yang lebih besar.

Tenang saja, kemungkinan kaktus membutuhkan pot yang baru mungkin dapat memakan waktu 2 -4 tahun, tergantung pada jenis dan laju pertumbuhan kaktusnya.

Baca Juga: Merawat Sukulen, Ikuti 4 Cara Mudah Ini

Kaktus sebagai tanaman hias di luar maupun dalam rumah sangat cocok untuk Moms dan Dads yang tidak punya banyak waktu untuk merawat tanaman setiap hari, atau baru saja belajar untuk merawat tanaman hias.

Moms dan Dads juga bisa bergabung dengan forum atau grup pecinta tanaman hias atau kaktus agar mendapatkan informasi yang lebih luas lagi. Selamat mencoba!

Produk Rekomendasi

TOOLS PARENTING

Komentar

Yuk, ngobrol dan sharing pendapat dengan moms lainnya.

member-image

Beri Komentar...

Artikel Terkait