Fashion & Beauty

FASHION & BEAUTY
26 Desember 2020

3 Cara Merawat Softlens Sesuai dengan Kondisi Lensa

Merawat softlens untuk digunakan sehari-hari hingga softlens yang jarang digunakan
placeholder
placeholder
Artikel ditulis oleh Putriana
Disunting oleh Amelia Puteri

Bagi sebagian orang, memakai kacamata bukanlah pilihan yang yang nyaman untuk dikenakan sehari-hari. Bisa jadi karena kacamata menghalangi aktivtas atau karena alasan estetika.

Karenanya banyak orang akhirnya mengenakan softlens atau lensa kontak sebagai alternatif, karena dianggap lebih praktis dan mudah digunakan.

Meski memiliki beberapa keunggulan dibandingkan kacamata, namun lensa kontak membutuhkan perawatan yang lebih rumit.

Cara merawat softlens yang tidak tepat bisa berisiko menimbulkan gangguan pada mata. Termasuk iritasi hingga infeksi berat akibat bakteri dan jamur.

Baca Juga: Softlens Mengering, Bolehkah Dipakai Kembali?

Cara Merawat Softlens untuk Pemakaian Sehari-Hari

chiaralens.com.jpg

Foto: chiaralens.com

American Academy of Ophthalmology menyatakan dalam lamannya, infeksi mata yang serius bisa terjadi jika lensa kontak tidak membersihkan, disterilkan, dan disimpan dengan benar.

Namun Moms dan Dads tak perlu khawatir, berikut ini kami rangkum langkah membersihkan softlens dengan benar.

1. Bersihkan Tangan

Langkah pertama cara merawat softlens dan membersihkannya adalah mencuci tangan dengan sabun. Selanjutnya keringkan tangan menggunakan handuk minim serat agar serta tak menempel di tangan.

Sebaiknya jangan menggunakan sabun yang mengandung cold cream, losion, atau jenis sabun yang mengandung moisturizer.

Hal ini karena ada kemungkinan zat-zat tersebut akan menempel pada permukaan kulit dan bersentuhan dengan lensa.

2. Gunakan Cairan Khusus Softlens

Perlu diingat bahwa jangan pernah mengganti cairan khusus merendam dan membersihkan softlens dengan berbagai jenis air lainnya, baik itu air keran maupun air mineral.

Sebagai cara merawat softlens, hindari membersihkan lensa kontak menggunakan air saline yang diracik sendiri di rumah karena kemungkinan besar cairan tersebut tak steril.

3. Gunakan Metode "Rub and Rinse" Setiap Kali Membersihkan Lensa Kontak

Selalu gunakan metode "rub and rinse" sebagai cara merawat softlens dan membersihkannya. Seperti namanya, metode ini melibatkan proses menggosok dan membilas.

Caranya, teteskan cairan pembersih khusus lensa kontak dan gosok perlahan permukaannya menggunakan ujung jari dengan gerakan memutar agar lensa tidak robek. Selanjutnya bilas softlens dengan meneteskan cairan lensa.

Jika lensa sudah tidak terasa licin, artinya lensa sudah bersih. Terakhir, rendam softlens dalam wadahnya menggunakan air saline khusus softlens.

Baca Juga: Mata Gempi Minus dan Silinder, Bolehkah Anak Pakai Lensa Kontak?

4. Bersihkan Soflens Setiap Kali Memakai dan Melepas

Pastikan untuk membersihkan dan membilas lensa kontak sebelum memakai dan setelah melepas softlens. Selain itu, sangat disarankan mendesinfektan lensa kontak setiap kali selesai melepasnya.

Hal ini bertujuan untuk mensterilkan kembali lensa dari bakteri dan kotoran yang menempel selama pemakaian. Selain itu, segera buang lensa yang sudah lewat dari batas tanggal pemakaiannya.

5. Selalu Ganti Cairan Softlens dalam Wadah Penyimpanan

Cara merawat softlens selanjutnya, gunakan cairan yang baru setiap kali membersihkan dan mendisinfeksi lensa kontak. Jangan pernah menggunakan kembali atau hanya menambahkan cairan ke dalam wadah penyimpanan softlens.

