Gratis Ongkir minimum Rp 250.000* Lihat detil

DIREKTORI

Belanja Berdasarkan Kategori :
Belanja Berdasarkan Kategori
DIREKTORI BELANJA
  • Promo & Highlights

  • Kebutuhan Bayi

  • Perlengkapan Bayi

  • Perawatan Pribadi

  • Supermarket

  • Rumah & Dekorasi

  • Kosmetik

  • Alat Kecantikan

  • Pakaian & Aksesoris

  • Kesehatan

  • Mainan & Media

  • Gadget & Elektronik

  • Harga Terbaik
  • Brand Pilihan
  • Promo ANZ 30% Semua produk




Health | Oct 19, 2018

Cara Paling Mudah Mendeteksi Kanker Payudara

Bagikan


Cara Paling Mudah Mendeteksi Kanker Payudara

Kanker payudara merupakan silent killer yang harus mendapat perhatian khusus terutama pada perempuan. Deteksi dini kanker payudara sedini mungkin dapat mempermudah langkah pengobatan dan memperbesar kemungkinan untuk sembuh.

Selain tentunya dengan pergi ke dokter dan mendapatkan hasil yang akurat, berikut adalah cara paling mudah untuk mendeteksi kanker payudara:

1. Lakukan dengan Penglihatan

Secara kasat mata sebenarnya kita juga dapat mulai mendeteksi kanker payudara.

Perhatikanlah payudara Moms bila terlihat berkerut seperti kulit jeruk, berwarna kemerahan atau rumah bersisik, terlihat membengkak, puting menyusut ke dalam dan gatal.

Selain itu, perhatikan pula cairan yang keluar dari puting apakah berdarah atau berwarna bening maupun kuning.

Baca Juga: 9 Faktor Risiko Kanker Payudara, Apakah Moms Memilikinya?

2. Gunakan Tangan untuk Memeriksa

Selain dengan memperhatikan menggunakan mata, Moms juga dapat gunakan tangan sebagai cara untuk mendeteksi kanker payudara. Bagaimana caranya?

Pertama, berbaringlah agar posisi payudara lebih tipis dan mudah diraba. Kemudian gunakan tiga jari untuk mulai meraba payudara, pastikan untuk memeriksa semua sisi dari payudara benjolan mungkin saja ada di bagian-bagian tertentu.

Jangan lupa untuk lakukan pemeriksaan dengan telaten dan perlahan untuk memastikan tidak ada bagian yang terlewat.

Selain dengan posisi berbaring, Moms juga dapat melakukan pemeriksaan saat mandi dan menggunakan sabun agar tangan lebih licin dan dapat meraba lebih halus.

Tak hanya itu, pemeriksaan dengan cara ini juga sebaiknya tak dilakukan saat sedang datang bulan atau menjelang datang bulan, agar tidak ada nyeri yang terasa.

Baca Juga: 3 Kisah Haru Perjuangan Pasien Kanker Payudara di Dunia

3. Menyadari Risiko yang Dimiliki

Ada beberapa orang yang memiliki risiko lebih tinggi untuk terkena kanker payudara, dan beberapa kondisi tersebut terbilang kondisi yang umum.

Cobalah untuk menyadari apakah Moms memiliki beberapa kondisi di bawah ini:

Siklus Menstruasi

Cobalah untuk mengingat sikulus menstrusi Moms, jika sebelum usia 12 tahun sudah menstruasi kemudian menopause di atas usia 55 tahun maka risiko terkena kanker payudara akan meningkat.

Kehamilan dan Menyusui

Berikutnya bila Moms hamil di usia muda atau hamil beberapa kali, risiko rupanya akan berkurang, begitu juga dengan menyusui.

Namun, sebaliknya jika Moms tidak memiliki anak atau hamil setelah di atas usia 30 tahun maka risiko kanker payudara mungkin meningkat.

Gaya Hidup

Gaya hidup juga dapat memengaruhi risiko semakin meningkat bila Moms adalah orang dengan obesitas atau berat badan berlebih, merokok dan mengonsumsi alcohol.

Faktor Genetik

Moms akan lebih mudah terkena kanker payudara apabila salah satu anggota keluarga pernah mengalami kanker payudara, ovarium, kandungan, atau usus besar.

Bahkan, kemungkinan akan semakin meningkat bila yang mengidap penyakit ini adalah saudara kandung atau ibu.

Baca Juga : 6 Foto Perjuangan Pengidap Kanker Payudara untuk Melahirkan, Mengagumkan!

Lakukan Pemeriksaan Lebih Lanjut

Jika Moms menemukan adanya gejala diatas, maka sebaiknya lakukan pemeriksaan lebih serius.

Sebenarnya tak perlu menunggu menemukan gejala untuk melakukan pemeriksaan. Salah satu cara yang paling tepat untuk dilakukan adalah dengan mamografi.

Mamografi sendiri merupakan pemeriksaan menggunakan radiasi rendah yang digunakan untuk memeriksa jaringan payudara.

Mamografi dapat mendeteksi benjolan sebelum terasa.

Sebaiknya mamografi dilakukan 2-3 tahun sekali bagi perempuan berusia 35-50 tahun, dan setiap 1-2 tahun sekali bagi wanita berusia di atas 50 tahun.

(MDP)

Bagikan

Artikel Terkait



Newsletter

Dapatkan diskon dan penawaran spesial setiap hari melalui email kamu dengan berlangganan newsletter.