Kesehatan

14 Januari 2021

Waspadai Berbagai Cara Penularan HIV AIDS dan Pencegahannya

Ada beberapa cara penularan HIV/AIDS yang perlu Moms waspadai berikut ini!
placeholder
placeholder
Artikel ditulis oleh Rizky
Disunting oleh Intan Aprilia

HIV (human immunodeficiency virus) adalah virus yang merusak sel dalam sistem kekebalan tubuh dan virus ini akan melemahkan kemampuan tubuh untuk melawan infeksi dan penyakit sehari-hari.

Sementara itu, AIDS (acquired immune deficiency syndrome) adalah nama yang digunakan untuk menggambarkan sejumlah infeksi dan penyakit yang berpotensi mengancam nyawa yang terjadi ketika sistem kekebalan tubuh telah rusak parah oleh virus HIV.

Jadi, saat infeksi HIV tidak mendapatkan perawatan yang tepat, maka seseorang bisa mengembangkan kondisi AIDS. Meskipun AIDS tidak dapat ditularkan dari satu orang ke orang lain, tetapi virus HIV dapat dengan mudah menular.

Melansir data dari World Health Organization, HIV telah merenggut hampir 33 juta nyawa manusia sejauh ini. Diperkirakan ada 38 juta orang yang hidup dengan HIV pada akhir 2019.

Baca Juga: Salah Kaprah, Ini 5 Mitos Tentang HIV yang Masih Sering Dipercaya

Untungnya dengan peningkatan akses ke pencegahan, diagnosis, pengobatan dan perawatan HIV yang efektif, infeksi HIV telah menjadi kondisi kesehatan kronis yang dapat dikelola.

Alhasil, ini memungkinkan orang yang hidup dengan HIV bisa hidup lebih lama dan sehat seperti layaknya manusia yang tidak mengidap HIV.

Meski begitu, alangkah lebih baik untuk menjalankan hidup sehat supaya mencegah penularan penyakit ini. Moms juga harus paham betul bagaimana cara penularan HIV AIDS, karena dengan begini Moms bisa membantu orang-orang kesayangan terhindar dari penyakit ini. Yuk simak cara penularan dan pencegahan HIV AIDS berikut ini!

Cara Penularan HIV AIDS

Cara Penularan HIV AIDS

Foto: Orami Photo Stock

HIV ditemukan dalam cairan tubuh seperti darah, air mani dan cairan pra-mani ('pre-cum'), cairan rektal/lendir anal, cairan vagina, dan ASI.

Supaya Moms tertular HIV, cairan tubuh ini perlu masuk ke dalam darah melalui selaput lendir (misalnya, selaput vagina, rektum, atau lubang penis), melalui alat suntik bersama, atau melalui kulit yang rusak (seperti sebagai luka atau luka di mulut atau robekan di sekitar anus). Beberapa cara penularan HIV AIDS yang perlu Moms waspadai antara lain:

1. Seks Tanpa Kondom

Melakukan hubungan seks tanpa kondom dengan seseorang yang mengidap HIV, terutama hubungan seks vaginal dan seks anal tanpa kondom akan dengan mudah menjadi cara penularan HIV AIDS. Oleh karena itu, Moms harus mengetahui betul status HIV pasangan supaya tidak tertular.

2. Berbagi Peralatan Suntik

Cara penularan HIV AIDS selanjutnya adalah berbagi peralatan suntik. Moms juga bisa tertular HIV jika berbagi jarum suntik atau peralatan lain yang digunakan untuk mempersiapkan dan menyuntikkan narkoba dengan seseorang yang mengidap HIV.

3. Kehamilan, Persalinan, dan Menyusui

Seorang ibu yang terinfeksi HIV dapat menularkan virus ke bayinya melalui darahnya selama kehamilan dan kelahiran, dan melalui ASInya saat menyusui.

4. Transfusi Darah atau Organ yang Terkontaminasi

Menerima transfusi darah, produk darah, atau transplantasi organ/jaringan dari mereka yang sudah terinfeksi HIV bisa menjadi cara penularan HIV AIDS. Namun, risiko ini sangat kecil karena kebanyakan negara menguji produk darah dan organ untuk HIV terlebih dahulu.

Untungnya tidak ada cukup virus HIV dalam cairan tubuh lainnya, seperti air liur, keringat atau air seni, untuk menularkannya dari satu orang ke orang lain. Sehingga pelukan dan ciuman tak akan menularkan HIV.

Selain itu, seseorang yang hidup dengan HIV yang memiliki viral load 'tidak terdeteksi' (yang didapat melalui tes darah) tidak dapat menularkan HIV.

Ini berarti pengobatan yang efektif telah menurunkan jumlah virus dalam darahnya ke tingkat yang tidak dapat dideteksi dengan tes darah normal.

Sementara seseorang yang hidup dengan HIV dengan viral load yang terdeteksi dapat menularkan virus kepada orang lain baik mereka memiliki gejala atau tidak.