Selain itu, jangan pindahkan cairan softlens ke dalam tube atau botol kecil lain yang biasanya ada dalam satu set wadah softlens. Menyimpannya ke dallam wadah lain akan membuatnya tidak steril lagi untuk digunakan.

6. Ganti Wadah Secara Berkala

Moms dan Dads harus tetap mengganti wadah penyimapanan softlens maksimal tiga bulan sekali untuk menghindari terjadinya kontaminasi bakteri dan jamur.

Selain itu, segera ganti wadah apabila penyimpanan softlens rusak atau bocor sebelum tiga bulan.

Baca Juga: 5 Bahaya Memakai Softlens Setiap Hari

Cara Merawat Softlens yang Jarang Dipakai

self.com.jpg

Foto: self.com

Tak semua orang memilih mengenakan softlens untuk keperluan sehari-hari. Beberapa bahkan hanya memakainya sebulan sekali atau jika ada momen khusus saja.

Hal tersebut sah-sah saja, namun perlu diingat jika cara merawat softlens yang jarang dikenakan tentu berbeda. Mereka memerlukan perawatan khusus untuk memastikan kondisinya masih layak digunakan kembali.

1. Bersihkan Softlens dengan Cara yang Tepat

Softlens yang telah lama tak digunakan harus dibersihkan dan disterilkan terlebih dahulu. Caranya, cuci tangan hingga bersih dan letakkan softlens pada telapak tangan.

Sebagai cara merawat softlens, bersihkan softlens menggunakan metode "rub and rinse" lalu rendam dalam wadahnya. Rendam lensa kontak dalam cairan pembersih selama kurang lebih tiga jam lalu buang airnya.

Terakhir, ganti air rendaman dengan air softlens berupa cairan salin yang khusus untuk menyimpan lensa kontak.

2. Pilih Cairan Softlens yang Tepat

Umumnya ada empat jenis cairan softlens yang masing-masing memiliki fungsi dan keunggulan berbeda agar bisa digunakan sebagai cara merawat softlens. Di antaranya:

  • Multi Purpose Solution

Multi purpose solution atau cairan softlens multifungsi merupakan jenis cairan yang paling umum kita temui.

Cairan ini memiliki fungsi perawatan lensa kontak secara umum, termasuk di antaranya untuk membersihkan, membilas, mendisinfeksi, serta merendam lensa kontak.

Karena memiliki banyak kegunaan dalam satu produk, cairan ini menjadi salah satu yang paling banyak dipilih. Selain itu, harganya juga relatif lebih murah dibandingkan jenis cairan sotflens lainnya.

  • Cairan Softlens Berbasis Hidrogen Peroksida

Jenis cairan ini diformulasikan untuk membersihkan dan mendesinfektan softlens, namun tidak dapat digunakan sebagai cairan penyimpan.

Umumnya cairan berbasis hidrogen peroksida disarankan bagi mereka yang sensitif terhadap zat tertentu dalam cairan softlens lainnya.

Biasanya Moms akan mendapatkan wadah khusus untuk membersihkan lensa kontak dengan cairan ini, yakniwadah kecil yang terbagi menjadi dua bagian.

Yakni untuk proses desinfektan dan satu lagi untuk penetralan. Karena softlens yang dibersihkan menggunakan cairan ini tak dapat langsung dikenakan, namun harus dinetralkan terlebih dahulu agar tak perih di mata.

  • Air Saline

Air saline biasanya digunakan hanya untuk membilas dan merendam softlens. Namun cairan ini tidak memiliki kemampuan desinfektan.

Cairan saline juga digunakan sebagai penetral softlens yang dibersihkan menggunakan hidrogen peroksida.

  • Pembersih Protein Enzimatik

Yang terakhir adalah pembersih protein enzimatik. Cairan ini biasanya digunakan atas rekomendasi dokter mata untuk membersihkan softlens dengan keadaan sangat kotor, terutama karena terlalu jarang digunakan.

Baca Juga: Ketahui Tanda dan Penyebab Balita Perlu Memakai Kacamata

2. Bersihkan Softlens Secara Berkala

Meski jarang digunakan, namun softlens harus tetap dibersihkan secara berkala paling tidak tiga hari sekali.

