Balita dan Anak

BALITA DAN ANAK
2 Juni 2020

Cari Tahu Perbedaan Campak dan Rubella Pada Balita

Kenali perbedaan campak dan rubella untuk diagnosa sedini mungkin
placeholder
placeholder
Artikel ditulis oleh Dona Handayani
Disunting oleh Ikhda Rizky Nurbayu

Moms pasti tahu penyakit campak bukan? Penyakit yang menimbulkan bercak kemerahan pada kulit dan biasanya ditandai dengan demam yang tinggi.

Namun ternyata, ada juga penyakit yang mirip dengan campak bernama rubella. Rubella juga dikenal sebagai campak Jerman.

Kedua penyakit ini memiliki gejala yang hampir mirip dan sama-sama disebabkan oleh virus yang menular lewat saluran pernapasan.

Perbedaan Antara Campak dan Rubella

Meskipun begitu, ada beberapa perbedaan mendasar yang membedakan campak dengan rubella. Untuk mengetahuinya, mari simak ulasan berikut ya, Moms!

1. Demam

Mother_taking_care_of_little_boy-1200x628-facebook.jpg

Foto: healthline.com

Campak dan rubella biasanya diawali dengan gejala demam. Meski keduanya memang memiliki gejala demam, tetapi rubella memiliki gejala demam yang lebih ringan dibandingkan dengan campak.

Balita yang menderita campak akan mengalami demam bertahap mulai dari 37 derajat hingga mungkin mencapai 40 derajat. Sedangkan rubella, hanya akan mengalami demam maksimal di 38,9 derajat saja.

Baca Juga: 8 Gejala Campak yang Wajib Dikenali pada Balita

2. Kemunculan Ruam Merah

mumps-1080x675 (1).jpg

Foto : onlinefirstaid.com

Seperti halnya campak, gejala yang muncul saat seseorang terkena rubella adalah ruam merah. Ruam merah pada rubella muncul sejak awal sakit dan langsung menyebar di seluruh tubuh. Ruam ini biasanya terasa cukup gatal dan akan bertahan hingga 3 hari.

Pada campak, ruam merah muncul saat demam tinggi, yang biasanya diawali dari bagian wajah dan kemudian menyebar ke seluruh bagian tubuh lainnya. Kondisi ini dapat berlangsung dalam waktu 3-5 hari dan akan memudar dengan sendirinya seiring demam mereda.

Baca Juga: 7 Fakta Seputar Campak dan Rubella pada Bayi

3. Gejala Lainnya

mumps-1575892969.jpg

Foto: hearstapps.com

\Beberapa gejala berbeda juga ditunjukkan pada kedua penyakit ini. Infeksi rubella dapat menyebabkan adanya pembengkakan kelenjar getah bening lunak, biasanya di bagian belakang leher atau di belakang telinga. Kemudian balita juga akan merasakan sakit pada bagian persediannya.

Sedangkan balita yang mengalami campak akan memiliki ciri-ciri munculnya bercak kecil berwana putih pada mulut bagian dalam. Selain itu, mata Si Kecil juga bisa menjadi merah dan berair.

Beberapa gejala ringan pada saluran pernapasan juga dapat dilihat saat balita sedang menderita campak atau rubella yakni seperti batuk, hidung tersumbat atau berair.

Baca Juga: Ini Bedanya Campak dan Tampek pada Anak

4. Proses Penyembuhan

WDI46CMBS5B5TEGGAXRTQLWYUU.webp

Foto: theregreview.org

Virus campak dan rubella tidak dapat disembuhkan dengan antibiotik, melainkan dengan vaksin. Proses penyembuhan yang terjadi pun durasinya berbeda-beda. Dilansir dari kidshealth.org, biasanya anak yang menderita rubella sembuh dalam waktu 1 minggu. Sedangkan campak berlangsung dalam beberapa minggu sekitar 7-14 hari.

Sebisa mungkin hindari tempat atau pertemuan dengan seseorang yang menderita campak dan rubella untuk meminimalisir resiko balita tertular kedua virus ini ya, Moms. Sebagai langkah pencegahan, disarankan untuk segera memberi vaksin MMR sesuai jadwal yang diberikan.

Mengutip Dr. Shalini Desai, seorang ahli rubella, “Satu-satunya cara untuk memastikan perlindungan terhadap rubella adalah memastikan semua anak divaksinasi meski teknologi dan sistem kesehatan saat ini sudah cepat mendeteksi kasus dan memberi respon untuk menghentikan penyebaran.”

Baca Juga: 5 Hal Yang Perlu Diperhatikan saat Bayi Campak

Dengan memahami perbedaan antara campak dan rubella, saat anak menunjukkan beberapa gejala di atas, jangan ragu untuk segera membawanya ke dokter untuk pengobatan lebih lanjut ya, Moms.

Komentar

Yuk, ngobrol dan sharing pendapat dengan moms lainnya.

member-image

Beri Komentar...

Artikel Terkait