2-3 tahun

2-3 TAHUN
11 Maret 2021

5 Cara Optimalkan Tumbuh Kembang Anak Usia Pra-Sekolah, Yuk Lakukan!

Bukan hanya perlu nutrisi dan stimulasi lho Moms
placeholder
placeholder
Artikel ditulis oleh Dresyamaya Fiona
Disunting oleh Andra Nur Oktaviani

Dalam usia 5 tahun pertama tumbuh kembang anak, ini merupakan tahapan proses anak meresap segala informasi untuk merangsang saraf otaknya.

Centers for Disease Control and Prevention memaparkan, pada usia ini juga ini skrining autisme direkomendasikan, ditandai apabila Si Kecil mengalami keterlambatan pertumbuhan.

Tak hanya perkembangan fungsi kognitif, pentingnya peran lingkungan dalam keberhasilan buah hati mencapai tumbuh kembang anak secara optimal.

Apakah Si Kecil salah satu yang mengalami tumbuh kembang secara normal ataupun sebaliknya? Mari simak penjelasan di bawah ini, Moms!

Tahapan Tumbuh Kembang Anak di Usia Pra-Sekolah

Kebanyakan orang tua khawatir tumbuh kembang anak selama pandemi tidak optimal. Ruang gerak terbatas dan aktivitas berkurang membuat Si Kecil jarang berinteraksi dengan orang lain.

“Psikososial dibutuhkan untuk mengoptimalkan pencapaian yang menjadi bekal masa depannya,” jelas Prof. Dr. dr. Saptawati Bardosono, M.Sc. Pakar Gizi Medik pada Konferensi Pers “NESTLÉ DANCOW Nutritods Ajak Bunda Apresiasi Setiap Pencapaian Milestone Si Buah Hati Melalui Gerakan Satu Juta Bunda Bangga”, pada Selasa, 2 Maret 2021.

Pentingnya peran lingkungan dalam keberhasilan Si Kecil mencapai milestone tumbuh kembangnya.

Ada tiga tahapan proses tumbuh kembang anak di usia toddler dan pra sekolah, di antaranya:

1. Asupan Nutrisi

6 Makanan dengan Nutrisi Otak Tinggi untuk Tumbuh Kembang Anak!.jpg

Foto: Orami Photo Stocks

“Makanan yang bergizi, serta lauk pauk kaya akan protein, dibutuhkan anak untuk membentuk struktur otak dan fungsi tubuh,” ucap Prof. Dr. dr. Soedjatmiko Sp.A (K), M.Si, Konsultan Tumbuh Kembang Anak & Magister Psikologi Perkembangan.

Makanan hewani, makanan laut, kacang-kacangan dan daging merah adalah sumber protein yang tinggi.

Protein dan lemak dalam tubuh membentuk jaringan untuk merangsang fungsi motorik serta pembentukan kerja otak.

Melansir dari Mayo Clinic, selain protein, ada beberapa asupan nutrisi untuk mendukung tumbuh kembang anak di usia 5 tahun pertama, antara lain:

  • Buah-buahan. Lebih baik makan buah potong dibandingkan jus buah. Namun jika Si Kecil lebih menyukai minum jus, pastikan itu 100 persen jus tanpa tambahan gula.
  • Sayuran. Sajikan berbagai sayuran segar, seperti buncis, kacang polong, serta sayuran berdaun hijau.
  • Biji-bijian. Pilih biji-bijian, seperti roti gandum, oatmeal, popcorn, quinoa, atau nasi merah atau nasi liar. Batasi biji-bijian olahan seperti roti putih, pasta, dan nasi.
  • Produk susu. Dorong anak untuk makan dan minum produk susu bebas lemak atau rendah lemak, seperti susu, yogurt, keju, atau minuman kacang kedelai.

“Kurangi sukrosa ataupun gula tambahan pada asupan nutrisi anak, sebab ini adalah pemicu karies dan diabetes usia dini,” jelas dr. Saptawati.

Baca Juga: Kenali Metode Belajar Anak, Apakah Gaya Belajar Visual, Audio, atau Kinestetik?

