Program Hamil

6 September 2021

Memahami Cara Pemasangan KB IUD untuk Cegah Kehamilan

Sebelum pilih IUD, pahami langkah-langkah pemakaiannya dahulu, Moms!
placeholder
placeholder
Artikel ditulis oleh Karinta
Disunting oleh Karla Farhana

Apakah Moms saat ini sedang menimbang-nimbang jenis kontrasepsi yang paling sesuai? Jika ya, Moms bisa coba mencari tahu cara pemasangan KB IUD (intrauterine devices).

KB IUD, disebut juga sebagai KB spiral, adalah alat kontrasepsi berbentuk menyerupai huruf T yang disematkan ke dalam rahim untuk mencegah kehamilan.

Mengutip dari National Health Services (NHS), keefektifan KB IUD setelah dipakai bisa mencapai sekitar 99%.

Dari berbagai jenis alat kontrasepsi yang ada, KB IUD termasuk salah satu yang praktis dan tidak repot saat digunakan.

Ya, ini karena Moms tak perlu mengingat jadwal minum pil rutin seperti bila pakai pil KB.

Moms juga tak perlu kembali suntik setiap beberapa bulan seperti memakai KB suntik. Pemakaian KB IUD hanya sekali selama tidak ada masalah dan cara pemasangannya tepat sejak awal.

Baca Juga: Apakah IUD Bisa Berpindah Tempat?

Cara Pemasangan KB IUD

cara pemasangan kb iud

Foto: Orami Photo Stock

Ada 2 jenis KB IUD atau KB spiral yang bisa jadi pilihan, yakni hormonal dan nonhormonal. Cara pemakaian kedua KB IUD ini relatif sama.

Agar Moms lebih terbayang alur pemasangan KB IUD, berikut penjelasan langkah-langkahnya.

Sebelum melakukan cara pemasangan KB IUD

Pertama-tama, dokter maupun bidan akan memeriksa kondisi kesehatan Moms terlebih dahulu sebelum KB spiral terpasang di dalam rahim. Jangan ragu untuk menyampaikan semua riwayat kesehatan Moms, ya!

Dokter atau bidan juga akan memeriksa organ intim Moms, meliputi vagina, leher rahim (serviks), hingga rahim (uterus) untuk memastikan tidak ada penyakit menular seksual (PMS).

Penting untuk dipahami, jika Moms termasuk dalam kelompok yang berisiko tinggi mengalami penyakit menular seksual, KB IUD tidak bisa mencegah penyakit tersebut.

Pasalnya, meski KB IUD memang bisa menjadi pilihan alat kontrasepsi yang baik bagi para wanita, KB yang satu ini tidak bisa mencegah penyakit menular seksual, mengutip dari laman Healthline.

Biasanya, Moms perlu minum obat pereda nyeri, seperti ibuprofen dan paracetamol, sebelum pemasangan KB IUD dengan cara yang tepat dimulai.

Hal ini bertujuan untuk mengurangi intensitas kram perut selama maupun setelah KB spiral ini terpasang di dalam rahim Moms.

Proses cara pemasangan KB IUD

Setelah semua kondisi kesehatan Moms baik dan memungkinkan untuk pemasangan IUD, dokter akan memasukkan sebuah alat ke dalam rahim dengan cara melipatnya terlebih dahulu.

Namun sebelumnya, Moms diminta untuk berbaring di atas ranjang dengan menekuk kedua kaki, kemudian membukanya selebar mungkin. Agar lebih mudah, sebuah alat bernama spekulum digunakan dokter untuk membuka vagina.

Jadi, pemasangan KB spiral bisa lebih mudah dibandingkan tanpa pakai spekulum. Setelah vagina berhasil terbuka, cara pemasangan IUD dilakukan dengan memasukkan KB ini ke dalam alat khusus berbentuk tabung.

Hal ini membuat bentuk IUD yang semula seperti huruf T, kemudian jadi menekuk dan menyempit.

Lebih rincinya, berikut tahapan cara pemasangan KB IUD.

  1. Tabung berisiko KB IUD kemudian dimasukkan ke dalam rahim Moms sampai pada kedalaman yang tepat.
  2. IUD dikeluarkan dari dalam tabung sehingga bentuknya kembari melebar.
  3. Tabung, spekulum, dan alat bantu lainnya yang digunakan dalam cara pemasangan KB IUD, dikeluarkan dari vagina.
  4. Ada tali berukuran sekitar 2,5 cm di dalam rahim sebagai tanda adanya IUD.

Proses pemakaian KB IUD tidak lama, kok, Moms! Biasanya, dalam waktu kurang lebih 5 menit, IUD sudah berhasil terpasang di dalam rahim. Pemasangan jenis KB ini pun bisa dilakukan kapan saja.