HIV paling menular dalam beberapa minggu pertama setelah terinfeksi dan sayangnya masih banyak orang yang tidak menyadari statusnya, entah karena akses kesehatan yang buruk atau karena stigma negatif yang selama ini sudah berkembang.

Padahal mengetahui status HIV sendiri adalah hal yang penting, karena dokter pasti akan langsung memberikan terapi obat supaya virus tidak terdeteksi dan mencegah HIV berkembang menjadi AIDS.

Baca Juga: Hal yang Perlu Moms Ketahui tentang HIV dan AIDS pada Bayi Baru Lahir

Cara Menghindari Penularan HIV AIDS

Cara Menghindari Penularan HIV/AIDS

Foto: Orami Photo Stock

Ada beberapa cara menghindari penularan HIV AIDS yang bisa dilakukan, antara lain:

  • Menggunakan kondom setiap kali melakukan hubungan seks vaginal, anal atau oral.
  • Di beberapa negara, PrEP tersedia. Ini adalah rangkaian obat HIV yang jika dikonsumsi secara konsisten seperti yang disarankan oleh ahli kesehatan akan mencegah infeksi HIV melalui seks.
  • Menghindari berbagi jarum suntik, alat suntik dan peralatan suntik lainnya
  • Mengambil pengobatan HIV jika Moms adalah ibu baru atau ibu hamil yang hidup dengan HIV, karena ini secara dramatis akan mengurangi risiko penularan HIV ke bayi selama kehamilan, persalinan, dan menyusui.
  • Selalu bertanya kepada ahli kesehatan apakah produk darah yang Moms terima (transfusi darah, transplantasi organ atau jaringan) telah diuji HIV.
  • Segera lakukan tindakan pencegahan jika Moms adalah seorang petugas kesehatan, seperti memakai pelindung (seperti sarung tangan dan kacamata), mencuci tangan setelah kontak dengan darah dan cairan tubuh lainnya, dan dengan aman membuang peralatan tajam.
  • Jika Moms atau orang terdekat mengira telah tertular HIV, Moms mungkin dapat mengakses PEP, obat ARV selama 4 minggu yang diminum setelah kemungkinan pajanan HIV untuk mencegah infeksi HIV. Moms harus memulai PEP dalam waktu 72 jam dari kemungkinan paparan agar obatnya bisa bekerja efektif.

Baca Juga: 5 Fakta Kesehatan Seputar Kehamilan dengan HIV/AIDS

Perawatan dan Gaya Hidup Sehat untuk Pengidap HIV AIDS

Perawatan dan Gaya Hidup Sehat untuk Pengidap HIV/AIDS

Foto: Orami Photo Stock

Jika seseorang positif mengidap HIV, maka ia akan diresepkan obat antiretroviral yang akan digunakan untuk mengobati HIV.

Obat ini bekerja dengan menghentikan replikasi virus di dalam tubuh, sehingga memungkinkan sistem kekebalan untuk memperbaiki dirinya sendiri dan mencegah kerusakan lebih lanjut. Obat ini tersedia dalam bentuk tablet, yang harus diminum setiap hari.

HIV dapat mengembangkan resistansi terhadap satu obat HIV dengan sangat mudah, tetapi menggunakan kombinasi obat yang berbeda membuat hal ini jauh lebih kecil kemungkinannya.

Kebanyakan orang dengan HIV menggunakan kombinasi obat-obatan. Sangat penting untuk meminumnya setiap hari seperti yang direkomendasikan oleh dokter.

Tujuan pengobatan HIV adalah untuk memiliki viral load tidak terdeteksi. Artinya, tingkat virus HIV dalam tubuh cukup rendah untuk tidak terdeteksi oleh tes.

Baca Juga: Ketahui 8 Jenis Penyakit Menular Seksual, Tak Hanya HIV/AIDS!

Jika Moms atau orang terdekat hidup dengan HIV, ia wajib menggunakan pengobatan HIV yang efektif agar virusnya tidak terdeteksi. Pasalnya ini akan secara signifikan mengurangi risikonya menularkan HIV kepada orang lain.

Selain itu, ada beberapa gaya hidup sehat yang juga disarankan untuk pengidap HIV, antara lain:

  • Melakukan olahraga teratur.
  • Makan makanan yang sehat
  • Berhenti merokok.
  • Lakukan vaksin flu tahunan untuk meminimalkan risiko terkena penyakit serius.

Berikut beberapa cara penularan HIV AIDS, cara pencegahan, serta cara hidup sehat untuk pengidap HIV AIDS. Tanpa pengobatan, sistem kekebalan tubuh akan rusak parah, dan penyakit yang mengancam jiwa seperti kanker dan infeksi parah dapat dengan mudah terjadi.

Produk Rekomendasi

TOOLS PARENTING

Komentar

Yuk, ngobrol dan sharing pendapat dengan moms lainnya.

member-image

Beri Komentar...

Artikel Terkait