Cara merawat softlens ini perlu dilakukan karena bakteri tetap dapat berkembang dalam wadah dan air lensa meski sudah disimpan dalam keadaan bersih sekalipun.

Selain itu, cairan perendam lensa kontak juga dapat berkurang seiring berjalannya waktu karena terserap oleh lensa.

Jika tak rutin dibersihkan atau diganti, bisa ada kemungkinann Moms tidak mengetahui jika air dalam wadah softlens telah habis sehingga menyebabkan softlens kering dan tak dapat dikenakan lagi.

3. Perhatikan Batas Waktu Penyimpanan Softlens

Bagaimana jika sudah terlanjur menyimpan softlens lebih dari tiga hari?

Beberapa jenis softlens memiliki daya simpan lebih lama dan bisa langsung digunakan tanpa sterilisasi. Pastikan untuk membaca instruksi untuk mengetahui daya simpan softlens.

Meski begitu, jangan pernah mengenakan softlens yang sudah disimpan selama 30 hari tanpa sterilisasi atau melakukan proses disinfektan terlebih dahulu.

Baca Juga: Studi Baru di China, Pemakaian Kacamata Turunkan Risiko COVID-19

Cara Merawat Softlens Agar Tidak Kering

scientificamerican.com.jpg

Foto: scientificamerican.com

Softlens yang kering akan jadi masalah dan terasa tak nyaman ketika dikenakan. Lalu apa yang harus dilakukan? Berikut tips cara merawat softlens agar tidak kering.

1. Catat Tanggal Kadaluwarsa Softlens

Mencatat tanggal kadaluwarsa adalah cara merawat softlens yang pertama. Lensa kontak yang sudah lewat masanya biasanya akan terasa kering, perih, dan mengganjal saat dikenakan.

Apabila pemakaiannya terus dilanjutkan, tak menutup kemungkinan akan menyebabkan iritasi hingga infeksi pada mata.

Untuk itu, catat selalu tanggal kadaluwarsa softlens agar tidak lupa, terutama jika Moms memiliki lebih dari satu lensa kontak. Bial perlu, beri label pada masing-masing wadah lensa kontak.

2. Rutin Mengganti Air Perendam Softlens

Seperti yang sudah dijelaskan pada poin sebelumnya, sangat disarankan mengganti air perendam softlens secara berkala. Hal ini juga dapat menajdi langkah mencegah softlens kering akibat kehabisan air.

3. Ganti Softlens yang Sudah Mengering

Pasti banyak orang bertanya-tanya apakah softlens yang kering masih dapat digunakan lagi atau malah harus dibuang? Dilansir Contacts Direct, hal ini sangat tergantung kondisi softlens.

Jika lensa kontak kering karena kehabisan cairan perendam dalam wadah, kemungkinan dilembabkan untuk digunakan kembali bisa dilakukan.

Namun jika lensa kontak kering karena berada di luar wadah akibat terjatuh, baiknya ganti dengan yang baru.

Selain itu, pastikan softlens yang kering masih dalam keadaan bagus.

“Jika Anda merehidrasi lensa kontak, periksa dengan saksama apakah ada sobekan kecil di tepinya, goresan pada lensa, atau tanda-tanda kontaminasi atau penumpukan kotoran,” ujar Dr. Joe Wende, Medical Director di Contacts Direct.

Itulah beberapa cara merawat softlens agar dapat digunakan dengan nyaman.

Meski begitu, tidak ada jaminan softlens akan 100 persen aman dari bakteri maupun kerusakan, sehingga penting untuk mengamati perubahan kondisi pada mata terutama saat dan setelah memakai softlens.

Jangan menunda untuk menemui dokter spesialis mata jika terjadi gejala seperti penglihatan menjadi buram yang tak kunjung membaik, kelihatan penglihatan, sakit pada mata, infeksi, bengkak, dan iritasi yang tidak normal.

Komentar

Yuk, ngobrol dan sharing pendapat dengan moms lainnya.

member-image

Beri Komentar...

Artikel Terkait