Baca Juga: Metode Amenore Laktasi, Kontrasepsi Alami Lewat Menyusui Bayi

Setelah KB IUD berhasil dipasang

Di awal pemakaian, Moms mungkin merasakan kram atau nyeri. Ini wajar sebagai bentuk adaptasi tubuh karena ada sesuatu yang dimasukkan ke dalam organ intim.

Namun, tak perlu khawatir, keluhan ini biasanya bisa segera hilang dalam beberapa menit.

Kelebihan pakai KB IUD

cara pemasangan kb iud

Foto: Orami Photo Stock

Seperti yang telah dijelaskan sebelumnya, KB IUD termasuk salah satu alat kontrasepsi yang praktis. Akan tetapi, kelebihan pakai KB IUD tidak hanya itu, lho, Moms!

IUD juga bisa digunakan kapan pun, bahkan saat sedang menstruasi sekalipun. Jika Moms baru melahirkan tetapi ingin segera menunda kehamilan, KB IUD bisa langsung dipasang.

Selain itu, berikut beberapa kelebihan lainnya pakai KB IUD:

  • Efektif untuk mencegah kehamilan.
  • Bisa digunakan untuk waktu yang lama, misalnya 5-10 tahun.
  • Aman dipakai meski sedang menyusui.
  • Tidak ada efek samping hormonal, seperti jerawat, nyeri payudara, dan lainnya.
  • Pilihan yang tepat bila tidak ingin menggunakan kontrasepsi hormonal.
  • Kerja IUD tidak terpengaruh bila sedang konsumsi obat apa pun.
  • Metode kontrasepsi darurat yang cukup efektif.

Baca Juga: Mengenal Tubektomi, Kontrasepsi Permanen untuk Wanita

Kekurangan pakai KB IUD

cara pemasangan kb iud

Foto: Orami Photo Stock

Di samping ada kelebihan bila Moms pakai KB IUD, kontrasepsi ini juga punya sisi kelemahan. Melansir dari Planned Parenthood, kekurangan KB IUD berbeda tergantung jenisnya.

Kekurangan KB IUD hormonal

Berikut beberapa kekurangan yang bisa menjadi pertimbangan sebelum Moms pilih KB IUD hormonal:

  • Nyeri saat pemasangan IUD.
  • Kram atau nyeri punggung selama beberapa hari setelah pakai IUD.
  • Muncul bercak darah di antara periode menstruasi (tidak sedang haid).
  • Haid mungkin tidak teratur.

Kekurangan KB IUD nonhormonal (tembaga)

Berikut beberapa kekurangan bila Moms pilih pakai KB IUD nonhormonal:

  • Ada bercak darah di antara periode menstruasi (tidak sedang haid).
  • Haid mungkin tidak teratur.
  • Haid jadi lebih lama dan aliran darahnya deras.
  • Kram perut saat haid terasa lebih sakit ketimbang biasanya.
  • Terasa sakit saat IUD dipasang.
  • Kram atau sakit punggung selama beberapa hari setelah pemasangan IUD.

Meski memang ada beberapa risiko, nyatanya KB IUD sebenarnya aman untuk mencegah kehamilan. Jika terasa kram setelah pemasangan IUD, Moms bisa minum obat pereda nyeri untuk meringankan gejala.

Sementara untuk perdarahan yang tiba-tiba muncul, biasanya akan segera membaik dalam beberapa bulan setelah tubuh terbiasa dengan adanya IUD.

Namun, pada dasarnya, semua alat kontrasepsi termasuk KB IUD, seharusnya tidak membuat Moms merasa tidak nyaman.

Jika Moms mengalami keluhan apa pun terkait penggunaan KB IUD, segera konsultasikan dengan dokter, ya!

  • https://www.plannedparenthood.org/learn/birth-control/iud/whats-an-iud-insertion-like
  • https://www.plannedparenthood.org/learn/birth-control/iud/what-are-the-disadvantages-of-iuds
  • https://www.plannedparenthood.org/learn/birth-control/iud/iud-side-effects
  • https://www.webmd.com/sex/birth-control/iud-intrauterine-device
  • https://www.healthline.com/health/birth-control-iud
  • https://www.betterhealth.vic.gov.au/health/healthyliving/contraception-intrauterine-devices-iud#advantages-of-iuds
  • https://www.nhs.uk/conditions/contraception/iud-coil/
Produk Rekomendasi

TOOLS PARENTING

Komentar

Yuk, ngobrol dan sharing pendapat dengan moms lainnya.

member-image

Beri Komentar...

Artikel Terkait