2. Stimulasi Gerak Anak

Cara Menstimulasi Anak di 1000 Hari Tumbuh Kembang Anak.jpg

Foto: Orami Photo Stocks

Proses tumbuh kembang anak yang tak kalah penting adalah stimulasi. Ini fungsinya untuk merangsang fungsi otak menjadi lebih baik.

“Asupan makanan bergizi saja tidak cukup, harus diperlukan stimulasi agar dapat lebih optimal tumbuh kembang anak,” tambah dr. Soedjatmiko.

Ada ragam cara stimulasi anak yang bisa diterapkan sejak dini. Misalnya memberikan apresiasi dan pujian untuk menyadari bahwa dirinya berharga.

Menurut pemaparan Monica Sulistiawati, M. Psi, Psikolog Klinis, pentingnya rasa bangga dan apresiasi anak, sebab dalam psikologis, ini akan memperkuat perilaku anak dengan benar yang dilakukannya.

Hindari penggunaan seluler ataupun gadget, karena ini bukan alat untuk merangsang proses tumbuh kembang anak yang sebenarnya.

Sebaiknya batasi waktu screening per harinya yakni sekitar maksimal 1 jam.

3. Perlindungan Tubuh

Imunisasi-dalam-Tumbuh-Kembang-Anak-.jpg

Foto: Orami Photo Stocks

Melindungi diri dari berbagai penyakit adalah poin penting dari proses tumbuh kembang anak yang selanjutnya.

Mengutip Kids Health, imunisasi adalah langkah tepat untuk melindungi anak dari cakupan paling luar.

Apakah Si Kecil sudah memenuhi imunisasi dengan lengkap? Meskipun pandemi masih berlangsung, sebaiknya segera lengkapi imunisasi Si Kecil ya, Moms.

Semakin ditunda, maka sistem kekebalan tubuhnya akan menurun.

Baca Juga: Bolehkah Anak Diimunisasi saat Sakit? Cari Tahu Dulu Faktanya

4. Kebutuhan Sosialisasi

Tumbuh Kembang Anak, Begini Cara Membantunya Agar Mau Bersosialisasi 3.jpg

Foto: Orami Photo Stocks

“Tidak hanya orang dewasa, anak-anakpun membutuhkan sosialisasi dalam tumbuh kembang anak,” jelas Prof. Dr. dr. Tjhin Wiguna, Sp.KJ (K), Psikiater Anak, Monica Sulistiawati, M.Psi.,Psikolog Klinis.

Tahapan tumbuh kembang anak ini juga disebut sebagai proses sosial dan emosional.

Apa sajakah tanda Si Kecil mulai memahami bahasa ataupun perilaku orang di sekitarnya?

Salah satu poin di bawah ini adalah tanda ia mulai bersosialisasi dan dapat meluahkan emosionalnya dalam keberhasilan tahapan tumbuh kembang anak. Diantaranya:

  • Tersenyum secara spontan
  • Suka bermain dengan orang-orang
  • Mengikuti beberapa gerakan dan ekspresi wajah
  • Menangis dengan berbagai cara untuk menunjukkan rasa lapar, sakit, atau lelah
  • Dapat mengenal angka
  • Mengetahui beberapa bentuk huruf

Baca Juga: 6 Manfaat Menggambar Bagi Perkembangan Otak Anak Untuk Persiapan Sekolah

Mengenalkan anak rasa empati juga bisa diterapkan sejak usia 5 tahun pertama lho, Moms.

Harvard Graduate School of Education menunjukkan bahwa sekitar usia 2 tahun adalah waktu yang pas untuk mengajarkan anak rasa empati.

Anak-anak mulai dapat menunjukkan empati yang tulus, memahami bagaimana perasaan orang lain bahkan ketika mereka sendiri tidak merasakan hal yang sama.

5. Perkuat Mental Anak

Dukung Kesehatan Mental Anak dengan 5 Cara Ini dan Tumbuh Kembang Anak.jpg

Foto: Orami Photo Stocks

Tahapan selanjutnya dalam tumbuh kembang anak usia toddler dan pra sekolah adalah memperkuat mentalnya.

