Kesehatan

KESEHATAN
8 Mei 2020

Dianggap Sukses, Ketahui Cara Jerman Menangani Pandemi COVID-19

Angela dengan tegas mengingatkan warganya tentang pandemi ini
placeholder
placeholder
Artikel ditulis oleh Amelia Puteri
Disunting oleh Dina Vionetta

Negara-negara dunia masih terus berusaha memberantas pandemi COVID-19. Tidak hanya dengan menekan angka orang yang terinfeksi, tetapi juga perlunya membuat strategi untuk memulihkan perekonomian.

Salah satu negara yang tampaknya berhasil dalam menangani wabah COVID-19 adalah Jerman. Kebijakan lockdown sudah mulai dilonggarkan, dan orang-orang juga diperbolehkan membuka kembali tokonya.

Lalu, bagaimana cara Jerman menangani COVID-19? Seperti apa strategi yang dibuat agar bisa menekan angka pandemi dan menjadikan negaranya kembali berfungsi? Berikut ini penjelasannya.

Baca Juga: Strategi dari 5 Negara dalam Melawan Virus COVID-19

Cara Jerman Menangani COVID-19

cara Jerman menangani COVID-19-1.jpg

Foto: cnn.com

Mengutip World-o-Meters, hingga kini sudah ada total 169,430 kasus positif virus corona, dengan total angka kematian 7.392 jiwa, dan total angka yang sudah sembuh sebanyak 141,700 jiwa.

Terlepas dari total angka kematian yang mencapai 7 ribuan, tetapi tingkat kematian penduduk Jerman secara konsisten lebih rendah daripada negara-negara dengan jumlah kasus yang juga tinggi seperti Cina, Italia dan Spanyol.

Salah satu faktor keberhasilan penanganan pandemi COVID-19 di Jerman adalah keterlibatan Angela Merkel, sebagai kanselir Jerman. Berikut ini strategi Angela dalam melawan pandemi virus corona.

1. Mengedepankan Sains

Cara Jerman dalam menangani pandemi COVID-19 itu sendiri tidak lepas dari keterlibatan Angela Merkel yang mengedepankan sains.

Meskipun selama 30 tahun menjadi politikus, Angela punya latar belakang pendidikan hebat. Mengutip The Atlantis, ia memperoleh gelar doktor dalam bidang kimia kuantum pada tahun 1986, dan bekerja sebagai ilmuwan penelitian hingga tahun 1989.

Didasari dari latar belakang pendidikan tinggi dan juga pengalamannya yang pernah bekerja sebagai ilmuwan, logis bila Angela membuat pertimbangan yang didasarkan pada sains untuk menghadapi COVID-19 di Jerman.

Baca Juga: Menekan Penyebaran Virus Corona, 6 Negara Ini Memutuskan Lockdown

2. Sudah Menyiapkan Alat Tes dari Jauh Hari

cara Jerman menangani COVID-19-2

Foto: Orami Photo Stock

Melansir The Guardian, kasus pertama COVID-19 di Jerman terjadi pada 28 Januari 2020. Seorang pria Jerman terinfeksi dari seorang rekan kerjanya, dan hal ini menjadi penularan virus corona pertama di Eropa.

Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) mengumumkan COVID-19 sebagai pandemi dunia pada 11 Maret 2020. Tetapi, Jerman sudah mengambil langkah serius dalam menangani COVID-19 sebelum ditetapkan status tersebut.

Jerman bahkan jadi salah satu negara pertama yang mengembangkan tes COVID-19 yang andal di bulan Januari. Hasil kinerja tesnya juga dipublikasikan pada jurnal Eurosurveillence.

3. Bersikap Tegas Kepada Masyarakat

cara Jerman menangani COVID-19-3.jpg

Foto: thr.com

Cara lain bagi Jerman dalam menangani COVID-19 adalah pentingnya bersikap tegas kepada masyarakat agar angka penyebaran bisa ditekan.

Angela mengungkapkan pidato yang kuat tetapi jelas kepada penduduk Jerman untuk menghormati kebijakan pembatasan yang diberlakukan agar mengekang penyebaran virus.

"Ini serius. Sejak penyatuan Jerman - tidak, sejak Perang Dunia Kedua - tidak ada tantangan bagi bangsa kita yang menuntut tingkat agar bertindak bersama dan bersatu seperti itu," ujarnya mengutip Medical Futurist.

Baca Juga: 3 Negara ASEAN Ini Klaim Kasus Kematian Rendah COVID-19, Ini Langkah yang Dilakukan

4. Pelacakan Sejak Kasus Pertama dan Uji Tes Lebih Banyak

cara Jerman menangani COVID-19-4

Foto: Orami Photo Stock

Bahkan sejak kasus pertama telah diumumkan, cara Jerman menangani COVID-19 adalah dengan melakukan pelacakan sejak kasus pertama dan tes kepada masyarakatnya dalam jumlah besar langsung.

"Satu keuntungan yang dimiliki Jerman adalah kami mulai melakukan pelacakan kontak profesional ketika kasus pertama dilaporkan," kata Marylyn Addo, kepala departemen infektiologi di Hamburg Medical University Center.

Hal ini menurutnya, dapat memberikan waktu untuk menyiapkan fasilitas kesehatan ketika pandemi COVID-19 terjadi di Jerman.

Beberapa pekan lalu, Jerman bahkan berencana untuk menguji 200.000 orang per hari. Langkah-langkah semacam itu dapat mengurangi beban perawatan kesehatan.

Baca Juga: 9 Istilah Selama Pandemi COVID-19, Moms Sudah Tahu Semuanya?

Kelonggaran Lockdown dan Toko Sudah Boleh Dibuka

cara Jerman menangani COVID-19-4.jpg

Foto: independent.co.uk

Pada Senin, 20 April 2020, beberapa toko non-esensial seperti toko buku, toko bunga, toko pakaian, toko sepeda dan mobil, serta toko lain berukuran kurang dari 800 meter persegi di Jerman, diizinkan untuk buka kembali, mengutip Deutsche Welle.

Namun, bar, restoran, pusat penitipan anak, teater, dan bioskop akan tetap tutup sampai ada pemberitahuan lebih lanjut. Pertemuan keagamaan dan acara besar juga dibatalkan untuk waktu dekat.

Angela Merkel, tetap memberikan peringatan kepada warganya tentang kemungkinan gelombang kedua infeksi virus corona jika tindakan lockdown ditinggalkan terlalu cepat.

Angela mendesak warga untuk tetap bertekad dan mengatakan akan menjadi hal yang "memalukan" jika negara yang dipuji karena penanganan krisisnya yang cekatan jatuh karena "kambuh" akibat virus corona ini.

Artikel Terkait