Gratis Ongkir minimum Rp 250.000* Lihat detil

DIREKTORI

Belanja Berdasarkan Kategori :
Belanja Berdasarkan Kategori
DIREKTORI BELANJA
  • Promo & Highlights

  • Kebutuhan Bayi

  • Perlengkapan Bayi

  • Perawatan Pribadi

  • Supermarket

  • Rumah & Dekorasi

  • Kosmetik

  • Alat Kecantikan

  • Pakaian & Aksesoris

  • Kesehatan

  • Mainan & Media

  • Gadget & Elektronik

Perilaku Bayi | Jun 24, 2018

Cara Tepat Berkomunikasi dengan Bayi Baru Lahir Agar Ia Terampil Bicara

Bagikan


Cara Tepat Berkomunikasi dengan Bayi Baru Lahir Agar Ia Terampil Bicara

Setiap orang tua tentu ingin anaknya pintar bicara. Tapi, tahukah Moms bahwa hal tersebut harus dilatih sedini mungkin termasuk saat mereka baru lahir. Namun, bagaimana cara berkomunikasi dengan bayi baru lahir yang hanya bisa tersenyum atau menangis?

Memang, sih, menangis itu adalah ungkapan perasaan bayi dan cara ia 'ngobrol' dengan kita. Nah, untuk meresponsnya yang perlu Moms lakukan hanyalah tersenyum, berbicara, bernyanyi, dan membacakan untuk Si Kecil.

Baca Juga : Alasan Penting Mengapa Calon Ayah Harus Rajin Mengusap Perut Ibu Hamil

Mengapa penting berkomunikasi dengan bayi? Karena kemampuan berbicara dan bahasa awal terkait dengan keberhasilan dalam mengembangkan keterampilan membaca, menulis, dan interpersonal, baik di masa kanak-kanak maupun di kemudian hari.

Sebenarnya, sebelum bayi dapat berbicara dengan jelas, ia bisa memahami arti secara umum dari apa yang Moms katakan. Ia juga belajar memahami nada emosional. Maka ajaklah bayi dengan penuh kasih sayang, misalnya dengan cara:

  • Sering-seringlah tersenyum pada Si Kecil, terutama ketika ia sedang menatap dan mengeluarkan suara seperti hendak ingin bicara dengan Moms.
  • Perhatikanlah Si Kecil saat mengoceh dan tertawa. Hindari berpaling, menyela, atau berbicara dengan orang lain.
  • Bersabarlah saat Moms mencoba memecahkan ‘kode pembicaraan’ bayi dan komunikasi non-verbal Si Kecil seperti ekspresi wajah atau mengoceh yang bisa menandakan gembira atau justru sebaliknya.
  • Luangkan waktu untuk memberi bayi banyak perhatian yang penuh kasih, sehingga ia dapat "berbicara" kepada Moms dengan bahasanya, bahkan ketika Moms sibuk dengan tugas-tugas lain.

Baca Juga : Balita Suka Berbicara Sendiri, Normal Atau Tidak?

Tirukan Ucapan Bayi

Sejak awal, mengobrol dengan bayi sebenarnya sudah terjadi komunikasi secara dua arah. Dengan meniru ucapan bayi, Moms menunjukkan pesan penting:  ia berusaha mengungkapkan apa yang dirasakan dan coba komunikasikan kepada Moms.

Lalu apa yang perlu Moms lakukan? Berikut di antaranya:

  • Lakukan percakapan bolak-balik ketika ngobrol dengan bayi untuk mengajarinya tentang bercakap-cakap dua arah dengan orang dewasa.
  • Meniru ucapan bayi seperti "ba-ba" atau "goo-goo". Lalu tunggu saat ia mengucapkan suara/kata lain dan ulangi kembali.
  • Lakukan yang terbaik untuk merespons, bahkan ketika Moms tidak mengerti apa yang ingin dikatakan bayi.
  • Perkuat komunikasi dengan tersenyum dan ekspresi wajah.
  • Gerakan adalah cara bayi mencoba berkomunikasi, tiru gerakan Si Kecil juga ya Moms.

Baca Juga : Nastusha Alinskie Mengucapkan Kalimat Pertama, Ini 5 Cara Membuat Anak Cepat Berbicara

Seringlah Ngobrol dengan Bayi

Bayi senang mendengar Moms berbicara, terutama bila suaranya hangat dan bahagia.

Bayi belajar berbicara dengan meniru suara yang ia dengar. Jadi semakin banyak Moms berbicara dengan Si Kecil, semakin cepat ia akan menguasai keterampilan berbicara dan bahasa.

Untuk itu, berikut ini hal yang penting dilakukan:

  • Banyak orang dewasa menggunakan nada suara tinggi dengan ekspresi berlebihan ketika ngobrol dengan bayi. Sebaiknya berbicaralah dengan penuh kelembutan, hangat dan tidak berlebihan.
  • Asah keterampilan mendengarkan bayi dengan sering berbicara kepadanya sepanjang hari, ceritakan aktivitas Moms sehari-hari dan sebagainya. Bicaralah saat Moms menyusui, berpakaian, membawa, dan memandikan bayi, sehingga ia mulai mengasosiasikan bunyi-bunyi bahasa dengan benda-benda dan kegiatan sehari-hari.
  • Ulangi kata-kata sederhana seperti "mama" dengan sering dan jelas sehingga bayi mulai mendengar kata-kata yang akrab dan belajar memahaminya.

Baca Juga : Anak Lebih Lancar Berbahasa Asing? Ini 4 Cara Agar Anak Fasih Berbicara Bahasa Ibu

Nah, ketika kita mengajak mengobrol dan berkomunikasi itu otak Si Kecil menyerap suara, nada, dan bahasa yang akan digunakan untuk mengucapkan kata-kata pertamanya. Moms tentunya memainkan peran yang amat besar.

Sebab bila sering diajak berkomukasi, anak akan cenderung membentuk kemampuan bahasa yang lebih kuat dan keterampilan berbicara yang lebih baik ketimbang anak-anak yang jarang diajak bicara.

Penting kita tahu, 80 persen perkembangan otak terjadi pada tiga tahun pertama usia anak. Ketika otaknya semakin besar, ia juga membentuk sinaps yang dibutuhkan untuk berpikir, belajar, dan memproses informasi. Koneksi ini terbentuk dengan laju super cepat, sekitar 700 per detik dalam beberapa tahun pertama.

Ya, berbicara kepada bayi memicu sinapsis penting di bagian otaknya yang menangani bahasa. Semakin banyak kata yang dia dengar, semakin kuat koneksi atau sinaps itu.

Proses itu dapat memperkuat kemampuan bahasa kelak dan kemampuannya secara keseluruhan untuk belajar. Bayi yang lebih sering diajak bicara  akan memiliki kosa kata yang lebih banyak pada usia 2 tahun ketimbang anak seusia lainnya. 

Maka dari itu, yuk sering-sering mengajak Si Kecil ngobrol Moms!

(HIL)

Sumber: webmd.com, kidshealth.org

Bagikan

Artikel Terkait



Newsletter

Dapatkan diskon dan penawaran spesial setiap hari melalui email kamu dengan berlangganan newsletter.