Pada masa ini keterampilan kognitif meliputi berpikir, belajar, memahami, memecahkan masalah, menalar, dan mengingat.

Dari hal ini, akan mendukung terbentuknya mental anak menjadi lebih kuat.

“Memenuhi kebutuhan afeksi Si Kecil dengan mendukung pertumbuhan serta perkembangan emosi, perilaku, kognitif, moral, spiritual, dan kecerdasan emosional,” Ungkap dr. Tjhin.

Ekspresi bangga, apresiasi dan kritik positif yang sesuai dengan karakter dan kebutuhan akan menciptakan perasaan nyaman dan tenang.

Kelima tahapan ini sangat mendukung satu sama lain dalam proses keberhasilan tumbuh kembang anak.

Dibuktikan dalam Journal of Medicine and Life, usia emas 5 tahun pertama tumbuh kembang anak dikaitkan dengan keterampilannya seperti fungsi motorik otak, pemahaman, komunikasi timbal balik, serta kemampuan berbahasa.

Baca Juga: Tips Belajar Membaca untuk Anak 5 Tahun yang Bisa Moms Coba!

Tanda Keterlambatan Tumbuh Kembang Anak

Tanda-Keterlambatan-Tumbuh-Kembang-Anak--Hero.jpg

Foto: Orami Photo Stocks

Keberhasilan tumbuh kembang anak bisa dipantau dari fisik maupun non-fisik. Rutin memeriksa berat badan dan tinggi badan ideal sesuai usianya adalah hal yang paling mudah dilakukan.

Tentunya setiap anak memiliki proses tumbuh kembang anak yang berbeda, dan tidak bisa dipukul rata ya, Moms.

Pengalaman dan hubungan anak-anak yang terbentuk selama 5 tahun pertama ini menentukan bagaimana otak mereka berkembang. Faktanya, pada saat anak mencapai usia lima tahun, 90 persen otak anak sudah berkembang.

Melansir Ikatan Dokter Anak Indonesia, di bawah ini beberapa tanda keterlambatan tumbuh kembang anak yang dapat dilihat secara fisik, antara lain:

  • Bayi masih terbiasa tangan mengepal/menggenggam usia 4 bulan ke atas
  • Adanya dominasi satu tangan (handedness) sebelum usia 1 tahun
  • Eksplorasi oral (seperti memasukkan mainan ke dalam mulut) masih sangat dominan setelah usia 14 bulan
  • Perhatian penglihatan yang inkonsisten
  • Ketidaktertarikan terhadap sesuatu benda di usia 20 bulan ke atas
  • Terlambat dalam menyusun frasa/kalimat di usa 2 tahun ke atas
  • Sering mengulang ucapan orang lain (membeo) setelah usia 30 bulan

Untuk mengetahui apakah buah hati mengalami keterlambatan tumbuh kembang anak, orang tua perlu pemeriksaan deteksi dini atau skrining tumbuh kembang pada anak.

Dengan mengetahui secara dini, maka dapat dicari penyebab keterlambatannya dan segera dilakukan intervensi yang tepat.

Keterlambatan tumbuh kembang anak berbeda dengan autisme atau gangguan perkembangan.

Sebagian besar autisme terjadi sebelum anak lahir, tetapi beberapa dapat terjadi setelah lahir karena infeksi, cedera, atau faktor lain.

Penyebab keterlambatan perkembangan bisa sulit untuk ditentukan, dan berbagai hal dapat berkontribusi padanya. Beberapa kondisi berasal dari genetik, seperti down syndrome.

Baca Juga: Buat Anak Tumbuh Cerdas dengan 3 Faktor Penting Ini!

Apakah Si Kecil salah satu yang mengalami proses tumbuh kembang anak secara optimal Moms? Sharing di kolom komentar, ya.

Komentar

Yuk, ngobrol dan sharing pendapat dengan moms lainnya.

member-image

Beri Komentar...

Artikel Terkait